lagu-gereja.com/gbkp
Gereja Batak Karo Protestan
     
View : 1998 kali

Warning: include(gene_sub_ketegori.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/gen-htm.php on line 63

Warning: include(gene_sub_ketegori.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/gen-htm.php on line 63

Warning: include(): Failed opening 'gene_sub_ketegori.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/gen-htm.php on line 63
Khotbah GBKP 2016
Minggu, 25 Desember 2016
(Yohanes 1:1-14)

Khotbah Yohanes 1:1-14, Minggu 25 Desember 2016

Invocatio :
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus
AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat" (Galatia 4:4)
 
Bacaan :
Masmur 98:1-9 (Responsoria)

Tema :
Anak Itu (Yesus) Adalah Sumber Kehidupan
 

Pengantar Kepada Teks Kotbah
Yohanes 1:1-18 merupakan prolog Injil Yohanes yang berfungsi untuk mengantarkan pembaca sebelum masuk ke dalam keseluruhan Injil. Prolog juga berfungsi sebagai legitimasi posisi teologis Injil Yohanes. Prolog ini berbentuk himne yang membingkai gagasan Yohanes tentang Yesus. Memahami pengenalan dasar Yohanes tentang diri Yesus dan peran yang dijalankanNya akan memudahkan kita untuk mengerti pesan yang disampaikan dalam Yohanes 1:1-14 ini. Injil Yohanes dapat dikatakan sebagai Injil yang paling vertikal, menjelaskan bahwa Yesus berasal dari Surga. Hal ini memberi kesan bahwa yang hendak ditekankan adalah Ketuhanan Kristus dari
pada kemanusiaanNya.
 
Pembahasan Teks Kotbah
Prolog ini terdiri atas dua bagian yaitu, bagian pertama, berkisah tentang Firman (ayat 1-5, 9-14, 16-16) dan bagian kedua berkisah tentang Yohanes (ayat 6-8, 15). Firman menjadi subjek pada ayat 1-5, 14. Yohanes menjadi subjek pada ayat 6-8, 15. Sementara itu terang menjadi ayat penting pada ayat 9-11. Dalam ayat 12, 13, subjek kalimatnya adalah "mereka yang percaya dalam namaNya". Selanjutnya ayat 16-18 menampilkan "kita" dan "Anak Tunggal Allah" sebagai subjek. Walaupun para ahli tidak sepakat mengenai susunan prolog Injil Yohanes, namun mereka agaknya sepakat mengenai pembagiannya, setidaknya berdasarkan garis besar. Susunan umum prolog ini adalah sebagai berikut:
1. Ayat 1-5 "Logos bersama-sama dengan Allah, alat penciptaan, Hidup, dan Terang."
2. Ayat 6-8 "Tampilnya Yohanes"
3. Ayat 9-11 " Logos yang hadir di dunia , tidak dikenal manusia."
4. Ayat 12-13 "Tetapi mereka yang percaya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.
5. Ayat 14 "Logos menjadi daging dan diam di antara manusia."
6. Ayat 16-18 "Anak yang ada di pangkuan Allah menyatakan Allah."
Susunan umum prolog seperti di atas ini menjadi dasar bagi kita dalam melakukan langkah-langkah penafsiran teks Yohanes 1:1-18.
 
1. Ayat 1-5
Ayat 1-5 merupakan bagian pertama dalam prolog. Kelima ayat pertama prolog ini awalnya merupakan sebuah himne yang sudah ada sebelum Injil di tulis. Subjek ayat-ayat tersebut adalah Firman, seluruh ciptaan, hidup, terang dan kegelapan. Ayat 1-5 ini dapat dibagi lagi menjadi 2 unit kecil, yaitu tentang hubungan Firman dengan Allah dan ayat 3-5 tentang hubungan Firman dan penciptaan.

• Ayat 1-2 : Hubungan Firman dengan Allah.
Pada mulanya dalah Firman," Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah
Pada mulanya adalah Firman. Ayat ini mengingatkan kita pada Kej. 1:1, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi". Tampak bahwa, secara sekilas, prolog Yohanes paralel dengan Kejadian. Namun, "pada mulanya" dalam prolog tidak seperti yang dimaksudkan dalam Kejadian. "Pada mulanya" tidak menunjuk pada peristiwa penciptaan karena penciptaan baru disebutkan pada ayat 3. "Pada mulanya" tidak hanya berarti awal dalam waktu melainkan lebih hakiki, lebih mendalam "pada hakekatnya". Firman telah ada, sebelum langit dan bumi diciptakan. Dan, Injil Yohanes juga ingin mengatakan bahwa yang paling penting adalah, Firman yang Allah ucapkan, telah IA utus ke dalam dunia. Firman itu bersama-sama dengan Allah. Artinya, menggambarkan tentang kedekatan Firman dengan Allah, dan persekutuan yang harmonis antara Firman dan Allah. Jadi, Firman berada dalam persekutuan yang aktif dengan Allah. Firman itu adalah Allah. Ayat 2 mengulang kembali gagasan yang sudah dinyatakan dalam ayat 1 bahwa Firman itu bersama dengan Allah. Pengulangan ini menunjukkan pentingnya keberadaan Firman yang sejak semula bersama dengan Allah.
 
• Ayat 3-5 : Firman dan Penciptaan
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Di sini, prolog berbicara tentang peran yang dimiliki oleh Firman dalam penciptaan. Melalui Firman, segala sesuatu diciptakan, dan tanpa Firman, tak satupun dapat ada. Tindakan Allah yang pertama kali dalam kitab Kejadian adalah berfirman, dan firman tersebut berfungsi sebagai untuk menciptakan. Firman bukan hanya perkataan saja, tetapi juga perbuatan. Firman aktif. Firman mencipta. Hal ini tampak pada Masmur 33:9 "Dia berfirman, maka semuanya jadi. IA memberi perintah, maka semuanya ada". Firman adalah aktivitas Allah, yang berada dibalik penciptaan dunia dan penciptaan manusia.
 
Dalam ayat 4-5, dikatakan bahwa apa yang dijadikan dalam Firman adalah hidup. Perhatian beralih dari penciptaan segala sesuatu ke dalam penciptaan hidup, yaitu hidup yang kekal (1 Yohanes 1:2). Hidup yang bersumber pada Firman merupakan terang manusia, dan terang tersebut tidak akan terkalahkan oleh kegelapan. Perjuangan terang melawan kegelapan, akhirnya kegelapan dikuasai oleh terang (bdk. Yoh. 8:12-15, 9:5,12:31-35, 1 Yoh. 2:8).
 
2. Ayat 6-8
Datanglah seorang yang diutus oleh Allah, namanya Yohanes; ia dating sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus member kesaksian tentang terang itu.

Pada bagian ini, Yohanes diperkenalkan, yang akan datang untuk mengingatkan manusia. Hal ini bertujuan untuk mematahkan gagasan bahwa Yohanes lebih besar dari Yesus. Beberapa murid Yesus, semula adalah murid murid Yohanes sehingga dapat dimengerti jika mereka masih membawa kenangan akan kebesaran guru awal mereka. Untuk itulah, ditegaskan bahwa Yohanes adalah pendahulu dan saksi bagi Sang Terang Sejati. Yohanes bukanlah terang itu, melainkan Saksi Terang itu. Firman datang secara fisik setelah Yohanes, tetapi Yohanes memberi kesaksian bahwa Firman yang menjadi manusia itu ada sebelum dia dijadikan. Dalam fungsinya sebagai saksi, Yohanes menemukan keterbatasannya, tetapi sekaligus peran sentralnya. Satu-satunya yang membuat Yohanes tampil sebagai figur besar adalah kesaksiannya tentang Terang itu. Inilah peran utama Yohanes.
 
3. Ayat 9-11
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orangorang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya.

Setelah narasi tentang Yohanes, teks kita ini kembali pada ayat-ayat awal, khusunya sambungan dari ayat 5. Hubungan antara ayat 1-5 dan ayat 9-11 terbangun melalui konsep terang, yang juga dipergunakan untuk menggambarkan tentang Yohanes dalam ayat 7-8. Terang yang diwartakan oleh Yohanes, sekarang datang ke dunia (ayat 9). Ia datang ke dalam dunia. Tidak ada pembatasan apapun. Ia datang untuk semua, dunia ciptaanNya. Gambaran terang yang datang ke dunia untuk menerangi manusia adalah gambaran Mesianik dalam Perjanjian Lama, seperti dalam Kitab Yesaya (Yesaya 9:2, 42:6, 60:1-2). Terang itu sudah ada di dunia, tetapi dunia tidak mengenalNya. Kalimat sedang datang ke dalam dunia tidak mengacu kepada manusia, tetapi mengacu kepada Yesus sebagai terang (Yoh.3:19).
 
4. Ayat 12-13
Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Kedatangan Firman ke dalam dunia tidak hanya berjumpa dengan penolakan. Ada kelompok orang yang menerimanya. Merekalah orang-orang percaya di dalam namaNya. Kepada mereka yang percaya, Firman itu member kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Untuk menjadi anak Allah senantiasa berakar pada kelahiran baru "dari Allah", "dari Roh", atau juga "dari atas". Menjadi anak Allah bukanlah dengan sendirinya terjadi. Kelahiran alamiah saja tidak cukup. Menjadi anak Allah artinya dilahirkan dari Allah. Bukan dalam arti fisik atau biologis, tetapi dalam arti rohani; berdasarkan kasih karunia Allah. Hanya Dia saja yang berhak menjadikan kita anak-anak Allah. Menerima tidak mempunyai arti lain selain percaya. Hal ini di dukung oleh penjelasan "yaitu mereka yang percaya dalam namaNya". Oleh karena itu, disebutkan bahwa mereka yang percaya tersebut diperanakkan bukan dari darah dan daging, melainkan dari Allah.
 
5. Ayat 14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Lima ayat terakhir yang dimulai dari ayat 14 ini dianggap sebagi puncak teks Yohanes ini. Dalam mendiskusikan Kristologi Yohanes ini, menunjuk kepada kemanusiaan Yesus yang riil sekali dan menekankan kemuliannNya, kemuliaan ilahi yang terpancar pada kemanusiaan itu. Dalam ayat 14 ini, dikatakan bahwa Firman yang semula ada bersama Allah kini menjadi daging dan diam diantara kita. Hanya kata "Firman/Logos" yang muncul pada ayat 1 digunakan kembali. Di dalam ayat 1, Firman itu ada bersama dengan Allah. Kini dalam ayat 14, Firman itu ada bersama dengan kita. Allah yang tinggal diantara umatNya itu menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus, Sabda yang menjadi daging. Firman itu tinggal diantara kita. Siapakah kita yang dimaksudkan di sini ? Kita yang dimaksudkan disini adalah umat manusia. Sedangkan kata kemuliaan mengandung makna kehadiran Allah yang dilihat jemaat dalam iman, kehadiran ilahi yang hanya dimiliki "Anak dari Bapa". Yesus adalah "satu-satunya Anak dari Bapa". Selanjutnya, ungkapan kasih karunia dan kebenaran mengingatkan kita tentang kemurahan hati Allah yang tidak mengenal lelah, serta kesetiaanNya pada janjijanjiNya. Penuh kasih karunia dan kebenaran berarti kuasa yang menyelamatkan dan yang mengubah hidup dari kehadiran Allah di dalam Yesus. Bagi mereka yang bersedia mengambil resiko, iman dapat melihat kehadiran Allah dalam manusia Yesus.
 
Refleksi
Anak Itu (Yesus) adalah Sumber Kehidupan. Demikian tema kotbah yang disampaikan. Yesus sebagai satu-satunya Anak Allah yang menjadi manusia dan diam diantara manusia. Dalam prolog Injil Yohanes ini dengan jelas dinyatakan bahwa perbuatan Allah itu tidak dibatasi oleh waktu, bagaimana Firman itu menjadikan alam semesta dan Firman itu juga telah menjadi daging dan diam diantara manusia. Firman itu hadir memberikan terang dalam kegelapan dan Firman itu datang memberikan kehidupan karena Dia adalah Sang Sumber Kehidupan.
 
Pada masa perayaan Natal kita merayakan kehadiran Yesus Kristus sebagai manusia bahwa Firman itu menjadi daging. Dalam kegelapan hidup manusia yang penuh dosa, Allah hadir menjadi terang dalam hidup kita sehingga kegelapan tidak lagi menguasai kehidupan kita. Inilah yang kita rayakan bahwa Allah dengan kasihNya melenyapkan kegelapan itu sehingga melalui Yesus Kristus jalan kehidupan itu sudah tampak jelas untuk dapat kita lalui. Sudahkah kita menjadi terangNya bagi sekitar kita ?
 
Dalam Mazmur 119: 105 dikatakan "FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku". Hanya Firmanlah yang mampu menuntun kita ke jalan kehidupan. Karena sedemikian kebaikan Tuhan ternyata tidak semua manusia percaya kepadaNya, namun yang percaya dalam namaNya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Hidup sebagai anak-anak Allah maka kita menerima didikan, tuntunan, pengajaran dan sumber kehidupan dari Tuhan. Karena itu, bukan lagi keraguan, kebimbangan, ketakutan dan kecemasan yang ada pada anak-anak Allah karena mengandalkan kekuatan dari Tuhan Sang Sumber Kehidupan.
 
Jikalau sedemikian besar kasih karunia dan kebenaran Tuhan yang menyelamatkan dan yang mengubah kehidupan di dalam Yesus yang telah kita terima, apakah yang dapat kita lakukan sebagai bentuk komitmen kita untuk memuliakanNya ? Bersorak-sorak memuji Tuhan (Masmur 98:1-9) merupakan hal yang patut dilakukan melalui aksi nyata dalam kehidupan setiap hari. Lihatlah, ornamen natal di mana-mana, lagu natal dan lagu rohani banyak diputar dimana-mana. Yang menjadi pertanyaan adalah : Bagaimanakah kehadiran Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia mengubahkan kehidupan kita ?
 
Selamat menemukan makna natal di tahun 2016 ini.
 
Pdt. Chrismori Br Ginting
Runggun Yogyakarta

Label:   Yohanes 1:1-14 












Selanjutnya:
Khotbah Yohanes 8:12-19, Sabtu 31 Desember 2016

Sebelum:
Khotbah GBKP Minggu, 23 Oktober 2016 - Mbungkar ras mpekena perbahanen si la payo - Yeremia 1:10-19


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/baca10.php on line 84

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/baca10.php on line 84

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/baca10.php on line 84
All Khotbah GBKP 2016:

Warning: include(htmLIST/LISTWarta Jemaat.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/bacaan_setahun.php on line 4

Warning: include(htmLIST/LISTWarta Jemaat.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/bacaan_setahun.php on line 4

Warning: include(): Failed opening 'htmLIST/LISTWarta Jemaat.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/bacaan_setahun.php on line 4

BACAAN ALKITAB SETAHUN:

MENU UTAMA:
Catatan Penting Tata Ibadah GBKP (Gereja Batak Karo Protestan)(7)
Khotbah GBKP 2016(7)
Khotbah GBKP 2017(9)
LAGU KITAB ENDE-ENDEN GBKP(218)
Partitur Lagu Karo(3)
Perpulungen Jabu-Jabu (PJJ) 2016(2)
Pustaka Sibadia - Perjanjian Baru(22)
Pustaka Sibadia - Perjanjian Lama(51)
Sermon Khotbah GBKP 2023(2)
Sermon Khotbah GBKP 2024(1)
Tentang GBKP(5)

Arsip Khotbah GBKP 2016..


Sermon GBKP setiap hari

Register   Login  



Warning: include(htmArtikel/LISTSermon Khotbah Minggu GBKP 2024.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/index_kanan.php on line 12

Warning: include(htmArtikel/LISTSermon Khotbah Minggu GBKP 2024.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/index_kanan.php on line 12

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTSermon Khotbah Minggu GBKP 2024.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/gbkp/index_kanan.php on line 12