lagu-gereja.com/toraja

View : 397 kali
Markus 3:7-12
Bahasa Toraja:
7 Messarakmi tu Yesu sola anak gurunNa ma'palulako to' tasik; na lendu' budanna tau undi urrundu'I, to dio mai Galilea;
8 sia dio duka mai Yudea sia dio mai Yerusalem sia dio mai Idumea sia dio mai lamban lianna salu Yordan sia dio mai lili'na Tirus na Sidon lendu' budanna tau sae lako Kalena, tonna rangii tu mintu' penggauran memangnganNa.
9 Nasuami Yesu tu anak gurunNa kumua la dio bang tu lopi bitti' nasikandappiran, belanna kabudanna tau, da nasisi'pinni tau.
10 Belanna budamo tau Napamaleke, naurunganni padami tau narua saki padami sae umpessuangan kalena lako, la morai ungkaka' bangI.
11 Mintu'na duka deata masussuk, tonna kitaI tu Yesu, lumbangmi rokko to' tingayoNa namelalla-lalla, nakua: Kamumo tu AnakNa Puang Matua.
12 Lendu'mi Napakare'na-re'nanNa kumua, da napalelei.

Bahasa Indonesia:
3:7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, 3:8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 3:9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 3:10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." 3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. 

Penjelasan:
Pengikut Tuhan yang sejati akan mengenal dan menaati Tuhan
Kabar tentang mukjizat yang dilakukan oleh Yesus menarik perhatian orang banyak dari berbagai wilayah, baik wilayah Yahudi maupun nonYahudi. Berbagai upaya mereka lakukan agar dapat menemui Dia, bahkan untuk menyentuh Dia supaya mengalami langsung mukjizat tersebut (ayat 7). Sayangnya, kesediaan mereka mengikut Yesus hanya karena tertarik pada mukjizat yang dilakukan Yesus (ayat 8b) menggunakan kata kerja yang menegaskan ketertarikan mereka pada perbuatan Yesus). Itu sebabnya Tuhan mengambil jarak, menghindar dari orang banyak dengan naik ke perahu (ayat 9). Hampir senada dengan itu, Yesus juga melarang keras pengakuan roh-roh jahat bahwa Ia adalah Anak Allah (ayat 11).

Mungkin kita akan bertanya-tanya, mengapa Tuhan menghindari desakan orang banyak dan juga melarang pengakuan tentang identitas-Nya? Bukankah Yesus sesungguhnya adalah Anak Allah? Memang benar. Akan tetapi, status Anak Allah bukan hanya dinyatakan dalam bentuk demonstrasi kuasa atau mukjizat yang spektakuler. Kemesiasan Yesus di-nyatakan juga melalui penderitaan atau jalan salib, yang jelas tidak populer. Mukjizat penyembuhan dan pengusiran roh-roh jahat merupakan bagian dari rencana yang besar, yaitu mewujudkan pemerintahan Allah di dunia. Ini hanya terwujud melalui salib-Nya. Tuhan mengingat bahwa para murid belum memahami prinsip ini dengan jelas. Sebab bila mereka salah memahami, maka bisa saja mereka jadi memiliki motivasi yang salah, seperti yang terjadi pada orang banyak. Dan itulah yang diharapkan oleh roh-roh jahat.

Bagaimana dengan Anda? Menjadi pengikut Yesus karena mencari mukjizat atau ada alasan lain? Tahukah Anda bahwa Yesus bukan hanya melakukan mukjizat, tetapi juga menekankan pentingnya pengenalan yang utuh tentang diri-Nya?

Renungkan: Menyukai kegiatan rohani yang spektakuler tidak menjamin bahwa kita adalah pengikut Tuhan yang sejati. Pengikut Tuhan yang sejati akan mengenal dan menaati Tuhan seperti yang Tuhan nyatakan dalam peringatan-Nya.

* Ketika Ia menyingkir ke tepi danau, Ia melakukan kebaikan di sana. 
Sementara musuh-musuh-Nya berusaha membunuh Dia, Dia keluar dari tempat itu, untuk mengajarkan kita agar menyingkir pada saat-saat yang menyulitkan demi keamanan kita sendiri; tetapi lihatlah di sini:

. Bagaimana Ia diikuti orang waktu mengundurkan diri. Ketika beberapa orang menaruh kebencian terhadap-Nya, sehingga mereka menghalau-Nya keluar dari negeri mereka, banyak orang lain sangat menghargai-Nya, sehingga mengikuti-Nya ke mana pun Ia pergi. Kebencian para pemimpin mereka terhadap Kristus tidak menyurutkan rasa hormat mereka kepada-Nya. Sangat banyak orang mengikuti Dia dari berbagai pelosok negeri, dari yang jauh di Utara, dari Galilea; dari yang jauh di Selatan, dari Yudea dan Yerusalem; juga dari Idumea, yang jauh di Timur, terluar di seberang Yordan; serta dari yang jauh di sebelah Barat, yaitu dari Tirus dan Sidon (ay. 7-8). 

Perhatikanlah:
(1) Yang mendorong mereka mengikuti Dia adalah berita yang mereka dengar mengenai segala perkara besar yang dilakukan-Nya bagi orang-orang yang memohon pertolongan-Nya. Sebagian ingin bisa melihat sosok yang telah melakukan perkara-perkara besar demikian, dan yang lain lagi berharap Ia akan melakukan perkara-perkara besar untuk mereka. Perhatikanlah, pemikiran mengenai hal-hal besar yang telah dilakukan Kristus seharusnya menarik kita untuk datang kepada-Nya.

(2) Untuk apa mereka mengikuti Dia (ay. 10); semua orang yang menderita sakit berdesak-desakkan menghimpit-Nya supaya bisa menjamah-Nya. Penyakit di sini disebut wabah ("plagues" dalam Alkitab KJV), dalam bahasa Yunani mastigas -- koreksi, hajaran untuk memperbaiki kesalahan. Itulah yang sebenarnya dimaksudkan, untuk membuat kita menjadi awas terhadap dosa-dosa kita, sehingga kita bisa merasa menyesal atas dosa-dosa itu, dan selalu ingat untuk tidak kembali kepada dosa. Orang-orang yang berada di bawah hukuman ini datang kepada Yesus. Inilah tujuan penyakit dikirimkan kepada kita, untuk mempercepat kita mencari Kristus, dan menjadikan Dia sebagai Tabib kita. Mereka berdesak-desakan kepada-Nya, setiap orang berusaha supaya bisa berada paling terdekat dengan-Nya, agar dapat dilayani terlebih dulu. Mereka tersungkur di hadapan-Nya (menurut Dr. Hammond), seperti orang-orang yang mengajukan petisi untuk memohon kemurahan-Nya. Tiada yang diinginkan mereka selain untuk menjamah-Nya, dengan beriman agar disembuhkan, bukan hanya lewat jamahan-Nya atas mereka, tetapi juga melalui jamahan mereka sendiri kepada-Nya. Mereka berbuat demikian karena tidak diragukan lagi mereka sudah melihat banyak contoh mengenai hal ini.

(3) Persiapan apa yang dibuat-Nya untuk melayani orang-orang itu (ay. 9); Ia menyuruh murid-murid-Nya, yang adalah para nelayan dan memiliki perahu penangkap ikan untuk bekerja, agar selalu menyediakan sebuah perahu kecil bagi-Nya, untuk membawa-Nya dari satu tempat ke tempat lain di pantai yang sama. Jadi jika Ia sudah menyelesaikan sebuah urusan dengan cepat di suatu tempat, dengan mudah Ia dapat bergerak menuju tempat di mana kehadiran-Nya diperlukan tanpa harus menerobos kerumunan orang yang mengikuti Dia hanya untuk sekadar memuaskan rasa ingin tahu mereka. Orang bijak sebisa mungkin menjauhi kerumunan.

. Alangkah limpahnya kebaikan yang Ia perbuat ketika Ia menyingkir. Ia tidak menyingkir untuk bermalas-malasan, Ia juga tidak mengusir orang-orang yang berdesak-desakkan mengikuti-Nya saat menyingkir, tetapi Ia memperlakukan mereka dengan baik hati dan memberikan apa yang mereka cari dari-Nya. Ia tidak pernah berkata kepada siapa pun yang dengan rajin mencari-Nya, "Carilah Aku dengan sia-sia."

(1) Penyakit berhasil disembuhkan. Banyak orang disembuhkan-Nya, beragam penderita, berbagai macam penyakit. Tidak peduli jumlahnya banyak dan beragam jenisnya, Ia menyembuhkan mereka.

(2) Setan-setan berhasil ditaklukkan; mereka yang dikuasai oleh roh-roh jahat gemetar di hadapan-Nya ketika melihat Dia. Mereka juga jatuh tersungkur di hadapan-Nya, bukan untuk memohon kemurahan-Nya, tetapi untuk mencela murka-Nya, dan karena termakan rasa takut sendiri, mereka mengakui bahwa Dia adalah Anak Allah (ay. 11). Sangat menyedihkan bahwa kebenaran yang agung ini tidak dimiliki oleh anak-anak manusia, padahal mereka boleh mendapat manfaat dari pengakuan akan kebenaran tersebut. Pengakuan ini justru dilontarkan oleh setan-setan yang tidak diperbolehkan menikmati manfaat pengakuan tersebut.

(3) Kristus tidak mencari pujian bagi diri-Nya sendiri dalam melakukan hal-hal besar itu, karena Ia dengan keras melarang mereka yang mendapatkan hal-hal besar dari-Nya itu agar tidak menyebarkan berita tentang Dia (ay. 12), agar mereka tidak perlu berusaha menyebarkan kabar penyembuhan yang dilakukan-Nya, seperti membuat iklan di surat kabar. Sebaliknya, biarlah pekerjaan-Nya sendiri yang memuji Dia, dan biarlah berita tentang karya-Nya itu menyebar dengan sendirinya, mengikuti jalannya sendiri. Janganlah mereka yang disembuhkan itu maju menebarkan kabar itu, supaya mereka yang sudah dibantu ini jangan malah menjadi sombong karenanya. Biarlah orang-orang yang menyaksikannya yang membawa berita itu sendiri. Bila kita melakukan sesuatu yang layak dipuji dan tidak menginginkan pujian manusia, maka di dalam kita terdapat juga pikiran yang sama seperti yang ada di dalam Yesus Kristus.

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Harian Toraya Kamis, 22 Februari 2024 - Bintang-Bintang (Rekenni tu bintoen) - Kejadian 15:1-6, 12-18


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Minggu, 4 Februari 2024 - Pesan Bijak - Kisah Para Rasul 5:33-42


All Renungan Gereja Toraja 2024:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2024..

Register   Login