| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2024 Kejadian 15:1-6, 12-18Kamis, 22 Februari 2024 Renungan Harian Toraya Kamis, 22 Februari 2024 - Bintang-Bintang (Rekenni tu bintoen) - Kejadian 15:1-6, 12-18Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya 15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." 15:2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 15:3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." 15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Penjelasan: * Kej 15:1 - PERISAIMU; UPAHMU AKAN SANGAT BESAR. Setelah berperang melawan raja-raja itu, Abram merasa susah dan takut. Oleh karena itu Allah meyakinkan Abram di dalam suatu penglihatan bahwa Ia adalah perisai dan upah Abram. Abram menanggapi kata-kata yang menguatkan ini dengan mengingat bahwa dia tidak mempunyai anak dan karena itu tidak ada ahli waris (ayat Kej 15:2), sehingga ia menganjurkan untuk mengadopsi salah seorang hambanya menjadi ahli waris. Allah menolak usul itu, serta berjanji bahwa Abram akan memperoleh anak laki-laki dari istrinya Sarai yang mandul (bd. Kej 11:30) dan memiliki keturunan yang sangat banyak. Hal yang luar biasa -- dan kebesaran Abram -- ialah bahwa dia percaya Allah. Iman ini kepada Allah yang diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran * Jaminan Allah akan Banyaknya Keturunan Abram (Kejadian 15:2-6) Di sini kita membaca perihal jaminan yang diberikan kepada Abram tentang keturunan yang tidak terbilang jumlahnya dan yang akan datang dari dirinya. Di dalamnya dapat kita amati hal-hal sebagai berikut, I. Keluhan Abram diulang kembali (ay. 2-3). Keluhan inilah yang membuka kesempatan bagi datangnya janji ini. Kesusahan Abram yang memberatkan hatinya adalah keinginan kuat untuk mempunyai anak. Di sini ia mencurahkan keluhannya ke hadapan-Nya, dan kesesakannya diberitahukan kepada TUHAN (Mzm. 142:3). Perhatikanlah, meskipun kita tidak pernah boleh mengeluh tentang Allah, kita masih diizinkan untuk mengeluh kepada-Nya, dan menyatakan keluhan kita dengan seluas-luasnya dan terperinci. Sungguh memberikan keringanan bagi jiwa yang berbeban berat apabila membuka masalah kepada seorang sahabat yang setia dan berbelas kasihan: Kepada sahabat seperti Allah, yang telinga-Nya selalu terbuka. Keluhan yang disampaikan meliputi empat segi: 1. Bahwa ia tidak mempunyai anak (ay. 3): Lihatlah, Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan. Tidak saja tidak mempunyai anak, tetapi tidak mempunyai keturunan. Kalau saja ia mempunyai seorang anak perempuan, dari anak perempuan ini Sang Mesias masih mungkin dapat datang, yang akan menjadi keturunan perempuan itu. Tetapi sampai saat itu, ia tidak memiliki seorang anak pun, baik laki-laki maupun perempuan. Tampaknya ia menekankan hal ini, kepadaku. Sesamanya memiliki banyak anak, hamba-hambanya memiliki anak-anak yang lahir di rumahnya. “Tetapi kepadaku,” ia mengeluh, “Engkau tidak memberikan satu anak pun.” Namun Allah telah berfirman kepadanya bahwa ia akan menjadi kesayangan di atas semua orang. Perhatikanlah, orang-orang yang tersurat tidak memiliki anak, harus melihat bahwa Allah memang menyuratkannya seperti itu. Sekali lagi, Allah sering menangguhkan penghiburan yang bersifat sementara itu dari anak-anak-Nya sendiri, sementara Ia memberikan banyak anak kepada orang-orang lain yang merupakan orang asing di mata Allah. 2. Bahwa tampaknya ia tidak akan pernah mempunyai anak, seperti yang ditunjukkan dalam kata, aku akan, atau, aku akan pergi tanpa anak, pergi memasuki tahun-tahun yang akan datang, menuruni bukit dengan cepat, bahkan aku akan pergi dari dunia ini, pergi menempuh jalan semua orang di bumi ini. Aku akan meninggal dunia dengan tidak mempunyai anak, begitulah yang tertulis di dalam Kitab Septuaginta (Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani -” pen.). “Aku akan meninggalkan dunia ini tanpa meninggalkan seorang anak pun di belakangku.” 3. Bahwa hamba-hambanya pada saat itu tampaknya akan menjadi ahli warisnya, dan bukannya anak-anaknya. Sementara ia masih hidup, maka hambanya Eliezer, orang Damsyik inilah yang menjadi pengurus rumah tangganya. Kepadanyalah ia menyerahkan pemeliharaan keluarga dan harta miliknya. Hamba yang mungkin saja setia, namun hanya sebagai seorang hamba, bukan seorang anak laki-laki. Kalau ia meninggal dunia, hamba yang lahir di rumahnya inilah yang akan menjadi ahli warisnya, dan akan berkuasa atas segala yang telah ia usahakan dengan berlelah-lelah selama ini (Pkh. 2:18-19, 21). Sebelumnya Allah telah memberitahukan kepadanya bahwa Ia akan membuatnya menjadi bangsa yang besar (12:2), dan menjadikan keturunannya seperti debu tanah banyaknya (Kejadian 13:16). Tetapi Ia membiarkan dirinya tinggal dalam keraguan, apakah keturunan itu berasal dari anaknya sendiri atau anak angkat, apakah seorang anak yang berasal dari dirinya atau hanya anak yang dilahirkan di rumahnya. “Nah, TUHAN,” kata Abram, “jika anak itu hanyalah seorang anak angkat, tentunya ia akan berasal dari salah seorang hamba-hambaku, yang tentunya akan mencerminkan keaiban bagi keturunan yang dijanjikan itu, yaitu keturunan yang akan berasal dari dirinya.” Perhatikanlah, sementara belas kasihan yang dijanjikan itu ditangguhkan, ketidakpercayaan dan ketidaksabaran kita cenderung menyimpulkan bahwa janji itu sudah dibatalkan. 4. Bahwa hal tidak mempunyai anak ini menjadi masalah yang sangat besar baginya, sehingga mampu merampas penghiburan dari semua kesenangan yang telah diterimanya: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku? Semua ini tidak ada artinya bagiku, jika aku tidak mempunyai seorang anak.” Nah, perhatikan hal-hal ini, (1) Jika kita menganggap bahwa Abram tidak melihat lebih jauh lagi melampaui semua kesenangan yang bersifat sementara ini, maka keluhan ini patut dipersalahkan. Melalui pemeliharaan dan campur tangan-Nya, Allah telah memberikan sejumlah hal yang baik dan masih banyak lagi berkat yang lain kepadanya. Namun Abram tidak memperhitungkan semua hal ini, hanya karena ia tidak mempunyai anak. Sangatlah jahat kalau seorang yang disebut bapa orang percaya sampai berkata, Apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku tidak mempunyai anak, segera sesudah Allah berfirman, Akulah perisaimu dan upahmuyang sangat besar. Perhatikanlah, orang-orang yang tidak menganggap bahwa relasi kovenan mereka dengan Allah dan kebutuhan mereka akan Allah sudah cukup bagi hidup mereka, sebenarnya tidak menghargai keuntungan yang mereka dapatkan. Sebaliknya, (2) Jika kita menganggap bahwa Abram di sini menaruh perhatian besar kepada keturunan yang dijanjikan, maka hasrat yang mendesak ini sangat patut dipuji. Semua tidak akan ada artinya jika ia tidak memiliki kesungguhan akan berkat yang besar itu, serta sebuah jaminan dari hubungannya dengan Sang Mesias, yang untuk itu Allah telah memerintahkan supaya ia senantiasa menjaga pengharapan akan kedatangan-Nya. Ia memiliki kekayaan, kemenangan, dan kehormatan, namun semua itu tidak ada arti baginya, sementara masalah utama ini masih gelap baginya. Perhatikanlah, apabila kita belum memiliki bukti dari perhatian kita di dalam Kristus dan kovenan yang baru, kita tidak boleh merasa puas dengan hal-hal lain di luar itu. “Ini dan itu semua kumiliki, tetapi apa gunanya semua ini, kalau aku akan meninggal dunia tanpa Kristus?” Namun, sejauh ini keluhan Abram tetap patut dipersalahkan, sebab terdapat sikap kurang percaya akan janji itu yang mendasari keluhannya, serta suatu bentuk kejemuan dalam menanti-nantikan waktu Allah. Perhatikanlah, adakalanya orang-orang percaya yang benar mengalami kesulitan untuk menerima dengan tekun janji-janji Allah dan pemeliharaan-Nya, ketika mereka tampaknya mulai menunjukkan ketidakpercayaan. II. Jawaban Allah yang lembut atas keluhan ini. Pada bagian pertama keluhan Abram (ay. 2), Allah tidak segera menanggapi, karena ada sedikit nada kejengkelan di dalamnya. Tetapi ketika ia mengulangi pernyataan ini dengan lebih tenang (ay. 3), Allah menjawabnya dengan lembut. Perhatikanlah, jika kita tetap bertekun di dalam doa, dan dengan penuh kerendahan hati menyerahkan diri kepada kehendak ilahi, pencarian kita tidak akan sia-sia. 1. Dengan cepat Allah memberikan janji tentang seorang anak kepadanya (ay. 4). Orang yang dilahirkan di rumahmu tidak akan menjadi ahli warismu, seperti yang engkau khawatirkan, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu. Perhatikanlah, (1) Allah menciptakan ahli-ahli waris. Ia berfirman, “Ini tidak akan, dan yang itu akan.” Apa pun yang direncanakan dan dirancang manusia untuk mengatur harta benda mereka, rancangan Allah akan tinggal tetap. (2) Sering kali Allah bersikap lebih baik kepada kita dibandingkan kekhawatiran-kekhawatiran kita. Lagi pula Ia menaruh belas kasihan terhadap apa yang menimbulkan keputusasaan kita. 2. Untuk lebih menyentuh perasaan hatinya melalui janji ini, Allah membawa Abram keluar serta berfirman, Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu (ay. 5). (1) Jumlahnya demikian banyak, tampaknya bintang-bintang itu tidak akan dapat dihitung dengan mata biasa. Abram takut ia tidak akan memiliki anak sama sekali, tetapi Allah meyakinkan dia bahwa keturunan yang berasal dari dirinya akan sangat banyak jumlahnya sampai-sampai tidak dapat dihitung lagi. (2) Begitu agung dan mulia, disamakan dengan bintang-bintang dalam kemegahannya yang luar biasa, sebab bagi merekalah kemuliaan itu (Rm. 9:4). Keturunan Abram menurut dagingnya adalah seperti debu tanah banyaknya ( Kejadian 13:16), namun keturunan rohaninya sama seperti bintang-bintang di langit, jumlahnya tidak saja besar, tetapi juga mulia, dan sangat berharga. III. Kepercayaan Abram yang teguh terhadap janji yang sekarang dibuat Allah kepadanya, serta perkenan Allah atas imannya (ay. 6). 1. Percayalah Abram kepada TUHAN, artinya, ia mempercayai kebenaran janji yang sekarang dibuat Allah, bersandar pada kuasa yang yang tidak dapat ditolak serta kesetiaan Dia yang telah berjanji. Masakan Ia berfirman dan tidak menepatinya? Perhatikanlah, orang-orang yang merindukan penghiburan dari janji-janji Allah, harus menggabungkan iman mereka dengan janji-janji itu. Perhatikanlah bagaimana Rasul Paulus mengagungkan iman Abram ini, dan menjadikannya sebagai contoh yang istimewa (Rm. 4:19-21). Imannya tidak menjadilemah, ia tidak bimbang terhadap janji itu, ia diperkuat dalam imannya, dan ia penuh dengan keyakinan. Allah mengerjakan iman seperti itu dalam diri kita masing-masing! Sebagian orang berpendapat bahwa kepercayaan Abram kepada TUHAN dihargai. Allah tidak saja berjanji, tetapi telah menjanjikan Tuhan Yesus, Pengantara kovenan baru, dan Abram percaya kepada-Nya. Artinya, ia menerima dan memegang teguh wahyu ilahi mengenai diri-Nya, dan ia bersukacita telah melihat hari-Nya, walaupun dari jarak waktu yang sangat jauh (Yoh. 8:56). 2. Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Artinya, karena hal ini ia diperkenan Allah, sama seperti bapa-bapa leluhur lainnya, dengan jalan iman ia memperoleh kesaksian bahwa ia benar (Ibr. 11:4). Hal ini sangat ditekankan dalam Perjanjian Baru untuk membuktikan bahwa kita dibenarkan oleh iman tanpa melakukan hukum Taurat (Rm. 4:3; Gal. 3:6), karena Abram telah dibenarkan sementara ia belum disunat. Apabila Abram yang begitu kaya dalam perbuatan baik, tidak dibenarkan oleh perbuatan baik, tetapi hanya oleh iman, apa lagi kita yang sangat miskin dalam perbuatan baik. Iman ini, yang dikaitkan kepada Abram karena kebenaran ini, sebenarnya merupakan penghormatan Allah kepadanya. Sebab sebelumnya ia telah berjuang melawan ketidakpercayaannya (ay. 2), dan kemudian ia tampil sebagai seorang pemenang, dengan demikian ia dimahkotai, dan juga dihormati. Perhatikanlah, tindakan berdasarkan iman untuk menerima dan ketergantungan pada janji anugerah dan kemuliaan Allah di dalam dan melalui Kristus sesuai ketentuan kovenan baru, akan memberikan kita hak semua berkat yang terkandung di dalam janji itu. Semua orang percaya dibenarkan sama seperti Abram dibenarkan, dan imannyalah yang diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Renungan Gereja Toraja Rabu, 07 Februari 2024 - Kehadiran-Nya Yang Memulihkan (Kama`dioren Na Mepamatana) - Markus 3:7-12 All Renungan Gereja Toraja 2024: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2024.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2024.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2024.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |