lagu-gereja.com/toraja

View : 325 kali
Kisah Para Rasul 5:33-42
33Iatonna rangii tinde tau te kada iate, lendu'mi re'dekna ara'na sia la morai umpatei tu mai rasulu'.
34Apa ke'de' misa' to Farisi disanga Gamaliel lan tu kombongan, iamo misa' pandita Sukaran aluk nakasiri' mintu' tau; napesuammi umbaai sattu' lako salian tinde tau.
35Nakuami ungkuanni tu to ma'kombongan: E to Israel, suka'-suka'komi kalemi diona tau iate mai, apa tu la migauranni.
36Dolonapa anna bendan Teudas, ussanga kalena to paa; na iatu to unturu'i agi-agi a'pa'ratu' muane. Anna di patei, natisambo'-sambo' tu mintu' to unturu'i, tae' bangmo apa-apa.
37Undinna na iate tau iate, bendanmi Yudas to Galilea, tonna disura' sanganna tau; nabuda tau unturu'i unnea parenta; anna mangsan duka, nadipasisarak-sarak tu mintu' to unturu'i.
38Dadi totemo kukua mati': da mipatumbai te tau iate mai, sia popa'elo'nai ia; belanna iake tuo dioi tolino tu lalan penaa iate ba'tu pengkarangan iate, inang la disanggang;
39apa iake tuo dioi Puang Matua, tae' mibelai ussanggangi, miurunganni manii siuali Puang Matua. Napatonganmi to ma'kombongan tu kadanna,
40natambaimi tu mintu' rasulu', nabambai sia nagagai ma'kada tete dio sanganNa Yesu; namane urrampananni.
41Parannumi penaanna soro' lan mai kombongan, belanna disanga sipato' natanggung tu kadisa'san belanna Sanga iato.
42Tae' bangmi natorroi mangada'i keallo-keallo lan Banua Kabusungan sia dio lu banuanna tau sia umpa'peissanan Kareba-kaparannuan kumua iatu Yesu, iamo Kristus.  

Bahasa Indonesia
5:33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu. 5:34 Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar. 5:35 Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! 5:36 Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. 5:37 Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. 5:38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, 5:39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima. 5:40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. 5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 5:42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.  

Penjelasan:
* CARA TUHAN MENOLONG KITA
Ada banyak cara yang Tuhan gunakan untuk menolong anak-anak-Nya, salah satunya adalah dengan menempatkan orang yang tepat, pada waktu yang tepat (Yusuf di Mesir, Nehemia di istana Raja Artahsasta, Ester di istana Raja Ahasyweros). Cara inilah yang Tuhan lakukan. Tuhan memakai Gamaliel, seorang Farisi, untuk melindungi para rasul dari rencana jahat para imam.

Pada masa itu Gamaliel adalah seorang guru agama Yahudi yang berpengaruh dan salah satu anak didiknya yang kita kenal ialah Paulus. Tuhan menggunakan Gamaliel -- seseorang yang tidak percaya kepada Kristus -- untuk melindungi pengikut Kristus. Mungkin para rasul tidak pernah membayangkan bahwa jiwa mereka terselamatkan oleh seorang rabi Farisi, namun begitulah cara Tuhan bekerja!

Dalam perjalanan mengikut Tuhan, ada dua hal yang perlu kita ingat dan bedakan dengan jelas: Apa yang kita ketahui dan apa yang tidak kita ketahui. Yang kita ketahui adalah, Tuhan itu baik dan kasih setia-Nya untuk selamanya (Mzm. 100:5). Jadi, apa pun yang kita alami, tetaplah berpegang pada kebenaran firman ini. Yang tidak kita ketahui adalah cara Tuhan bekerja yakni bagaimanakah Ia mewujudkan kebaikan-Nya.

Penting bagi kita untuk tidak mencampuradukkan keduanya. Jangan membuat yang pasti menjadi tidak pasti, yakni meragukan kebaikan Tuhan. Jangan membuat yang tidak pasti menjadi pasti yaitu dengan mematokkan cara kerja Tuhan. Tuhan menyatakan kebaikan- Nya kepada kita melalui pelbagai cara, dan kalaupun Ia tidak memakai cara yang sama, itu tidak berarti Ia telah meninggalkan kita atau Ia tidak berdaya menolong. Ingatlah bahwa Tuhan bekerja dengan cara-cara yang tak terbayangkan.

Renungkan: Cara Tuhan menolong kita di masa sekarang belum tentu sama dengan cara Tuhan menolong kita di masa lampau.

* Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel  
Jawaban para rasul atas tuduhan yang disampaikan kepada mereka: Petrus dan rasul-rasul itu semuanya membicarakan pokok yang sama. Apakah diperiksa secara terpisah, atau menjawab bersama-sama, mereka berbicara sesuai perkataan yang diberikan Roh yang satu dan sama, dengan mengandalkan janji Tuan mereka, bahwa, kalau mereka dibawa ke hadapan mahkamah-mahkamah, apa yang harus mereka katakan, akan dikaruniakan kepada mereka pada saat itu juga.
1. Mereka membenarkan ketidaktaatan mereka pada perintah Mahkamah Agama, betapapun tingginya mahkamah itu (ay. Kis 5:29): Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Mereka tidak membuat pembelaan dengan kuasa yang mereka miliki untuk membuat mujizat. Kuasa ini sudah cukup membela mereka, oleh karena itu dengan rendah hati mereka tidak mau menyebutnya sendiri. Namun mereka menggunakan kebenaran umum yang diakui semua orang, yang bahkan hati nurani alami pun menganutnya, dan yang membenarkan perkara mereka. Allah telah memerintahkan mereka untuk mengajar dalam nama Kristus, dan oleh karena itu mereka harus melakukannya, walaupun imam-imam kepala melarang mereka. Perhatikanlah, penguasa-penguasa itu giat menentang Allah, dan mempunyai banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan, tetapi menghukum manusia karena tidak taat kepada mereka dalam melaksanakan tugas bagi Allah.
2. Mereka membenarkan diri dalam melakukan apa yang mereka mampu untuk memenuhi Yerusalem dengan ajaran Kristus. Walaupun, dalam memberitakan Dia, mereka memang benar-benar mencela orang-orang yang membunuh Dia dengan penuh kebencian. Jika dengan demikian mereka menanggungkan darah-Nya ke atas mereka, itu karena kesalahan mereka sendiri. Bahwa mereka mengabarkan Kristus dan Injil-Nya, itu dituduhkan kepada mereka sebagai sebuah kejahatan. “Sekarang,” kata mereka, “kami akan memberi tahu kalian siapa Kristus ini, dan apa Injil-Nya, dan kemudian silakan kalian menilai apakah kami tidak boleh mengabarkannya. Dan kami akan memakai kesempatan ini untuk memberitakannya kepadamu, baik kamu mau mendengar atau tidak.”
(1) Imam-imam kepala diberi tahu secara terang-terangan penghinaan yang mereka lakukan terhadap Yesus: “Dia kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Kamu tidak bisa menyangkalnya.” Para rasul, bukannya membuat alasan, atau meminta ampun kepada mereka karena menanggungkan darah-Nya ke atas mereka, malah mengulangi tuduhan itu dan mempertahankannya: “Kamulah yang membunuh Dia. Itu adalah tindakan dan perbuatan kamu.” Perhatikanlah, jika orang tidak mau mendengar tentang kesalahan mereka, itu bukanlah alasan yang tepat mengapa mereka sebaiknya tidak terus diberi tahu. Alasan yang sering dibuat untuk tidak menegur dosa adalah karena zaman ini tidak tahan ditegur. Namun orang yang memiliki tugas menegur tidak boleh terpengaruh oleh hal ini. Zaman ini harus terus bertahan dan akan terus bertahan. Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Serukanlah kuat-kuat, janganlah takut-takut!
(2) Mereka juga diberi tahu kehormatan apa yang Allah berikan kepada Yesus, dan lalu membiarkan mereka menilai siapa yang benar, para penganiaya ajaran-Nya atau para pemberitanya. Dia menyebut Allah sebagai Allah nenek moyang kita, bukan hanya kami tetapi juga kalian, untuk menunjukkan bahwa dalam memberitakan Kristus mereka bukan memberitakan allah baru, atau mengajak orang banyak untuk datang dan menyembah allah-allah lain. Mereka juga tidak membuat penetapan yang bertentangan dengan penetapan dari Musa dan nabi-nabi, melainkan taat dan setia kepada Allah nenek moyang bangsa Yahudi. Dan nama Kristus yang mereka beritakan menggenapi janji-janji yang diberikan kepada para nenek moyang dan kovenan yang Allah adakan dengan mereka, serta juga pelambang dan bayang-bayang hukum yang Dia berikan kepada mereka. Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, adalah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Lihatlah penghormatan yang Allah berikan kepada-Nya.
[1] Dia telah membangkitkan Yesus. Allah melayakkan Dia, dan memanggil Dia untuk tugas-Nya yang mulia. Kelihatannya ini berkenaan dengan janji yang Allah berikan melalui Musa, Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi. Allah membangkitkan Dia dari ketidakjelasan dan memuliakan Dia. Atau, ini mungkin berarti Allah membangkitkan-Nya dari kubur: “Engkau membunuh Dia, tetapi Allah telah menghidupkan Dia kembali, sehingga Allah dan kamu jelas-jelas bertentangan mengenai Yesus ini. Dan kepada siapakah kami harus memihak?”
[2] Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya, hypsose -” telah mengangkat dia. “Engkau membebani Dia dengan penghinaan, tetapi Allah telah memahkotai Dia dengan kehormatan. Jadi, bukankah kita harus menghormati Dia yang telah diberi Allah kehormatan di atas segala kehormatan?” Dia telah ditinggikan oleh Allah sendiri, t-” dexia autou -” dengan tangan kanan-Nya, yakni dengan kuasa yang dikeluarkan-Nya. Kristus dikatakan hidup karena kuasa Allah. Atau, ke sebelah kanan-Nya, untuk duduk, berdiam, dan memerintah di situ. “Allah telah memberi Dia kekuasaan tertinggi, dan oleh karena itu kita harus mengajar dalam nama-Nya, karena Allah telah mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.”
[3] “Allah menetapkan Dia menjadi Pemimpin dan Juru Selamat, dan oleh karena itu kami harus berkhotbah dalam nama-Nya, dan memberitakan hukum-hukum pemerintahan-Nya karena Dia adalah Pemimpin, dan memberitahukan tawaran-tawaran anugerah-Nya karena Dia adalah Juru Selamat.” Perhatikanlah, kita tidak dapat menjadikan Kristus sebagai Juru Selamat kita, kecuali kita bersedia menerima Dia sebagai Pemimpin kita. Kita tidak dapat berharap ditebus dan disembuhkan oleh Dia, kecuali kita menyerahkan diri untuk diperintah oleh-Nya. Hakim-hakim di masa lalu adalah juru selamat-juru selamat. Kristus memerintah supaya Dia dapat menyelamatkan. Sedangkan iman yang sepenuhnya menerima Kristus maksudnya bukan untuk menyelamatkan kita dalam dosa-dosa kita, melainkan untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.
[4] Kristus ditetapkan sebagai Pemimpin dan Juru Selamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Oleh karena itu mereka harus berkhotbah dalam nama-Nya kepada bangsa Israel, karena anugerah-anugerah-Nya dimaksudkan terutama dan teristimewa untuk mereka. Dan tidak ada orang yang sungguh-sungguh mencintai tanah airnya yang dapat menentang ini. Mengapa para penguasa dan tua-tua Israel harus menentang seseorang yang datang untuk memberkati Israel dengan pertobatan dan pengampunan? Seandainya Dia ditinggikan untuk memberi kebebasan bagi Israel dari kuk Romawi, dan memberi kekuasaan atas bangsa-bangsa di sekitar mereka, imam-imam kepala pasti sudah menyambut-Nya dengan sepenuh hati. Namun pertobatan dan pengampunan dosa adalah berkat-berkat yang tidak mereka hargai dan tidak mereka pandang perlu bagi diri mereka, dan karena itu mereka sama sekali tidak dapat menerima ajaran-Nya. Perhatikanlah di sini,
pertama, pertobatan dan pengampunan berjalan beriringan. Di mana pun ada pertobatan, pengampunan pasti diberikan, dan anugerah ini diberikan kepada semua orang yang dilayakkan untuk itu. Di lain pihak, tidak ada pengampunan tanpa pertobatan. Tidak ada seorang pun yang dibebaskan dari kesalahan dan hukuman dosa kecuali orang-orang yang dibebaskan dari kekuasaan dan penjajahan dosa, yang berbalik dari dosa dan melawannya.
Kedua, Yesus Kristus-lah yang memberikan, dan diberi kekuasaan untuk memberikan, pertobatan dan sekaligus pengampunan. Apa saja yang diperlukan dalam kovenan Injil dijanjikan. Apakah kita ditetapkan untuk bertobat? Kristus ditetapkan untuk memberikan pertobatan, dengan cara Roh-Nya bekerja dengan firman, menyadarkan hati nurani, menimbulkan penyesalan yang sungguh-sungguh akan dosa, dan mengubah hati dan hidup. Hati yang baru adalah hasil pekerjaan-Nya, dan jiwa yang hancur adalah korban sembelihan yang Dia sediakan. Seandainya Dia memberikan pertobatan tetapi tidak memberikan pengampunan, berarti Dia meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Lihatlah betapa pentingnya kita bertobat, dan menyerahkan diri kita kepada Kristus dengan iman supaya anugerah-Nya mengerjakan pertobatan dalam diri kita.
[5] Semua ini benar-benar dibuktikan,
pertama, oleh para rasul sendiri. Mereka siap bersaksi di bawah sumpah jika perlu, bahwa mereka telah melihat Dia hidup setelah kebangkitan-Nya, dan melihat Dia naik ke sorga. Dan juga bahwa mereka mengalami kuasa anugerah-Nya atas hati mereka, dan mengangkat mereka sampai jauh melampaui kemampuan alamiah mereka. “Kami adalah saksi, ditetapkan oleh-Nya untuk memberitakan ini kepada dunia. Jika kami diam saja, seperti yang kamu perintahkan kepada kami, maka kami akan mengkhianati dan melanggar kepercayaan.” Ketika suatu perkara sedang diadili, saksi-saksi, di antara semua orang, tidak boleh dibungkam, karena hasil perkara itu tergantung dari kesaksian mereka.
Kedua, oleh Roh Allah: “Kami adalah saksi-saksi, yaitu saksi-saksi yang memadai, dan yang kesaksiannya layak di hadapan pengadilan manusia mana pun.” Namun ini belum semuanya: “Roh Kudus adalah saksi, yaitu saksi dari sorga, karena Allah memberikan karunia-karunia dan anugerah-anugerah-Nya kepada orang-orang yang taat kepada Kristus. Kami harus berkhotbah dalam nama ini, karena untuk tujuan inilah Roh Kudus diberikan kepada kami, dan kami tidak dapat menahan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Perhatikanlah, diberikannya Roh Kudus kepada orang-orang percaya yang taat, bukan hanya untuk membawa mereka kepada ketaatan dalam iman, melainkan juga supaya mereka benar-benar berguna dalam iman mereka itu. Inilah bukti yang sangat kuat mengenai kebenaran Kekristenan. Allah memberikan Roh Kudus melalui Anak-Nya dan dalam nama-Nya (Yoh. 14:26), dan untuk menjawab doa-Nya (Yoh. 14:16). Bahkan, Kristus-lah yang mengutus Dia dari Bapa (Yoh. 15:26; 16:7), dan ini membuktikan kemuliaan yang Bapa berikan sewaktu meninggikan Dia. Karya besar Roh Kudus bukan hanya membenarkan Kristus (1Tim. 3:16), melainkan juga memuliakan dia. Dan semua karunia-Nya bertujuan langsung untuk memuliakan nama-Nya, yang membuktikan bahwa ajaran-Nya berasal dari Allah, karena jika tidak berasal dari Allah, itu tidak akan disertai dengan kuasa ilahi. Dan yang terakhir, diberikannya Roh Kudus kepada mereka yang taat kepada Kristus, adalah untuk menolong mereka dalam ketaatan maupun sebagai imbalan saat ini atas ketaatan mereka. Ini adalah bukti yang nyata bahwa Allah menghendaki supaya Kristus ditaati. “Jadi, putuskanlah apakah kami harus menaati kalian dan melawan Dia.”
IV. Kesan yang ditimbulkan dari pembelaan diri rasul-rasul di hadapan pengadilan. Apa yang terjadi sama sekali bertentangan dengan yang diharapkan oleh orang-orang yang mengaku-ngaku berakal budi, terpelajar, dan kudus. Pastilah pernyataan para rasul yang begitu masuk akal itu seharusnya dapat membersihkan kebersalahan si tahanan, dan mengubah pandangan para hakim. Tetapi bukannya mengalah, para imam dan tua-tua Yahudi justru mengamuk karenanya, dan penuh dengan,
1. Murka terhadap apa yang dikatakan oleh para rasul. Sangatlah tertusuk hati mereka, gusar melihat dosa mereka sendiri dibentangkan di hadapan mereka. Mereka sangat marah melihat Injil Kristus memiliki pembelaan diri yang begitu kuat dan karenanya mungkin mendapat dukungan. Ketika sebuah khotbah disampaikan kepada orang banyak mengenai pokok ini, hati mereka sangat terharu, sangat menyesal dan sedih ( Kis 2:37). Tetapi di sini sangatlah tertusuk hati mereka dengan kegusaran dan kemarahan. Begitulah, Injil itu bagi sebagian orang adalah bau kehidupan yang menghidupkan, sedangkan bagi yang lainnya bau kematian yang mematikan. Musuh-musuh Injil bukan hanya dicabut dari kenikmatan-kenikmatannya, tetapi juga memenuhi diri mereka dengan ketakutan-ketakutan, dan menyiksa diri mereka sendiri.
2. Dengan kebencian terhadap para rasul. Karena mereka menyadari tidak ada cara lain untuk menghentikan kata-kata mereka selain dengan menghentikan nafas mereka, mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu, dengan harapan supaya mereka dapat menghentikan pekerjaan itu. Sementara rasul-rasul meneruskan pelayanan mereka bagi Kristus, dengan rasa aman yang kudus dan pikiran yang teduh, benar-benar tenang, dan kegembiraan yang manis di antara mereka sendiri, penganiaya-penganiaya mereka meneruskan perlawanan terhadap Kristus dengan pikiran yang selalu bingung dan gelisah, dan jengkel pada diri mereka sendiri.
V. Nasihat penting yang diberikan Gamaliel, seorang anggota Mahkamah Agama yang terkemuka, pada kesempatan ini, yang dimaksudkan untuk meredakan kemarahan orang-orang fanatik ini, dan menghalangi tindakan kekerasan. Gamaliel ini di sini disebut sebagai seorang Farisi karena pekerjaan dan aliran agamanya, dan karena jabatannya seorang ahli Taurat, orang yang mempelajari kitab-kitab Perjanjian Lama, memberi kuliah mengenai tulisan-tulisan para penulis kudus, dan mendidik murid-murid dalam pengetahuan tentang hal-hal tersebut. Paulus dibesarkan di bawah pimpinan Gamaliel ( Kis 22:3), dan menurut tradisi, demikian pula Stefanus dan Barnabas. Ada yang mengatakan bahwa Gamaliel adalah anak Simeon yang menggendong Kristus ketika Dia diserahkan di dalam Bait Allah, dan cucu Hilel yang terkenal. Di sini dikatakan dia sangat dihormati seluruh orang banyak karena kebijaksanaan dan perilakunya. Jadi tampaknya dia adalah orang yang lunak, dan tidak suka bertindak beringas. Orang yang tenang dan penuh kemurahan hati kepada sesama pantas dihormati karena menghalangi para penghasut, yang jika tidak dihalangi akan menghasut seluruh dunia. Nah, perhatikanlah di sini,
1. Peringatan yang dia berikan kepada Mahkamah Agama berkaitan dengan perkara di hadapan mereka: Dia meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar, supaya dia dapat berbicara dengan lebih terbuka, dan mendapatkan jawaban yang lebih terbuka pula. Sudah sepantasnya jika para tahanan disuruh mundur ketika perkara mereka diperdebatkan. Lalu dia mengingatkan sidang tentang pentingnya masalah ini, yang dalam keadaan marah tidak dapat mereka pertimbangkan dengan sebagaimana mestinya: Hai orang-orang Israel, katanya, pertimbangkanlah baik-baik, pikirkanlah dahulu apa yang kamu lakukan, atau hendak kamu perbuat, terhadap orang-orang ini (ay. Kis 5:35). Ini bukanlah perkara biasa, dan karena itu tidak boleh diputuskan dengan terburu-buru. Dia memanggil mereka orang-orang Israel untuk menekankan peringatan ini: Kalian adalah orang-orang yang harus dikendalikan oleh akal budi, janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal. Kamu adalah orang-orang Israel, yang harus dikendalikan oleh pewahyuan, janganlah seperti orang-orang asing dan orang-orang tidak percaya yang tidak menghormati Allah dan firman-Nya. Pertimbangkanlah baik-baik sekarang kemarahanmu terhadap orang-orang ini, supaya tidak menantang malapetaka. Perhatikanlah, penganiaya-penganiaya umat Allah sebaiknya berhati-hati, supaya tidak jatuh ke dalam lubang yang mereka gali. Kita harus berhati-hati mengenai siapa yang kita persulit, supaya jangan sampai membuat hati orang-orang benar sedih.
2. Perkara-perkara yang dia kutip untuk membuka jalan bagi pendapatnya. Dua contoh yang dia berikan adalah mengenai orang-orang yang suka memecah-belah dan menghasut (seperti anggapan mereka tentang para rasul), yang usaha-usahanya tidak berhasil. Dia menyimpulkan bahwa, jika orang-orang ini memang seperti yang mereka gambarkan, akibatnya akan gagal dengan sendirinya, dan Allah Sang Pemelihara akan mengecoh dan mengalahkan orang-orang ini, sehingga mereka tidak perlu dianiaya sekarang.
(1) Ada seorang Teudas, yang membuat banyak kegaduhan selama beberapa waktu, sebagai orang yang diutus oleh Allah. Dia mengaku dirinya seorang istimewa, seorang yang sangat penting, seorang guru atau raja, dengan tugas dari Allah untuk melakukan perubahan besar-besaran di dalam gereja atau pemerintahan. Di sini Gamaliel mempelajari beberapa hal (ay. Kis 5:36) tentang dia,
[1] Seberapa jauh dia berhasil: “Secara keseluruhan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut. Mereka bergabung dengan dia, karena tidak tahu apa yang harus mereka lakukan sendiri, atau berharap dapat memperbaiki diri mereka. Dan pada waktu itu tampaknya mereka merupakan suatu perkumpulan yang hebat.
[2] Seberapa cepat semua keinginannya hancur: “Ketika ia dibunuh” (mungkin dalam perang) “tidak ada lagi yang harus dilakukan, karena cerai-berailah seluruh pengikutnya, dan mereka lenyap seperti salju yang meleleh di bawah panas matahari. Sekarang bandingkanlah perkara itu dengan yang ini. Kamu sudah membunuh Yesus, pemimpin kelompok ini. Kamu sudah menyingkirkan Dia. Nah, jika Dia, seperti yang kamu katakan, adalah seorang penipu dan suka mengada-ada, maka kematian-Nya, seperti kematian Teudas, akan mematikan perjuangan-Nya, dan membubarkan seluruh pengikut-Nya.” Dari apa yang sudah terjadi, kita bisa menduga apa yang akan terjadi dalam perkara sejenis. Dengan membunuh si gembala, kawanan domba akan tercerai-berai. Dan, jika Allah damai sejahtera tidak membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung, maka saat Dia mati seluruh kawanan domba akan tercerai-berai dan tidak akan bangkit kembali.
(2) Perkara ini sama dengan Yudas, seorang Galilea (ay. Kis 5:37). Perhatikanlah,
[1] Usaha yang dia lakukan. Dikatakan sesudah dia, menurut beberapa orang selain dia, atau biarlah saya katakan sesudah dia. Orang menduga bahwa pemberontakan Yudas terjadi jauh sebelum pemberontakan Teudas, karena pemberontakan Yudas terjadi pada waktu pendaftaran penduduk, yaitu pada waktu kelahiran Juru Selamat kita (Luk. 2:1), dan Teudas adalah yang dibicarakan oleh Yosefus, yang memberontak pada masa Cuspius Fadus (seorang prokurator atau wakil Kaisar yang mengurus masalah keuangan dan administrasi -” pen.). Tetapi Cuspius Fadus menjabat pada masa pemerintahan Kaisar Claudius, beberapa tahun setelah Gamaliel membicarakan ini, dan oleh karena itu tidak mungkin Teudas yang sama. Tidak mudah menentukan kapan tepatnya peristiwa-peristiwa ini terjadi, atau apakah pendaftaran penduduk ini sama dengan yang terjadi pada waktu kelahiran Juru Selamat kita atau yang terjadi kemudian. Beberapa orang berpikir Yudas orang Galilea ini sama dengan Yudas orang Gauloni yang dibicarakan oleh Yosefus. Mungkin saja kasus-kasus ini adalah yang belum lama terjadi dan masih segar dalam ingatan. Yudas yang ini menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, yaitu orang-orang yang mempercayai segala pernyataannya. Namun,
[2] Usahanya itu digagalkan, dan itu terjadi tanpa campur tangan apa pun dari Mahkamah Agung, atau larangan apa pun dari mereka. Hal itu tidak perlu, karena ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya, orang-orangyang terhasut oleh dia. Sudah banyak yang dengan bodohnya menyia-nyiakan hidup mereka, dan membawa orang lain ke dalam jerat yang sama, karena iri pada kebebasan mereka, pada waktu pendaftaran penduduk. Seharusnya mereka merasa puas ketika pemeliharaan Allah sudah menetapkan, takluklah kepada raja Babel.
3. Pendapatnya tentang seluruh persoalan itu.
(1) Bahwa mereka sebaiknya tidak menganiaya rasul-rasul (ay. Kis 5:38): Karena itu aku berkata kepadamu, ta nyn -” untuk saat ini, nasihatku adalah, “Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Jangan menghukum mereka atas apa yang telah mereka lakukan, atau menahan mereka untuk tidak melanjutkan usaha mereka. Abaikan saja mereka, biarkan mereka mengambil jalan mereka sendiri, janganlah kita apa-apakan mereka.” Tidak pasti apakah dia mengatakan ini untuk kepentingan politik, karena takut membuat marah rakyat atau orang-orang Romawi dan menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Rasul-rasul tidak berusaha melakukan apa pun dengan memakai kekuatan lahiriah. Senjata perang mereka bukanlah senjata lahiriah, jadi mengapa harus menggunakan kekuatan lahiriah untuk melawan mereka? Mungkin juga dia menyadari, setidaknya ada ke-mungkinan ajaran Kristen benar, dan karenanya berhak diperlakukan dengan lebih baik, setidaknya diperiksa dengan adil. Atau mungkin itu hanya bahasa orang yang jiwanya lembut dan tenang, yang menentang penganiayaan karena hati nurani. Atau barangkali Allah menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya di luar keinginannya sendiri, untuk membebaskan rasul-rasul saat itu. Kita yakin ada pemeliharaan Allah yang berkuasa di dalamnya, sehingga hamba-hamba Kristus bukan hanya bebas, melainkan bebas secara terhormat.
(2) Bahwa mereka harus menyerahkan persoalan tersebut kepada pemeliharaan Allah: “Tunggu saja hasilnya, dan lihat apa yang akan terjadi. Jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, tentu akan bertahan, walaupun kamu mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaanmu.” Hal yang ternyata jahat dan tidak bermoral harus ditekan. Kalau tidak, percuma saja hakim memiliki wewenang. Tetapi jika hal itu kelihatan baik, dan ada keraguan apakah itu berasal dari Allah atau manusia, maka yang terbaik adalah membiarkannya saja, dan membiarkannya mengalami nasibnya sendiri, jangan menggunakan kekuatan lahiriah untuk menekannya. Kristus memerintah dengan kekuatan kebenaran, bukan dengan pedang. Apa yang ditanyakan oleh Kristus mengenai baptisan Yohanes, Dari sorga atau dari manusia? adalah pertanyaan yang pantas ditanyakan berkaitan dengan ajaran dan baptisan rasul-rasul, yang mengikuti Kristus, sama seperti Yohanes Pembaptis sebelum dia. Karena sebelumnya mereka sudah mengakui bahwa mereka tidak bisa membedakan, apakah itu berasal dari sorga atau dari manusia, maka mereka tidak boleh terlalu yakin bahwa ajaran para rasul itu berasal dari manusia. Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan, tetapi inilah alasannya mengapa mereka sebaiknya jangan dianiaya.
[1] Jika maksud dan perbuatan mereka, yang membentuk suatu perkumpulan dan mempersatukannya dalam nama Yesus, berasal dari manusia, tentu akan lenyap. Jika maksud dan perbuatan mereka itu berasal dari kebodohan pikiran cacat manusia yang tidak menyadari perbuatan mereka, biarkanlah mereka sebentar, maka mereka pasti akan semakin lemah, dan kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang, dan mereka akan menjadikan diri mereka bahan tertawaan. Jika itu adalah maksud dan perbuatan hasil siasat dan rancangan manusia, yang di balik penampilan agamawinya sedang mendirikan suatu kepentingan duniawi, biarkanlah mereka sebentar, mereka pasti akan menanggalkan topengnya, dan kebejatan mereka akan nyata bagi semua orang, dan mereka akan dibenci. Allah Sang Pemelihara tidak akan pernah mengizinkannya. Tentu akan lenyap sebentar lagi, dan jika demikian, kamu benar-benar tidak perlu menganiaya atau melawannya. Tidak ada alasan untuk menyulitkan dirimu sendiri, dan mendatangkan kebencian bagi dirimu sendiri, dengan membunuh apa yang, jika kamu beri waktu sedikit, akan mati dengan sendirinya. Menggunakan kekuasaan ketika tidak diperlukan berarti menyalahgunakan kekuasaan itu. Tetapi,
[2] “Jika ternyata terbukti (dan sebagai orang-orang yang bijaksana kamu pun pernah membuat kesalahan) bahwa maksud dan perbuatan mereka berasal dari Allah, bahwa para pengkhotbah ini mendapatkan tugas dan perintah dari-Nya, bahwa mereka benar-benar utusan-utusan-Nya bagi dunia seperti nabi-nabi Perjanjian Lama, maka bagaimana pendapatmu tentang menganiaya mereka, tentang usahamu untuk membunuh mereka? Kamu haruslah menyimpulkannya sebagai,”
Pertama, “Usaha yang sia-sia melawan mereka. Kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini, karena tidak ada hikmat dan pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN. Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa.” Inilah yang bisa menghibur semua orang yang memihak Allah dengan sungguh-sungguh, yang matanya hanya tertuju kepada kehendak-Nya sebagai hukum mereka, dan kemuliaan-Nya sebagai tujuan mereka. Bahwa, apa pun yang berasal dari Allah tidak dapat disingkirkan seluruhnya dan selamanya, walaupun mungkin mendapat lawan yang sangat dahsyat. Mungkin saja ditindas, namun tidak akan dapat dilenyapkan.
Kedua, “Usaha yang membahayakan dirimu sendiri. Biarkanlah, karena kalau tidak, mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah. Dan aku tidak perlu memberitahumu siapa yang akan kalah dalam perseteruan itu.” Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya, karena dia bukan hanya akan takluk sebagai musuh yang tidak berdaya, namun juga dihukum berat sebagai pemberontak dan pengkhianat melawan rajanya yang adil. Orang yang membenci dan menganiaya umat Allah yang setia, yang menahan dan membungkam pelayan-pelayan-Nya yang setia, berperang melawan Allah, karena Dia menganggap apa yang diperbuat terhadap mereka sebagai perbuatan terhadap diri-Nya sendiri. Siapa yang menjamah mereka, berarti menjamah biji mata-Nya. Ya, inilah nasihat Gamaliel. Semoga saja nasihat ini dipertimbangkan dengan sebagaimana mestinya oleh mereka yang menganiaya, karena hati nurani, karena itu adalah pemikiran yang baik, dan cukup wajar, walaupun kita tidak yakin orang seperti apa Gamaliel itu. Menurut tradisi penulis-penulis bangsa Yahudi, walaupun sudah melakukan semua ini, dia hidup dan mati sebagai musuh besar Kristus dan Injil-Nya. Dan walaupun (setidaknya pada saat itu) dia tidak mau menganiaya para pengikut Kristus, namun dia adalah orang yang menyusun doa yang dipakai orang-orang Yahudi sampai hari ini untuk melenyapkan orang-orang Kristen dan agama Kristen. Sebaliknya, menurut tradisi gereja Katolik dia berbalik menjadi orang Kristen, dan menjadi pelindung agama Kristen yang terkenal dan pengikut Paulus, yang sebelumnya menjadi muridnya. Jika benar demikian, kemungkinan besar kita akan mendengar tentang dia dalam Kisah Para Rasul atau Surat-surat.
VI. Keputusan Mahkamah Agama mengenai seluruh masalah tersebut (ay. Kis 5:40).
1. Sejauh ini mereka setuju dengan Gamaliel untuk membatalkan rencana membunuh rasul-rasul. Mereka melihat banyaknya alasan dalam perkataan Gamaliel, dan, untuk saat ini, hal itu sedikit menghalangi kemarahan mereka, dan mengingatkan mereka supaya menahan amukan mereka.
2. Namun mereka tidak dapat menahan diri untuk melepaskan sebagian amarah mereka (alangkah tidak pantasnya!), bertentangan dengan keyakinan pertimbangan dan hati nurani mereka. Meskipun mereka dinasihati supaya membiarkan rasul-rasul, namun,
(1) Mereka menyesah mereka. Mereka menghukum rasul-rasul itu sebagai penjahat, menelanjangi mereka, dan mencambuk mereka, seperti yang biasa mereka lakukan di dalam sinagoge, dan hal itu dicatat sebagai penghinaan (ay. Kis 5:41). Dengan cara itu mereka bermaksud membuat rasul-rasul itu malu berkhotbah, dan orang malu mendengarkan mereka. Sama seperti Pilatus menyesah Juru Selamat kita untuk mempermalukan Dia di depan umum, walaupun dia sudah mengumumkan tidak menemukan kesalahan apa pun pada-Nya.
(2) Mereka melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Supaya, jika mereka tidak dapat menemukan kesalahan lain dalam khotbah para rasul, mereka bisa menggunakan ini sebagai alasan untuk mencela, karena hal itu bertentangan dengan hukum, dan bukan hanya tanpa izin, namun juga melawan perintah langsung dari para penguasa.
VII. Keberanian dan keteguhan yang mengagumkan dari para rasul di tengah semua luka dan penghinaan yang mereka alami. Ketika dilepaskan, rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama, dan kita tidak mendapati mereka mengatakan sepatah kata pun untuk mencela Mahkamah Agama dan perlakuan tidak adil mereka. Ketika mereka dicaci maki, mereka tidak membalas dengan mencaci maki, dan ketika mereka menderita, mereka tidak mengancam, tetapi mereka menyerahkannya kepada Dia, yang kepada-Nya Gamaliel menyerahkan perkara itu, kepada Allah yang menghakimi dengan adil. Urusan mereka hanyalah memelihara jiwa mereka sendiri, dan memberi bukti lengkap bagi pelayanan mereka, sekalipun mendapatkan perlawanan, dan keduanya mereka lakukan dengan mengagumkan.
1. Mereka menanggung penderitaan mereka dengan keceriaan yang tidak tertandingi (ay. Kis 5:41): Ketika mereka keluar, mungkin dengan luka-luka cambuk yang tampak di lengan dan tangan mereka, dan mungkin mereka dicemooh oleh hamba-hamba dan orang banyak, atau mungkin masyarakat menonton hukuman kejam yang mereka alami. Namun, bukannya malu karena Kristus, dan karena hubungan mereka dengan-Nya, mereka justru gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Mereka adalah orang-orang yang dikenal tidak pernah melakukan apa pun yang tidak bermoral, dan oleh karenanya tidak merasakan penghinaan yang mereka terima. Penghinaan bagi mereka itu mungkin lebih menyedihkan daripada penghinaan bagi orang sombong, seperti biasanya penghinaan terhadap orang-orang jujur. Namun mereka menganggap bahwa demi nama Kristus-lah mereka dianiaya seperti itu, karena mereka adalah milik-Nya dan melayani kepentingan-Nya, dan penderitaan mereka itu akan lebih memperluas penyebaran nama-Nya. Dan oleh karena itu,
(1) Mereka menganggapnya sebagai kehormatan, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus, kat-”xiōth-”san atimasth-”nai -” mereka merasa terhormat karena dihina bagi Kristus. Celaan karena Kristus adalah kenaikan pangkat yang sesungguhnya, karena hal itu membuat kita sesuai dengan teladan-Nya dan bermanfaat bagi kepentingan-Nya.
(2) Mereka gembira, karena mengingat perkataan Tuan mereka ketika pertama kali melayani (Mat. 5:11-12): Jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya, bersukacita dan bergembiralah. Mereka bukan hanya gembira walaupun menderita penghinaan (kesulitan mereka tidak mengurangi sukacita mereka), namun mereka gembira karena menderita penghinaan. Kesulitan mereka meningkatkan dan menambah sukacita mereka. Jika kita mengalami penderitaan karena melakukan kebaikan, dan ternyata kita dapat menanggungnya, sebagaimana yang seharusnya, maka kita harus bergembira dalam anugerah yang memampukan kita untuk melakukan itu.
2. Mereka meneruskan pekerjaan mereka dengan rajin tanpa mengenal lelah (ay. Kis 5:41): Mereka dihukum karena memberitakan Injil, dan dilarang memberitakan Injil, namun mereka melanjutkan pengajaran mereka dan memberitakan Injil. Mereka tidak melewatkan kesempatan, atau mengurangi kegairahan atau keberanian mereka bicara. Perhatikanlah,
(1) Kapan mereka memberitakan Injil. Mereka melakukannya setiap hari, bukan hanya pada hari sabat atau hari-hari raya Tuhan, melainkan setiap hari, begitu hari baru dimulai, tanpa berhenti satu hari pun, seperti yang Tuan mereka lakukan (Mat. 26:55; Luk. 19:47). Mereka tidak takut akan terbunuh atau khawatir membuat bosan pendengar mereka.
(2) Di mana mereka memberitakan Injil. Mereka melakukannya di depan umum di Bait Allah dan secara pribadi di rumah-rumah orang, dalam perkumpulan umum yang didatangi semua orang, dan dalam perkumpulan khusus orang-orang Kristen dengan ketentuan-ketentuan khusus. Mereka tidak berpikir cara yang satu lebih baik daripada yang lainnya, karena firman harus diberitakan baik atau tidak baik waktunya. Walaupun di Bait Allah mereka lebih terancam bahaya, dan dilihat oleh musuh-musuh mereka, namun mereka tidak membatasi diri pada ruang doa kecil di rumah-rumah mereka sendiri, melainkan mengambil risiko pergi ke tempat yang berbahaya. Dan walaupun mereka leluasa di Bait Allah, sebuah tempat yang suci, namun mereka tidak keberatan memberitakan Injil di rumah-rumah di setiap rumah, bahkan di pondok yang miskin. Mereka mengunjungi keluarga orang-orang yang ada di bawah tanggung jawab mereka, dan memberi perintah khusus sesuai kebutuhan mereka, bahkan kepada anak-anak dan hamba-hamba.
(3) Apa pokok khotbah mereka: Mereka memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias. Mereka berkhotbah tentang Dia. Dan bukan hanya itu saja, mereka berkhotbah kepada orang-orang yang mendengarkan mereka supaya mau menerima Dia, untuk menjadi Pemimpin dan Juru Selamat mereka. Bukan diri mereka yang mereka beritakan, tetapi Yesus Kristus. Sebagai sahabat-sahabat setia Mempelai Pria, mereka berusaha memajukan kepentingan-Nya. Khotbah seperti inilah yang paling membangkitkan amarah imam-imam, yang mau mengkhotbahkan apa pun selain Kristus. Walaupun begitu, mereka tidak mau mengubah pokok khotbah mereka untuk menyenangkan imam-imam itu. Pelayan-pelayan Injil harus senantiasa memberitakan Kristus. Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Kristus, yaitu Dia yang dimuliakan. Bukan hal-hal lain kecuali yang ikut memuliakan Dia.


Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Rabu, 07 Februari 2024 - Kehadiran-Nya Yang Memulihkan (Kama`dioren Na Mepamatana) - Markus 3:7-12


All Renungan Gereja Toraja 2024:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2024.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2024.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2024.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2024..

Register   Login