lagu-gereja.com/toraja

View : 329 kali
Mazmur 104:10-18
104:10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 104:11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; 104:12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. 104:13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. 104:14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 104:15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. 104:16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya, 104:17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; 104:18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Penjelasan:
* Keagungan Ilahi (104:10-18)
Setelah memberikan kemuliaan kepada Allah sebagai pelindung yang berkuasa atas bumi ini, dalam menyelamatkannya dari banjir besar, di sini pemazmur mengakui Dia sebagai penderma yang royal baginya, yang menyediakan kenyamanan-kenyamanan bagi semua makhluk.

I. Ia menyediakan air segar sebagai minuman mereka: Ia melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah (ay. 10). Memang ada cukup banyak air di laut, maksudnya, cukup untuk menenggelamkan kita, tetapi tidak setetes pun untuk menyegarkan kita, sehaus apa pun kita. Semuanya begitu asin. Oleh karena itu Allah dengan penuh rahmat telah menyediakan air yang pantas untuk diminum. Ahli-ahli ilmu alam berbantah tentang asal muasal mata air. Tetapi, apa pun penyebab kedua dari mata air, inilah penyebab utamanya: Allahlah yang melepas mata-mata air ke dalamsungai-sungai, yang melintas dengan langkah-langkah ringan di antara gunung-gunung, dan menerima tambahan dari air hujan yang turun dari sana. Air ini memberi minum bukan hanya kepada manusia, dan makhluk-makhluk yang bermanfaat secara langsung baginya, tetapi juga kepada segala binatang di padang (ay. 11). Sebab, ketika Allah telah memberikan hidup, di situ Ia menyediakan penghidupan dan memelihara semua makhluk. Bahkan keledai-keledai hutan, meskipun tidak dapat dijinakkan dan oleh sebab itu tidak berguna bagi manusia, diundang untuk memuaskan haus mereka. Dan kita tidak mempunyai alasan untuk iri hati terhadap mereka, sebab kita diberi persediaan yang lebih baik, meskipun lahir seperti anak keledai liar. Kita mempunyai alasan untuk bersyukur kepada Allah atas kelimpahan air jernih yang dengannya Ia sudah memberikan persediaan kepada bagian bumi-Nya yang dapat dihuni, yang seandainya tidak demikian pasti tidak akan dapat dihuni. Ini harus dipandang sebagai kasih setia yang besar, yang seandainya tidak ada pasti akan membawa penderitaan besar. Dan, semakin lumrah suatu hal semakin besarlah kasih setianya. Usus communis aquarum -” air sudah lumrah bagi semua.

II. Ia menyediakan makanan bagi kenyamanan mereka, baik bagi manusia maupun binatang: langit mengeluarkan lemak. Langit mendengarkan bumi, tetapi Allah mendengarkan langit (Hos. 2:20). Ia memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Nya (ay. 13), dari kamar-kamar yang dibicarakan tadi (ay. 3), yang baloknya Ia dirikan di air, kamar-kamar persediaan itu, awan-awan yang menyuling hujan deras. Gunung-gunung yang tidak disirami oleh sungai-sungai, seperti Mesir oleh Sungai Nil, disirami oleh hujan dari langit, yang disebut batang air Allah ( 65:10), seperti Kanaan (Ul. 11:11-12). Demikianlah bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu, entah dengan hujan yang diminumnya (bumi tahu kapan ia merasa cukup. Sayang jika ada orang yang tidak mengetahuinya) atau dengan buah-buah yang dihasilkannya. Adalah kepuasan bagi bumi untuk menopang buah pekerjaan Allah demi keuntungan umat manusia, sebab dengan demikian ia memenuhi maksud dari penciptaannya. Makanan yang oleh Allah dikeluarkan dari dalam tanah (ay. 14) adalah buah pekerjaan-Nya, yang membuat bumi kenyang. Amatilah betapa beraneka ragam dan berharganya hasil-hasil bumi.
        1. Bagi hewan ternak tersedia rumput, dan binatang-binatang liar, yang tidak hidup dari rumput, memangsa binatang-binatang pemakan rumput. Bagi manusia tersedia sayur-mayur, jenis rumput yang lebih baik (dan makan dengan sayur-mayur dan akar-akaran itu janganlah dipandang rendah). Bahkan, ia disediakan anggur, minyak, dan makanan (ay. 15). Dapat kita amati di sini, berkenaan dengan makanan kita, apa yang akan membantu kita baik untuk bersikap rendah hati maupun untuk bersyukur.
 
        2. Bahkan, pemeliharaan ilahi tidak hanya menyediakan binatang-binatang dengan makanan mereka yang sesuai, tetapi juga tumbuh-tumbuhan dengan makanan mereka sendiri (ay. 16): kenyang pohon-pohon TUHAN, bukan hanya pohon-pohon manusia, yang mereka rawat dan perhatikan, di kebun-kebun anggur mereka, di taman-taman mereka, dan di tempat-tempat lain, tetapi juga pohon-pohon Allah, yang tumbuh di padang gurun, dan dirawat hanya dengan pemeliharaan-Nya. Pohon-pohon itu kenyangdan tidak kekurangan makanan. Bahkan pohon-pohon aras di Libanon, sebuah hutan terbuka, meskipun tinggi dan besar sekali, dan membutuhkan sangat banyak sari makanan, mendapat cukup makanan dari bumi. Mereka adalah pohon-pohon yang telah ditanam-Nya, dan yang oleh sebab itu akan dilindungi dan dipelihara-Nya. Kita dapat menerapkan ini pada pohon kebenaran, yang ditanam oleh Tuhan, ditanam di kebun anggur-Nya. Pohon-pohon ini kenyang, sebab apa yang ditanam Allah pasti akan disirami-Nya, dan mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita ( 92:14).


III. Ia memastikan agar mereka benar-benar tinggal di tempat kediaman yang cocok. Kepada manusia Allah telah memberikan kebijaksanaan untuk membangun tempat bagi diri mereka sendiri dan bagi hewan ternak yang berguna untuk mereka. Tetapi ada sejumlah makhluk yang tempat kediamannya disediakan secara lebih langsung oleh Allah.
        1. Burung-burung. Sejumlah burung, dengan naluri, membuat sarang mereka di semak-semak dekat sungai (ay. 12): di dekat mata-mata air yang mengalir di antara gunung-gunung, diamsebagian dari burung-burung di udara, yang bersiul dari antara daun-daunan. Mereka bernyanyi, sesuai dengan kemampuan mereka, untuk menghormati Pencipta mereka yang senantiasa memberi mereka dengan murah hati, dan nyanyian mereka ini dapat mempermalukan keheningan kita. Bapakita di sorga memberi mereka makan (Mat. 6:26), dan oleh sebab itu mereka riang dan gembira, dan tidak khawatir akan hari esok. Karena burung-burung diciptakan untuk beterbangan di atas bumi (seperti yang kita dapati dalam Kejadian 1:20), maka mereka bersarangdi tempat tinggi, di pucuk-pucuk pepohonan (ay. 17). Tampaknya seolah-olah inilah yang dituju alam dalam menanam pohon-pohon aras di Libanon, agar pohon-pohon itu bisa menjadi penadah bagi burung-burung. Mereka yang terbang menuju sorga tidak akan kekurangan tempat istirahat. Burung ranggung disebutkan secara khusus. Pohon-pohon sanobar, yang tinggi menjulang, adalah rumahnya, istananya.
        2. Binatang-binatang yang lebih kecil (ay. 18): kambing-kambing hutan, yang tidak mempunyai kekuatan atau kecepatan untuk melindungi diri sendiri, dituntun oleh naluri ke gunung-gunung tinggi, yang menjadi tempat perlindungan bagi mereka. Dan kelinci-kelinci, juga binatang-binatang yang tidak berdaya, mendapatkan perlindungan di bukit-bukit batu, di mana mereka bisa menantang binatang-binatang buas. Bila Allah memberikan persediaan yang sedemikian bagi makhluk-makhluk yang lebih lemah, bukankah Dia sendiri akan menjadi tempat perlindungan dan tempat kediaman bagi umat-Nya sendiri?


* TUHAN MENATA SEMUANYA (Puang Matua unnatoi tu mintuna)

Ilmuwan akan menyebutnya natural, para pujangga tak akan pernah berhenti mengaguminya dan menulis bait-bait puisi tentangnya. Para filsuf akan terus bertanya dan mencari jawaban, sementara orang beriman tak akan pernah berhenti mengaguminya sebagai bagian dari penciptaan dan pemeliharaan Allah. Itulah karya Allah, yang telah dicipta begitu menakjubkan dan terus bergerak dalam tatanan yang telah ditetapkan-Nya. Jika ada satu dari semua yang terangkai itu hilang, maka terjadilah krisis kehidupan. Lihatlah, apa yang terjadi dengan padang gurun. Karena tak ada pohon, maka tidak ada hujan. Jika tak ada hujan, maka tak akan ada sungai, dst.

Pemazmur mambuat suatu penggambaran yang mengungkapkan bagaimana semua yang ada dan yang terjadi di alam ini adalah rancangan dan perbuatan Tuhan. Tidak ada yang kebetulan dan tanpa tujuan. Semua adalah rancangan dan kehendak-Nya. Bahkan burung bersarang pun adalah rancangan dan kehendak-Nya (ay. 17). Tuhan merancang dan mengadakan serta menghubungkannya sedemikian rupa sehingga ada kehidupan.

Intervensi manusia dalam batas tertentu telah menimbulkan banyak masalah. Kita prihatin atas banyaknya mahluk hidup yang punah. Umat manusia di berbagai tempat bahkan telah mengalami krisis air. Ada yang salah dalam pengelolaan bumi yang dilakukan oleh manusia. Ingat!, jangan sampai Tuhan marah karena kejahatan yang dilakukan manusia dibumi ini….”maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya (kej.6:6)   Sambil mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan, marilah kita terus memohon kiranya Sang Pencipta dan Penyelamat kita beserta segala ciptaan, memulihkan  semuanya. Amin

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Sabtu, 10 Juni 2023 - BELAJAR DARI BURUNG UNTA (Melada` lako Unta) - Ayub 39:16-21


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Senin, 29 Mei 2023 - MAPARANDANKOMI (Bersiaplah) - Keluaran 19:10-16


All Renungan Gereja Toraja 2023:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login