lagu-gereja.com/toraja

View : 307 kali
Keluaran 19:10-16
10 Ma'kadami tu PUANG lako Musa, Nakua: Maleko lako to buda, ammu pemaseroi tu tau iato mai te allo iate sia masiang; la nabusukki tu pakeanna.
11 Sia la ma'parandan tu tau iato duang bongi, belanna duang bongi na la songlo' tu PUANG sae dao buntu Sinai dio tingayona mintu' tau iato mai.
12 Iamoto anggeanni tiku lao natorro salian tu to buda sia pokadanni kumua: Matangkinkomi, da mikendek langngan te buntu sia da duka mirumbui tu biringna; minda-minda urrumbui te tanete iate, manassa la mate dipatei.
13 Moi misa' tau tae' nama'din la urrumbui, belanna inang la dileba' batu ba'tu dipana sae lako matena; la olo'-olo' la tolino tae' nadipatuo. Ianna dipannoni pela'-pela'mo tu tanduk domba, maneri tau iato mai kendek langngan buntu iato.
14 Solo'mi tu Musa dao mai buntu rokko to' to buda, anna pamaseroi tu tau iato mai, sia pada umbusukki pakeanna.
15 Ma'kadami tu Musa lako to buda, nakua: Ma'parandankomi sae lako duang bongi; moi misa' tau tae' nama'din urrumbu baine.
16 Iatonna ma'duang bongian melambi' dadimi dao buntu iato tu ba'tu pira-pira guntu' sia kila' sia gaun makamban sia oni tarompe' pua lendu' kapuana, naurunganni sipa'parondoan nasang tu tau iato mai lan lu to' tenda.

19:10 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya. 19:11 Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai. 19:12 Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati. 19:13 Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu." 19:14 Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya. 19:15 Maka kata Musa kepada bangsa itu: "Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan." 19:16 Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.


10 Then the Lord said to Moses, "Go to the people and consecrate them today and tomorrow, and let them wash their clothes.
11 And let them be ready for the third day. For on the third day the Lord will come down upon Mount Sinai in the sight of all the people.
12 You shall set bounds for the people all around, saying, 'Take heed to yourselves that you do not go up to the mountain or touch its base. Whoever touches the mountain shall surely be put to death.
13 Not a hand shall touch him, but he shall surely be stoned or shot with an arrow; whether man or beast, he shall not live.' When the trumpet sounds long, they shall come near the mountain."
14 So Moses went down from the mountain to the people and sanctified the people, and they washed their clothes.
15 And he said to the people, "Be ready for the third day; do not come near your wives."
16 Then it came to pass on the third day, in the morning, that there were thunderings and lightnings, and a thick cloud on the mountain; and the sound of the trumpet was very loud, so that all the people who were in the camp trembled.

Penjelasan:
* Allah memerintahkan Musa untuk membuat persiapan bagi kekhidmatan yang agung ini, dengan memberinya waktu dua hari untuk itu.

    1. Ia harus menguduskan bangsa itu (ay. 10), sama seperti Ayub, sebelum ini, memanggil dan menguduskan anak-anaknya (Ayb. 1:5). Ia harus mengangkat harapan mereka dengan memberitahukan kepada mereka apa yang akan dilakukan Allah, dan membantu mereka bersiap-siap dengan mengarahkan mereka apa yang harus mereka lakukan. “Suruhlah mereka menguduskan diri,” yaitu, “Suruhlah mereka berhenti dari urusan duniawi mereka, dan panggillah mereka untuk beribadah, merenung dan berdoa, supaya mereka dapat menerima hukum dari mulut Allah dengan hormat dan kesalehan. Suruhlah mereka bersiap” (ay. 11). Perhatikanlah, ketika kita harus menghadap Allah dalam ketetapan-ketetapan ibadah yang khidmat, sudah menjadi kepentingan kita untuk menguduskan diri kita sendiri, dan untuk mempersiapkan diri sebelumnya. Pikiran-pikiran yang melantur harus dipusatkan, perasaan-perasaan yang tidak murni harus ditinggalkan, dan nafsu-nafsu yang meresahkan harus diredam. Bahkan, segala kekhawatiran tentang urusan duniawi, untuk saat ini, harus dihilangkan dan dikesampingkan, supaya hati kita terpaut untuk mendekat kepada Allah. Dua hal ditetapkan secara khusus sebagai tanda dan bukti dari persiapan hati mereka:
        (1) Sebagai tanda bahwa mereka membersihkan diri mereka dari semua kecemaran yang berdosa, supaya mereka kudus bagi Allah, maka mereka harus mencuci pakaian mereka (ay. 10), dan mereka berbuat demikian (ay. 14). Bukan berarti bahwa Allah memperhatikan pakaian kita. Tetapi sewaktu mereka sedang mencuci pakaian mereka, Ia ingin supaya mereka merenungkan diri untuk membasuh jiwa mereka dengan bertobat dari dosa-dosa yang telah mereka perbuat di Mesir dan sejak pembebasan mereka. Sudah sepatutnya kita tampil dalam pakaian yang bersih ketika kita melayani para pembesar. Demikian pula hati yang bersih dituntut ketika kita menghadap Allah yang mahabesar, yang melihat hati kita dengan jelas seperti orang melihat pakaian kita. Hal ini mutlak diperlukan supaya penyembahan kita kepada Allah berkenan pada-Nya (Mzm. 26:6; Yes.1:16-18 dan Ibr. 10:22).
        (2) Sebagai tanda bahwa mereka mengabdikan diri mereka sepenuhnya pada ibadah-ibadah agama, pada kesempatan ini, mereka harus menjauhkan diri bahkan dari kesenangan-kesenangan yang tidak melanggar hukum selama tiga hari ini, dan tidak bersetubuh dengan perempuan (ay. 15; KJV: dengan isteri mereka). (Lihat 1Kor.7:5.)

    2. Musa harus memasang batas di sekeliling gunung itu (ay. 12-13). Mungkin ia menarik garis, atau membuat parit, di sekitar kaki bukit, yang tidak boleh dilewati seorang pun dengan ancaman hukuman mati. Hal ini untuk menyiratkan,
        (1) Penghormatan yang penuh kerendahan hati dan kegentaran, yang harus menguasai pikiran semua orang yang menyembah Allah. Kita adalah makhluk yang hina di hadapan Pencipta yang agung, para pendosa yang keji di hadapan Hakim yang kudus dan benar. Dan karena itu sudah sepatutnya kita menyembah Allah dengan kesalehan yang penuh rasa takut dan malu (Ibr. 12:28; Mzm. 2:11).
        (2) Jarak yang ditentukan untuk para penyembah, di bawah masa penyelenggaraan itu, yang harus kita perhatikan, supaya kita semakin menghargai hak istimewa kita di bawah Injil, dan dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus oleh darah Yesus (Ibr. 10:19).

    3. Musa harus memerintahkan bangsa itu untuk memperhatikan panggilan-panggilan yang akan diberikan (ay. 13): “Apabila sangkakala berbunyi panjang, maka hendaklah mereka mengambil tempat mereka di kaki gunung, dan duduk di kaki Tuhan” seperti yang dijelaskan (Ul. 33:3). Belum pernah jemaat yang begitu besar itu dipanggil bersama-sama, dan diberi pengajaran, dengan serentak, seperti yang terjadi di sini. Tidak ada suara manusia yang dapat menjangkau begitu banyak orang, kecuali suara Allah saja.



Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Jumat, 02 Juni 2023 - TUHAN MENATA SEMUANYA (Puang Matua unnatoi tu mintuna) - Mazmur 104:10-18


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Sabtu, 27 Mei 2023 - MERESPON KEBAIKAN TUHAN (Umpebali kamasokanan-Na Puang) - 1 Raja-Raja 8:62-66


All Renungan Gereja Toraja 2023:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login