lagu-gereja.com/toraja

View : 457 kali
Yohanes 8:48-59
Yesus sudah ada sebelum Abraham
8:48 Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?" 8:49 Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku. 8:50 Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi. 8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." 8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" 8:54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." 8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." 8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.


Penjelasan:
*Yoh 8:48 - kerasukan setan

Diserang dengan serangkaian kecaman, orang-orang Yahudi itu membalas dengan menyebut Yesus orang Samaria, maksudnya, orang yang tidak layak disebut anggota umat Allah sekalipun tinggal di wilayah Israel. Serangan yang lebih mendalam mungkin dilancarkan di sini apabila yang dimaksudkan ialah pengulangan penghinaan terhadap kelahiran Yesus. Orang-orang Samaria adalah bangsa campuran, yang merupakan hasil perkawinan orang Israel dengan orang asing. Di dalam usaha untuk menjelaskan mengapa Yesus dengan keras menyerang mereka (bdg. ay. 52), orang-orang Yahudi menuduh Dia sebagai kerasukan setan.

*Yoh 8:49-50

Yesus menolak tuduhan yang tanpa bukti itu. Menyatakan hal semacam itu tentang diri-Nya merupakan ungkapan kebencian semata-mata, suatu penghinaan yang kemudian akan dihakimi oleh Bapa.

*Yoh 8:51-52

Beralih kepada klaim yang lain, Yesus menjanjikan kebebasan dari maut kepada mereka yang akan menuruti Firman-Nya. Pernyataan ini mengakibatkan Dia ditertawakan oleh orang-orang Yahudi yang menafsirkan perkataan-Nya secara lahiriah. Mereka tahu bahwa kematian telah melanda umat Allah juga, bahkan juga Abraham,

*Yoh 8:53-58 - hari // Sebelum Abraham jadi, Aku ada

Apakah Yesus berpikir bahwa diri-Nya lebih besar daripada Abraham dan para nabi? Jawabannya ganda. Abraham mengetahui. bahwa akan datang Seorang yang lebih besar daripada dirinya. Dia sudah melihat hari Kristus (bukankah pengertian ini sudah disampaikan dengan sangat jelas ketika akan mempersembahkan Ishak? Lihat Rm. 8:32). Bukankah ini berarti bahwa Yesus telah melihat Abraham? Orang-orang Yahudi menolak hal ini sebagai mustahil, sebab Yesus paling banter baru berusia separuh baya (Yoh. 8:57). Hal ini membawa kepada klaim besar kedua dari Yesus mengenai hubungan-Nya dengan Abraham. Sebelum Abraham jadi, Aku ada (bdg. ay. 24). Abraham tidak ada bersama dengan Allah pada awal segala sesuatu.

*Yoh 8:59 - batu

Pernyataan-pernyataan semacam itu memberi kesan menghujat. Satu kali lagi batu (-batu; jamak, bukan tunggal) dipungut untuk mengakhiri klaim-klaim tersebut, tetapi Dia sekali lagi lolos dan meninggalkan lawan-lawan-Nya.


* MENOLAK KEHENDAK ALLAH

Penolakan sudah sering terjadi dimana-mana, tak terkecuali kepada Presiden ataupun gubernur serta pejabat lainnya yang di tolak dengan gelombang-gelombang massa di pinggir jalan jika akan berkunjung ke sutu tempat. Terjadinya penolakan dengan gerakan massa tergantung sebab akibat yang menjadi tuntutan massa.
Bagian ini merupakan penolakan orang Yahudi terhadap Yesus sebagai utusan Allah bahkan mereka menilai Yesus sebagai orang yang sedang kerasukan setan. Tuduhan itu muncul karena Yesus menawarkan hidup kekal kepada mereka bahwa yang mau percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Dengan demikian, mereka menganggap Yesus telah menempatkan diri-Nya jauh lebih besar daripada mereka semua. Bagi orang Yahudi  Allah tidaklah demikian (ay.48). Namun Yesus membela diri-Nya jika Dia tidak sedang kerasukan setan, melinkan kehadiranNya adalah untuk kemuliaan Allah, sehingga setiap orang yang menerima kehendak-Nya akan beroleh kehidupan yang kekal (ay.50-51). Karena peryataan itulah orang Yahudi bertanya apa dasar Yesus mengatakan akan memberikan hidup kekal (ay.54). disinilah  perbedaan pemahaman tentang Abraham karena orang Yahudi menilai Yesus  secara lahiriah, sedangkan Yesus melihatnya dari sudut pandang Allah.
Lalu bagaimana dengan hidup kita? Apakah kita masih seperti orang Yahudi pada masa itu yang tidak mau percaya bahkan menghujat Yesus? Tentu sikap seperti itu kembali kepada keputusan iman kita. Namun perlu ditegaskan bahwa bagi mereka yang sudah mengaku Yesus sebagai Allah dan taat pada firman-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Yesus adalah satu-satunya dasar untuk mengenal Allah dan kehendak-Nya. Amin

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Rabu,10 Mei 2023 - TETAP BERHARAP PADA TUHAN (Tontong batta Urrannuan Puang) - Mazmur 102:1-12


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Senin, 08 Mei 2023 - PANTAN DISORONGAN PAKAMASE MEMPENAA (Masing-masing diberi Karunia) - Keluaran 31:1-11


All Renungan Gereja Toraja 2023:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login