| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Minggu Paskah IV | Hari Buruh Nasional (May Day) dan Bulan Pendidikan Nasional Minggu, 30 April 2023 Renungan Gereja Toraja Minggu, 30 April 2023 - SUPAYA MEREKA MEMPUNYAI HIDUP (Dikua anna kabu`tui kala`bian katuoan) - Yohanes 10:1-10Pembacaan Mazmur : Mazmur 23 Bacaan Alkitab 1 : Kisah Para Rasul 2 : 42 - 47 Bacaan ALkitab 2 : 1 Petrus 2 : 18 - 25 Bacaan Alkitab 3 : Yohanes 10:1-10 (Bahan Utama) Yohanes 10:1-10 Gembala yang baik 10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. 10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." 10:6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. 10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. 10:8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Penjelasan: * Gembala yang Baik (10:1-18) Di sini Kristus menggambarkan siapa gembala sejati dan siapa gembala palsu, serta membiarkan mereka menebak-nebak mereka itu masuk golongan yang mana. Di sini terdapat sebuah perumpamaan atau perbandingan (ay. 1-5), yang diambil dari kebiasaan memelihara domba di daerah itu. Perbandingan yang dipakai untuk menggambarkan kebenaran ilahi harus diambil dari hal-hal yang sudah lazim ditemukan dan terasa akrab, supaya hal-hal tentang Allah tidak semakin dikaburkan oleh sesuatu yang seharusnya menjelaskan hal tersebut. Kata pembuka dari perbincangan itu begitu khidmat: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ... Amin, amin. Pernyataan tegas ini menunjukkan kepastian dan nilai dari apa yang Ia katakan. Kita sering mendengar kata amin diulang dua kali dalam doa-doa dan puji-pujian gereja (Mzm. 41:14; 72:19; 89:53). Jika kita ingin kata amin kita diterima di sorga, biarlah kata amin Kristus yang diulang-ulang itu berkuasa di bumi ini. . Dari perumpamaan tersebut, marilah kita cermati hal-hal berikut: (1) Bahwa orang benar dengan tepat diibaratkan sebagai kawanan domba. Manusia, sebagai mahluk ciptaan yang bergantung pada Penciptanya, disebut sebagai kawanan domba gembalaan-Nya. Orang-orang benar, sebagai ciptaan baru, memiliki sifat baik seperti domba, tidak membahayakan dan tidak suka menyerang. Mereka lemah lembut dan tenang, tidak gaduh. Panjang sabar layaknya domba di tangan pencukur ataupun jagal. Berguna dan menguntungkan, jinak dan mudah dituntun, rukun satu sama lain, dan banyak dipakai sebagai korban persembahan. (2) Gereja Allah di dunia ini adalah kandang domba, tempat berkumpulnya anak-anak Allah yang tadinya tercerai-berai (11:52), supaya mereka dapat disatukan dan dikumpulkan di sana. Itu kandang yang baik (Yeh. 34:14; Mi. 2:12). Kandang ini dilindungi dengan baik, sebab Allah sendiri bagaikan tembok berapi di sekelilingnya (Za. 2:5). (3) Kandang domba itu selalu menghadapi bahaya dari pencuri dan perampok, para perayu ulung yang merusak dan menipu, para penganiaya jahat yang menghancurkan dan melahap, serigala-serigala yang ganas (Kis. 20:29). Ada pencuri-pencuri yang ingin mencuri domba-domba Kristus dari tangan-Nya untuk menjadikan mereka sebagai korban persembahan bagi Iblis. Mereka juga mencuri makanan domba-domba itu supaya binasa kelaparan. Pencuri-pencuri itu adalah serigala berbulu domba (Mat. 7:15). (4) Gembala Agung akan menjagai domba-domba serta semua milik mereka dengan baik. Allah adalah gembala yang baik (Mzm. 23:1). Dia mengenal mereka yang menjadi milik-Nya dan memanggil mereka dengan nama mereka masing-masing, menandai mereka secara khusus dan menuntun mereka ke padang rumput yang subur untuk makan dan beristirahat di sana. Dia berkata-kata dengan lembut pada mereka, menjaga mereka dengan pemeliharaan-Nya, membimbing mereka dengan Roh dan firman-Nya, dan berjalan di depan mereka untuk membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan. (5) Para gembala bawahan-Nya, yang telah dipercaya untuk memberi makan kawanan gembalaan Allah, harus berhati-hati dan setia dalam menjalankan kepercayaan tersebut. Para penegak hukum harus membela mereka, melindungi dan mengutamakan segala kepentingan sekuler (bukan-rohani) mereka. Para hamba Tuhan harus melayani mereka dalam kepentingan rohani mereka, harus memberi makan kepada jiwa mereka dengan firman Allah yang diterangkan dan dijalankan dengan setia, serta mengawasi mereka dengan melaksanakan ibadah dan ketetapan Injil. Mereka harus masuk melalui pintu secara resmi, supaya penjaga pun bersedia membukakan pintu bagi mereka. Roh Kristus akan membukakan pintu bagi mereka dan memberi mereka wewenang dalam gereja, serta menanamkan keyakinan iman di hati mereka. Mereka harus mengenal nama-nama setiap anggota gembalaan mereka dan menjaga mereka, menuntun mereka dalam kehidupan bermasyarakat, menjadi pemimpin mereka, serta menjadi juru bicara antara mereka dan Allah. Mereka juga harus memberi teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan dan perilaku mereka. (6) Domba-domba Kristus yang sejati akan memperhatikan Sang Gembala dan berjaga-jaga terhadap orang asing. [1] Mereka mengikuti Sang Gembala, sebab mereka dapat mengenal suara-Nya melalui telinga yang dengar-dengaran dan hati yang taat. [2] Mereka lari dari orang asing serta tidak mau mengikuti dia, sebab mereka tidak mengenali suaranya. Mengikuti sesuatu yang kita tahu bukan suara Kristus dan yang mungkin menyeret kita dari iman terhadap-Nya ke khayalan-khayalan palsu mengenai-Nya adalah suatu tindakan yang amat berbahaya. Mereka yang telah mengalami kuasa dan kekuatan dari kebenaran ilahi di dalam jiwa mereka dan telah mengalami keselamatan dan kelepasan dalam jiwa mereka, akan memiliki hikmat yang luar biasa untuk mengenali segala tipu daya Iblis dan mampu membedakan yang baik dan yang jahat. * Ketidaktahuan orang-orang Yahudi mengenai arah dan makna percakapan itu (ay. 6): Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, yaitu suatu perkataan kiasan yang bijak, agung, dan penuh pengajaran, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka, mereka tidak menyadari siapa yang dimaksudkan-Nya sebagai pencuri dan perampok ataupun siapa Gembala yang baik itu. Hal seperti itu menjadi dosa dan aib bagi banyak orang yang mendengar perkataan Kristus tetapi tidak memahaminya. Mereka tidak memahaminya karena memang mereka tidak mau, dan karena salah mengartikannya. Mereka sama sekali tidak mengenal atau mampu mengecap hal-hal seperti itu, sehingga mereka pun tidak bisa mengerti perumpamaan dan perbandingan yang digunakan untuk menjelaskannya. Orang-orang Farisi sering menyombongkan pengetahuan mereka sehingga mereka tidak tahan bila ada orang yang mempertanyakan pengetahuan mereka tersebut, tetapi mereka justru tidak cukup pandai untuk mengerti perkara-perkara yang dibicarakan Yesus, sebab hal-hal itu di luar jangkauan pikiran mereka. Para pembual yang sok tahu justru sering kali merupakan yang terbodoh dalam mengetahui perkara-perkara mengenai Allah. * Penjelasan Kristus mengenai perumpamaan ini, dengan membukakan hal-hal istimewa yang ada di dalamnya secara keseluruhan. Betapapun sulitnya hal-hal yang terkandung dalam perkataan Tuhan Yesus, kita akan selalu mendapati-Nya siap sedia untuk menjelaskan hal-hal itu, asalkan kita bersedia untuk memahami-Nya. Kita akan mendapati bahwa firman-firman itu saling menjelaskan satu sama lain, dan Roh yang agung akan menjadi penolong dalam memahami Yesus yang agung. Dalam perumpamaan itu, Kristus membedakan sang gembala dari perampok melalui caranya masuk, yaitu melalui pintu. Nah, dalam penjelasan perumpamaan itu, Ia menjadikan diri-Nya sebagai Pintu yang melalui-Nya gembala masuk, sekaligus sebagai Sang Gembala sendiri yang masuk melalui pintu. Meskipun mengibaratkan satu orang yang sama menjadi pintu dan sekaligus gembala tampak terdengar aneh bagi bahasa manusia, tetapi secara ilahi tidaklah aneh untuk membuat Kristus memiliki wewenang yang berasal dari diri-Nya sendiri, karena Dia memiliki hidup di dalam diri-Nya sendiri. Tidaklah aneh bagi Dia untuk menjadikan diri-Nya sendiri sebagai pintu, untuk dimasuki oleh darah-Nya sendiri ke dalam tempat yang kudus. . Kristus adalah pintu itu. Hal ini dikatakan-Nya kepada mereka yang berpura-pura mencari kebenaran, tetapi, seperti penduduk Sodom, mereka mencari-cari pintu dengan percuma, di tempat yang tidak seharusnya. Dia mengatakan hal ini kepada orang-orang Yahudi yang dianggap sebagai satu-satunya kawanan domba Allah, dan juga kepada orang-orang Farisi yang dianggap sebagai satu-satunya gembala bagi orang-orang Yahudi itu: Akulah pintu ke kandang domba-domba itu, pintu jemaat. * Kristus adalah pintu bagi para gembala, sehingga siapa pun yang tidak masuk melalui Dia tidak akan dianggap sebagai gembala jemaat, melainkan (sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan dalam ay. 1) pencuri dan perampok (meskipun mereka menyamar sebagai gembala), dan domba-domba itu tidak mendengar mereka. Hal ini merujuk pada semua orang yang memiliki kedudukan sebagai pemimpin di Israel, baik itu penguasa hukum ataupun pembesar gereja yang menjalankan tugas mereka tanpa ada hubungannya dengan Mesias atau yang tidak memiliki pengharapan-pengharapan mengenai Dia selain demi kepentingan lahiriah mereka saja. Perhatikan: Pertama, ciri yang dilekatkan pada mereka: mereka adalah pencuri dan perampok (ay. 8). Dari semua orang yang datang sebelum Dia, tidak pada waktunya, banyak merupakan gembala-gembala yang setia, tetapi semua orang yang menanti-nanti tugas perutusan-Nya tetapi pergi sebelum diutus oleh-Nya (Yer. 23:21), yang merasa diri lebih hebat dan lebih berkuasa daripada Dia, mereka itu seperti yang dikatakan mengenai Antikristus: meninggikan dirinya sendiri (2Tes. 2:4). "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, serta imam-imam kepala, semuanya, bahkan sebanyak yang telah datang sebelum Aku, yang telah berupaya merintangi kepentingan-Ku dan mencegah-Ku memperoleh tempat di benak orang-orang dengan terlebih dahulu mencekoki mereka dengan prasangka-prasangka buruk tentang Aku, mereka semua adalah pencuri dan perampok. Mereka mencuri jiwa-jiwa yang atasnya mereka tidak berhak, dengan membawa pergi harta dari pemilik yang sebenarnya." Sebelumnya mereka mendakwa Juruselamat kita sebagai pencuri dan perampok, sebab Dia tidak datang melalui mereka sebagai pintu masuk dan tidak minta izin mereka terlebih dahulu. Akan tetapi, sekarang Ia menunjukkan bahwa merekalah yang seharusnya menerima amanat dari-Nya, yang diberi izin oleh Dia, dan harus diutus oleh-Nya. Dan kini, sebab mereka tidak melakukan semua itu, melainkan melangkah mendahului Dia, maka merekalah pencuri dan perampok yang sesungguhnya. Mereka tidak mau masuk sebagai murid-murid-Nya, jadi mereka didakwa sebagai penyusup, dan tugas palsu mereka itu dinyatakan tidak sah dan ditiadakan. Perhatikan, musuh-musuh yang bersaing dengan Kristus merupakan perampok bagi gereja-Nya, betapapun mereka berpura-pura menjadi gembala, ataupun gembala di atas segala gembala. Kedua, Domba-domba dilindungi dengan hati-hati dari ancaman mereka: dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Orang-orang yang benar-benar saleh, yang rohani dan kudus serta sungguh-sungguh mengabdi kepada Allah dan kekudusan-Nya, pasti tidak akan menyetujui adat istiadat dari para penatua, ataupun menyukai tata cara ibadah mereka yang tidak ada isi rohaninya. Murid-murid Kristus, tanpa harus diajari lagi dengan serinci-rincinya, tidak keberatan untuk makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, atau memetik jagung pada hari Sabat. Sebab, tidak ada yang lebih menentang Kekristenan yang sejati selain daripada sifat orang Farisi, dan tak ada yang lebih memuakkan jiwa orang saleh selain dari ibadah mereka yang munafik. * Kristus adalah pintu bagi domba-domba itu (ay. 9): barangsiapa masuk ke dalam kandang, melalui Aku (di emou -- melalui Aku sebagai pintu) sebagai salah satu dari kawanan domba itu, ia akan selamat. Bukan saja selamat dari pencuri dan perampok, tetapi juga akan berbahagia, dia akan masuk dan keluar dari sana. Di sini terdapat: Pertama, petunjuk yang jelas tentang cara masuk ke dalam kandang: Kita harus masuk melalui Yesus Kristus sebagai pintunya. Melalui iman terhadap-Nya, sebagai Sang Perantara Agung antara Allah dan manusia, kita masuk ke dalam kovenan dan persekutuan dengan Allah. Tidak ada jalan lain untuk masuk ke dalam gereja Allah selain dengan memasuki gereja Kristus. Juga, tidak ada seorang pun yang akan dianggap sebagai anggota kerajaan Allah kecuali mereka yang bersedia tunduk kepada anugerah dan pemerintahan Sang Penebus. Kini kita harus masuk melalui pintu iman (Kis. 14:27), karena pintu ketidakberdosaan telah ditutup dan mustahil bagi kita untuk dapat melaluinya (Kej. 3:24). Kedua, janji-janji berharga yang diberikan kepada mereka yang mematuhi petunjuk tersebut. . Mereka akan selamat. Inilah hak istimewa yang akan mereka dapatkan di rumah mereka. Domba-domba itu akan selamat dari ancaman, dan dilindungi oleh keadilan ilahi dari pelanggaran-pelanggaran yang telah mereka lakukan, dan Sang Gembala Agung mereka akan memulihkan mereka dari segala kerusakan. Mereka juga selamat dari incaran singa yang mengaum-aum. Mereka akan berbahagia untuk selamanya. . Sementara itu, mereka akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Ini adalah hak istimewa mereka selama ada di perjalanan. Mereka akan berbuat ini itu di dunia ini oleh kasih karunia Kristus, tinggal di kandang-Nya seperti seorang yang berada di rumahnya sendiri, bebas masuk keluar sesuka hati. Orang-orang yang percaya dengan sungguh-sungguh merasa seperti di rumah sendiri saat mereka ada di dalam Kristus. Saat mereka pergi ke luar, mereka tidak terkunci seperti seorang asing, tetapi bebas untuk masuk kembali. Saat mereka masuk, mereka tidak dikurung seperti seorang pelanggar hukum, namun bebas untuk keluar. Mereka pergi ke ladang setiap pagi dan pulang ke kandang saat malam, dan baik di ladang maupun di kandang, Sang Gembala selalu menuntun dan menjagai mereka, dan di kedua tempat itu pula mereka selalu menemukan padang rumput: rumput di ladang, jerami di kandang. Mereka selalu memiliki firman Allah untuk dipercakapkan, baik di depan umum maupun secara pribadi, sehingga kehidupan rohani mereka ditopang dan diberi makanan bergizi, sehingga kerinduan jiwa mereka yang mulia itu terpuaskan. Mereka dipenuhi dengan kebaikan di rumah Allah yang berkelimpahan. . Kristus adalah gembala (ay. 11 dst). Dalam Perjanjian Lama, Dia dinubuatkan sebagai gembala (Yes. 40:11; Yeh. 34:23; 37:24; Za. 13:7). Dalam Perjanjian Baru, Ia dinubuatkan sebagai Gembala Agung (Ibr. 13:20; 1Ptr. 5:4), Gembala dan pemelihara jiwa kita (1Ptr. 2:25). Allah, sang pemilik kita yang agung, pemilik padang rumput yang telah menciptakan kita sebagai domba-domba-Nya, telah menetapkan Anak-Nya Yesus sebagai gembala kita, dan di sini berulang kali Ia mengakui hubungan itu. Dia memelihara gereja-Nya dan setiap orang percaya seperti seorang gembala yang baik memperlakukan domba-domba gembalaannya. Namun, Ia juga menuntut perhatian dan ketaatan dari gereja-Nya dan dari setiap orang percaya sebagaimana yang biasanya dikehendaki gembala di daerah-daerah Israel waktu itu dari kawanan domba mereka.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Senin, 1 Mei 2023 DIPAMASERO ANNA DI SUA (Dikuduskan untuk diutus) - Keluaran 4:18-31 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Sabtu, 29 April 2023 - Napoinaa sae lako mukarangna keallo-keallu (KESEHARIANPUN DIURUS) - Yohanes 21:1-14 All Renungan Gereja Toraja 2023: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |