| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Senin, 01 Mei 2023 Renungan Gereja Toraja Senin, 1 Mei 2023 DIPAMASERO ANNA DI SUA (Dikuduskan untuk diutus) - Keluaran 4:18-31ALLAH MURKA, APA GERANGAN DOSA MUSA ? Katassuran 4:18-31 Keluaran 4:18-31 Musa sule lako Mesir 18 Sulemi tu Musa lako Yitro matusanna, nama'kada lako nakua. Eloranna' kusule sitammu mintu' siulu'ku dio Mesir, angku issanni ba'tu la tuo siapi. Mebalimi Yitro lako Musa, nakua: Pela'moko lalan! 19 Ma'kadami PUANG lako Musa tonna diopa Midian. Nakua: Sulemoko lako Mesir, belanna iatu mintu' tau la umpateiko, matemo. 20 Naalami Musa tu bainena sia anakna sola duai, napopa'keledai sule lako tondok Mesir, sia naala Musa tu tekkenNa Puang Matua natoei. 21 Ma'kadami tu Puang lako Musa, nakua: Totemo la sulemoko lako Mesir, apa kilalai kumua la mupogau' dio olona Firaun tu mai tanda kalle-kallean tu Kupakuasangko, apa la Kupamakarra' penaanna, naurunganni tang untangga'i male tu to buda. 22 Attu iato la ma'kadako lako Firaun, kumua: Susite tu kadanNa PUANG: Iatu Israel anakKu muane, iamo anak pa'bunga'Ku. 23 Iamoto Kukua lako kalemu: Eloranni tu anakku male anna penombaiNa'; iake tae'i mueloranni male, manassa la Kupatei tu pia muane pa'bunga'mu. 24 Iatonna dio lu lalan lan misa' banua pa'bongian tu Musa saemi tu PUANG la umpatei. 25 Naalami Zipora tu piso batu na seppa'i tu kuli' tappa' kasirisanna anakna, anna pasussuanni lette'na muanena, nama'kada nakua: Ikomo misa' to diparampo rara lako kaleku. 26 Tae'mo Napatumbai Puang tu Musa. Attu iato ma'kadami, nakua: Ikomo misa' to diparampo rara, belanna sunna'. 27 Ma'kadami PUANG lako Harun, Nakua: Maleko sitammu Musa lako padang pangallaran. Malemi naappa'i dio taneteNa Puang Matua, anna udungi. 28 Napokadami Musa lako Harun tu mintu' kada Nasuanni PUANG, sia iatu tanda kalle-kallean, tu Nasuanni Puang la napogau'. 29 Malemi tu Musa sola Harun anna rampunni tu mintu' ambe'-ambe' to Israel. 30 Naparampomi Harun lako tau iato mai tu mintu' kadanNa PUANG lako Musa sia napogau' tu tanda kalle-kallean iato dio tingayona to buda. 31 Napatonganmi to buda tu kadanna Musa sia iatonna rangimi, kumua Nakilalaimo PUANG sia Natiromo tu kamaparrisanna, tukkumi menomba. Musa kembali ke Mesir 4:18 Lalu Musa kembali kepada mertuanya Yitro serta berkata kepadanya: "Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat apakah mereka masih hidup." Yitro berkata kepada Musa: "Pergilah dengan selamat." 4:19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: "Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati." 4:20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya. 4:21 Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi. 4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; 4:23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung." 4:24 Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. 4:25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." 4:26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu. 4:27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya. 4:28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat. 4:29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel. 4:30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa, serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu. 4:31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah. Penjelasan: * DIPAMASERO ANNA DI SUA Ia tu Pangallu-Na Puang manassa tangtileluk, iamoto anna ia tu muntu mangkanna Nalampak lan pangalluna inang lanasundunni. Male tu Musa umpallaian kalena lako Midian belanna mataku lako Firaun tonna mangka umpatei misa to mesir belanna umpembuloi sangsiuluranna. Apa ia tonna sangapa-apamo dio Midian narampoimi kadan-Na Puang kumua anna sule lako Mesir belanna inang iamo dipasakka laundoloan to Israel tassu diomai tondok Mesir male lako tondok tu mangka naallu Puang Matua lako nenek to dolona Abraham, Izak na Yakub. Tae anna tapa kede tu Musa, sangadinna male dolo messabi lako matusanna iamo tu Yitro. Naeloranmi Yitro male anna napaturui passambayang nakua pelamoko lalan (18). Lan te kadisuanna tu Musa, inang napasan dolomo Puang Matua lako kalena kumua lanapamakarra tu penaanna Firaun, na indemoto lananai Musa umpogau tanda kale-kallean naurunganni untandai Firaun kumua ia tu Musa manassa pesuan-Na Puang Matua sia inang Iamo Puang makuasa, tu tae kapenomban senga undaoanni dao te lino. Apa lan kalingkanna lako Mesir, saeomi tu Puang la umpatei (24).Kara-kara iate lamendadi papakilala lako kalena kumua sipatu tu tau dipamasero namane umpassananni tu passanan diomai Puang, belanna ia tu Musa sola anakna taepa na disunna, (situru kabiasanna to Israel kumua ia tu to taepa na disunna battuananna taepa anna dipamasero). Naalami bainena tu kuli kasirisanna anakna anna padepenni rarana tu lettena Musa la mendadi tanda kumua mangkamo disunna. Malekemi tu Musa anna patarrui tu kalingkanna lako Mesir tonna mangka sitammu Harun. Maleso te kada lan pabasanta kumua moi raka anna malemo tu Musa umpallaian kalena lako Midian, apa natambai Puang Matua sule la umpasomboi tu pangallu-Na lako to Israel tonna mangkamo dipamasero.Amin. * Musa Kembali ke Mesir (4:18-23) Di sini kita membaca perihal: I. Musa memperoleh izin dari ayah mertuanya untuk kembali ke tanah Mesir (ay. 18). Ayah mertuanya ini telah berbuat baik selama ini kepadanya ketika ia menjadi seorang asing, dan karena itu tidaklah sopan baginya untuk meninggalkan keluarganya, dan juga tidaklah adil untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai gembala begitu saja tanpa memberitahukan ayah mertuanya. Perhatikanlah, kehormatan untuk diterima dalam persekutuan dengan Allah, dan ditugaskan di dalam pekerjaan-Nya, tidaklah membebaskan kita dari kewajiban memelihara hubungan kekeluargaan dan panggilan-panggilan tugas di dunia ini. Musa tidak berkata apa-apa kepada ayah mertuanya (seperti yang tampak) mengenai penyataan yang agung dari Allah kepadanya. Atas perkenanan seperti ini memang kita patut berterima kasih kepada Allah, tetapi tidak pantas kita bangga-banggakan di hadapan manusia. II. Musa menerima dorongan dan pengarahan lebih lanjut mengenai pekerjaannya. Setelah Allah menampakkan diri kepadanya di semak belukar untuk meneguhkan hubungan dengannya, sesudah itu tampaknya, Dia sering berbicara kepada Musa ketika ada kesempatan, dengan cara yang lebih sederhana bagi Musa. Dan, 1. Allah meyakinkan Musa bahwa halangan sudah tidak ada lagi. Apa pun bentuk musuh baru yang mungkin akan muncul kemudian akibat pekerjaannya itu, musuh-musuh lamanya sudah mati semuanya, semua orang yang ingin mencabut nyawanya telah mati (ay. 19). Mungkin rasa takut tersembunyi kalau jatuh ke tangan mereka telah mendasari sikap keengganannya untuk pergi ke tanah Mesir itu. Mungkin ia enggan mengakuinya, sehingga membuat berbagai alasan tidak layak, tidak mampu, tidak pandai bicara, dan sebagainya. Perhatikanlah, Allah mengetahui semua godaan yang dialami umat-Nya, dan Ia tahu bagaimana cara melengkapi mereka untuk melawan semua rasa takut mereka yang tersembunyi (Mzm. 142:4). 2. Allah memerintahkan Musa untuk membuat mujizat, tidak saja di hadapan tua-tua Israel, tetapi juga di hadapan Firaun (ay. 21). Mungkin ada beberapa orang di istana Firaun yang masih ingat Musa ketika ia masih menjadi anak puteri Firaun. Mereka ini mungkin waktu itu sering kali mengatai Musa seorang yang bodoh karena mau saja meninggalkan segala kehormatannya sebagai anak puteri Firaun. Akan tetapi, sekarang ia diutus kembali ke istana itu dengan menyandang kuasa yang lebih besar daripada yang dapat diberikan oleh putri Firaun kepadanya, sehingga nyatalah bahwa ia tida rugi dengan pilihannya itu. Sekarang tongkat ajaib ini lebih memperelok tangan Musa daripada yang dapat dilakukan oleh tongkat kerajaan Mesir. Perhatikanlah, orang-orang yang memandang hina kehormatan-kehormatan duniawi akan menerima balasan kehormatan yang datang dari Allah, yakni kehormatan yang sejati. 3. Bahwa kekerasan hati Firaun tidak akan mengejutkan Musa atau mengecilkan hatinya, karena sebelumnya Allah telah memberitahukan bahwa Dia akan mengeraskan hatinya. Firaun telah mengeraskan hatinya terhadap rintihan dan tangisan orang-orang Israel yang tertindas, dan menutup pintu belas kasihannya bagi mereka. Karena itu, sekarang Allah, di dalam penghakiman-Nya yang adil, mengeraskan hati Firaun supaya jangan hatinya luluh ketika melihat mujizat-mujizat dan kengerian tulah-tulah yang diturunkan. Perhatikanlah, para pelayan Tuhan harus siap menghadapi banyaknya pekerjaan yang sia-sia: kita tidak boleh merasa aneh jika bertemu dengan orang-orang yang tidak mau hatinya digerakkan oleh berbagai pernyataan yang paling kuat dasarnya dan alasan yang paling masuk akal. Biar Tuhan sajalah yang menilai. 4. Kata-kata diletakkan di dalam mulut Musa, dan dengan kata-kata itulah ia berbicara kepada Firaun (ay. 22-23). Allah telah berjanji kepadanya (ay. 12), Aku akan mengajar engkau tentang apa yang harus kau katakan, dan di sini Allah mengajarnya. * Penyunatan Anak Laki-laki Musa (4:24-31) Dalam perikop di atas kita menemukan Musa sedang dalam perjalanan menuju Mesir. Kita diberitahukan, I. Bagaimana Allah menjadi murka kepadanya (ay. 24-26). Ayat-ayat ini merupakan bagian yang paling sulit dari kisah ini. Sudah banyak orang berusaha menulis tentang hal ini, dan ditulis dengan sangat baik, untuk membuatnya dapat dimengerti dengan jelas. Kita akan coba menjelaskannya dengan baik. Dalam ayat-ayat tadi kita dapati, 1. Dosa Musa, yaitu lalai untuk menyunat anak laki-lakinya. Mungkin hal ini merupakan akibat dari menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan seorang perempuan Midian, yang terlampau menyayangi anaknya, sementara Musa sendiri juga sangat menyayangi istrinya. Perhatikanlah, (1) Kita harus menjaga hati kita sendiri dengan sangat berhati-hati, supaya jangan sampai rasa suka kita atas suatu hubungan melebihi kasih kita kepada Allah, dan akhirnya merampas kita dari kewajiban kepada-Nya. Hal seperti ini pernah dituduhkan kepada imam Eli yang lebih menghormati anak-anaknya daripada Allah (1Sam. 2:29; Mat. 10:37). (2) Bahkan orang-orang yang baik juga cenderung menjadi dingin dalam semangat mereka bagi Allah dan kewajiban mereka ketika mereka sudah terlampau lama tercabut dari lingkungan perkumpulan orang beriman. Hidup menyendiri memang memiliki kelebihannya sendiri, namun kelebihan itu jarang dapat mengatasi kehilangan persekutuan Kristen. 2. Ketidaksenangan Allah terhadap Musa. Allah datang menjumpainya, dan, mungkin dengan sebilah pedang di tangan malaikat, dan berikhtiar untuk membunuhnya. Kejadian ini merupakan suatu perubahan yang besar. Baru saja berselang Allah bercakap-cakap dengannya, dan menaruh kepercayaan kepadanya, sebagaimana layaknya seorang sahabat. Namun, sekarang Dia datang melawannya seperti seorang musuh. Perhatikanlah, (1) Kelalaian adalah dosa, dan harus dihadapkan kepada penghakiman, khususnya penghinaan dan pengabaian terhadap meterai-meterai perjanjian. Sebab, sikap seperti itu merupakan tanda bahwa kita memandang rendah janji-janji yang ada di dalam perjanjian itu, dan menunjukkan ketidaksenangan terhadap persyaratan-persyaratan perjanjian itu. Orang yang melakukan tawar-menawar, dan tidak bersedia memeteraikan dan mengesahkan perjanjian itu, pantas untuk diduga bahwa ia tidak menyukai perjanjian itu atau tidak ingin mendukungnya. (2) Allah memerhatikan, dan sangat tidak senang terhadap dosa-dosa umat-Nya sendiri. Jika mereka mengabaikan kewajiban mereka, biarlah mereka bersiap-siap mendengar hal itu dari hati nurani mereka sendiri, dan mungkin merasakannya melalui tindakan-tindakan penyelenggaraan ilahi. Karena hal ini banyak orang menjadi sakit dan lemah, sebagaimana yang diperkirakan orang tentang Musa di sini. 3. Dilaksanakannya dengan segera kewajiban yang lalai dikerjakannya, yang karenanya Allah berpaling melawan dia. Anak laki-lakinya harus disunat. Musa tidak sanggup menyunatnya, sehingga pada saat yang mendesak ini, Zipora yang melakukannya. Saya tidak bisa memastikan apakah dia melakukannya dengan kata-kata yang geram (mengungkapkan ketidaksukaannya atas ketetapan itu sendiri, atau setidaknya rasa tidak suka karena harus dilakukan kepada seorang anak yang masih kecil, dan saat sedang berada di tengah perjalanan), sebagaimana tampaknya menurut saya. Tidak jelas juga apakah dia melakukannya dengan kata-kata yang pantas, yaitu dengan penuh kesungguhan yang menyatakan penyerahan anak itu kepada Allah berdasarkan perjanjian sunat (sebagaimana pemahaman beberapa orang), atau rasa syukurnya kepada Allah karena telah menyelamatkan nyawa suaminya dan memberikan kehidupan baru kepada suaminya itu, dan dengan demikian pula, memberikan kepadanya suatu pernikahan baru dengan suaminya, oleh karena telah menyunatkan anaknya itu (sebagaimana pemahaman orang-orang lain). Walaupun tidak pasti apa itu, namun kita bisa belajar dari sini, (1) Bahwa ketika Allah membukakan kepada kita sesuatu yang salah di dalam hidup kita, maka kita harus segera memperbaikinya dengan segala daya upaya, dan khususnya segera kembali kepada kewajiban-kewajiban ibadah yang telah kita abaikan. (2) Membuang dosa merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk menghapuskan penghakiman Allah. Ini adalah suara dari setiap tongkat, yang memanggil kita untuk kembali kepada-Nya yang telah memukul kita. 4. Pembebasan Musa sesudah itu: Lalu TUHAN membiarkan Musa. Penyakit sudah pergi, malaikat pembinasa sudah mengundurkan diri, dan semua menjadi baik. Hanya Zipora yang tidak dapat melupakan ketakutan yang dialaminya. Dengan gugup bercampur marah ia memanggil suaminya sebagai pengantin darah, karena telah mengharuskan dia menyunat anak itu. Mungkin setelah kejadian ini Musa memulangkan mereka kembali kepada ayah mertuanya, supaya mereka tidak menimbulkan kesukaran lebih lanjut. Perhatikanlah, (1) Ketika kita kembali kepada Allah dan melakukan kewajiban ibadah kita, maka Dia akan kembali kepada kita dengan membawa belas kasihan-Nya. Lenyapkan penyebabnya, dan akibatnya akan berhenti. (2) Kita harus memutuskan untuk menanggungnya dengan sabar, jika semangat kita bagi Allah dan ketetapan-ketetapan-Nya disalahtafsirkan dan dihalangi oleh orang-orang yang seharusnya mengerti dengan lebih baik tentang diri mereka sendiri, tentang kita, dan tentang kewajiban ibadah mereka, sebagaimana halnya semangat Daud yang disalahtafsirkan oleh Mikhal. Dan jika keadaannya menjadi buruk, jika sampai berdarah-darah, maka kita harus lebih gigih dan sabar lagi. (3) Ketika ada pelayanan khusus yang harus kita kerjakan bagi Allah, kita harus menyingkirkan sejauh mungkin hal-hal yang kemungkinan besar akan menjadi hambatan bagi kita. Biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka, tetapi kamu ikutlah Aku. II. Bagaimana Harun menjumpai Musa di dalam kasih (ay. 27-28). 1. Allah mengutus Harun untuk menjumpai Musa, dan membimbingnya ke tempat di mana ia dapat menemukannya, yaitu di padang gurun yang terbentang menuju arah Midian. Perhatikanlah, penyelenggaraan Allah harus diakui dan disyukuri dalam perjumpaan yang penuh penghiburan di antara sanak saudara dan sahabat-sahabat. 2. Harun sangat bergegas-gegas menjumpai Musa di gunung Allah, tempat Allah pernah menjumpai Musa. Ini dilakukannya karena ia patuh pada perintah Allahnya, dan mengasihi saudaranya. 3. Mereka saling berpelukan dengan penuh rasa kasih sayang. Semakin mereka melihat tuntunan langsung Allah dalam mempertemukan mereka, semakin menyenangkan perjumpaan mereka jadinya. Mereka saling berciuman, tidak saja sebagai tanda kasih sayang persaudaraan, dan mengenang relasi yang sudah lama, tetapi juga sebagai janji ikatan hati untuk menerima pekerjaan yang untuknya mereka telah dipanggil bersama-sama. 4. Musa memberitahukan kepada saudaranya tentang amanat yang telah ia terima, dengan segala perintah dan wewenang yang terkandung di dalamnya (ay. 28). Perhatikanlah, apa yang kita ketahui tentang Allah, harus kita sampaikan demi kebaikan orang lain. Dan orang-orang yang menjadi teman sekerja dalam pekerjaan yang sama bagi Allah harus dengan hati terbuka berusaha saling mengerti satu sama lain dengan benar dan sepenuh hati. III. Bagaimana tua-tua Israel menjumpai Musa di dalam iman dan ketaatan. Ketika untuk pertama kalinya Musa dan Harun memberitahukan amanat mereka di Mesir, mereka mengatakan apa yang telah diperintahkan untuk dikatakan dan untuk menegaskannya, melakukan apa yang telah diperintahkan untuk dilakukan, mereka mengalami penerimaan yang lebih baik daripada yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya (ay. 29-31). 1. Orang-orang Israel memberikan penghormatan kepada mereka: Lalu percayalah bangsa itu, seperti yang sebelumnya telah difirmankan Allah (3:18). Mereka menyadari betul bahwa tidak ada orang yang sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti yang mereka lakukan itu, kecuali Allah menyertai mereka. 2. Mereka memberikan kemuliaan kepada Allah: maka berlututlah mereka dan sujud menyembah (ay. 31). Mereka tidak saja menyatakan rasa syukur kepada Allah dengan rendah hati, karena Dia telah membangkitkan mereka dan mengutus seorang penyelamat kepada mereka, tetapi juga menyatakan kesiapan mereka untuk menaati perintah-perintah, dan mengikuti cara-cara penyelamatan mereka dengan penuh kegembiraan.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Selasa, 02 Mei 2023 - DIKUATKAN UNTUK MENASIHATI - (Dipamatoto` lama`pakilala) - Yehezkiel 3:1-10 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Minggu, 30 April 2023 - SUPAYA MEREKA MEMPUNYAI HIDUP (Dikua anna kabu`tui kala`bian katuoan) - Yohanes 10:1-10 All Renungan Gereja Toraja 2023: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |