lagu-gereja.com/toraja

View : 531 kali
Kolose 3:5-10
Manusia baru
3:5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 3:6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 3:7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 3:8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 3:9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Penjelasan:
* Kol 3:5 - matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi // percabulan // keserakahan; // penyembahan berhala
Yang dimaksudkan dengan matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi mungkin adalah berbagai sikap dan tindakan jasmaniah yang merupakan ungkapan "manusia lama" (Bruce; bdg. Rm. 7:23; 8:13), bukan organ-organ tubuh secara harfiah yang dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang dursila, (Moule; bdg. I Kor. 6:15). Dengan demikian yang termasuk seperti halnya percabulan adalah dosa keserakahan; keinginan memiliki yang tak terkendali atau pengutamaan diri. Mungkin yang paling diperlukan oleh kalangan Kristen ialah janji untuk tidak memiliki apa-apa dan doa agar dilepaskan dari ikatan materi dan dari ambisi (pikiran ini berasal dari A. W. Tozer). Menyebut keserakahan sebagai penyembahan berhala tidak terlalu keras jika diingat bahwa pada saat kita sangat ingin memiliki sesuatu. maka hal itu sebetulnya memiliki sebagian dari diri kita.

* Kol 3:6 - Murka
Murka (orge; bdg. TWNT, V, khususnya hlm. 419-448) sering kali dikaitkan dengan kemarahan (thymos), kadang-kadang bila dikaitkan dengan Allah (Rm. 2:8; bdg. Why. 16:19; 19:15). Bagi manusia, murka bukan sesuatu yang dilarang secara mutlak, berbeda dengan doktrin apatheia dari golongan Stoa (lihat Ef. 4:26; bdg. I Kor. 14:20; Yoh. 2:13-17; Yak. 1:19, 20). Sekalipun demikian Paulus melukiskannya secara ciri khas dari "manusia lama" (3:8; Ef. 4:31; bdg. Rm. 12:19).

Konsep Murka Allah bukan merupakan sisa dari ideologi Perjanjian Lama yang primitif. Murka Allah merupakan dasar dari takut akan Allah (Ibr. 10:31; Yak. 4:12; Mat. 10:28); dan murka di sini juga jangan dipandang sebagai perasaan yang bersifat sementara, tetapi sebagai watak yang tetap, sebuah prinsip retribusi (Rm. 1:18; 3:5; 9:22; bdg. Yoh. 3:36; Ibr. 3:11), tidak jauh berbeda dengan murka seorang penguasa di dunia (Rm. 13:4, 5; I Tes. 1:10). Murka Allah sama sekali bukan meniadakan kasih-Nya, melainkan justru menegaskannya. Sebab tanpa keadilan maka kemurahan hati kehilangan makna (bdg. R. V. G. Tasker, The Biblical Doctrine of the Wrath of God).

* Kol 3:7-8 - Yang keluar dari mulutmu
Bandingkan 2:6. Yang keluar dari mulutmu mungkin mengacu kepada semua dosa yang terdaftar. Dosa yang kelihatan itu menular, dan kemampuan untuk mengendalikannya merupakan langkah yang panjang menuju kelepasan darinya.

* Kol 3:9-10 - Menanggalkan // (baru) // yang terus-menerus diperbaharui // mengenakan // Pengetahuan
Menanggalkan (apekdysamenoi), mengacu kepada saat pertobatan, mengandung arti melepaskan, seperti melepas gaun, dan menghukum manusia lama, yaitu dengan mengidentifikasikan diri dengan Kristus dalam kematian-Nya (lih. taf. 2:15). Neon (baru) atau, seperti di bagian lain, kainos (mis. Ef. 4:24), ditafsirkan menurut frasa sesudahnya yang terus-menerus diperbaharui. Maksudnya, kehidupan bersama "di dalam Kristus" makin teraktualisasikan di dalam diri individu Kristen (bdg. II Kor. 3:18; lih. Pendahuluan). Dengan demikian, gambar Allah, yang gagal direalisasikan oleh Adam pertama, kini sedang digenapi di dalam putra-putra Adam kedua (bdg. Kej. 1:26; Ibr. 2:5 dst.; Rm. 8:29; I Kor. 15:45 dst.). Ini berarti bahwa orang-orang percaya bukan saja telah mengenakan sifat-sifat yang baru namun sedang mengalami suatu perubahan psikologis yang pada saat parousia Kristus, yakni pada kedatangan-Nya yang kedua kali, akan kelihatan dalam kesempurnaannya (Rm. 12:2; I Kor. 15:53). Orang-orang Kristen, sebagaimana diungkapkan dalam Surat kepada Diognetus pada abad kedua, merupakan anggota suatu "bangsa baru." Pengetahuan. Lihat tafsiran 1:9.

* Total depravity (kerusakan total) adalah salah satu ajaran yang menegaskan bahwa dosa telah menciptakan kerusakan bagi kehidupan. Dosa membuat segala yang dikerjakan oleh manusia berpotensi menghasilkan kerusakan entah itu pada diri sendiri, orang lain, bahkan pada lingkungan. Lalu, manusia pada dirinya sendiri akhirnya tidak sanggup untuk mengikut jalan Tuhan. Manusia  sepenuhnya  bergantung  kepada  pembaharuan  hidup yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Nah, apa ciri dari orang-orang yang sudah hidup sebagai manusia baru yang telah ditebus dan dikuduskan di dalam dan oleh Tuhan?

Penampakan yang paling jelas dari manusia baru tampak dalam  laku  hidup  sehari-hari. Hidup  sebagai  manusia  baru mewujud dalam kesediaan meninggalkan berbagai perilaku yang tidak berkenan bagi Tuhan, seperti: percabulan, kenajisan, nafsu jahat dan keserakahan, marah, geram, kejahatan, fitnah, saling mendustai, dan kata-kata tidak bermakna yang sering diucapkan. Singkatnya, hidup baru mengandaikan bahwa kita siap menjalani hidup  dalam  penyertaan  Roh  Kudus.  Di  sini,  penyertaan  Roh Kudus menjadi penting karena hidup baru itu dijalani dalam ketegangan terus-menerus antara anugerah dan dosa.

Karena itu, panggilan hidup baru adalah panggilan untuk berjalan pada jalan Tuhan. Kesediaan mengenakan manusia baru adalah kesediaan untuk dituntun oleh Roh Kudus yang akan terus membaharui   kita   dari   hari   ke   hari.   Ini   adalah   proses   yang menuntut kita meninggalkan manusia lama. Menjadi manusia baru menuntut kita melakukan perubahan radikal. Matikanlah manusia lama  itu  dan  hiduplah  dalam  tuntunan  Roh  yang  membaharui hidup dari hari ke hari.  Amin


Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Jumat, 14 April 2022 - HIDUP DALAM KASIH (Tuo lan Pa`kaboro`) - Kolose 3:11-17


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Rabu, 12 April 2023 - AMAN DALAM LINDUNGAN TUHAN (Manaman lan pangrondongna Puang) - Mazmur 31:1-23


All Renungan Gereja Toraja 2023:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login