lagu-gereja.com/toraja

View : 639 kali
Kolose 3:11-17
3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. 3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Penjelasan:
* Anjuran mengenai Kasih  
    Rasul Paulus melanjutkan dengan nasihat supaya jemaat saling mengasihi dan berbelas kasihan. Karena itu, kenakanlah belas kasihan (ay. 12). Kita tidak hanya perlu menanggalkan marah dan geram (seperti di ay. 8), tetapi juga harus mengenakan belas kasihan dan kemurahan. Bukan hanya berhenti berbuat jahat, melainkan juga belajar untuk berbuat baik. Bukan hanya tidak menyakiti, melainkan juga sebisa mungkin melakukan apa yang baik kepada semua orang.

 I. Alasan yang dipakai di sini untuk menegaskan nasihat itu sangatlah menggugah. Sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah. Perhatikan,
            1. Orang-orang yang dikuduskan adalah orang-orang pilihan Allah. Dan orang-orang yang merupakan pilihan Allah, dan yang dikuduskan, mereka juga dikasihi-Nya, dikasihi oleh Allah, dan juga harus menjadi dikasihi oleh semua orang.
            2. Orang-orang yang menjadi pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi, harus berperilaku sesuai dengan keadaan mereka itu, supaya tidak kehilangan kekudusan mereka, dan juga penghiburan mereka sebagai orang-orang pilihan dan dikasihi. Barangsiapa kudus di hadapan Allah wajib merendahkan diri dan penuh kasih terhadap semua orang.

II. Agar dapat melakukan semua ini, di sini kita diberi nasihat tentang beberapa hal, yaitu,
            1. Supaya kita menutupi diri kita dengan baju kasih (ay. 14). Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih. Epi pasi de toutois -” di atas segala sesuatu. Kiranya kasih menjadi pakaian, jubah, seragam, lambang kebesaran dan tanda pembeda kita. Atau, kiranya kasih menjadi yang utama dan yang tertinggi, sebagai keseluruhan dan rangkuman dari loh batu yang kedua. Tambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang (2Ptr. 1:5-7). Paulus meletakkan dasarnya pada iman, dan menaruh puncaknya pada kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan, sebagai semen dan pusat dari kumpulan orang-orang yang berbahagia. Persatuan Kristen terbentuk dari kesepakatan dan kasih satu sama lain.
            2. Menundukkan diri kita kepada pemerintahan damai sejahtera Kristus (ay. 15). Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu. Maksudnya, Allah dalam keadaan berdamai dengan kamu, dan kamu merasa nyaman bahwa Dia menerima dan berkenan kepadamu. Atau, suatu kecenderungan untuk berdamai di antara kamu sendiri, suatu roh yang penuh damai sejahtera, yang menjaga perdamaian, dan memperdamaikan. Ini disebut damai sejahtera Kristus, karena ini merupakan karya-Nya di dalam semua orang yang adalah milikNya. Sebab Kerajaan Allah adalah soal kebenaran dan damai sejahtera (Rm. 14:17). “Kiranya damai sejahtera ini memerintah dalam hatimu, menang dan berkuasa di sana, atau menjadi seperti wasit yang memutuskan segala masalah perbedaan di antara kamu.” Karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Kita dipanggil untuk memiliki damai sejahtera ini, yaitu kedamaian dengan Allah sebagai hak istimewa kita dan kedamaian dengan saudara-saudara kita sebagai kewajiban kita. Dengan menjadi satu tubuh, kita dipanggil untuk hidup damai seorang dengan yang lain, sebagaimana halnya anggota-anggota dari tubuh jasmani. Karena, kita semua adalah tubuh Kristus dan kita masing-masing adalah anggotanya (1Kor. 12:27). Agar damai sejahtera di dalam kita ini terpelihara, maka kita harus bersyukur. Tugas untuk bersyukur kepada Allah adalah sebuah tugas yang begitu indah dan menyenangkan, sehingga itu akan membantu kita untuk menjadi ramah dan menyenangkan terhadap semua orang. “Daripada bersikap iri satu sama lain gara-gara adanya perkenan atau keunggulan pada diri orang tertentu, lebih baik bersyukurlah karena rahmat-Nya, yang dibagikan kepada kamu semua.”
            3. Membiarkan perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kita (ay. 16). Injil adalah perkataan Kristus, yang telah datang kepada kita. Namun, datang saja tidak cukup, Injil juga harus diam di antara kita, atau mengatur rumah, enoikeitō. Bukan seperti seorang hamba di dalam rumah, yang berada di bawah kuasa orang lain, melainkan seperti seorang tuan, yang berhak mengatur dan memerintah semua orang yang tinggal di bawah atap rumahnya. Kita harus mengambil semua perintah dan arahan kita dari Injil, dan mengambil jatah makanan serta kekuatan, kasih karunia dan penghiburan darinya pada saat yang tepat, seperti dari kepala rumah tangga atau tuan rumah. Injil harus diam di antara kita. Maksudnya, Injil harus selalu ada dan tersedia bagi kita di dalam segala keadaan, dan memiliki pengaruh dan kegunaan yang tepat. Kita harus mengenal Injil secara akrab, dan mengecamkannya (Ayb. 5:27). Injil harus diam dengan segala kekayaannya di antara kita, bukan hanya mengatur rumah tangga di dalam hati kita, melainkan juga mengaturnya baik-baik. Banyak orang menyimpan perkataan Kristus di dalam diri mereka, tetapi firman itu hanya diam saja tidak berbuat banyak. Firman tidak memiliki kuasa dan pengaruh yang dahsyat pada diri mereka. Jiwa baru akan makmur atau sejahtera ketika firman Allah diam dengan segala kekayaannya di dalam kita, ketika kita mengalami kelimpahannya di dalam kita, dan dipenuhi dengan ayat-ayat firman dan kasih karunia Kristus. Dan ini dilakukan dengan segala hikmat. Fungsi hikmat yang tepat adalah menerapkan apa yang kita ketahui kepada diri kita sendiri, sebagai penuntun kita. Perkataan Kristus harus diam di dalam kita, bukan dengan segala gagasan dan pemikiran yang menduga-duga, untuk menjadikan kita sebagai seorang ahli, melainkan dengan segala hikmat, untuk menjadikan kita sebagai orang Kristen yang baik, dan untuk memampukan kita mengatur perilaku kita sendiri dalam segala hal sebagai anak-anak hikmat.
            4. Mengajar dan menegur seorang terhadap yang lain. Ini akan sangat membantu kita untuk maju terus dalam segala kasih karunia. Kita mempertajam diri dengan membangun orang lain, dan kita menambah pengetahuan kita dengan menyampaikannya untuk membangun orang lain. Kita harus mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian. Perhatikan, menyanyikan mazmur adalah sebuah perintah Injil, psalmois kai hymnois kai ōdais, yaitu menyanyikan Mazmur Daud, dan lagu-lagu puji-pujian dan syair rohani, yang dikumpulkan dari ayat-ayat firman, dan dicocokkan dengan kesempatan-kesempatan khusus, dan bukannya menyanyikan nyanyian-nyanyian kotor dan duniawi dari upacara penyembahan berhala. Puisi agamawi agaknya didukung juga oleh ungkapan-ungkapan ini, dan bisa amat membangun. Namun, ketika menyanyikan mazmur, kita tidak membuat irama apa pun kecuali kita menyanyikannya dengan disertai ucapan syukur di dalam hati kita, kecuali hati kita juga tergugah dengan apa yang kita nyanyikan dan meresapinya dengan perenungan yang mendalam dan sungguh-sungguh. Menyanyikan mazmur adalah sebuah bentuk ibadah untuk mengajar sekaligus ibadah untuk memuji. Kita tidak hanya harus membangun dan mendorong diri kita sendiri, tetapi juga harus mengajar dan menegur seorang akan yang lain, saling menggerakkan perasaan kita, dan menyampaikan nasihat dan tuntunan.
            5. Segala sesuatu harus dilakukan di dalam nama Kristus (ay. 17). Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, menurut perintah-Nya dan sesuai dengan kekuasaan-Nya, melalui kekuatan yang diturunkan dari Dia, dengan mata yang tertuju pada kemuliaan-Nya, dan bergantung pada kebaikan-Nya untuk menerima apa yang baik dan mendapatkan ampunan bagi apa yang salah. Sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.


* HIDUP DALAM KASIH

Jika kita diminta untuk mengungkapkan inti iman Kristen dalam satu kata maka kata tersebut adalah KASIH. Allah yang kita sembah adalah Kasih. Kita hidup karena kasih-Nya. Melalui Yesus Kristus, kita telah ditebus dari kefanaan dan dipanggil menjalani hidup sebagai orang-orang yang dikasihi dan mengasihi-Nya.
Dari  surat  Kolose,  kita  diingatkan  bahwa  Allah  sebagai Kasih  adalah  Allah  yang  tidak  diam.  Ibarat  aliran  air,  kasih-Nya yang mengalir kepada kita mengalir juga kepada orang-orang di sekitar kita. Karena itu, setiap orang yang sudah dikasihi-Nya harus hidup dalam kasih dan berdampak bagi orang-orang di sekitarnya. Kita  diminta  untuk  senantiasa  mengenakan  belas  kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (ay. 12). Jika kasih Tuhan yang sudah kita peroleh berbuahkan pengampunan, maka kita wajib saling mengampuni (ay. 13). Di tengah kepelbagaian dalam persekutuan, kasih dari Allah kiranya menjadi  pengikat  yang  kokoh  (ay.  14,15).  Singkatnya,  bentuk syukur kita atas limpahan kasih dari Allah harus mewujud dalam relasi dengan sesama.

Sesungguhnya, ada tugas kerasulan yang melekat dalam identitas kita sebagai orang-orang yang dikasihi dan mengasihi Allah. Setiap orang dipanggil untuk menyatakan kasih Allah yang melimpah atas dirinya. Jika kita percaya bahwa Allah adalah Kasih maka seharusnya seluruh tindakan kita dalam kasih merupakan kesaksian tentang Allah. Karena itu, baiklah kita menguji seluruh tindakan kasih itu. Apakah tindakan kasih itu sudah sungguh- sungguh melekat dalam pengakuan bahwa semuanya dilakukan dalam rangka memuliakan Allah? Amin


Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Sabtu, 15 April 2023 - BERJALAN BERSAMA TUHAN (Tumengka sisola Puang) - Yosua 3:1-17


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Kamis, 13 April 2022 - HIDUP SEBAGAI MANUSIA BARU (Tuo lan a`gan ba`ru) - Kolose 3:5-10


All Renungan Gereja Toraja 2023:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login