lagu-gereja.com/toraja

View : 777 kali
KITA TELAH DISATUKAN MENJADI KAWAN SEKERJA ALLAH

Efesus 2:11-22
Bahasa Toraja:
KuasanNa Puang Matua tu payan lan kasiturusanna to Yahudi sia to kapere'
11Iamoto pengkilalai, kumua dolona to kapere'komi diona batang kale sia nasangakomi to disanga umpogau' sunna', kumua to tang umpogau'komi sunna', iamotu naolanna lima dio batang kale.
12Attu iato salian rindingkomi dio mai Kristus sia tae' mitamai katongananna to Israel sia butung to saekomi tu diona basse Naallu' Puang Matua sia tae' mima'rannuan sia tae' miposande' Puang Matua lan te lino.
13Apa kamu tu mambela dolona, totemo tete dio Kristus Yesu, anna popengkareke'mokomi raraNa Kristus.
14Belanna Ia dadi kasikaeloanta, umpamisa'i patomalinna sia urrondonni tu rinding ussapa'i, iamotu kasiualian;
15belanna mangka umpasalian tuntunan sukaran aluk sola mintu' pangalukanna lan batang kaleNa, dikua anna lan Kalena Nanii umpopendadi misa'i tolino ba'ru patomalinna anNa pabu'tu kasikaeloan,
16kumua anna Ia umpasikaeloi Puang Matua tu patomalinna mendadi misa' batang kale diona kayu pea'ta', anna inde to Nanii umpa'dei tu kasiualian.
17AnNa sae umpa'peissanan Kareba-kaparannuan diona kasikaeloan lako kamu tu mambelanna sia lako duka mandappi'na,
18belanna bannang dioRi anta belai patomalinta umpennoloi Ambe', Naria to Penaa misa'.
19Nasusito tae'mo mitosae sia to mentiruran, sangadinna sangtondokmokomi tu mai to masallo' sia sikurinmokomi lan banuanNa Puang Matua,
20tu dibangun dao parandangan naparokko mintu' rasulu' sia nabi, na iatu batu petaunna iamotu Kristus Yesu.
21Lan Kristus dinii umpasikala' nasangi tu garagan banua dipabendan, anna salangngan-langnganna nabendan misa' banua kabusungan maindan diona Puang.
22Lan duka Kristus minii dipabendan sola, ammi dadi inan Nanii Puang Matua diona Penaa.  

Bahasa Indonesia:
Dipersatukan di dalam Kristus
2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- 2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Penjelasan:
* Keadaan Jemaat Efesus sebelumnya pada Dasarnya Menyedihkan (2:11-13)
Di dalam ayat-ayat ini, Rasul Paulus melanjutkan penjelasannya tentang keadaan jemaat Efesus yang pada dasarnya menyedihkan. Karena itu ingatlah, dst. (ay. 11). Seolah-olah ia mengatakan, “Kamu harus ingat bagaimana keadaanmu sebelumnya, dan bandingkanlah keadaan itu dengan keadaan kalian yang sekarang, supaya kamu merendahkan diri, dan supaya timbul kasih dan ucapan syukurmu kepada Allah.” Perhatikan, orang berdosa yang telah diubahkan harus sering-sering merenungkan keadaan mereka yang semula, yang berdosa dan malang. Orang-orang bukan Yahudi menurut daging, artinya, yang hidup di dalam kebobrokan sifat mereka, dan tidak melakukan sunat, sebagai tanda lahiriah bahwa mereka mendapat bagian di dalam perjanjian anugerah. Yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka, dst., maksudnya, “Gara-gara hal itu kamu ditegur dan dikecam oleh orang Yahudi yang mementingkan hal-hal di luar, yang menyatakan pengakuannya secara lahiriah, dan memperhatikan tidak lebih daripada hukum lahiriah.” Perhatikan, orang-orang yang hanya mengaku di bibir saja cenderung menghargai diri mereka terutama berdasarkan hak istimewa mereka secara lahiriah, dan mengecam serta menghina orang lain yang tidak memiliki keistimewaan itu. Rasul Paulus menggambarkan malangnya keadaan mereka dalam beberapa hal (ay. 12). “Bahwa waktu itu, ketika kamu masih bukan Yahudi, dan belum diubahkan, kamu,”

1. “Tidak memiliki Kristus, tanpa pengetahuan akan adanya Mesias, dan tidak memperoleh bagian dalam keselamatan di dalam Dia atau memiliki hubungan dengan Dia.” Memang benar bahwa semua orang berdosa yang belum diubahkan, semua orang yang tidak beriman, tidak memiliki bagian dalam keselamatan di dalam Kristus. Dan tentulah amat malang dan menyedihkan jika seseorang tidak memiliki Kristus. Tanpa Kristus, mereka,

2. Tidak termasuk kewargaan Israel. Mereka tidak termasuk di dalam jemaat Kristus, dan tidak memiliki persekutuan dengan jemaat-Nya, karena persekutuan itu hanya dibatasi untuk bangsa Israel. Ditempatkan dalam jemaat Kristus, dan turut mendapat bagian bersama anggota jemaat di dalam keuntungan yang hanya diberikan kepada jemaat, bukanlah suatu hak istimewa yang biasa-biasa saja.

3. Mereka tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan. Inti dari ketentuan mengenai kasih karunia selalu sama, walaupun sekarang ketentuan itu disebut sebagai ketentuan-ketentuan, karena sudah ditambahi dan diperbaiki di sepanjang sejarah gereja yang telah berlangsung beberapa abad. Ketentuan-ketentuan ini juga disebut sebagai ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, karena ketentuan-ketentuan ini terdiri dari janji-janji, dan secara khusus mengandung janji yang luar biasa tentang Mesias, dan janji tentang hidup kekal melalui Dia. Nah, dahulu di dalam kekafiran mereka, jemaat Efesus tidak mendapat bagian di dalam ketentuan ini, karena mereka tidak pernah diberi tahu ataupun diperkenalkan kepada ketentuan tersebut. Semua orang berdosa yang belum diperbarui asing terhadap ketentuan itu, karena mereka tidak memiliki bagian di dalamnya. Mereka yang tidak memiliki Kristus, dan oleh karenanya tidak mendapat bagian di dalam Sang Pengantara dari ketentuan itu, tidak memperoleh apa-apa dari janji-janji di dalam ketentuan itu.

4. Mereka tidak memiliki pengharapan, maksudnya, yang melampaui kehidupan ini. Mereka tidak memiliki pengharapan yang teguh di dalam Allah, tidak memiliki pengharapan akan berkat yang rohani dan kekal. Mereka yang tidak memiliki Kristus, dan tidak mendapat bagian di dalam ketentuan itu, tidak dapat memiliki pengharapan yang baik. Sebab, Kristus dan ketentuan itu adalah dasar dan fondasi dari seluruh pengharapan Kristen. Mereka jauh dan terasing dari Allah, tanpa Allah di dalam dunia. Mereka bukannya tidak memiliki pemahaman umum tentang allah, karena mereka menyembah berhala, tetapi mereka hidup tanpa memberikan penghargaan yang pantas kepada-Nya, tidak mengakui bahwa mereka tergantung kepada-Nya, atau secara khusus menaruh perhatian kepada-Nya. Arti kata itu adalah, orang atheis di dalam dunia, karena sekalipun mereka menyembah banyak allah, mereka tidak memiliki Allah yang sejati. Rasul Paulus lebih jauh melanjutkan (ay. 13) gambaran mengenai perubahan menggembirakan yang terjadi di dalam diri mereka. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh,” dst. Mereka dahulu jauh dari Kristus, dari jemaat-Nya, dari janji-janji, dari pengharapan Kristen, dan dari Allah sendiri. Dengan demikian, mereka jauh dari segala yang baik, bagaikan anak yang hilang di negeri yang jauh. Ini sudah digambarkan di ayat-ayat sebelumnya. Orang berdosa yang belum diubahkan menjaga jarak dengan Allah, dan Allah menjaga jarak dengan mereka. Dia memandang orang congkak dari jauh. “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus, dst., setelah kamu diubahkan, dipersatukan dengan Kristus, dan mendapat bagian di dalam Dia melalui iman, kamu dibuat menjadi dekat.” Mereka dibawa pulang kepada Allah, diterima dalam jemaat, disertakan ke dalam ketentuan itu, dan menerima semua hak istimewa yang lain sebagai hasil dari semuanya ini. Perhatikan, Orang kudus adalah umat yang dekat dengan Allah. Keselamatan menjauh dari orang-orang fasik. Tetapi Allah siap sedia menolong umat-Nya, dan ini adalah oleh darah Kristus, berkat penderitaan dan kematian-Nya. Tiap orang berdosa yang percaya berutang kepada kematian dan pengorbanan Kristus atas kedekatannya dengan Allah, dan atas bagian yang dimilikinya di dalam kebaikan Allah.

* Sekarang Disatukan: Orang Yahudi dengan Orang Bukan Yahudi (2:14-22)
Sekarang kita telah sampai di bagian terakhir dari pasal ini, yang mengandung sebuah penjelasan tentang hak-hak istimewa yang luar biasa dan hebat, yang diterima dari Kristus oleh orang Yahudi dan orang bukan Yahudi yang telah diubahkan. Rasul Paulus di sini menunjukkan bahwa mereka yang dahulu bermusuhan, sekarang diperdamaikan, yaitu antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi tadinya ada permusuhan besar, dan begitu pula antara Allah dan setiap orang yang belum diperbarui. Sekarang Yesus Kristus menjadi damai sejahtera kita (ay. 14). Ia mengadakan damai sejahtera dan cara mengorbankan diri-Nya sendiri dan datang untuk memperdamaikan,

1. Orang Yahudi dengan orang bukan Yahudi satu sama lain. Ia telah mempersatukan kedua pihak, dengan memperdamaikan dua kelompok manusia ini, yang tadinya cenderung saling menyakiti, saling membenci, dan saling mengecam. Yesus telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan. Tembok itu adalah hukum keupacaraan, yang menciptakan perselisihan yang besar itu, dan menjadi lambang keistimewaan orang Yahudi. Hukum ini disebut sebagai tembok pemisah, sebagai kiasan yang merujuk pada tembok pemisah yang ada di bait Suci, yang memisahkan pelataran untuk orang bukan Yahudi dengan pelataran yang hanya boleh dimasuki oleh orang Yahudi. Jadi, dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah melenyapkan perseteruan itu (ay. 15, KJV), melalui penderitaan-Nya sebagai manusia, untuk mengangkat kuasa hukum keupacaraan yang mengikat (dengan demikian, menyingkirkan penyebab perseteruan dan jarak antara kedua kelompok tersebut), yang di sini disebut sebagai hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, karena hukum ini mencakup sekumpulan besar ritual dan upacara lahiriah, dan terdiri dari banyak ketetapan dan petunjuk mengenai sisi lahiriah dari penyembahan ilahi. Semua upacara hukum telah dibatalkan oleh Kristus, karena telah digenapi di dalam Dia. Dengan menyingkirkan penghalang ini, Kristus membentuk sebuah jemaat yang terdiri dari orang-orang percaya, baik Yahudi maupun bukan Yahudi. Dengan demikian, Ia menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Ia membentuk kedua belah pihak menjadi satu kelompok yang baru, atau kumpulan umat Allah, mempersatukan mereka dengan diri-Nya sebagai kepala mereka, setelah mereka diperbarui oleh Roh Kudus, dan sekarang telah sepakat di dalam cara penyembahan yang baru menurut Injil, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera antara kedua belah pihak yang tadinya sangat berseteru.

2. Ada suatu permusuhan antara Allah dengan orang berdosa, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, dan Kristus datang untuk menghapuskan permusuhan itu, dan untuk mendamaikan keduanya dengan Allah (ay. 16). Dosa melahirkan perselisihan antara Allah dan manusia. Kristus datang untuk mengatasi perselisihan itu dan mengakhirinya, dengan mendamaikan orang Yahudi dan orang bukan Yahudi yang sekarang dikumpulkan dan dijadikan satu tubuh itu dengan Allah yang telah dibuat murka dan dimusuhi. Ini dilakukan-Nya melalui salib, atau melalui pengorbanan diri-Nya sendiri di atas kayu salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Dia, yang telah disembelih atau dikorbankan, melenyapkan perseteruan yang tadinya ada di antara Allah dan orang-orang berdosa yang malang. Rasul Paulus lebih lanjut menggambarkan keuntungan besar yang diperoleh kedua belah pihak melalui perantaraan Tuhan Yesus Kristus (ay. 17).

Kristus, yang telah membeli damai sejahtera di atas kayu salib, datang, sebagian di dalam wujud diri-Nya sendiri, kepada orang Yahudi, yang di sini dikatakan bahwa mereka selama ini dekat, dan sebagian di dalam diri rasul-rasul-Nya, yang telah diutus-Nya untuk memberitakan Injil kepada orang bukan Yahudi, yang dikatakan bahwa mereka selama ini jauh, dalam pengertian yang telah dijelaskan sebelumnya. Dan memberitakan damai sejahtera, atau mengungkapkan syarat-syarat untuk berdamai dengan Allah dan memperoleh kehidupan kekal. Perhatikan di sini, ketika para utusan Kristus menyampaikan pesan-pesan kebenaran-Nya, pada dasarnya itu sama saja seperti Dia sendiri yang melakukannya secara langsung. Dia dikatakan memberitakan Injil melalui mereka, sehingga barangsiapa menerima mereka berarti menerima Dia, dan siapa merendahkan mereka (yang bertindak atas amanat-Nya, dan menyampaikan pesan-Nya) berarti merendahkan dan menolak Kristus sendiri. Nah, yang dihasilkan oleh damai sejahtera ini adalah kebebasan yang dimiliki oleh baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi untuk datang kepada Allah (ay. 18).

Karena oleh Dia, di dalam nama-Nya dan oleh karena pengantaraan-Nya, kita kedua pihak beroleh jalan masuk atau izin untuk masuk ke dalam hadirat Allah, yang telah menjadi Bapa yang diperdamaikan dengan keduanya. Takhta kasih karunia didirikan bagi kita untuk kita hampiri, dan kebebasan untuk mendekat kepada takhta itu diberikan kepada kita. Jalan kita diberikan melalui Roh Kudus. Kristus membeli bagi kita izin untuk datang kepada Allah, sedangkan Roh memberi kita hati yang rindu untuk datang dan kekuatan untuk datang, bahkan memberikan kasih karunia agar kita dapat melayani Allah dalam perkenan-Nya. Perhatikan, kita mendekat kepada Allah, melalui Yesus Kristus, dengan pertolongan Roh Kudus. Setelah jemaat Efesus diubahkan, dan memiliki kebebasan begitu rupa untuk menghampiri Allah, seperti halnya orang Yahudi, dan yang diberikan oleh Roh yang sama, mereka diberi tahu oleh Rasul Paulus, demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang (ay. 19).

Ini disebutkannya untuk mempertentangkan apa yang dikatakannya mengenai mereka ketika mereka masih kafir, bahwa sekarang mereka bukan lagi tidak termasuk kewargaan Israel, dan tidak lagi seperti yang cenderung dikatakan oleh orang Yahudi mengenai semua bangsa di bumi selain mereka sendiri (yaitu, bahwa mereka adalah orang asing di hadapan Allah), melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, maksudnya, anggota jemaat Kristus, dan berhak menerima semua keistimewaan sebagai jemaat Kristus. Perhatikan, di sini jemaat diibaratkan sebagai sebuah kota, dan setiap orang berdosa yang diubahkan bebas untuk tinggal di kota itu. Jemaat juga diibaratkan sebagai sebuah rumah, dan setiap orang berdosa yang diubahkan menjadi penghuni rumah itu, menjadi anggota keluarga, hamba dan anak di dalam rumah Allah.

Di ayat 20, jemaat diumpamakan sebagai sebuah bangunan. Para rasul dan nabi adalah dasar dari bangunan itu. Mereka disebut demikian dalam pengertian sampingan, karena Kristus sendirilah yang merupakan dasar yang utama. Namun lebih baik kita menafsirkannya sebagai ajaran yang disampaikan oleh para nabi Perjanjian Lama dan para rasul Perjanjian Baru. Kelanjutan dari pernyataan ini adalah, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi bertemu, dan menjadi satu jemaat, dan Kristus menopang bangunan itu dengan kekuatan-Nya. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, dst. (ay. 21). Semua orang percaya, yang membentuk seluruh bangunan itu, karena dipersatukan kepada Kristus melalui iman, dan dipersatukan di antara mereka sendiri melalui kasih Kristen, menjadi bait Allah yang kudus, menjadi kumpulan yang suci, di mana di dalamnya ada banyak persekutuan antara Allah dan umat-Nya. Seperti di dalam Bait Suci, mereka menyembah dan melayani Dia, sedangkan Ia menampakkan diri-Nya kepada mereka.

Mereka mempersembahkan korban rohani kepada Allah, dan Ia mencurahkan berkat dan perkenan-Nya kepada mereka. Karena itu, bangunan ini, berdasarkan sifatnya, adalah sebuah bait, bait yang kudus. Karena jemaat merupakan tempat di mana Allah telah memilih untuk menaruh nama-Nya, dan jemaat menjadi bait yang seperti itu oleh kasih karunia dan kekuatan yang diturunkan dari-Nya sendiri -” di dalam Tuhan. Karena dibangun di atas Kristus sebagai batu fondasinya, dan dipersatukan di dalam Kristus sebagai batu penjurunya, pada akhirnya jemaat secara keseluruhan akan dipermuliakan di dalam Dia sebagai batu penutup: Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan, dst. (ay. 22). Perhatikan, bukan hanya jemaat secara keseluruhan yang disebut sebagai bait Allah, tetapi juga jemaat yang berdiri sendiri. Dan bahkan setiap orang percaya yang sejati adalah bait Allah yang hidup, menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. Sekarang Allah berdiam di dalam diri setiap orang percaya, karena mereka telah menjadi bait Allah melalui pekerjaan Roh yang mulia. Sekarang Dia tinggal di dalam mereka, supaya ini menjadi jaminan bahwa mereka tinggal bersama dengan Dia sampai pada kekekalan.


* Ef 2:11 - Karena itu ingatlah // Dahulu kamu sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging // Disebut orang-orang tidak bersunat

Karena itu ingatlah. Sebagian besar pembaca mula-mula surat Paulus adalah orang bukan Yahudi. Di dalam kedua ayat ini sang rasul mengingatkan mereka akan keadaan mereka sebelum mendengar Injil. Dahulu kamu sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging. Di hadapan manusia mereka masih orang bukan Yahudi, tetapi tidak demikian di hadapan Allah. Allah memandang seluruh umat manusia sebagai orang Yahudi, orang bukan Yahudi, atau Gereja (I Kor. 10:32). Ketika orang menerima Tuhan Yesus Kristus, entah dia itu Yahudi atau bukan Yahudi, dia tidak lagi demikian dalam pandangan Allah, tetapi anggota tubuh Kristus. Disebut orang-orang tidak bersunat. Sebutan ini merupakan julukan penghinaan orang Yahudi kepada orang-orang yang bukan Yahudi.

* Ef 2:12 - Tidak termasuk kewargaan Israel // Tanpa pengharapan // tanpa Allah,

Tidak termasuk kewargaan Israel. Di dalam Perjanjian Lama Allah mengikat perjanjian dengan bangsa Israel dan memerintah bangsa tersebut secara langsung. Orang-orang yang bukan Yahudi adalah orang asing. Tanpa pengharapan dan tanpa Allah, mereka hanya dapat mengenal perjanjian dan janji-janji Tuhan melalui Israel. Ungkapan deskriptif ini menjadi makin serius.

* Satu Tubuh (2:13-18).

Orang Yahudi dan bukan Yahudi telah dipersatukan di dalam Kristus, dan orang bukan Yahudi kini sama dekatnya dengan Dia sebagaimana halnya orang Yahudi.

* Ef 2:13 - Tetapi sekarang // Di dalam Kristus Yesus // di dalam dunia // di dalam Kristus, // di dalam dunia, di dalam Kristus Yesus; "jauh," kini "dekat." 14. Dialah damai sejahtera kita // Dialah damai sejahtera kita // mengadakan damai sejahtera // memberitakan damai sejahtera // Menciptakan keduanya menjadi satu // Merubuhkan tembok pemisah

Tetapi sekarang. Ini ditekankan. Yang ditunjukkan adalah kontras dengan kedudukan mereka sebelumnya. Di dalam Kristus Yesus. Sebelumnya mereka di dalam dunia. Keadaan mereka tanpa harapan. Sekarang mereka berada di dalam Kristus, dengan segala hak istimewa surgawi. Perhatikan beberapa kontras di dalam ayat ini - di dalam dunia, di dalam Kristus Yesus; "jauh," kini "dekat." 14. Dialah damai sejahtera kita. Perhatikan perkembangan dalam bagian ini: Dialah damai sejahtera kita (ay. 14); mengadakan damai sejahtera (ay. 15); memberitakan damai sejahtera (ay. 17; bdg. Kol. 1:20). Menciptakan keduanya menjadi satu. Maksudnya, Yahudi dan bukan Yahudi. Merubuhkan tembok pemisah mungkin menggambarkan tembok pemisah di antara tempat orang bukan yahudi dengan tempat orang Yahudi di Bait Allah. Sebuah tulisan di tembok ini mengingatkan orang bukan Yahudi akan ancaman hukuman mati jika memasuki tempat orang Yahudi. Kini di hadapan Allah pembedaan semacam itu tidak ada lagi (lih. Rm. 1:2, 3).

* Ef 2:15 - Satu manusia baru

Satu manusia baru. Bukan secara pribadi tetapi ciptaan baru yang dikepalai Kristus.

* Ef 2:16 - Keduanya, // Melenyapkan perseteruan pada salib itu // Yang jauh // Yang dekat

Keduanya, Kembali acuan kepada orang Yahudi dan bukan Yahudi. Melenyapkan perseteruan pada salib itu. Maksudnya, melalui salib itu. Ayat 17, 18 menjelaskan kebenaran tentang penyataan orang Yahudi dengan orang bukan Yahudi di dalam Kristus ini lebih jauh. Yang jauh. Orang bukan Yahudi. Yang dekat. Orang-orang Yahudi.

* Ef 2:18 - kedua pihak

Perhatikan penekanan pada istilah kedua pihak (ay. 14, 16, 18). Keduanya dipersatukan, diperdamaikan dengan Allah, dan dapat menghampiri Dia.

* Satu Bangunan (2:19-22).

Gambaran tentang Gereja sebagai tubuh manusia beralih kepada gambaran gereja sebagai sebuah bangunan besar. Tubuh manusia juga digambarkan sebagai bangunan dalam berbagai ayat mis. I Kor. 6:19; II Kor. 5:1).

* Ef 2:19 - Demikianlah // Bukan lagi orang asing dan pendatang // Melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus

Demikianlah. Kesimpulan dari apa yang telah dikemukakan. Bukan lagi orang asing dan pendatang. Kedudukan dari orang bukan Yahudi saat ini sudah terbalik sama sekali dari kedudukan mereka sebelumnya sebagaimana dikemukakan sebelumnya. Melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus. Di dalam Kristus, orang Yahudi dan bukan Yahudi memiliki kewargaan yang baru (bdg. Flp. 3:20, 21).

* Ef 2:20 - Yang dibangun di atas dasar // Para rasul // Dan para nabi // Dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru

Yang dibangun di atas dasar. Gereja, yaitu tubuh Kristus, di sini dilukiskan sebagai sebuah bangunan besar, sebuah Bait Allah. Para rasul. Orang-orang yang secara khusus ditugaskan oleh Tuhan Yesus Kristus pada awal pendirian Gereja. Mereka tidak memiliki penerus. Dan para nabi. Bukan para nabi Perjanjian Lama tetapi para nabi Kristen, para nabi Perjanjian Baru, yang beberapa di antaranya disebutkan dan dilukiskan di dalam Kisah Para Rasul dan dalam surat-surat. Dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Nas-nas semacam ini dan I Petrus 2:5 membantu kita untuk memahami arti Matius 16:18. Petrus, selaku seorang rasul, merupakan salah satu batu landasan bersama dengan para rasul dan nabi lainnya, namun seluruh bangunan didirikan di atas Kristus. Bandingkan dengan apa yang dikemukakan Paulus dalam I Korintus 3:11.

* Ef 2:21 - Seluruh bangunan

Seluruh bangunan. Penerjemahan ini diperkuat oleh kalimat pada ayat berikutnya. Israel pada zaman Perjanjian Lama memiliki sebuah bait suci dari kayu dan batu. Berbeda dengan ini, Gereja merupakan bait suci (bdg. I Kor. 3:16; I Ptr. 2:7-9). Bait Suci ialah tempat tinggal Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat 22.

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Selasa, 14 Maret 2023 - Air Hidup - Yohanes 4:1-14


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Minggu, 12 Maret 2023 - ALLAH SELALU HADIR - Keluaran 17:1-7


All Renungan Gereja Toraja 2023:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login