| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Minggu, 12 Maret 2023 Renungan Gereja Toraja Minggu, 12 Maret 2023 - ALLAH SELALU HADIR - Keluaran 17:1-7Kekeringan rohani itu membuat kita tidak menyadari Kehadiran Allah Keluaran 17:1-7 Bahasa Toraja: Uai sun lan mai buntu batu dio Masa sia Meriba 1Mangkato, ke'de'mi tu mintu' kasirampunanna to Israel dio mai padang pangallaran Sin, anna ma'bongi ba'tu pempiran-piran dio lu lalan, susitu parentaNa PUANG, anna torro ma'tenda dio Rafidim, apa inde to dio tae' uai la nairu' tu tau iato mai. 2Iatonna attu iato iatu to buda unggaga Musa, nakua: Benkanni uai, angki iru'i! Nakuami Musa lako tau iato mai: Ma'apai ammi gagana'? Ma'apai ammi toba PUANG? 3Indeto dio ma'rang tu to buda la morai unniru' uai, iamoto anna ma'nuku-nuku lako Musa, nakua: Ma'apai ammi solangkanni tassu' lan mai tondok Mesir, la mipateirakannika sola mintu' anakki sia patuoangki, mate ma'rang? 4Attu iato meongli'mi tu Musa langngan PUANG, nakua: Apara la kugauranni te bangsa iate? Sattu'mora naleba'na' batu. 5Ma'kadami PUANG lako Musa, Nakua: Doloko dio tingayona tu to buda sia solanni tu to matua-tua to Israel, ammu toei tu tekkenmu, tu mangka musambakan salu Nil, mumale. 6Tiromi, la bendanNa' dio tingayomu dao buntu batu Horeb; la musambakki tu buntu batu iato, anna sun tu uai lan mai, anna iru'i to buda. Napogau'mi Musa susito dio tingayona mintu' to matua-tua to Israel. 7Nasangaimi Masa sia Meriba tu inan iato, belanna kapa'gaganna to Israel sia belanna natoba tau iato mai tu PUANG, nakua: Ba'tu la denni tu PUANG lan tangngata ba'tu tae'i? Bahasa Indonesia: Di Masa dan di Meriba 17:1 Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. 17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?" 17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?" 17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!" 17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. 17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. 17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?" Penjelasan: * Kekeringan rohani itu membuat kita tidak menyadari Kehadiran Allah Mengapa Tuhan mengizinkan umat-Nya yang sedang berjalan di padang gurun berulang kali mengalami kekurangan air (ayat 1-2, lih. Kel. 15:23, Bil. 20:2)? Agar mereka belajar bersandar penuh kepada Dia. Sekali lagi kita melihat umat Tuhan yang bertingkah laku bukan sebagai umat beriman. Wajar sekali bila orang mengalami kehausan karena kekurangan air saat berada di padang gurun yang gersang. Akan tetapi, bukankah mereka sudah beberapa kali melihat bagaimana Tuhan menghantar mereka melewati padang kesulitan? Bukankah mereka sudah mengalami sendiri bagaimana Tuhan memelihara mereka dengan cara-Nya yang ajaib? Sayang sekali mereka bebal. Perhatian mereka hanya tertuju pada penderitaan yang akan mereka hadapi di padang gurun. Mereka tidak mau bila kondisi di gurun jauh lebih buruk daripada kondisi mereka ketika masih di Mesir. Di Mesir mereka dapat menikmati makanan secara berkelimpahan. Celakanya mereka lupa bahwa di Mesir mereka tidak merdeka karena secara fisik maupun mental, mereka adalah budak dari Firaun. Di balik keluh kesah tentang kedahagaan jasmani, sebenarnya mereka mengalami kedahagaan yang jauh lebih mengerikan yaitu, kerohanian yang dahaga. Kekeringan rohani membuat mereka tidak mampu melihat dan merasakan kehadiran Tuhan yang seharusnya menyegarkan hidup. Dunia sekarang ini adalah dunia dengan gejala kekeringan dan kedahagaan rohani luar biasa. Buktinya adalah kebangkitan agama dan aliran kepercayaan, maraknya tempat-tempat hiburan, pengejaran terhadap status, kekayaan, dan kemewahan. Yang celaka tentu kalau orang Kristen sendiri terjebak ke dalam situasi ini. Sebagai anak-anak Tuhan, mari segarkan rohani kita dengan mendekatkan diri kepada Dia lewat persekutuan yang intim dalam firman dan doa. Jika berbagai tanda kekeringan rohani Anda rasakan kini, akuilah kepada Tuhan. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk merasakan Tuhan memuaskan dahaga Anda. * Kel 17:1-7 Air dari batu di Rafidim. Dari dataran Padang Gurun Sin, serangkaian lembah mengarah langsung ke Gunung Sinai. Salah satu lembah tersebut, yaitu Wadi Refayid, menurut beberapa orang adalah lembah Rafidim. * Kel 17:2 - Mulailah mereka itu bertengkar // Mencobai Mulailah mereka itu bertengkar. Menemukan kesalahan (Revised Standard Version). Mencobai. Tunduk pada pencobaan. Ketidakpercayaanlah yang membuat mereka menyangsikan kesetiaan Allah (ay. 7). * Kel 17:6 - Horeb // Haruslah kaupukul gunung batu itu // Masa // Meriba Horeb dipakai dalam Alkitab sebagai istilah yang sama dengan Sinai. Mungkin yang dimaksudkan adalah wilayah perbukitan yang lebih luas, yang di dalamnya termasuk Sinai sebagai salah satu puncak bukitnya. Jadi, di Rafidim Israel sudah dekat dengan tujuan perjalanan mereka. Haruslah kaupukul gunung batu itu. Sebuah penjelasan alamiah tentang mukjizat ini ialah bahwa beberapa bentuk batu tertentu di daerah ini hanya merupakan gumpalan tanah liat tipis yang akan langsung hancur ketika dipukul dengan tongkat sehingga air yang terdapat di dalamnya akan langsung mengalir ke luar. Rasul Paulus mengatakan kepada kita bahwa "Batu Karang itu adalah Kristus" (I Kor. 10:4). Apa pun sarana yang mungkin dipakai oleh Allah, yang penting ialah bahwa kepada bangsa Israel ditunjukkan bahwa yang memberikan pertolongan itu adalah Tuhan.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Senin, 13 Maret 2023 - Kita Sudah Menjadi Kawan - KITA SUDAH MENJADI KAWAN SEWARGA (TO SANGTONDOK MIKI`) - Efesus 2:11-22 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Sabtu, 11 Maret 2023 - Kuduskan Allah dan Dirimu - Yehezkiel 36:22-32 All Renungan Gereja Toraja 2023: Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |