lagu-gereja.com/toraja

View : 1271 kali
Minggu Transfigurasi
Pembacaan Mazmur  : Mazmur 99
Bacaan Alkitab 1   : Keluaran 24 : 12 - 18
Bacaan ALkitab 2   : 2 Petrus 1 : 16 - 21
Bacaan Alkitab 3   : Matius 17:1-13 (Bahan Utama)

Matius 17:1-13
Yesus dimuliakan di atas gunung
17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. 17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. 17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. 17:4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." 17:6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. 17:7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" 17:8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. 17:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati." 17:10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" 17:11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." 17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Penjelasan:
*  Pengalaman supranatural adalah anugerah.
Tidak semua orang mengalami pengalaman supranatural, karena pengalaman supranatural adalah anugerah. Pengalaman ini dialami oleh beberapa orang tertentu bukan berdasarkan siapakah mereka di hadapan Tuhan, namun semata-mata berdasarkan anugerah-Nya. Tuhan memiliki tujuan khusus bagi orang-orang yang mengalaminya. Ada yang mengalaminya sehingga ia percaya kepada Kristus, ada yang mengalaminya sehingga kehidupannya berubah, ada pula yang mengalaminya sehinga ia mendapatkan visi yang jelas dari Allah, ada pula yang mengalaminya sehingga mendapatkan kekuatan dalam pergumulan yang berat. Namun pengalaman supranatural bukan satu-satunya cara Allah untuk menyatakan diri kepada manusia.

Ketiga murid Yesus: Petrus, Yakobus, dan Yohanes mengalami pengalaman supranatural bukan karena mereka lebih baik dari yang lain, semata-mata karena ketiganya diperkenankan Yesus untuk menyaksikan kemuliaan-Nya. Ia mengajak mereka naik ke gunung yang tinggi, supaya pengalaman itu hanya dialami oleh mereka berempat. Di sana mereka menyaksikan kemuliaan wajah dan pakaian Yesus bagai matahari dan terang, menandakan betapa berkilaunya sehingga mereka tak sanggup menatap secara kasat mata. Di sana pun hadir Elia yang mewakili nabi dan Musa yang mewakili Taurat. Pengalaman ini membuat mereka begitu bahagia, sehingga mereka tidak mau kembali kepada realita yang penuh penderitaan (ayat 16:24), maka Petrus menawarkan 3 kemah untuk Yesus, Elia, dan Musa. Tiba-tiba awan yang terang menaungi mereka dan terdengar pernyataan Illahi tentang Yesus, Anak Allah. Puncak penyataan Illahi ini membuat ketiga murid tersungkur dan sangat ketakutan, sehingga mereka tidak sanggup lagi menyaksikan peristiwa selanjutnya.

Pengalaman supranatural bersifat sesaat dan setiap orang yang mengalaminya harus kembali kepada realita, karena pengalaman supranatural tidak bertujuan meninabobokan seseorang, tetapi memberikan dasar kebenaran bagi seseorang untuk hidup dalam realita. Pengalaman supranatutal ini pun bukan untuk dipublikasikan (ayat 9), sehingga orang yang mengalaminya tidak menjadi sombong rohani.

Renungkan: Betapa indahnya kesaksian seorang yang mengalami pengalaman supranatural, yang tidak berfokus kepada kesombongan rohaninya, tetapi kepada kemuliaan Yesus Sang Mesias.

* Mat 17:1 - Enam hari kemudian

Enam hari kemudian. Demikian pula Markus 9:2. Laporan Lukas yang menyebutkan "kira-kira delapan hari" (9:28) menghitung saat Yesus mengucapkan perkataan sebelumnya maupun masa selang di antara peristiwa itu dan kejadian ini. Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Para mantan rekan kerja ini (Luk. 5:10) mendapatkan kehormatan khusus pada dua kesempatan lain (Luk. 8:51; Mat. 26:37). Mungkinkah mereka ini memiliki kepekaan rohani melebihi yang lainnya pada saat ini? Gunung yang tinggi. Gunung Tabor menurut tafsiran tradisional secara kontekstual tidak mungkin. Yang lebih mungkin adalah sebuah lokasi dekat Kaisarea Filipi (16:13), mungkin salah satu dari bukit Hermon.

* Mat 17:2 - Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka. Kata kerja (metanzorphoo) berarti suatu perubahan bentuk yang hakiki, yang mulai dari dalam, dan dipakai dalam Roma 12:2 dan II Korintus 3:18 mengenai perubahan rohani yang menjadi ciri orang Kristen ketika sifat yang baru terwujud di dalam diri mereka. Sekalipun bagi orang percaya perubahan ini merupakan pengalaman yang bertahap, yang menjadi sempurna pada saat Kristus kelihatan (II Kor. 3:18; I Yoh. 3:2). di dalam kasus Yesus, bentuk yang mulia yang biasanya terselubung secara singkat diperlihatkan.

* Mat 17:3 - Musa dan Elia, // berbicara dengan Dia

Musa dan Elia, para wakil terkemuka, menurut pikiran orang Yahudi dari Taurat dan kitab para nabi, muncul untuk berbicara dengan Dia mengenai hal-hal yang akan terjadi di Yerusalem (Luk. 9:31). Pembicaraan semacam itu menunjukkan kepada para murid bahwa kematian Mesias tidak bertentangan dengan Perjanjian Lama. Melihat Pemuliaan sebagai pertunjukan pendahuluan tentang kerajaan mesianis (16:28), beberapa penafsir telah melihat di dalam Musa (yang telah mati) dan Elia (yang meninggalkan hidup ini tanpa melalui kematian) para wakil dari dua kelompok yang akan dibawa Kristus untuk meresmikan kerajaan-Nya, yakni orang kudus yang sudah mati dan dibangkitkan dan orang kudus yang masih hidup dan telah dimuliakan. Demikian pula ketiga murid ini dilihat sebagai mewakili orang yang masih hidup di bumi pada saat kedatangan Kristus Kedua Kali (L. S. Chafer, Systematic Theology, V.85-89; G. N. H. Peters, Theocratic Kingdom, II. 559-561).

* Mat 17:4-5 - Kata Petrus, // (biarlah kudirikan) // kemah  

Kata Petrus, maksudnya: Petrus memberikan tanggapan terhadap situasi tersebut. Keinginan untuk memperpanjang pengalaman ini membuat Petrus menawarkan diri untuk mendirikan (biarlah kudirikan) tiga buah kemah sebagaimana didirikan oleh para penyembah pada hari raya Pondok Daun. Sebagai jawaban terdengar suara Ilahi dari dalam awan yang menyebutkan Yesus sebagai Anak yang Ku(Allah)-kasihi, dan memerintahkan para murid untuk mendengarkan Dia. Musa dan Elia tidak mempunyai hal baru untuk diberitakan (Ibr. 1:1-2).

* Mat 17:6-9 - Jangan kamu ceritakan penglihatan ini kepada seorang pun

Ketakutan mendengar suara tersebut, para murid ditenangkan dan diingatkan pada akhir dari semua peristiwa ini. Jangan kamu ceritakan penglihatan ini kepada seorang pun. Tampaknya bahkan para rasul lainnya juga tidak boleh diberi tahu pada saat ini. Hal-hal yang mereka saksikan hanya akan membingungkan dan membangkitkan hal-hal politis di dalam diri orang-orang yang kurang tanggap.

* Mat 17:10 - Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?

Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu? Kehadiran Elia di bukit tersebut dan munculnya perintah untuk diam menimbulkan pertanyaan ini. Apabila ini adalah penggenapan kedatangan Elia yang sudah dinubuatkan (Mal. 4:5), maka pasti sudah saatnya untuk mengumumkan peristiwa tersebut. Apabila bukan, bagaimana mungkin Yesus itu Mesias, karena Mesias harus didahului oleh Elia?

* Mat 17:11 - Memang Elia akan datang

Memang Elia akan datang. Bentuk sekarang yang berhubungan dengan masa yang akan datang. Yesus di sini menyatakan bahwa Maleakhi 4:5 akan digenapi.

* Mat 17:12-13 - Elia sudah datang

Elia sudah datang. Bagi orang Yahudi yang tidak rohani yang hanya memburu tanda, Yohanes sendiri mengatakan, "Aku bukan Elia," (maksudnya: nabi Perjanjian Lama yang dibangkitkan, Yoh. 1:21). Tetapi bagi mereka yang peka secara rohani, Yohanes telah datang "dalam roh dan kuasa Elia" (Luk. 1:17), da orang telah dituntun kepada Kristus olehnya. Jadi tawaran kerajaan oleh Yesus merupakan tawaran yang sah, tergantung pada persetujuan nasional, sehingga Israel tidak dapat menyalahkan ketidakhadiran Elia sebagai penyebab kegagalan mereka untuk mengenal Yesus. Allah di dalam kemahatahuan-Nya sudah mengetahui bahwa Israel, pada saat kedatangan Kristus yang pertama, tidak akan siap untuk pelayanan Elia yang terakhir, sehingga Dia mengutus Yohanes " dalam roh dan kuasa Elia" sebagai gantinya.

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Senin, 20 Februari 2023 - Jangan Lupa Bernafas - Lukas 11:1-13


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Sabtu, 18 Februari 2023 - Imam Besar Perjanjian Baru - Ibrani 8:1-13


All Renungan Gereja Toraja 2023:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login