| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Sabtu, 18 Februari 2023 Renungan Gereja Toraja Sabtu, 18 Februari 2023 - Imam Besar Perjanjian Baru - Ibrani 8:1-13Ibrani 8:1-13 Imam Besar perjanjian baru 8:1 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, 8:2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. 8:3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. 8:4 Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. 8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 8:6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi. 8:7 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. 8:8 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, 8:9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan. 8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. 8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." 8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya. Penjelasan: * Yesus Sang Imam Besar Mengukir Hati Kita Setelah menjelaskan keunggulan imamat Kristus dari imamat Lewi, penulis Ibrani melanjutkan dengan menunjukkan keunggulan perjanjian yang baru dari Perjanjian Sinai. Imam Besar Kristus dihadirkan Allah karena Perjanjian Sinai tidak dapat menyelesaikan tuntas masalah dosa umat Tuhan di PL (ayat 7). Mengapa demikian? Pertama, keberdosaan umat menyebabkan mereka tidak mampu setia kepada Allah (ayat 9). Kedua, Perjanjian Sinai dengan perangkat ritualnya yang dicatat dalam Hukum Taurat, merupakan bayang-bayang dari pelayanan pendamaian sejati yang hanya mungkin dilakukan oleh Allah sendiri (ayat 5). Melalui Imam Besar Yesus, Allah menghadirkan pelayanan yang jauh lebih mulia daripada pelayanan di kemah suci yang didirikan manusia. Pelayanan Kristus bersifat langsung dari takhta Allah (ayat 1-2). Hasil dari pelayanan Kristus sebagai Imam Besar adalah perjanjian yang baru yang menggantikan Perjanjian Sinai (ayat 8-10a). Walaupun isi kedua perjanjian sama, yaitu hubungan Allah dengan umat-Nya (ayat 10b; band. Kel. 19:5-6), namun kualitas relasi yang dihasilkannya sangat berbeda. Perjanjian Sinai menorehkan Hukum Taurat di loh-loh batu, sedangkan pada perjanjian yang baru, hati umat Allah menjadi tempat firman-Nya diukirkan (ayat 10b). Itu sebabnya, umat perjanjian baru dimampukan untuk menaati firman dan menjalani hidup kudus berkemenangan (ayat 11-12). Kita harus memanjatkan syukur kepada Allah di dalam Tuhan Yesus. Dia adalah Imam Besar yang telah mendamaikan kita dengan Allah melalui kurban diri-Nya di kayu salib. Oleh karena itu, hidup kita kini adalah hidup yang telah diperbarui-Nya. Hidup kita berdiri atas dasar anugerah Allah. Ia ingin kita mewartakan Kabar Baik ini kepada setiap orang yang masih dibelenggu dosa maupun oleh ritual masa lalu yang tidak lagi dibutuhkan. Renungkan: Bila di hati tertulis firman-Nya, pasti muncul kerinduan untuk memuliakan melayani Dia. * Ibr 8:1-6 Berfungsi sebagai suatu peralihan. Pertama-tama dia meringkaskan apa yang sudah diuraikan di atas, bahwa "kita mempunyai Imam Besar yang demikian." Dari kenyataan ini dia melangkah ke tempatnya di mana Dia melayani, di "kemah sejati" di sorga. Yang sorgawi adalah yang asli. Yang di bumi adalah "gambaran dan bayangan." PelayananNya "jauh lebih agung" karena didasari pada suatu "perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi." Dengan demikian penulis surat ini melangkah dari Imam Besar kita kepada perjanjian yang lebih agung. Dari titik ini dia akan membicarakan hal Perjanjian Baru yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Perjanjian itu menjadi pokok diskusi dari 8:7-9:15. * Perjanjian Baru itu sudah dinubuatkan (8:7-13) Mengenai Perjanjian Baru, penulis surat ini mengutip dari Yeremia 31 untuk membuktikan bahwa pola agama dan peraturan agama yang diatur dengan perjanjian Allah dengan umat Israel melalui Musa (disebut hukum Taurat) sudah tidak berlaku lagi, dan sudah diganti dengan suatu pola peraturan yang baru, yang diatur melalui Perjanjian Baru. Dia tegas dengan pokok ini karena ada godaan untuk meninggalkan Tuhan Yesus dan kembali pada hukum Taurat dan agama Yahudi. Mereka harus ingat bahwa hukum Taurat sendiri tidak mempunyai kuasa untuk menguatkan orang, supaya orang dapat mentaatinya. Justru itu dikemukakan sebagai kata pengantar pada kutipan ini, karena dia berkata "Ia menegur mereka...." Umat Israel ditegur, karena mereka selalu melanggar kehendak Allah, seperti dikatakan juga di dalam pasal 8:9 dalam kutipan ini.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Minggu, 19 Februari 2023 - KEMULIAAN YANG MENYENTUH DAN MENGUBAHKAN (Kamala`biran Mepopembali Sia Meba`rui) Sebelum: Renungan Gereja Toraja Jumat, 17 Februari 2023 - Menguduskan Perkawinan - Matius 19:1-12 All Renungan Gereja Toraja 2023: Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |