| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Jumat, 17 Februari 2023 Renungan Gereja Toraja Jumat, 17 Februari 2023 - Menguduskan Perkawinan - Matius 19:1-12KUDUSKANLAH PERKAWINAN KENDALIKAN HAWA NAFSU Matius 19:1-12 Bahasa Toraja: Diona kasitantangan 1Iatonna mangkamo tu Yesu umpaupu'i tu mintu' kada iato, ke'de'Mi dio mai tana Galilea; Narampo lako lili'na tana Yudea, tu nabala salu Yordan lian. 2Lendu'mi budanna tau undi urrundu'I, anNa pamalekei tu mai tau dio. 3Saemi tu to Farisi lako la untobaI nakua lako: Ma'dinraka tu tau untantang bainena diona mintu'na passalan? 4Mebalimi Yesu, Nakua: Tang mibasaparaka kumua Ia tu Totumampa ungkombong tolino tonna mulanna umpadadii tu muane sia baine. 5Anna ma'kada kumua: Iamoto anna la untampe ambe'na sia indo'na tu tau anna la'ka' lako bainena; anna mendadi sangbatang kale sola duai? 6Naurunganni tae'mo nada'dua sangadinna sangkalemora. Iamoto, dadi iatu mangkannamo Napasibali Puang Matua, da napasitantangi tolino. 7Nakuami tinde tau lako: Iake susito, ma'apai namesua tu Musa umpa'bengan sura' kasitantangan sia untantangi? 8Nakuami Yesu lako tinde tau: Tu belanna kamakarrasanna penaammi anna elorangkomi Musa untantang bainemi; apa iatu tempon dio mai tae' ia nasusito. 9Apa Aku Kukua mati': minda-minda untantang bainena sangadinna diona gau' sala, anna umpobaine to senga', iamo pasandak salu lako rampanan kapa'. Na minda-minda umpobainei tu baine natantang, ia dukamo pasandak salu lako rampanan kapa'. 10Nakuami tu anak gurunNa lako: Iake susito tu diona muane anna baine, la'bi' tang mendapo'. 11Apa Nakua ungkuanni tinde tau: Tae' namintu' tau untandai te kada iate, sangadinna ia manna ia tu to dinii umpa'kamaseanni lako. 12Belanna den tu tau inang lupamo sun lan mai tambukna indo'na; sia den tu tau lupa belanna nabalianni tau; sia den pole'o tu tau lupa, tu ia kalenamo umpalupa kalena tu belanna Parenta Suruga. Minda-minda tu umbelai ungkaritutui tu iannate, nakaritutuimi. Bahasa Indonesia: Perceraian 19:1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. 19:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. 19:3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" 19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" 19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." 19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." 19:11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. 19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti." Penjelasan: * KUDUSKANLAH PERKAWINAN KENDALIKAN HAWA NAFSU Yesus boleh hidup berbeda zaman dari Musa, tetapi tentang apa kehendak Allah bagi pernikahan, mereka sependapat. Kebenaran Allah memang kekal adanya. Menurut Tuhan Yesus, Musa mengijinkan perceraian bukan karena rencana Tuhan, tetapi karena kekerasan hati orang zamannya yang tidak menaati kehendak Tuhan. Allah tidak pernah merencanakan hal yang buruk bagi manusia. Tetapi bila manusia mengeraskan hati, rencana baik Allah itu tidak dapat dialami. Pernikahan yang baik bisa berakhir pada perceraian karena dosa dan keras hati. Karunia harus dipelihara. Semua hal baik pemberian Tuhan, tidak boleh diterima begitu saja. Ada tanggungjawab tertentu yang harus dipikul oleh tiap orang agar karunia itu boleh tetap dialami. Hal melajang atau menikah, adalah karunia Tuhan khusus. Kedua karunia itu sama-sama dapat dirusak oleh hawa nafsu dan berbagai sikap hati atau kebiasaan seksual lain yang tidak kudus. Bukan saja orang di luar Tuhan dapat menjadi korban, Kristen pun bisa. Namun bila karunia Tuhan itu dipelihara dalam anugerah Tuhan, Kristen dapat memberi harapan bagi sesamanya. Renungkan: Perilaku seks bebas bukanlah kebebasan tetapi kemerosotan dan perbudakan dosa. * Pengajaran Tentang Perceraian (19:1-12). Di seberang Sungai Yordan. Dari istilah Yunani peran (di seberang) wilayah di bagian Timur Sungai Yordan dinamakan "Perea." Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja? Aliran Syami yang ketat beranggapan bahwa perceraian itu sah hanya apabila seorang istri bertindak memalukan. Sekalipun demikian, Rabi Hillel menafsirkan Ulangan 24:1 secara seluas mungkin sehingga perceraian diizinkan untuk alasan apa pun yang mungkin. Karena itu Yesus ditanyai, "Setujukah Anda dengan tafsiran yang paling lazim (tafsiran Hillel) itu?" 4-6. Tanpa menganut salah satu tafsiran tersebut, Yesus mengutip maksud Allah di dalam penciptaan manusia (Kej. 1:27; 2:24). Ketika menciptakan manusia Allah bermaksud agar laki-laki dan istrinya menjadi satu daging, sehingga setiap gangguan yang memecahkan pernikahan melanggar kehendak Allah. 7, 8. Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan? Dengan mengutip Musa (Ul. 24:1) dan surat cerai sebagai keberatan mereka terhadap pendapat Yesus menunjukkan salah pengertian mereka tentang peraturan tersebut. Peraturan tersebut merupakan suatu sarana untuk melindungi istri dari perubahan pikiran suaminya dan bukan hak bagi suami untuk menceraikan istrinya dengan seenaknya. 9, 10. Kecuali karena zinah (bdg. tafsiran atas 5:31). Apabila zinah di sini dianggap sebagai istilah umum termasuk percabulan (penyebutan yang paling tidak jelas dalam Perjanjian Baru), maka Tuhan kita hanya mengizinkan perceraian apabila pihak istri tidak setia. (Di kalangan orang Yahudi, hanya suami yang dapat menceraikan. Markus, waktu menulis untuk orang bukan Yahudi, juga menyatakan sebaliknya, Mrk. 10:12.) Tetapi apabila zinah dipandang sesuai dengan artinya yang umum, dan di sini mengacu kepada kesucian pihak wanita sepanjang masa pertunangan (bdg. kecurigaan Yusuf, Mat. 1:18, 19), maka Kristus sama sekali tidak memberikan peluang untuk bercerai bagi pasangan yang sudah menikah. Dengan demikian Dia tidak sependapat dengan Syamai maupun dengan Hillel. Pandangan mengenai pernikahan yang demikian tinggi dan ketat dapat menjelaskan keluhan para murid. Lebih baik jangan kawin. Rasanya tidak mungkin bahwa para murid itu, setelah menghayati cita-cita Yesus, merasa pembatasan perceraian hanya pada kasus-kasus percabulan sebagai suatu beban berat. 11. Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, maksudnya, pernyataan para murid. Walaupun kadang-kadang pernikahan bukan merupakan sesuatu yang menguntungkan, tidak semua orang dapat hidup tanpa menikah. 12. Ada orang yang tidak bisa menikah karena masalah cacat sejak lahir; yang lain karena cedera atau larangan yang dibuat manusia. Yang lain lagi mungkin melepaskan hak untuk menikah ini agar dapat mengabdikan diri secara lebih menyeluruh kepada pekerjaan Allah (mis., Paulus, I Kor. 7:7, 8, 26, 32-35). Pernyataan ini tentu saja tidak mengurangi arti pernikahan: pernyataan ini menutup suatu pembahasan di mana pernikahan diangkat kembali kepada tujuannya yang semula.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Sabtu, 18 Februari 2023 - Imam Besar Perjanjian Baru - Ibrani 8:1-13 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Kamis, 16 Februari 2023 - Mempedulikan Diri dan Orang Lain - Ulangan 23:21-25 All Renungan Gereja Toraja 2023: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |