lagu-gereja.com/toraja

View : 684 kali
Bahan Penelaahan Alkitab                                              Tanggal  1-6 Agustus   2022

PERBUATAN YANG BERMAKNA
Penggauran Kebattuan
    Kolose 3:1-11

Tujuan:
1.    Jemaat memahami bahwa segala perbuatan hanya bermakna kalau didasarkan pada anugerah Tuhan.
2.    Jemaat tetap menjalani hidup dengan  bersandar  pada karya Allah

Pembimbing Teks
    Jemaat Kolose didirikan oleh Epafras dan orang-orang lain yang bertobat sebagai hasil perjalanan misi Paulus. Namun jemaat itu disusupi oleh relativisme agama, dan sebagian orang percaya berupaya menggabungkan unsur-unsur paganisme dan filsafat sekuler dengan doktrin Kristen. Bidat yang dihasilkan kemudian dikenal sebagai “gnostik” yang menekankan pengetahuan khusus dan menolak Kristus sebagai Allah dan Juruselamat. Karena itu walau ada dalam penjara di Roma, Paulus menulis dan mengirimkan surat kepada jemaat di Kolose. Paulus menentang ajaran-ajaran palsu tersebut dan menegaskan keilahian Kristus, hubunganNya dengan Sang Bapa dan kematian-Nya sebagai kurban di kayu salib bagi dosa. Menurut Paulus, hanya di dalam Kristus orang dapat beroleh kehidupan. Kristus adalah Allah yang berinkarnasi dan satu-satunya jalan untuk mendapatkan pendamaian dengan Allah.
Dalam pasal 3 ini, Paulus menekankan beberapa pengajaran:   Pertama: “Pikirkanlah perkara yang di atas”. Ini berarti memandang kehidupan dari sudut pandang Allah dan mencari apa yang dikehendaki Allah. Ini adalah senjata untuk menangkal diri dari materialisme, sensualitas dan hawa nafsu duniawi. Kedua: perilaku hidup orang kristen yang benar adalah mengenakan sifat  yang baru dengan menerima Kristus dan menganggap sifat duniawi sudah mati. Orang Kristen harus membiarkan Kristus hidup di dalam dirinya, supaya Dia bisa membentuk umatNya sesuai kehendak-Nya. Orang percaya harus tetap setia pada pengakuan imannya dan membuang kehidupan yang lama. Umat Tuhan mengenakan manusia baru yang diberikan Kristus yaitu dengan melakukan perbuatan yang sesuai dengan iman yang benar di dalam Kristus.

Pertanyaan Untuk Diskusi:
 Mengapa Paulus menekankan bagi jemaat di Kolose untuk memikirkan perkara yang di atas, bukan yang dibumi? (ay. 2). Matumbai anna pamata’takki Rasulu’ Paulus lako kombongan dio Kolose kumua  anna Pamatu'tunni tu penaanna lako apa dao, da’ nalako apa lan lino (ay.2)?
 Mengapa banyak warga gereja yang sulit mematikan dalam dirinya segala sesuatu yang duniawi? (percabulan, keserakahan, judi dan

sebagainya).
Matumbai anna budapa tu  kombongan masussa umpamatei lan kalena  tu  mintu' lesoan kale a'gan lino? (iamotu: pa'pangngan buni, kamaruttakan, kamoraian, pa'poraian kadake, sia ia temai tangga’ , na senga’-senga’na).













Selanjutnya:
Bahan khotbah hari Minggu, 7 Agustus 2022 - Aksi Pangiu Gereja Toraja - PINGGANG YANG TETAP BERIKAT (Tontong ma’tambeke’) - Lukas 12:35-48


Sebelum:
Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 31 Juli 2022 - PERBUATAN YANG BERMAKNA Penggauran Kebattuan - Pengkhotbah 1:12-18


All Renungan Gereja Toraja 2022:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2022..

Register   Login