lagu-gereja.com/toraja

View : 700 kali
Bahan khotbah hari Minggu                 Tanggal 6 Maret 2022
Prapaskah I

MENGINGAT KEMURAHAN TUHAN
Unningaran  pa’kamaseNa Puang

    Bacaan Mazmur    : Mazmur 91:9-16
    Bacaan 1        : Ulangan 26:1-11 (Bahan Utama)
    Bacaan 2        : Roma 10:4-15
    Bacaan 3        : Lukas 4:1-13
    Nas persembahan    : Ulangan 26:2
    Petunjuk Hidup Baru    : Ulangan 26:10

Tujuan:
Jemaat memahami bahwa Allah telah menyatakan kemurahan bagi umat-Nya
Jemaat bersyukur atas kemurahan Allah dan semangat menyatakan kemurahan Allah bagi sesama

Pemahaman Teks
    Mazmur 91:9-16 berisi pengakuan pemazmur bahwa Allah adalah tempat perlindungan yang akan menolong umat-Nya dalam menghadapi kesulitan, malapetaka dan ancaman mara bahaya. Di sini pemazmur mengakui bahwa Allah akan mendengarkan teriakan, seruan dan permohonannya, serta  akan menunjukkan keselamatan yang dari pada-Nya. Allah kemudian menjawab dengan mengatakan bahwa setiap orang yang hatinya melekat kepada Allah akan dibentengi-Nya. Seruan mereka akan dijawab oleh Tuhan,  umur panjang akan dikarunakan bahkan keselamatan akan diberikan-Nya
    Ulangan 26:1-11 berisi perintah Tuhan bagi bangsa Israel mengenai apa yang harus mereka lakukan setelah tiba di Tanah Kanaan. Allah mengingatkan bangsa Israel untuk mempersembahkan buah bungaran (hasil pertama) sebagai wujud pengakuan bangsa Israel atas perlindungan dan pertolongan Allah yang membawa mereka keluar dari tanah Mesir memasuki daerah yang berlimpah susu dan madu. Hasil pertanian yang  diperoleh adalah berasal dari Tuhan dan adalah layak untuk mempersembahkan hasil pertama kepada Tuhan, sebagai wujud pengakuan betapa Tuhanlah sumber berkat dan pemilik tanah. Aturan-aturan mengenai cara membawa persembahan kepada Tuhan adalah sebuah bukti bahwa mereka tidak hanya mempersembahkan hasil ladang tetapi juga ada ketaatan  pada aturan yang telah ditetapkan Tuhan yang mesti mereka lakukan sebagai wujud syukur kepada Allah.
    Roma 10:4-15 berisi penegasan Paulus, bahwa manusia dibenarkan karena iman. Iman adalah jawaban umat Allah atas anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Jemaat diingatkan bahwa keselamatan diperoleh semata-mata karena anugerah dan bukan karena usaha manusia. Keselamatan berarti pembebasan dari kutuk dan hukum sebagai akibat dosa. Hal ini terwujud apabila manusia menyambut keselamatan dalam Yesus Kristus, yakni dengan menerima dan percaya Yesus sebagai Juruselamat dalam hidupnya. Jadi inisiatif untuk menyelamatkan manusia dari dosa adalah dari Tuhan sendiri. Ini didasarkan oleh kasih-Nya dan ketidakmampuan manusia menyelesaikan masalahnya sendiri. Itulah sebabnya Allah turun tangan dan menyelamatkan umat-Nya.  Umat Allah dapat menyatakan pengakuan kepercayaan dan keselamatan dari Allah itu di mulut dan percaya dalam hati
    Lukas 4:1-13 menceritakan pencobaan yang yang dilakukan Iblis kepada Yesus sebanyak tiga kali. Yesus menjawab semua cobaan iblis berdasarkan kebenaran  Firman Tuhan. Yesus menegaskan, bahwa hanya Allah yang layak disembah dan tidak ada yang lain. Iblis pun tidak berhasil mencobai Yesus. Allah adalah pemelihara kehidupan dan penguasa dunia. Karena itu layaklah seluruh hidup kita dipercayakan kepada-Nya.
Korelasi seluruh bacaan adalah kehendak Allah atas umatNya agar menempatkan Tuhan sebagai satu-satunya sumber berkat dan kehidupan, sehingga hanya Tuhan jugalah yang patut disembah. Hasil panen, bahkan keselamatan manusia adalah anugerah Tuhan. Oleh sebab itu, hanya Dialah yang patut disembah.

Pokok-pokok pengembangan khotbah
Perintah untuk mempersembahkan hasil pertama
    Pekerjaan sebagian besar umat Israel setelah tiba di Tanah Kanaan  adalah bercocok tanam. Ini tentu disesuaikan dengan kondisi alam. Hasil panen pertama biasanya adalah hasil panen yang terbaik yang sering disebut hasil sulung. Ini tentu memberi kegembiraan bagi pemilik karena untuk pertama kalinya mendapat hasil tanah dan hasilnya adalah hasil yang terbaik. Allah menyampaikan kepada umat Israel untuk memberikan hasil pertama dari panen yang didapatkan Tanah Kanaan.  Amsal 3;9  mengatakan; “muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan hasil pertama dari setiap penghasilanmu”. Bagian firman ini mengajak kita untuk memberikan hasil pertama dari apa yang kita dapatkan, sebab Tuhan adalah pemilik dan pemberi segala sesuatu. Manusia tidak akan memperoleh apa-apa dalam hidup ini jika bukan karena Allah. Demikian halnya bangsa Israel tidak akan tiba di Kanaan negeri yang berlimpah susu dan madu, jikalau bukan karena Allah. Saat kita memberi hasil pertama atau yang sulung berarti kita menyadari bahwa Tuhanlah pemilik segala sesuatu dan kita hanyalah orang yang mendapat belas kasihan Tuhan. Tuhan sang Pemilik tanah, juga memberi benih dan pertumbuhan, maka layaklah jika hasil sulung dipersembahkan pada-Nya. Sehubungan dengan itu, kita tentu perlu merenung, apakah selama ini kita sudah memberi yang terbaik kepada Tuhan? Ataukah kita mengutamakan yang terbaik terlebih dahulu untuk kita barulah untuk Tuhan dan orang lain? Apakah kita telah melakukan perintah Tuhan untuk mempersembahkan apa yang telah kita peroleh dariNya?



Mengingat kembali kebaikan Allah
    Kadang kala seseorang bermasalah dengan daya ingatnya. Sering merasa lupa dan tidak mengingat sesuatu. Hal ini kadang membuat keadaan seseorang menjadi terganggu. Kitab Ulangan adalah kitab yang dituliskan untuk kembali mengingatkan bangsa Israel terutama generasi kedua yang lahir dalam perjalanan ataupun yang baru lahir setelah Israel tiba di Tanah Perjanjian tentang kasih Tuhan bagi mereka. Ternyata bagian bacaan kita saat ini tidak hanya menekankan memberi buah sulung dari hasil yang didapatkan, tetapi juga pengakuan saat memberi persembahan. Dalam hal ini mereka hendaknya mengakui bahwa karena kasih sayang Tuhanlah, maka nenek moyang Israel yang dulunya hanyalah pendatang di Mesir, kini bisa menikmati kebaikan Tuhan. Tuhan telah mendengar kesengsaraan dan penindasan yang dialami oleh umat-nya dan membawa umat keluar dari Mesir menuju Kanaan, negeri yang berlimpah dengan susu dan madu (ay 9). Dalam hal ini Israel diingatkan, bahwa saat memberi persembahan haruslah mereka mengingat bahwa semua yang mereka dapatkan dan nikmati hanyalah semata-mata karena belas kasihan Tuhan. Lebih jauh lagi, ternyata bukan hanya tanah, bibit dan hasil melimpah yang diberikan Tuhan, tetapi Tuhan juga memberikan hal yang terpenting dalam hidup kita, yakni keselamatan bagi kita. Mengingat kasih karunia Tuhan adalah hal yang penting dalam hidup kita untuk menyadarkan siapa kita yang sesungguhnya. Bahwa kita adalah manusia yang mendapat belas kasihan Tuhan dan layaklah persembahan dan  pengakuan akan kuasa Tuhan selalu terucap di mulut dan diaminkan dalam hati. Mengakui Tuhan sebagai pemberi dan sumber berkat, juga berarti bahwa umat hanya tunduk pada perintah-Nya dan menolak setiap godaan untuk mencondongkan hati kita berpaling dari Allah. Teladan itu dapat dilihat dalam diri Yesus yang dengan tegas menolak tawaran iblis dan tetap tegas menyembah Allah dalam kebenaran.
Segenap umat Tuhan tentu diharapkan juga memiliki pengakuan iman, bahwa Tuhan adalah penolong dan sumber kehidupan kita. Seperti  umat Israel diingatkan untuk tidak pernah melupakan perjalanan kehidupan mereka yang telah ditolong oleh Tuhan ketika membawa persembahan buah sulung mereka. Demikianlah halnya dengan kita saat ini, juga diminta untuk selalu mengingat, bahwa apapun yang boleh kita terima adalah berasal dari Tuhan. Bentuk syukur atas perbuatan Tuhan atas kehidupan kita adalah dengan memberikan persembahan syukur kepada Tuhan dengan penuh sukacita karena segala sesuatu yang baik yang telah diberikan Tuhan atas kehidupan kita. Oleh karena itu persembahan bukanlah paksaan, melainkan bentuk sukacita kita atas perbuatan Tuhan dalam diri kita. Paulus menuliskan dalam 2 Korintus 9:7 “Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”. Pemberian atas persembahan bukanlah paksaan atau untuk mengikuti peraturan, tetapi persembahan itu adalah ungkapan syukur sebagai bentuk pengakuan iman bahwa Tuhanlah yang memelihara kehidupan kita. Ia memberikan berkat berupa hasil bumi, bahkan menganugerahkan hal yang paling utama, yaitu keselamatan.












Selanjutnya:
Bahan penelaahan Alkitab - Tanggal 7-12 Maret 2022 - Prapaskah I - MENGINGAT KEMURAHAN TUHAN / Unningaran pa`kamaseNa Puang - Roma 10:4-15


Sebelum:
Bahan Khotbah Rabu Abu - Rabu, 2 Maret 2022 - PUASA YANG DIKEHENDAKI ALLAH / Puasa nakalo` penaanNa Puang - Yesaya 58:1-12


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login