| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan penelaahan Alkitab Tanggal 7-12 Maret 20227 Maret 2022 Bahan penelaahan Alkitab - Tanggal 7-12 Maret 2022 - Prapaskah I - MENGINGAT KEMURAHAN TUHAN / Unningaran pa`kamaseNa Puang - Roma 10:4-15Prapaskah I MENGINGAT KEMURAHAN TUHAN Unningaran pa’kamaseNa Puang Roma 10:4-15 Tujuan: Jemaat memahami bahwa Allah telah menyatakan kemurahan bagi umat-Nya Jemaat bersyukur atas kemurahan Allah dan semangat menyatakan kemurahan Allah bagi sesama Pembimbing Teks Pada bagian ini, kita memperoleh kesan bahwa rupanya ada perbedaan pemahaman yang sangat mencolok antara Rasul Paulus dan orang-orang Yahudi mengenai keselamatan. Orang Yahudi memahami bahwa keselamatan diperoleh dengan jalan mentaati seluruh Hukum Taurat, sedangkan Rasul Paulus meyakini keselamatan adalah anugerah Allah melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Oleh Paulus, paham orang-orang Yahudi ini disebut sebagai “membangun kebenaran sendiri” (ay.3). Mereka tidak takluk pada kebenaran Allah. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah kegenapan Hukum Taurat seperti yang dijelaskan dalam ayat 5 dan 6. Paulus mengakui kebenaran pandangan Musa tentang Hukum Taurat, bahwa “orang yang melakukannya akan hidup karenanya” (Im. 18:5). Paulus sadar bahwa tidak ada seorangpun yang sanggup memenuhi tuntutan hukum Taurat secara sempurna kecuali Kristus. Ayat 9 dan 10 berbicara mengenai panggilan dan tanggung jawab dari orang-orang yang telah mendapat anugerah (dibenarkan). Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, serta percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Mengaku dengan mulut adalah aspek kesaksian yang dapat dilihat dan didengar orang lain. Jadi mengaku dengan mulut merupakan aspek tindakan dan perbuatan dari iman. Percaya dalam hati merupakan dorongan dan dasar dari aspek perbuatan. Jadi menurut Rasul Paulus perbuatan adalah jawaban dari anugerah keselamatan yang diberikan Allah. Perbuatan yang baik dan benar adalah wujud syukur atas kemurahan Allah. Pertanyaan Diskusi: Rasul Paulus mengatakan bahwa keselamatan adalah anugerah Tuhan semata. Bagaimana respon kita terhadap anugerah Tuhan ini? (Napamata’tak Rasulu’ Paulus kumua ia tu Kasalamaran manassa pa’kamasean-Na Puang Matua.Umba susi pebalinta diona te pa’kamasean-Na Puang lako lako kaleta?) Wujud iman kita ialah jika kita mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya di dalam hati. Bagaimana mewujudkannya? (Tanda manassana kapatongananta iamotu tontong mangaku kumua iatu Yesu Puang, sia dikatappai’ lan penaanta. Umba ladikua umpapayanni?) Bahan khotbah hari Minggu Minggu 13 Maret 2022 Prapaskah II KEWARGAAN KITA DI DALAM SURGA Dao Suruga tu tondok kadadianta Bacaan Mazmur : Mazmur 27:7-14 Bacaan 1 : Kejadian 15:1-21 Bacaan 2 : Filipi 3:17-4:1 (Bahan Utama) Bacaan 3 : Lukas 13:31-35 Nas Persembahan : Mazmur 111:1-2 Petunjuk Hidup Baru : Filipi 3:20-21 Tujuan: Jemaat memahami bahwa kita adalah warga kerajaan surga. Jemaat memahami bahwa sebagai warga kerajaan surga maka kita mempunyai hak istimewa. Pemahaman Teks Mazmur 27:7-14 ini adalah seruan pemazmur yang disampaikan kepada Tuhan. Pemazmur nampak menyampaikan seluruh beban yang dialaminya kepada Tuhan, sambil tetap meyakini bahwa apa yang dia cari tidak sia-sia. Pemazmur nampak sangat percaya diri bahwa Tuhan menolong dia, karena itu dia mengatakan: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.” (Maz.27:10). Dalam konteks ini Daud mengirim orang tuanya ke Moab untuk perlindungan (1 Sam. 22:3-4). Daud merasa yakin bahwa sekalipun dia harus berpisah dan menitipkan orang tuanya kepada raja Moab untuk berlindung, tetapi dia percaya bahwa Tuhan pasti tidak meninggalkan dia. Tetapi Daud juga menunjukkan kepada kita bahwa bahkan dia, seorang yang mencari Tuhan dengan penuh semangat, sering masih merasa bahwa Tuhan tidak segera mendengarnya. Bahkan Daud seolah-olah mengandaikan Tuhan menyembunyikan wajahnya. Karena itu dia katakan: “Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku”. Meskipun Daud seorang yang setia kepada Tuhan, tetapi dia pun masih dilanda kecemasan. Namun yang menarik, ialah kecemasan dan ketakutan Daud tidak membuat dirinya berpaling dari Tuhan. Ia justru berseru kepada Tuhan. Seruan itu untuk menyatakan keterbatasan Daud, dan betapa hidupnya hanya ada dalam lindungan dan penyertaan Tuhan. Kejadian 15:1-21 mengisahkan kekalutan Abram terkait hidupnya yang belum juga dikaruniai keturunan. Dia berpikir akan mati dan hambanya Eliezerlah yang akan mewarisi seluruh kepunyaannya. Ini jelas sebuah pergumulan yang berat, karena dia tidak mempunyai keturunan untuk melanjutkan kehidupan. Dalam situasi itu, Allah kemudian hadir memberikan janji kepada Abram, yakni membuat keturunan Abram menjadi banyak dan tidak terhitung jumlahnya. Dia pun percaya: “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Abram nampaknya tidak mempertanyakan lagi, dan tidak berusaha memverifikasi apakah ini mungkin terwujud? Keyakinan Abram, diperhitungkan oleh Tuhan sebagai kebenaran. Dalam ukuran dan pandangan manusia, apa yang dikatakan Allah memang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin di usia yang sudah tua istri Abram masih bisa melahirkan? Tetapi Abram tidak memberi komentar atas pernyataan Allah. Abram percaya apa yang dikatakan Tuhan. Abram percaya bahwa Tuhan mampu membuat sesuatu yang tidak mungkin bagi manusia. Mengapa Abram percaya? Karena dia adalah orang yang telah dikuduskan oleh Allah. Dia dipilih oleh Allah dan ditersendirikan untuk menjadi sebuah bangsa yang besar. Abram telah menjadi warga kerajaan Allah, karena pilihan Allah sendiri, bukan karena keinginan Abram. Filipi 3:17-4:1 berisi penjelasan Paulus tentang status umat Tuhan sebagai warga kerajaan surga. Kewarganegaraan sebagai orang Romawi dalam konteks Paulus adalah sangat penting. Dengan menjadi warga negara Romawi, dia mendapatkan perlakuan istimewa. Jika Paulus bicara soal kerajaan surga, maka Paulus ingin menunjukkan keistimewaan dari warga kerajaan surga. Jika warga negara romawi bisa memperoleh kebebasan dengan cara membeli kebebasan mereka, maka demikian pun dengan pengikut Kristus! Mereka telah ditebus bukan dengan barang yang fana seperti perak dan emas, tetapi dengan darah Kristus yang amat berharga. Jika warga Romawi tidak melihat hukum sebagai terror sejauh mereka taat, demikian pun dengan orang Kristen. Selama mereka dipimpin oleh Roh Allah, maka mereka berada di bawah hukum Roh kehidupan yang telah membebaskan mereka dari hukum dosa dan maut. Jika orang Romawi mendapatkan haknya karena diangkat sebagai warga kerajaan, dan punya akses khusus kepada kekaisaran, demikianpun dengan orang Kristen, telah menerima pengangkatan sebagai warga kerajaan Allah dan mendapatkan akses istimewa di hadapan Tuhan. Paulus ingin menyatakan keistimewaan seorang yang telah menjadi warga kerajaan surga. Menjadi menjadi warga kerajaan surga berarti punya hubungan khusus dengan Tuhan dan tidak perlu diwakili oleh siapapun, untuk datang kepada-Nya. Lukas 13:31-35 mengisahkan betapa Yesus nampaknya akan dipaksa secara halus untuk meninggalkan wilayah Galilea yang saat itu berada dalam kekuasaan Herodes Antipas. Tidak jelas, apakah orang Farisi yang terganggu dengan pengajaran Yesus, ataukah Herodes takut terjadi keributan di wilayahnya? Tafsir lain adalah terjadi persekongkolan orang Farisi dan Herodes untuk mengusir Yesus. Namun Jawaban Yesus cukup mengejutkan, "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai”. Yesus jelas tidak peduli dengan ancaman kaum Farisi. Yesus bahkan menyebut Herodes sebagai serigala. Yesus sendiri sudah mengetahui bahwa Dia tidak akan mati, jika bukan di Yerusalem. Herodes punya kuasa untuk mengusir Yesus dari wilayahnya, tetapi Yesus mempercayai, bahwa belum waktunya bagi dia untuk mati, jika belum sampai di Yerusalem. “Yerusalem adalah pusat Israel dan seolah-olah mewakili seluruh Israel, sebab kota itulah tempat kedudukan pucuk pimpinan Israel. Dan Yesus, yang menyamakan diri-Nya di sini dengan seorang nabi, akan mati di pusat Israel itu”. Pokok-pokok pengembangan khotbah Sejak kapan kita disebut sebagai warga kerajaan Surga? Apa istimewanya menjadi warga kerajaan surga? Pertanyaan pertama ingin menanyakan tentang pertanyaan mendasar tentang siapa yang bisa disebut warga kerajaan Allah. Sedangkan pertanyaan kedua ingin melihat perbedaan mendasar warga kerajaan surga dan yang bukan warga kerajaan surga. Kapan kita menjadi warga kerajaan Allah? Pertanyaan ini penting, karena ini menyangkut tentang identitas kita sebagai manusia. Jika kita kembali kepada kisah kejatuhan manusia, maka sesungguhnya kita adalah makhluk yang tidak lagi layak berada di hadapan Allah. Kejatuhan manusia pertama, punya dampak pada generasi berikut di mana kita menjadi manusia yang harus mewarisi dosa. PGT Bab 3 butir 7 menyebut: “Pemutusan hubungan yang benar dengan Allah mengakibatkan umat manusia tidak lagi sanggup hidup dalam kebenaran dan kesucian serta ketaatan terhadap hukum Allah, dalam hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta, sehingga manusia berada di bawah hukuman murka Allah.” Dalam ketidakberdayaan inilah, manusia membutuhkan pertolongan dari Allah sendiri. Karena itu Bab 4 PGT butir 5 menyelaskan bahwa Yesus Kristus telah menanggung kutuk murka Allah atas dosa kita melalui penderitaan-Nya sampai mati di kayu salib dan bahkan turun ke dalam kerajaan maut. Semua-nya itu dibuat-Nya untuk menggantikan kita dan dengan itu Ia menebus kita dari kuasa maut menjadi milik-Nya. Jelas betapa keselamatan tidak mungkin diusahakan oleh manusia, karena mereka telah jatuh dalam dosa. Satu-satunya cara adalah menanti belas kasihan Allah. Sayangnya, menurut Paulus banyak yang menjadi seteru salib. Orang-orang ini kesudahannya adalah kebinasaan. Tetapi mereka yang telah menjadi warga kerajaan surga, oleh Paulus disebutkan, bahwa tubuh mereka yang hina diubahnya menjadi mulia. Dalam kekristenan, menjadi warga kerajaan Allah kemudian ditandai dengan baptisan kudus. Gereja memakai tanda baptisan untuk menyatakan identitas seseorang sebagai warga kerajaan surga. Dalam kisah Abraham, maka sangat jelas bahwa warga kerajaan Allah yang dilekatkan pada Abraham datang dari pilihan Tuhan sendiri terhadap Abraham. Ini bukan pilihan Abraham, tetapi Allah yang memilih Abraham dan meminta dia keluar dari Ur-kasdim untuk dikuduskan sebagai satu bangsa yang menjadi warga kerajaan surga. Pilihan yang datang kepada Abraham membuat Allah menyatakan janjinya kepada Abraham untuk menjadi bangsa yang besar. Apa Istimewanya menjadi warga kerajaan surga? Menjadi warga kerajaan surga, berarti kita diberi akses khusus untuk datang kepada Allah, tanpa harus diwakili oleh orang lain. Jika dalam PL, hak warga diwakili oleh para imam untuk menyampaikan permohonan kepada Allah, maka dalam penebusan Kristus, kita mempunyai akses langsung untuk datang kepada Allah, tanpa harus melalui perantara. Kita menjadi manusia yang telah dimerdekakan dari dosa, bukan sekadar merdeka dari ketertindasan. Yesus bahkan telah memperlihatkan bahwa dia tidak dapat diikat oleh ruang dan waktu tertentu, dan tidak dapat dikendalikan oleh kekuasaan. Kerajaan Allah lebih besar dari kerajaan Herodes. Itu sebabnya Yesus tidak gentar dengan ancaman kaum Farisi yang memakai nama Herodes untuk mengusir Yesus dari wilayah kekuasaannya. Menjadi warga kerajaan surga berarti kita akan seperti Daud, yang meyakini bahwa dalam segala perkara hidup dan berbagai pergulatan hidup yang berat, kita tetap punya keyakinan tentang tuntunan Allah. Kita bisa gelisah dan takut, seperti yang juga dialami oleh Daud. Namun demikian, kita tidak boleh putus asa. Takut dan gelisah adalah hal yang manusiawi. Tetapi dengan menjadi warga kerajaan Allah, keyakinan kepada Tuhan tidak boleh hilang. Kita tentu harus menjadi warga negara yang baik. Namun lebih dari itu, juga menjadi warga kerajaan Allah seperti keyakinan Daud dalam pergulatan hidupnya.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: DPA KRT Gereja Toraja - Rabu, Rabu, 9 Maret 2022 - Kenalilah Kebenaran dan Melangkahlah di Atasnya - Lukas 4:1-13 Sebelum: Bahan khotbah hari Minggu, 6 Maret 2022 - Prapaskah I - MENGINGAT KEMURAHAN TUHAN / Unningaran pa`kamaseNa Puang - Ulangan 26:1-11 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |