lagu-gereja.com/toraja

View : 650 kali
Bahan Penelaahan Alkitab                                             Tanggal 14-19 Februari 2022

JALAN  KEBAHAGIAAN
 Lalan Kamauparan
Yeremia 17:5-10

Tujuan:
1.Jemaat memahami bahwa ajaran  kebahagiaan  sejati bersumber  dari ajaran  Yesus.
2.Jemaat menikmati kebahagiaan sejati yang melampaui kebahagiaan yang dicari orang.

Pemahaman Teks
Yeremia yang bertugas di Israel Selatan atau Yehuda menyaksikan sendiri bagaimana kehidupan iman dan perilaku keseharian umat Allah yang jauh dari kehendakNya. Hukuman kehancuran sebagai akibat dosa dinubuatkan bagi mereka, yakni yang kepercayaan dan cara hidupnya berpusat pada diri sendiri. Ayat 5 “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia”, menjelaskan bagaimana mereka menjadikan diri sendiri sebagai pusat pertimbangan dan jalan keluar serta orientasi hidup. Kata terkutuklah berarti Allah menjauh dan tidak perduli lagi pada mereka.
Nabi Yeremia menyampaikan bagaimana resiko atas pilihan-pilihan kehendak bebas manusia. Mengandalkan manusia beresiko hidup seperti di padang gurun penuh semak bulus yang tidak akan mengalami datangnya masa kebaikan (ay.5-6). Sebaliknya, setiap orang yang bergantung kepada Tuhan, baginya selalu tersedia berkat. Ia bagaikan pohon yang terus menghasilkan buah sekalipun tidak pada musimnya (ay. 7-8). Mereka tidak akan takut atau kuatir di dalam situasi hidup bagaimanapun karena akar mereka tertanam jauh di dalam Allah. (Yer 17:5-8). Allah bukanlah pemberi harapan palsu, melainkan satu-satunya Pribadi yang sanggup memberikan pengharapan yang sejati.

Pertanyaan untuk diskusi
Baca kembali ayat 5, Bagaimana pemahaman kita dengan pernyataan ini, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN”
Basai sule tu aya’ 5, Umba susi pa’nannunganta te kada nakua “Tampakan ropu tu to urrannuan tolino sia tu umpotakia' duku' sia untoyangan penaanna dio mai Puang”
Dalam setiap kegiatan dan kerja pelayanan kita apakah kita sudah mengandalkan Tuhan atau masih lebih pada mengandalkan manusia?
Lan umpana’ta’ pa’kamayanta, manassa siamoraka kumua Puang tu disattuan ba’tu mandu losongpa tu kapa’sattuanan lako tolino?













Selanjutnya:
Bahan khotbah hari Minggu, 20 Februari 2022 - KASIH YANG TUNTAS / Pa`kaboro` Sundun - Lukas 6:27-36


Sebelum:
Bahan khotbah hari Minggu, 13 Februari 2022 - JALAN KEBAHAGIAAN / Lalan Kamauparan - Lukas 6:17-26


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login