| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 13 Februari 2022Minggu, 13 Februari 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 13 Februari 2022 - JALAN KEBAHAGIAAN / Lalan Kamauparan - Lukas 6:17-26JALAN KEBAHAGIAAN Lalan Kamauparan Bacaan Mazmur : Mazmur 1:1-6 Bacaan 1 : Yeremia 17:5-10 Bacaan 2 : 1 Korintus 15:12-20 Bacaan 3 : Lukas 6:17-26 (Bahan Utama) Nas Persembahan : Mazmur 126:5-6 Petunjuk Hidup Baru : Mazmur 1:1-2 Tujuan: Jemaat memahami bahwa ajaran kebahagiaan sejati bersumber dari ajaran Yesus. Jemaat menikmati kebahagiaan sejati yang melampaui kebahagiaan yang dicari orang. Pemahaman Teks Mazmur 1:1-6 menekankan perbedaan di antara orang benar dengan orang fasik. Orang benar dapat diketahui dan dilihat dari tindakan mereka atau apa yang mereka lakukan, kumpulan yang mereka tidak masuki, tempat yang mereka tidak kunjungi. Sebab tidak seorangpun yang dapat menikmati berkat Allah tanpa berbalik dari hal-hal yang merusak dan membahayakan. Karena Tuhan mengetahui dan mengenal jalan orang benar, memberkati mereka sehingga mereka disebut berbahagia. Yeremia 17:5-10 mencatat teguran Yeremia kepada kerajaan Selatan Yehuda, bahwa mereka yang kepercayaannya berpusat pada diri sendiri dan kekuatan manusia, pastilah akan kecewa. Nabi Yeremia menyampaikan bagaimana resiko atas pilihan-pilihan kehendak bebas manusia. Mengandalkan manusia beresiko hidup seperti di padang gurun penuh semak bulus yang tidak akan mengalami datangnya masa kebaikan (ay.5-6). Setiap orang yang mempercayakan kehidupan mereka kepada sesama manusia adalah orang-orang yang malang. Bahkan Yeremia menyebut mereka terkutuk, karena ketika mereka meletakkan pengharapan pada kekuatan manusia, saat itu hati mereka sudah menjauh dari Tuhan. Hidup senantiasa terancam ketakutan, kecemasan dan kebinasaan. Sebaliknya, setiap orang yang bergantung kepada Tuhan, baginya selalu tersedia berkat. Ia bagaikan pohon yang terus menghasilkan buah sekalipun tidak pada musimnya (ay.7-8). Mereka tidak akan takut atau kuatir di dalam situasi hidup bagaimanapun juga, karena akar mereka tertanam jauh di dalam Allah. (Yer.17:5-8). Allah bukanlah pemberi harapan palsu, melainkan satu-satunya Pribadi yang sanggup memberikan pengharapan yang sejati. Ungkapan “Betapa liciknya hati” (Yer.17:9) mengingatkan betapa hati yang meliputi keinginan dan perasaan manusia, perlu diuji oleh Tuhan yang menyelidiki dan menguji hati (ay.9-10). 1 Korintus 15:12-20 Penegasan Paulus tentang kebangkitan Kristus, sebab beberapa orang menyangkali adanya kebangkitan orang-orang mati, termasuk dalam hal ini menyangkali kebangkitan Kristus (1 Kor 15:12). Paulus bertitik tolak pada ajaran dasar dari pemberitaan Injil, yaitu: peristiwa Paskah: Yesus wafat dan dibangkitkan (bdk. Rom 1:4; Gal 1:2-4; 1 Tes 1:10). Ajaran itu diuraikan dengan menyebut sejumlah penampakan Yesus yang dibangkitkan (1 Kor.15:5-11). Dengan bertitik tolak demikian, Paulus memperlihatkan betapa pendapat orang Korintus itu tidak masuk akal. Kristus dibangkitkan sebagai yang sulung dari antara orang mati dan Iapun akan menyebabkan kebangkitan orang-orang lain (1 Kor.15:20-28). Rasul Paulus menegaskan pentingnya keyakinan tentang kebangkitan Yesus Kristus sebagai dasar bagi orang percaya untuk juga memiliki pengharapan adanya kebangkitan bersama Kristus setelah kematian. Ajaran ini membedakan orang percaya kepada Kristus dengan penganut ajaran lain. Orang percaya jadi memiliki pengharapan yang melampaui semua yang diharapkan manusia dalam hidupnya. Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan Rasul Paulus dan sia-sia pulalah kepercayaan umat Tuhan (ay.14,17) dan mereka menjadi saksi dusta (ay.15), dosa mereka pun tidak diampuni (ay.17), bahkan mereka akan binasa (ay.18) dan tidak ada pengharapan (ay.19). Pengharapan kepada Kristus (ay.18-19). Dialah yang sulung sebab Dialah yang berkuasa sebagai Hakim dan yang memerintah setelah peristiwa kebangkitan. Karena itu kebangkitan Kristus dari kematian, menjaminkan keselamatan dan kehidupan yang kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Pada akhir uraiannya Paulus menanggapi kesulitan-kesulitan mengenai caranya orang-orang mati akan bangkit (1 Kor.15:35-53). Jelaslah bahwa mereka yang menolak kenyataan obyektif kebangkitan Kristus sedang menyangkal iman Kristen sama sekali. Mereka adalah saksi palsu yang menentang Allah dan Firman-Nya. Iman mereka tidak berarti. Karena itu, mereka bukan orang Kristen sejati. Lukas 6:17-26 yang berisi pengajaran Yesus di kaki bukit ini, tampak berbeda dengan pengajaran dan pandangan yang umum waktu itu. Secara umum diajarkan bahwa kebahagiaan diukur dari kesuksesan secara fisik dan material, seperti sembuh dari berbagai penyakit dan dibebaskan dari roh-roh jahat (ay.18-19). Juga terpenuhinya seluruh kebutuhan material dan mengandalkannya sebagai jaminan kehidupan serta sebagai sarana kebanggaan, kesuksesan di hadapan sesama manusia (ay.24-26a). Seperti halnya dalam ayat 20 saat berbicara tentang “miskin” yang dikontraskan dengan yang “kaya” (ay.24), jelas sekali berbicara tentang miskin dan kaya dalam hal uang. Demikian pula tentang “lapar” (ay.21a) dan “kenyang” (ay. 25a), menunjuk kebutuhan manusia secara jasmani dan bukan secara rohani seperti dalam Matius 5:3-12. Namun bagaimana mungkin hal miskin, lapar, menangis, dibenci dan dikucilan, dapat dikatakan berbahagia. Kata bahagia di sini bukanlah bahagia menurut ukuran dunia, juga bukanlah suatu perasaan bahagia yang terasa dalam hati kita. Bahagia disini adalah dalam pandangan Tuhan, jadi Tuhan menganggap orang seperti itu berbahagia. Kata “bahagia” dalam bahasa Yunaninya adalah “makarios”, yang berarti suatu sukacita dalam bahasa Inggris “joy” yang tidak terganggu oleh perubahan situasi hidup, sedangkan “happiness” tergantung pada situasi kehidupan. Kata “berbahagialah” di sini menunjuk pada kebahagiaan atau keadaan diberkati dalam pandangan Tuhan. Dapat saja pandangan Tuhan ini bertentangan dengan pandangan manusia dan dunia. Jadi bisa saja kita dipandang miskin, gagal, menderita, dianiaya dan lemah, namun dalam pandangan Tuhan kita berbahagia atau diberkati. Pengajaran Yesus tentang kebahagiaan sejati terletak dalam hal mengikuti, mengandalkan dan menggantungkan diri pada kuasa Allah serta berjuang hidup dalam tuntunan dan kehendak-Nya (ay.20-23). Semua kebutuhan material dan fisik itu penting, namun tidak dapat membawa kita sampai pada kebahagiaan sejati. Sebaliknya semua kesulitan yang kasat mata, penderitaan, dibenci, ditolak, difitnah, tidak akan menghilangkan kebahagiaan umat yang menggantungkan hidupnya hanya kepada Tuhan. Korelasi yang terdapat pada seluruh bacaan, ialah pengajaran untuk menggantungkan kehidupan pada Tuhan saja, dan bukan pada hal-hal lahiriah yang tampak secara kasat mata. Kebangkitan Kristus sebagaimana yang dikemukakan oleh Rasul Paulus, tentu jadi dasar penting hal tersebut. Dalam hal ini, kepercayaan kepada Kristus yang bangkit menjadikan orang percaya memiliki pengharapan yang melampaui semua yang diharapkan manusia dalam hidupnya. Pokok-pokok pengembangan khotbah Dalam Lukas 6:17-26 ada empat hal yang dikontraskan sebagai dasar bahagia dan celaka, yakni hal miskin vs kaya, lapar vs kenyang, menangis vs tertawa, serta dibenci vs dipuji. Bahagia atau diberkati dalam pandangan Tuhan dan celaka merupakan kecaman atau penghakiman dari Allah bagi orang-orang itu. Karena itu Injil Lukas menulis tentang ucapan bahagia yang ditujukan untuk memberi konfirmasi bahwa Yesus memperkenankan orang-orang datang kepadaNya, meskipun orang-orang dunia, menghina dan mengangap orang itu tidak layak. Ungkapan kata “celakalah” sebagai kecaman dari Tuhan disampaikan untuk menegur orang yang merasa diri lebih baik lalu menghina orang yang mereka anggap lebih jelek dan hina. Karena itu kita diingatkan untuk tidak terjebak pada sikap sombong dan angkuh terkait dengan materi atau jabatan yang kita miliki. Saat kita melihat orang lain lebih kecil dan hina, maka sangat mungkin kita sementara bersikap sombong terhadap orang lain, seperti sikap orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat yang dikecam oleh Yesus dengan kata “celaka”. Terkait hal miskin dan kaya (ay.20,24), orang miskin disebut berbahagia karena, di dalam kemiskinan dia tidak punya hambatan-hambatan yang banyak untuk datang kepada Tuhan Yesus. Sedangkan orang kaya seringkali terhalang oleh harta kekayaannya untuk datang sepenuhnya bergantung pada Tuhan. Tuhan tentu tidak membenci kekayaan, namun Dia memperingatkan orang-orang kaya untuk sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. Orang miskin lebih mudah untuk bersandar kepada Allah karena mereka tidak punya apa-apa untuk menjadi tempat bersandar. Sedangkan orang kaya mengangap dirinya tidak membutuhkan apapun, karena ia telah bersandar pada kekayaannya, bukan kepada Allah (Luk 12:16-21). Dalam ayat 24b disebutkan, bahwa “dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu”. Artinya mereka percaya pada kekayaannya, serta mencari kepuasan dan penghiburan melalui kekayaan. Kita dapat belajar seperti kisah dalam Luk 16:25 “tetapi Abraham berkata: anak, ingatlah bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau menderita”. Bukan keadaan miskin itu sendiri yang dianggap sebagai berkat/kebahagiaan tetapi apa yang diakibatkan olehnya. Godaan terbesar manusia zaman ini adalah menggantungkan pengharapan dan kehidupannya kepada hal-hal yang bersifat materi dan menganggap dirinya mampu melakukan apa saja untuk meraih kebahagiaan (menyamakan dirinya dengan Tuhan), misalnya dengan kecanggihan teknologi. Bagi nabi Yeremia orang-orang yang mengagung-agungkan dan menggantungkan diri kepada hal-hal yang duniawi adalah orang-orang yang hidup tanpa iman kepada Tuhan. Nasib mereka akan seperti semak bulus di padang belantara dan hari-hari hidupnya akan mengalami kesusahan, serta jiwanya akan mengalami kemarau dan sunyi senyap. Sedangkan orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati. Dibenci dan dipuji! Dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini, gereja sering sekali dibenci dan ditolak, namun juga tentu dipuji. Bagian ini mau menjelaskan, bahwa mengikut Yesus tidaklah berarti jalannya mulus tetapi sebalikknya penuh dengan penderitaan. Sejarah mencatat gereja atau persekutuan orang percaya kepada Yesus adalah kumpulan orang yang sering sekali mengalami penganiayaan dan dibenci karena injil. Namun demikian, gereja tetap ada. Di mana Injil diberitakan dalam hambatan dan penolakan besar, justru di situ Injil bertumbuh cepat. Karena itu orang-orang Kristen yang menderita, karena Kristus disebut berbahagia dan diperintahkan untuk berbahagian serta bersukacita. Sebaliknya pujian yang berlebihan juga disikapi dengan bijak, sebab jangan sampai di balik semua pujian itu gereja belum memberitakan Injil (bnd. Yoh 15:18-20).
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab Tanggal 14-19 Februari 2022 - JALAN KEBAHAGIAAN / Lalan Kamauparan - Yeremia 17:5-10 Sebelum: Bahan Penelaahan Alkitab Tanggal 7-12 Februari 2022 - KERJAKANLAH KEHENDAKNYA / Pana`ta`I tu pa`poraian-Na - Lukas 5:1-11 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |