lagu-gereja.com/toraja

View : 672 kali
Bahan khotbah hari Minggu                                          Tanggal 16 Januari 2022

ALLAH BERGIRANG ATASMU
Napopaimanko Puang Kapenombanmu

Bacaan Mazmur    : Mazmur 36:1-13
Bacaan 1        : Yesaya 62:1-5
Bacaan 2        : 1 Korintus 12:1-11
Bacaan 3        : Yohanes 2:1-11 (Bahan Utama)
Nas persembahan    : Mazmur 106:1
Petunjuk Hidup Baru    : 1 Korintus 12:2-3

Tujuan :
1.  Jemaat memahami bahwa Tuhan bersukacita atas mereka yang berharap pada-Nya
2.  Jemaat mengasosiasikan hubungan Allah dan manusia, laksana ikatan perkawinan.

Pemahaman Teks
Kebijaksanaan yang disampaikan dalam Mazmur 36 ini terdiri atas 3 bagian. Pertama, ayat 2-5 mengungkapkan realita orang yang kompromi dengan kejahatan, serta mengakibatkan hati dan pikirannya dikuasai dosa. Selanjutnya tutur kata serta tindakannya mendatangkan celaka atas orang lain. Ketika seseorang sudah dikuasai dosa maka ia tidak sadar lagi bahwa kelakuannya salah. Bahkan untuk mencapai tujuan yang jahat, ia merancang dan berusaha mengatasi rintangan yang mungkin menghalangi tujuan busuknya. Kedua, ayat 6-10 yang berisi tentang pujian dan pengakuan atas kasih setia Allah. Segenap makhluk ciptaan-Nya pun diundang masuk dalam pemeliharaan dan pembaruan-Nya dalam hubungan yang adil dan benar. Kasih setia Allah, begitu tinggi tak dapat dibayangkan oleh manusia (langit, awan, gunung, samudera raya). Ketiga, ayat 11-13 yang berisi doa agar orang yang mengenal Tuhan akan tinggal dalam persekutuan bersama Tuhan, gembira ikut jalan Tuhan, dan f
Yesaya 62:1-5; Nabi Yesaya amat yakin pada janji Allah bagi pemulihan Yerusalem. Yesaya berdoa agar Yerusalem dipulihkan (ay.1), dan ia mendorong para penjaga serta seluruh umat Tuhan untuk berdoa juga. Pemulihan atas bangsa itu akan penuh sukacita/kegembiraan seperti pesta pernikahan. Ibarat rusaknya relasi suami istri, maka umat Israel sudah bercerai dari Tuhan karena ketidaksetiaan bangsa ini, dan Tuhan tidak berkenan kepada mereka. Namun semua akan berubah ketika Tuhan sendiri yang menyucikan dosa mereka, karena Allah selalu setia. Pemulihan dan keselamatan ini menjadi kebenaran yang bersinar di hadapan seluruh bangsa.
1 Korintus 12:1-11 menunjukkan para pengikut Kristus di Korintus sejatinya menerima banyak karunia dari Tuhan (ay.4-7). Namun sebagian dari mereka justru menimbulkan masalah dengan memanfaatkan karunia-karunia rohani mereka secara tidak rohani. Mereka diingatkan oleh Rasul Paulus tentang  kebenaran dasariah, bahwa hanya ada satu Tuhan; bahwa karunia dan karya Roh Kudus akan tampak melalui pemuliaan Yesus sebagai Tuhan atas gereja. Rasul Paulus menunjukkan bahwa pelayanan karunia seharusnya mencerminkan pelayanan yang bersifat "hamba" sama seperti kehidupan Tuhan Yesus. Demikianlah, karunia-karunia seharusnya tampak di antara kita.
Yohanes 2:1-11 mengisahkan tentang Perkawinan di Kana. Bagi orang Yahudi, perkawinan  adalah peristiwa yang menggembirakan dan Yesus sangat senang berada di sana. Saat itu, pesta nikah biasanya diselenggarakan hingga 7 hari. Bisa dibayangkan berapa banyak anggur yang mesti disiapkan oleh mempelai dan keluarga. (Air anggur yang diubah Yesus dalam kapasitas tempayan batu dua tiga buyung, berarti 6 tempayan penuh kira-kira hampir 600 liter anggur). Perikop memperlihatkan bahwa hanya Ibu Yesus yang menunjukkan perhatian penuh, lalu dengan bahasa sederhana ia memberitahu Yesus: “mereka kehabisan anggur”. Dalam pembacaan ini, Yesus membuktikan diriNya sebagai Mesias Sejati, Anak Allah. Musa mengubah air menjadi darah, sedang Yesus (Sang Mesias) mengubah air menjadi anggur. Yesus menjawab ibuNya “saat-Ku belum tiba”, yakni penderitaan dan kematian-Nya, di mana anggur perjamuan akan disebut Yesus sebagai darah perjanjian-Nya).
Orang Israel memaknai anggur sebagai perlambang “darah” dan “sukacita”. Yesus sendiri adalah “Seorang yang penuh kesengsaraan” (Yes.53:3), sekaligus juga Orang yang bergembira (Luk.10:21). Kana menjadi saksi bahwa Yesus pun bersukacita, sekaligus juga Ia menjadi Allah dari orang yang bersedih seperti kisah pegawai yang anaknya hampir mati namun disembuhkan Yesus.

Pokok-pokok pengembangan khotbah
Keajaiban terjadi hanya oleh kehendak Tuhan
Ibu Yesus sendiri tidak muluk-muluk meminta, ia hanya memberitahu Yesus kondisi kekurangan yang dialami oleh keluarga dan mempelai. Saatnya akan tiba mujizat terjadi menurut waktu Tuhan. Kita tidak dapat mengatur Allah untuk melakukan mujizat bagi diri kita atau bagi siapapun. Tidak perlu gelisah atas segala kekurangan yang sedang dialami, kita hanya perlu menanti saat-Nya dengan penuh ketekunan, Karena ketekunan dihadapan-Nya akan mendatangkan sukacita.

Mujizat diawali ketaatan
Para pelayan mungkin bingung mengapa tempayan pembasuhan kaki/tangan menurut adat Yahudi harus diisi air, apa hubungannya dengan anggur yang sudah habis? (ay.7). Tetapi mereka taat saja pada perintah Yesus, sebagaimana juga dipesankan ibu Yesus sebelumnya. Mereka mengisi penuh, dicedok lalu membawa air itu ke pemimpin pesta. Mujizat dimulai dengan ketaatan pada kehendak Tuhan.

Mujizat terjadi jikalau kita mau bertindak
    Pernikahan digambarkan sebagai relasi Allah dan umat-Nya; peristiwa pernikahan dipilih Yesus menjadi awal tindakan ajaib-Nya sebagai Mesias. Kemudian, undangan mempelai agar Yesus hadir menjadi bukti bahwa Yesus peduli pada persoalan keluarga dan berbagai kelemahan yang ada. Setiap masalah akan Dia pulihkan sesuai kehendak-Nya, bukan menurut keinginan kita. Peristiwa mujizat yang dilakukan Yesus ini menunjukkan bahwa Dia pun ingin sukacita/kegirangan senantiasa tetap ada dalam kehidupan kita.












Selanjutnya:
Bahan khotbah hari Minggu, 23 Januari 2022 - MENGHARGAI DAN BERSUKACITA ATAS TAURAT TUHAN


Sebelum:
Bahan khotbah hari Minggu, 9 Januari 2022 - DIA YANG AKAN MENYEBERANGKAN ENGKAU / Puang la Umpalambanko - Yesaya 43:1-7


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login