lagu-gereja.com/toraja

View : 740 kali
Bahan khotbah hari Minggu                   Tanggal 9 Januari 2022

DIA YANG AKAN MENYEBERANGKAN ENGKAU
Puang la Umpalambanko

Bacaan Mazmur    : Mazmur 29:1-11
Bacaan 1    : Yesaya 43:1-7 (Bahan Utama)
Bacaan 2    : Kisah Para Rasul 8:14-17
Bacaan 3    : Lukas 3:15-22
Nas Persembahan    : Mazmur 9:2-3
Petunjuk Hidup Baru    : Yesaya 43:5

Tujuan :
Jemaat memahami kemahadsyatan Allah di dalam Yesus Kristus
Jemaat semakin teguh mengimani keselamatan dari Allah di dalam Yesus Kristus.

Pemahaman Teks
Mazmur 29:1-11 bersaksi tentang kedahsyatan Allah dalam menunjukkan keajaiban-Nya. Jejak langkahnya bersembunyi di dasar laut, dan badai menjadi kendaraan-Nya. Walaupun menyeramkan karena kekuatan dalam badai itu sangat besar, tetapi di balik itu pemazmur mengingat akan janji Tuhan yang dinyatakan akan sama seperti pelangi yang nampak ketika air bah telah surut. (Kej.9:8-17). Tuhan duduk sebagai Raja di atas air bah untuk menunjukkan bahwa Dia-lah Raja untuk selama-lamanya. Tidak ada badai yang lebih besar dari Tuhan.
Yesaya 43:1-7 berisi nubuat Yesaya tentang kedahsyatan kuasa Allah di tengah-tengah umat yang telah ditebus-Nya. Tuhan berjanji untuk menyertai dan menuntun melintasi sungai dan melewati api, sehingga tidak ada alasan bagi umat Tuhan untuk merasa takut jika mereka sadar dan yakin atas apa yang telah dikerjakan Tuhan. Allah bahkan berjanji akan mengumpulkan segala bangsa yang datang kepada Dia, sebagai bukti bahwa Allah berkuasa atas seluruh ciptaan-Nya. Olehnya Allah mengatakan, ”segala yang Kujadikan adalah untuk kemuliaan-Ku” (ay.7).
Kisah Rasul 8:14-17 menceritakan kedatangan Petrus dan Yohanes ke Samaria sebagai bukti dari anugerah Roh Kudus yang telah dicurahkan untuk menghubungkan orang-orang Samaria dengan orang-orang kudus di Yerusalem. Ini juga menunjukkan bahwa perpecahan di antara mereka akan dipulihkan. Roh Kudus mengubah permusuhan menjadi persahabatan dan menjadikan saudara dalam Kristus. Kisah perjalanan Petrus dan Yohanes adalah tuntunan Roh Kudus untuk menyatakan kehendak Allah di dalam Yesus Kritus, yaitu menyatukan umat yang berselisih paham tentang ajaran yang mereka terima, yakni yang berawal dari perbedaan terkait keabsahan kerasulan yang  para rasul terima dari Yesus Kristus.
Lukas 3:15-22 mengisahkan Yohanes Pembaptis yang mendapat kepercayaan untuk mempersiapkan bangsanya menyambut kedatangan Mesias, sekaligus memperkenalkan-Nya kepada mereka siapa sesungguhnya Mesias itu.  Roh Kudus yang turun ke atas Yesus ketika Dia dibaptis, menjadi bukti bahwa Dialah Mesias. Demikian pula dengan suara dari langit yang menyatakan bahwa sang Bapa berkenan atas Dia.
Korelasi yang terlihat dari seluruh bacaan, ialah tentang karya penyelamatan Allah yang dilaksanakan untuk menyatakan kedahsyatannya sebagai Allah yang berdaulat dan menjamin keselamatan umat-Nya.

Pokok-pokok pengembangan khotbah:
Kuasa Allah yang melampaui segala hal
     Fenomena alam dahsyat seringkali menyebabkan banyak orang menaruh percaya kepada hal-hal gaib karena dianggap mempunyai kekuatan yang dahsyat. Itu sebabnya, banyak orang kemudian menyembah dan memberikan sesajen kepada pohon, sungai, batu dan sebagainya. Namun dalam kitab Yesaya yang kita baca saat ini, terlihat bahwa segala kekuatan yang terjadi akibat peristiwa alam ini, sesungguhnya mampu ditaklukkan oleh Allah, sebab Dialah Penciptanya. Bahkan dikatakan di kitab Yesaya, apabila engkau menyeberangi api, engkau tidak akan terbakar api. Jelas luar biasa, sebab tak mungkin melintasi api tanpa terbakar. Kemahakuasaan Allah jelas terlihat. Kekuatan apapun di alam semesta ini, takluk kepada Dia.
    Begitu pula yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Kita takut atas kekuatan-kekuatan yang kita hadapi, bahkan tidak jarang kita lebih mempercayakan hidup kita kepada materi dan kekuatan kita sendiri. Kita tentu diberi kekuatan oleh Tuhan berupa pikiran dan kekuatan tubuh. Namun hendaknya disadari, bahwa sama seperti semua kekuatan alam lainnya, semua itu ada batasnya. Karena itu, kesadaran dan  keterbatasan ini tidak harus membuat kita mempercayakan kehidupan kita kepada kekuatan-kekuatan gaib yang juga sifatnya terbatas. Sebaliknya, hanya pada Tuhanlah kita bersandar, sebab Dia yang memiliki kekuatan maha dahsyat dan tak terbatas. Sangat jelas tercantum dalam kitab Yesaya bacaan kita bahwa Allah menjamin keselamatan kita. Olehnya Allah menjaminkan keselamatan umat manusia di dalam Yesus Kristus, yakni  yang kepadaNya Allah berkata, “kepadaMulah Aku berkenan”. Itu tandanya bahwa Allah menjamin keselamatan manusia di dalam Yesus Kristus yang adalah Juruselamat Kita.

Janji Tuhan yang menyatukan
    Sampai saat ini ada banyak persekutuan yang bermunculan karena diakibatkan oleh berbagai hal. Tidak sedikit persekutuan yang kemudian mereka menyebut dirinya sebagai gereja, meskipun kemunculannya dikarenakan berselisih paham tentang ajaran dan kepentingan pribadi. Ada juga perpecahan yang diakibatkan oleh penafsiran-penafsiran yang dangkal dan tidak berdasar. Di pembacaan kita yang kedua (Kis. 8:14-17), dituliskan bagaimana Petrus dan Yohanes melaksanakan pelayanan bersama. Itu berarti, bahwa di antara mereka tidak ada perpecahan. Sebaliknya, mereka bahkan berjalan bersama dan  melaksanakan pelayanan bersama.
    Yang perlu diingat berkaitan dengan perpecahan yang terjadi belakangan ini, hendaknya dipahami sebagai sebuah dinamika keberimanan kita kepada Yesus Kristus. Perpecahan yang diakibatkan oleh perbedaan tafsiran dan sebagainya, hendaknya tidak menjadikan kita merasa yang paling istimewa atau paling benar. Ingatlah, bahwa janji Allah dalam kitab nabi Yesaya masih berlaku untuk kita kini dan sepanjang masa. Allah sendiri yang akan memanggil umatnya dari ujung utara dan mengumpulkan manusia dari ujung selatan (Yes.43:6). Proses penggenapan nubuatan itu telah digenapi di dalam Yesus Kristus yang telah mengutus para murid untuk mewartakan Imamat Am bagi seluruh umat, yakni menyatakan kabar sukacita dari Allah kepada seluruh makhluk. Dia pulalah yang akan mempersatukan kita oleh kuasa Roh Kudus.

Jembatan yang ajaib
    Di kepercayaan nenek moyang orang Toraja terdapat kepercayaan terkait dunia yang kita diami saat ini dan juga dunia di seberang sana, yakni yang dihubungkan dengan sebuah jembatan. Jembatan itu diyakini dijaminkan sejumlah kerbau yang dikurbankan dalam ritus pemakaman seseorang. Olehnya kerbau mendapatkan tempat yang istimewa bagi orang Toraja sampai saat ini, meskipun 80% orang Toraja saat ini sudah percaya kepada Yesus Kristus. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa, betapa manusia sering kali mencari sesuatu yang bisa menjadi jaminan akan keselamatannya. Tak heran jika banyak orang kemudian memunculkan pandangan spekulatif yang dipercayai sebuah kebenaran, namun sangat lemah dan tidak berdasar. Disebutkan demikian, sebab tak ada dasar yang bisa meyakinkan kita tentang kekuatan dan kehebatan seekor hewan, sehingga bisa menjadi jembatan untuk menuju ke surga!
    Jaminan keselamatan telah diberikan kepada kita oleh Kristus Yesus, yang telah disiksa, mati dan dikuburkan, serta bangkit pada hari yang ketiga. Tidak ada jaminan yang pasti seperti jaminan keselamatan yang telah diberikan Bapa kepada kita. Bapa yang memberikan jaminan di dalam Yesus Kristus lebih besar dari apapun (Bnd. Yohanes  10:27-30). Bahkan dikatakan, bahwa tidak ada satupun yang dapat merebut kita dari tangan Bapa. Jelas tak ada lagi yang kurang dalam jaminan keselamatan itu! Tidak ada jaminan yang lebih besar dari jaminan yang diberikan Bapa kepada kita.
    Selain dari jaminan keselamatan di dunia seberang, Bapa di dalam Anak juga telah menjaminkan kehidupan kita dalam dunia ini. Oleh pertolongan Roh Kudus kita dimampukan menjalani hidup ini dengan berbagai tantangannya. Roh Kudus yang akan menjadi jaminan yang menyertai kehidupan umat manusia, bahkan Ia diam di dalam kita (Bnd. Yohanes 14:16-18). Adakah lagi yang kurang dari jaminan dari Allah untuk kita semua? Semuanya telah dinyatakan Allah kepada kita! Selain menganugerahkan kehidupan kekal, Bapa di dalam Yesus juga telah menjaminkan penyertaann-Nya di dalam dunia ini oleh Roh Kudus.












Selanjutnya:
Bahan khotbah hari Minggu, 16 Januari 2022 - ALLAH BERGIRANG ATASMU / Napopaimanko Puang Kapenombanmu - Yohanes 2:1-11


Sebelum:
Bahan khotbah Efifani Tanggal 6 Januari 2022 - KEMULIAANNYA BAGAIKAN FAJAR MEREKAH Kama`labiranNa Tibarrang Susi to Allo Melambi` - Efesus 3:1-13


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login