| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 23 Januari 2022Minggu, 23 Januari 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 23 Januari 2022 - MENGHARGAI DAN BERSUKACITA ATAS TAURAT TUHANMENGHARGAI DAN BERSUKACITA ATAS TAURAT TUHAN Unnangga’ sia Umpoparannu Sukaran AlukNa Puang Matua Bacaan Mazmur : Mazmur 19:1-15 Bacaan 1 : Nehemia 8:1-9 Bacaan 2 : 1 Korintus 12:12-31 Bacaan 3 : Lukas 4:14-30 Nas persembahan : Mazmur 67:4 Petunjuk Hidup Baru : Mazmur 119:167-168 Tujuan : 1. Jemaat menghayati Firman Tuhan sebagai sumber sukacita sejati 2. Jemaat berperi hidup taat dituntun sepenuhnya oleh kehendak Tuhan. Pemahaman Teks Mazmur 19:1-15 menjelaskan betapa alam semesta dapat menceritakan karya Allah. Langit, cakrawala, langit dan malam dilukiskan menceritakan dan meneruskan berita tentang Tuhan ke seluruh dunia (ay.2-7). Keutuhan ciptaan Tuhan ini diparalelkan dengan kesempurnaan Taurat Tuhan (ay.8-11). Orang percaya, sejatinya menerima pernyataan Alkitabiah tentang alam semesta sehingga terdorong memuji-muji Penciptanya (Mz.89:6-9). Pemazmur menggambarkan Keutuhan ciptaan ini turut memuji Allah, karena itu teologi ciptaan yang benar selalu memuji karya cipta Allah secara baik dan utuh, serta menghasilkan keteraturan, bukan kekacauan dan bukan pula perpecahan. Demikian juga kesempurnaan Taurat Tuhan, menyegarkan jiwa dan memberi hikmat. Sifatnya yang sempurna mewujud melalui sukacita sejati, murni, suci, benar, adil, indah dan manis. Dengan demikian orang percaya dapat mengekspresikan bahwa alam fisik ini pun memberitakan kemuliaan Allah, serta kuasa-Nya yang mencipta. Perikop Nehemia 8:1-9, dapat menolong kita mempelajari pola Ezra yang memiliki karakter khotbah Alkitabiah. Karakter-karakter mulia yang dikehendaki dalam perikop ini antara lain: Pribadi pengkhotbah sepatutnya memiliki kecakapan (ay. 2 dan 5) dan tekun mempelajari Kitab suci sehingga mahir. Ini hanya mungkin bila ia mencintai Firman Tuhan. Karakter pengkhotbah yang kompeten tampak melalui kesetiaannya pada telaah Teks (ay.4), bukan khotbah hiburan belaka. Karakter memuji Tuhan: Ezra tetap memuji Tuhan dalam khotbahnya; ia tidak terjebak berkhotbah menyanjung pribadi atau tokoh yan disegani, sesuai selera pendengar (ay.6-7) namun ia berfokus memuji Allah. Terakhir, karakter khotbah Ezra disampaikan dengan hermeneutika yang benar dan bertanggungjawab (ay.8-9). Namun meski Ezra penafsir ulung, ia juga sepenuhnya mengandalkan tuntunan Allah. 1 Korintus 12:12-31 menjelaskan bahwa setiap orang percaya memiliki karunia berbeda untuk maksud dan tujuan yang telah ditetapkan Allah. Karunia-karunia itu bukan untuk dibandingkan apalagi dipertandingkan, sebab justru akan mengakibatkan relasi persekutuan menjadi semerawut, termasuk panggilan kesatuan gereja menjadi terbengkalai. Di dalam satu jemaat, bisa saja ada sebagian orang tidak mau terlibat dalam pelayanan, lalu sebagian lagi justru ingin berkuasa. Tetapi kedua motif tersebut adalah sama-sama salah. Perbedaan karunia seharusnya dipandang sebagai kesempatan bersinergi. Beragamnya karunia seyogianya membuat jemaat saling melengkapi sebagai satu tubuh Tuhan. Hal ini akan tercapai jika kita mau rendah hati bekerja sama. Syaratnya, kita wajib memusatkan tujuan hanya untuk kemuliaan Allah semata. Lukas 4:14-21 mengisahkan pelayanan Yesus yang paling awal setelah selesai pencobaan. Yesus sangat berotoritas (menang atas iblis, mampu melayani dan cakap mengajar, ayat 14-15) karena Dia senantiasa dalam kuasa Roh. Dalam pelayanan perdana-Nya ini, Ia diberi nas Alkitab untuk dibaca yaitu Yesaya 61:1-2. Kitab Suci yang Dia baca menjelaskan tentang hal yang sudah Yesus kerjakan, dan yang masih terus Dia lakukan dalam hidup manusia. Tampaknya orang-orang di rumah ibadat menginginkan khotbah yang menghibur saja, bukannya teguran. Ketika Yesus menyebutkan tentang anugerah Tuhan bagi bangsa-bangsa lain (ay.23-27), mereka menjadi marah dan mengusir-Nya. Mereka kehilangan berkat-Nya karena menolak Firman. Keinginan diri sendiri adalah awal penolakan Firman Tuhan. Pokok-pokok pengembangan khotbah Penyataan Allah melalui ciptaan-Nya dan melalui hukum-Nya menunjukkan bahwa Ia sendiri yang lebih dahulu memperkenalkan diri-Nya kepada manusia. Karena itu, tanggapan terbaik dari manusia adalah dengan berfokus memuji kebesaran Allah dan setia merindukan TauratNya. Kegagalan manusia mengenal insiatif penyataan Tuhan ini terjadi berulang (alam dan hukum), namun akhirnya Allah sendiri bertindak memperkenalkan diri-Nya sendiri melalui Yesus Kristus. Sebagaimana Allah tetap bekerja dan bertindak, demikian pun kita mesti tetap setia bekerja dan melayankan Firman sesuai kapasitas diri masing-masing. Proses pengenalan dan penghayatan akan Firman Tuhan ini membutuhkan karakter pemberita yang cakap mencari kehendak Tuhan, cinta Hukum Tuhan, setia memuji kebesaran Allah, mengandalkan Tuhan. Pengorbanan yang dibutuhkan dalam menumbuhkan karakter ini adalah berpindah fokus, dari diri sendiri lalu berpusat hanya kepada Tuhan. Tanggungjawab primer orangtua bagi anak-anaknya, ialah cakap berkomunikasi agar anak-anak mencintai Firman dan mengenal kehendak-Nya (bukan lepas tangan lalu menyerahkan pada orang lain). Beragamnya talenta anak dan karunia warga hendaknya disinergikan untuk saling melengkapi demi kemuliaan Tuhan. Yesus melayani penuh otoritas dari Allah (tanpa ganjalan). Ia melayani penuh kuasa, karena Dia mengajarkan apa yang diterima-Nya dari Bapa. Tuhan pun menginginakan kita mengajarkan Firman dengan perpusat pada pemberitaan “kehendak Allah” dalam Alkitab. Kita akan kehilangan otoritas bila kita mengajar dari pikiran ‘kedagingan’ kita, yang seolah-olah menghibur tapi sesungguhnya sedang mengikuti keinginan pendengar. Kita patut merenungkan, apakah kita membawa orang pada Kristus atau malah membesarkan identitas diri sendiri (menghadirkan Kerajaan Allah atau malah membangun kerajaan sendiri?). Roh kepelayanan ini dapat diuji dengan cara seberapa kuat kesetiaan kita untuk tetap lanjut melayani Tuhan kendati tanpa pamrih, serta seberapa teguh kita tetap mengajar dan menegur walau ditolak.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: DPA Minggu Gereja Toraja - Minggu, 30 Januari 2022 - SAMPAIKAN KEHENDAK-NYA (Pokadai tu pa`poraian-Na) - Lukas 4:21-30 Sebelum: Bahan khotbah hari Minggu, 16 Januari 2022 - ALLAH BERGIRANG ATASMU / Napopaimanko Puang Kapenombanmu - Yohanes 2:1-11 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |