lagu-gereja.com/toraja

View : 1116 kali
Bahan khotbah Jumat Agung        Tanggal 15 April 2022

KEMATIAN YANG MENGHIDUPKAN
Kamatean Mepatuo

Bacaan Mazmur     : Mazmur 22:2-6
Bacaan 1    : Yesaya 52:13-15
Bacaan 2    : Ibrani 10:19-25  
Bacaan 3    : Yohanes 19:28-30 Bahan Utama
Nas Persembahan    : Yunus 2:9
Petunjuk Hidup Baru    : Ibrani 10:22

Yohanes 19:28-30
Bahasa Toraja
28Undinnato, belanna Naissan Yesu kumua sundun nasangmo, kumua anna sundun tu kada lan Sura' Madatu, Nakuami: Ma'rangNa'.
29Denmi busso inde to dio ponno sukka anggoro'; nabatangimi tau supa tu lumu' batu nanii ponno sukka lan, napadundui lako pudukNa Yesu.
30IatonNa lepa'i Yesu tu sukka, Nakuami: Sundunmo! Tukkumi, Naussorong penaanNa.
--------------

Bahasa Indonesia

19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" 19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Lambung Yesus ditikam.



Tujuan:
1.Jemaat memahami bahwa kematian Kristus membawa pada gerbang kebangkitan dan kehidupan kekal.
2.Jemaat menyerahkan hidupnya untuk menjadi satu dengan kematian dan kebangkitan Kristus.

Pemahaman Teks
Mazmur 22:2-6, adalah rintihan dan keluhan pemazmur yang merasa ditinggalkan. Rintihan ini juga sekaligus merupakan kesaksian bahwa walaupun pemazmur sudah beriman kepada Allah tetapi dirinya tidak luput dari kesukaran, bahkan masih sering merasa bahwa Tuhan seolah-olah membisu mendengar seruan pemazmur. Walaupun demikian pemazmur tetap  beriman kepada Allah yang layaknya seorang bayi yang menangis karena mencari sandaran aman di dada ibunya (ay. 10-11).

Yesaya 52:13-15 adalah nubuatan yang disampaikan kepada umat Israel yang sedang dibuang di Babel. Kepada mereka diberitakan tentang akan datangnya seorang hamba Tuhan yang akan membebaskan mereka yang sedang terbuang. Hamba Tuhan itu akan mengalami kesengsaraan demi menyelamatkan umat Tuhan. Kesengsaraan yang dialaminya merupakan tugas khusus yang dipercayakan kepadanya. Sang hamba setia menjalaninya walaupun ia mengalami banyak penghinaan hingga direndahkan tetapi pada akhirnya Tuhan meninggikan dan memuliakan dirinya. Nubuat ini dipenuhi dalam karya Yesus Kristus yang menjalani penderitaan demi menebus umat manusia dari keterbuangan dari hadapan Tuhan karena dosa.

Ibrani 10:19-25 adalah kesaksian rasuli mengenai karya Yesus Kristus sebagai imam besar yang telah membuka dan mempersatukan kembali Allah dengan manusia (ay.20). Melalui karya pendamaian itu manusia dapat menghadap Allah tanpa rasa takut. Hal ini hendaknya mendatangkan perubahan hidup dalam diri manusia (ay.24), untuk tidak hidup lagi sebagai manusia yang bebal.

Yohanes 19:28-30 adalah Injil mengenai  Yesus yang menderita dan mati di kayu salib sebagai bentuk penggenapan janji (ay.28,36,37). Yesus akhirnya menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Bapa  sebagai tebusan bagi dosa manusia (ay.30) Yesus mati menggantikan manusia menjadi korban penebus dosa. Apa yang terjadi pada diri Yesus telah direncanakan oleh Allah sebagai Bapa bahkan dinubuatkan oleh para nabi hingga akhirnya Ia datang untuk melaksanakan misi dari Bapa untuk menggenapi nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama.
Korelasi bacaan adalah, Pemazmur menghayati bahwa sekalipun ia mengalami banyak kesengsaraan ia tetap beriman kepada Allah (Mazmur). Demikianpun dengan seorang hamba yang menderita namun tetap taat dalam kesengsaraannya demi misi penyelamatan manusia hingga pada akhirnya Dia ditinggikan (Yesaya). Melalui penderitaan dan kematian Yesus Kristus, jalan baru terbuka untuk orang percaya datang kepada Allah (Ibrani), sehingga penderitaan dan kematian Yesus bukan secara kebetulan tetapi merupakan penggenapan janji  Allah (Yohanes).


Pokok-pokok pengembangan khotbah

Kematian yang menghidupkan hendak menjelaskan bahwa tindakan kasih Allah dalam Yesus Kristus telah membuka jalan baru bagi manusia yang berdosa agar manusia dapat berjumpa dengan Allah. Jalan itu terbuka karena inisiatif Allah sendiri yang telah membuka jalan dalam diri Yesus melalui kematian-Nya untuk menjadi jalan penghubung antara manusia yang berdosa dengan Allah yang telah menyatakan pengampunan-Nya.

Kematian Yesus bukanlah kematian yang berakhir dalam kuburan, tetapi kematian-Nya adalah sebuah perjalanan misi yang menghidupkan sekaligus mengantar orang percaya menuju kehidupan kekal yang telah nyata pada kebangkitan-Nya. Kematian Kristus bukanlah akhir dari perjalanan panjang tentang kehidupan di bumi tetapi justru merupakan langkah lanjutan untuk sebuah harapan besar yakni kehidupan yang baru untuk setiap orang yang percaya.
Mungkin kita bertanya bahwa “Jika Yesus benar-benar Sang Mesias, mengapa Dia harus mati?” Mengapa Dia harus menderita seperti itu? Kita hendaknya menghayati bahwa jauh sebelumnya, penderitaan Kristus telah di nubuatkan bahwa Dia harus mengalami penderitaan (Yes.53:1-3).

Tidak mudah untuk menerima makna yang terkandung dalam nubuat tersebut, tetapi dalam Yesaya 53:4-5 sekaligus ditekankan bahwa “sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Hal inilah yang menjadi pendasaran bahwa nubuat itu menunjuk pada pekerjaan dan penderitaan Kristus sebagai otoritas Allah untuk memilih jalan penderitaan demi menyelamatkan manusia.

Kristus telah menggenapi rencana Allah hingga akhir (bnd.Yes.52) “supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci” (Yoh.19:28). Perkataan “sudah selesai”, yang di ucapkan oleh Yesus menjelang kematian-Nya sekaligus memberi keyakinan kepada setiap orang yang percaya bahwa hukuman dosa yang seharusnya ditanggung oleh manusia yang berdosa telah diselesaikan oleh Yesus sebagai tanda kasih-Nya kepada manusia, sehingga kematian Yesus di kayu salib merupakan jalan penebusan bagi kita untuk menjadi anak-anak Allah.
Kematian yang menghidupkan selanjutnya menjadi refleksi iman orang percaya bahwa di dalam Yesus kematian orang percaya bukanlah kematian yang berakhir pada kuburan melainkan kematian orang percaya adalah pintu gerbang menuju kekekalan.












Selanjutnya:
Bahan khotbah Sabtu Sunyi - Sabtu, 16 April 2022 - INJIL DALAM KEMATIAN Kareba kaparannuan lan kamatean - 1 Petrus 4:1-6


Sebelum:
Bahan khotbah Kamis Putih - Kamis, 14 April 2022 - DIBASUH DARAH KRISTUS Nabasei Rara-Na / Puang Yesus - Yohanes 13:1-20


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login