lagu-gereja.com/toraja

View : 814 kali
KEMULIAAN ANAK DOMBA
Kamala’biran-Na Anak Domba
Yohanes 21:1-19

Tujuan:
1.    Jemaat meyakini bahwa Kristus sungguh telah menang atas maut.
2.    Jemaat teguh menghadapi beragam masalah, bahkan maut sekalipun.

Pemahaman Teks
    Penampakan Yesus di dalam kisah ini, itulah penampakan Yesus yang ketiga kepada murid-muridNya ketika mereka sedang berkumpul. Sebelum Yesus disalibkan, Ia berjanji akan menemui mereka di Galilea. Malaikat dan Yesus juga berjanji demikian kepada murid-Nya yang perempuan sesudah Ia bangkit.
    Penulis Injil Yohanes bermaksud memberikan pernyataan tentang Yesus Kristus yang bangkit. Yesus telah menyatakan dirinya kepada para murid dengan cara yang khusus, yakni secara jasmani dan secara pribadi. Rasul-rasul itu masih bingung dan banyak hal yang masih belum mereka ketahui. Pengharapan mereka akan suatu kerajaan duniawi telah hilang. Yesus dijual lalu disalibkan dan mati. Tetapi kemudian ia bangkit lagi. Mereka bingung mengenai semua itu. Sementara mereka mengenangkan semua itu, Petrus berkata, ‘Aku pergi menangkap ikan’. (ay.3). Mungkin mereka hendak kembali kepada pekerjaan mereka dahulu. Kesibukan itu membantu mereka melupakan kekecewaan mereka. Tetapi sementara mereka lupa terhadap kekecewaan mereka, suatu kekecewaan baru timbul, yakni mereka telah bekerja sepanjang malam, namun belum mendapat seekor ikan pun. (lih. ay.3-5)
    Lalu kata Yesus kepada mereka, ‘Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu maka akan kamu peroleh.’ (ay.6). Biasanya mereka tidak menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Tetapi mereka menurut perintah itu dan menangkap banyak ikan. Ini bukanlah soal dapat ikan banyak. Tapi lebih dari itu. Yesus mau memfokuskan kembali para murid pada hakikat pemanggilan mereka. Yesus tidak mengajar dan mempersiapkan mereka untuk kembali menjadi penjala ikan, melainkan menjadi penjala manusia. Yesus mau menyatakan kepada mereka bahwa mereka akan menangkap banyak ikan, yakni membawa ribuan orang kepada Kristus. Mereka tidak dipanggil untuk menangkap ikan yang mati, melainkan menangkap ikan yang hidup. Dengan daya ingatnya yang tajam, Yohanes pada saat itu insaf bahwa itulah Yesus, lalu ia berkata: ‘Itu Tuhan’. (ay.7). Pada saat itu dapat dilihat lagi perbedaan yang sangat jelas antara sifat Petrus dan Yohanes. Yohanes tajam pikirannya, semua hal direnungkannya baik-baik. Petrus cepat berkata-kata dan cepat bergerak. Ia melompat ke dalam danau itu lalu berenang ke pantai.
    Kepada murid-murid yang kecewa dan bingung itu, Yesus menampakan diri sebagai pribadi yang turun tangan dalam segala suasana. Semalaman mereka mencari ikan dan tidak mendapat apa-apa, tetapi Yesus ada di sana. Ia berdiri di pantai. Malam itu merupakan malam yang sial bagi mereka, tetapi Yesus memberikan pagi yang baik.
    
Pertanyaan Diskusi
Bacalah kembali ayat 6 tentang pernyataan Yesus kepada murid-murid-Nya: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu”. Apa makna yang ada di balik pernyataan Yesus ini?
Basai sule tu ay.6 ; kadan-Na Puang Yesu lako Petrus lako anak gurun-Na “buangi tu dalla'mi rokko sa'de kananna lopi”Apara battuananna te kadan-Na Puang Yesu ?
Yesus sudah bangkit, menang atas maut. Dia sudah menyatakan diri kepada para murid yang lagi merasa kecewa dan putus asa. Bagaimana bapak/ibu/sdr.i memaknai kehadiran Yesus dalam realitas hidup yang mengecewakan dan yang kadang membingung ini?  
Malimbangunmo tu Puang Yesu untaloi kamatean. Umpapayanmo kalena lako anak gurun-Na tu marassan pussak, menassan sia ka’tu rannu. Umba latakua ungkatottongngi tu kama’diorenan-Na Puang yesu lan a’gan katuoanta tu nenne’ umpaka’tu rannunta  sia mepussakan?












Selanjutnya:
Renungan GEREJA TORAJA Minggu, 8 Mei 2022 - Katuoan Marendeng Lan Puang Yesu (HIDUP KEKAL DALAM KRISTUS) - Kisah Para Rasul 9:32-43


Sebelum:
Bahan khotbah hari Minggu, 1 Mei 2022 - Bulan Pendidikan KEMULIAAN ANAK DOMBA / Kamala’biran-Na Anak Domba - Wahyu 5:11-14


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login