lagu-gereja.com/toraja

View : 1542 kali
HIDUP KEKAL DALAM KRISTUS
Katuoan Marendeng Lan Puang Yesu

Bacaan Mazmur     : Mazmur 23:1-6
Bacaan 1    : Kisah Para Rasul 9:32-43 (Bahan Utama)
Bacaan 2    : Wahyu 7:9-17
Bacaan 3    : Yohanes 10:22-30
Nas Persembahan    : Mazmur 52:11
Petunjuk Hidup Baru    : 2 Korintus 5:17

Tujuan:
- Jemaat memahami dan meyakini kepastian kehidupan kekal dalam Kristus.
- Jemaat hidup sebagai umat yang sungguh percaya pada kehidupan kekal.

Pemahaman Teks
Mazmur 23:1-6 merupakan pujian yang melukiskan keberadaan Tuhan sebagai Gembala. Ia akan menjaga dan menuntun, serta memelihara domba-dombaNya.

Kisah Para Rasul 9:32-43 mengisahkan tentang Rasul Petrus yang dengan kuasa Yesus Kristus menyembuhkan Eneas di Lida dan membangkitkan Tabita di Yope. Peristiwa tersebut telah membuat banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.
Wahyu 7:9-17 berisi penglihatan tentang orang-orang yang telah ditebus dalam darah Anak Domba, yakni yang berasal dari berbagai suku. Jumlah mereka tak terhitung, namun mereka semua digembalakan oleh Anak Domba Allah, yakni Yesus Kristus.

Yohanes 10:22-30 mengisahkan percakapan Yesus dengan orang-orang Yahudi yang menolak diriNya. Kepada mereka Yesus mengatakan, bahwa mereka memang bukan domba-dombaNya. Namun yang merupakan domba-dombaNya, akan dijaga dan diberikan kehidupan kekal oleh Yesus yang adalah satu dengan Bapa.

Korelasi segenap bacaan ini terlihat dalam kehadiran Allah sebagai Gembala, yang akan menjaga, memelihara dan memberikan kehidupan kekal bagi umat-Nya. Kisah penyembuhan Eneas dan kebangkitan Tabita adalah bukti jelas tentang hal tersebut. Demikian pula dengan penglihatan yang dikemukakan dalam kitab Wahyu.
 
Pokok-pokok pengembangan khotbah
Realitas

Pernahkah kita mendengar ungkapan orang Toraja seperti berikut: “Minda ‘ngkita pasa’ Ruppandang, kumua denni pakean tang malusa?”   atau  “Mparannuangki’ mani apa lan lu tambuk kaduaya.”. Mencermati kedua ungkapan ini, sebenarnya pesan apa yang hendak disampaikan? Salah satu pesan penting yang tersirat dalam kedua ungkapan ini ialah bahwa ‘semua orang menginginkan kepastian’, dan karena itulah hampir semua hal dipertanyakan. Hal-hal yang lumrah pun kadang-kadang masih dipertanyakan, apalagi hal-hal yang menurutnya ‘tidak logis’. Salah satu hal yang masih sering dipertanyakan ialah kehidupan kekal. Masih dipertanyakan, karena sering dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan, misalnya penderitaan dalam berbagai bentuknya, termasuk penderitaan karena perkara kematian.

Pengharapan: Kepastian kehidupan kekal
Kehidupan kekal menjadi pasti, karena anugerah Allah dalam Yesus Kristus. Dalam bacaan 2 (Wahyu 7:14) disebutkan tentang orang yang telah keluar dari kesusahan besar dan telah mencuci dan membuat jubahnya putih di dalam darah Anak Domba. Artinya ialah kehidupan kekal hanya dimungkinkan melalui penebusan karena kurban Yesus Kristus. Peristiwa Eneas yang disembuhkan dan Tabita/Dorkas dibangkitkan adalah bukti bahwa kehidupan dalam Kristus tidak dibatasi apalagi ditiadakan oleh apa pun. Penyakit, bahkan kematian pun tidak. Mengapa? Karena Allah Sang Gembala Yang Baik senantiasa menuntun, menjaga, dan memelihara (Maz.23; Yoh.10:22-30). Kehidupan kekal adalah kehidupan bersama Kristus, kehidupan yang terhindar dari kebinasaan (Mazmur dan Yohanes), kehidupan yang sarat dengan sukacita dan pujian, jauh dari penderitaan dan kesusahan (Wahyu). Tidak dapat disangkal bahwa sekalipun kita sudah beroleh anugerah yakni kehidupan kekal dalam Kristus, namun berbagai hal yang tidak beres masih menjadi kenyataan yang kita hadapi dan alami. Tetapi tak ada satu pun yang berkuasa merenggut kehidupan kekal itu dari kita, ketika kita benar-benar berada dalam persekutuan dengan Kristus.

Tanggapan
Hidup kini dan di sini adalah hidup yang berorientasi ke masa depan, yakni kehidupan yang menuju kepada kesempurnaan dalam Kerajaan Allah (PGT Bab VI).  Karena itu mari menata dan menjalani kehidupan ini dengan tetap menaruh seluruh harapan pada anugerah Allah. Jangan biarkan satu hal pun membuat kita kehilangan anugerah itu. Percayalah, bahwa kalau Tuhan berkenan memberi kita hidup, terlebih lagi memberikan Anak Domba, yakni Anak-Nya sendiri yang olehNya kita beroleh kehidupan kekal, Dia pun pasti memberi kekuatan bagi kita untuk bertahan menjalani berbagai perkara. Amin.


Kisah Para Rasul 9:32-43
-------------------------------------
Petrus umpamaleke Eneas dio Lida
32Iatonna male tu Petrus ullonda-londai tu mintu' tondok iato, lendu' dukami lako mintu' to masallo' torro dio Lida.
33Indeto dio nakabu'tui misa' tu tau disanga Eneas melenten-lenten bang diong inan mamma'na karuamo taunna, belanna kupi'.
34Nakuami Petrus ungkuanni: E Eneas, Napamalekeko Yesu Kristus. Malimbangunmoko, muampa' kalenai tu ampa'mu. Ta'pa malimbangunmi.
35Natiroi mintu' to dio Lida na Saron, anna tibalik penaanna lako Puang.

Petrus umpatuo Dorkas dio Yope
36Den misa' baine unturu' Puang dio Yope disanga Tabita, ke dipallemba'i, battuananna: Dorkas; iato baine iato lendu' budanna gau' melo napogau' sia pa'kamase napa'bengan.
37Tonna attu iato masakimi namate. Iatonna mangka didio', naangka'mi tau langngan bilik tiangka' langnganna.
38Belanna sikandappi' Lida tu Yope napekarebami to unturu' Puang kumua dio tu Petrus, nasuami tu tau da'dua lao lako mengkamoya-moya nakua: Da mimarempa lao umpellambi'ikan.
39Ke'de'mi tu Petrus namale sola. Iatonna rampo nasolammi tau tama bilik tiangka' langnganna. Mintu'na baine balu sae ke'de' umpentirondongi, natumangi' sia napa'pekitanan tu mai bayu sia dodo nagaragai Dorkas tonna sisolapa.
40Apa na sua nasang Petrus sun tu tau, namalinguntu' massambayang, namessaile lako to' to mate, nakua: E Tabita, malimbangunko! Nabidarammi tu matanna, sia iatonna tiroi tu Petrus, unno'ko'mi.
41Nasoronganni Petrus tu limanna, napake'de'i, natambai tu mai to masallo' sia iatu mai baine balu, napakitanni lako tinde tau kumua tuomo.
42Tiseno-senomi lako mintu' pa'tondokan dio Yope tu iannato, nabuda tau umpatongan Puang.
43Torromi tu Petrus ba'tu pirang-pirang allo dio Yope dio misa' tau disanga Simon, to mantasi balulang.  


Petrus menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas
9:32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. 9:33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. 9:34 Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu. 9:35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan. 9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita -- dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. 9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. 9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami." 9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. 9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. 9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup. 9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan. 9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.














Selanjutnya:
Renungan GEREJA TORAJA Tanggal 9-14 Mei 2022 - Katuoan marendeng lan Puang Yesu (Hidup Kekal di dalam Kristus) - Wahyu 7:9-17


Sebelum:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 2-7 Mei 2022 - KEMULIAAN ANAK DOMBA / Kamala`biran-Na Anak Domba - Yohanes 21:1-19


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login