|
|
Dilihat: 100 x Save PageBacaan Alkitab Setahun sesuai urutan peristiwa 1 Raja-Raja 6 1 Raja 6-8 (2605)26 MEI - 1 RAJA 6-8 - MEMBANGUN RUMAH TUHAN DENGAN HORMAT, KETAATAN, DAN KEMULIAAN Salomo membangun Rumah Tuhan 1Salomo mulai membangun Rumah Tuhan pada bulan Ziw, yaitu bulan kedua, dalam tahun keempat pemerintahannya, 480 tahun setelah bangsa Israel meninggalkan Mesir. 2Ukuran Rumah Tuhan, bagian dalam adalah sebagai berikut: panjang 27 meter, lebar 9 meter, dan tinggi 13,5 meter. 3Di bagian depan Rumah Tuhan itu ada balai yang panjangnya 4,5 meter dan lebarnya 9 meter, selebar rumah itu juga. 4Pada tembok rumah itu terdapat lubang-lubang jendela yang melebar ke dalam. 5Sekeliling bagian belakang rumah itu, pada tembok sebelah luarnya dibangun kamar-kamar bertingkat. Ada tiga tingkatnya, masing-masing setinggi 2,2 meter. 6Pada tingkat pertama, lebar setiap kamarnya 2,2 meter, pada tingkat kedua 2,7 meter dan pada tingkat ketiga 3,1 meter. Tembok tingkat bawah lebih tebal dari tembok tingkat yang di atasnya, sehingga balok-balok kamar tambahan itu dapat dihubungkan dengan tembok Rumah Tuhan itu tanpa melubangi tembok itu. 7-10Untuk balok-balok itu dipakai kayu cemara Libanon. Pintu ke kamar-kamar tambahan di tingkat bawah berada di sebelah selatan, dan untuk ke tingkat dua dan tiga ada tangga pilin. Kemudian Salomo memasang langit-langit rumah itu. Untuk itu ia memakai kasau-kasau dan papan dari kayu cemara Libanon. Selama Rumah Tuhan itu dibangun, sama sekali tidak terdengar bunyi palu, kapak atau perkakas besi, sebab batu-batu yang dipakai untuk pembangunan itu telah disiapkan terlebih dahulu ketika masih di tambang-tambangnya. Demikianlah Salomo membangun Rumah Tuhan itu sampai selesai. 11Maka berkatalah Tuhan kepada Salomo, 12“Kalau engkau mentaati semua hukum dan perintah-Ku, Aku akan melakukan untukmu apa yang telah Kujanjikan kepada ayahmu Daud. 13Aku akan tinggal di dalam rumah yang kaubangun ini di tengah-tengah umat-Ku Israel. Aku tidak akan meninggalkan mereka.” Perabot-perabot Rumah Tuhan (2Taw. 3:8-14) 14Beginilah Salomo menyelesaikan pembangunan Rumah Tuhan itu: 15Seluruh tembok bagian dalam dilapisinya dengan kayu cemara Libanon, mulai dari lantai sampai ke langit-langit. Lantainya dibuat dari kayu cemara biasa. 16Di dalam rumah itu, di bagian belakang dibuat kamar dengan memasang dinding pemisah dari kayu cemara, mulai dari lantai sampai ke langit-langit. Kamar itu dinamakan Ruang Mahasuci; panjangnya sembilan meter. 17Ruang di depan Ruang Mahasuci itu disebut Ruang Besar, dan panjangnya 18 meter. 18Tembok bagian dalam seluruh rumah itu dilapisi dengan kayu cemara Libanon, sehingga batu-batu temboknya tidak kelihatan sama sekali. Lapisan itu dihiasi dengan ukiran buah labu dan bunga-bunga mekar. 19Ruang Mahasuci yang dibuat di dalam Rumah Tuhan itu disediakan untuk Peti Perjanjian Tuhan. 20-22Ruangan itu panjangnya, lebarnya dan tingginya sama, yaitu sembilan meter. Mezbah di depan Ruang Mahasuci itu dibuat dari kayu cemara Libanon. Pada pintu masuk ke ruangan itu direntangkan rantai emas. Seluruh bagian dalam Rumah Tuhan itu termasuk Ruang Mahasuci dan mezbahnya dilapisi dengan emas murni. 23Di dalam Ruang Mahasuci itu ditaruh juga dua patung kerub yang dibuat dari kayu zaitun. Kedua patung itu masing-masing tingginya 4,4 meter; 24-26ukuran dan bentuknya sama. Masing-masing mempunyai dua sayap, setiap sayap itu 2,2 meter panjangnya. Jarak antara kedua ujung sayap dari masing-masing patung 4,4 meter. 27Kedua patung itu diletakkan berdampingan di dalam Ruang Mahasuci sehingga satu sayap dari setiap patung itu menyentuh dinding, dan sayap yang lainnya saling menyentuh di tengah-tengah ruangan itu. 28Kedua patung kerub itu dilapisi dengan emas. 29Seluruh dinding bagian dalam Rumah Tuhan dihiasi dengan ukiran kerub-kerub, pohon-pohon palem, dan bunga-bunga mekar. 30Lantai di dalam Rumah Tuhan itu seluruhnya dilapisi dengan emas. 31Pada pintu masuk ke dalam Ruang Mahasuci itu dipasang dua daun pintu dari kayu zaitun. Ambang pintu itu bagian atas berbentuk lengkungan yang tajam di tengah-tengahnya. 32Kedua daun pintu itu dihiasi dengan ukiran kerub, pohon palem dan bunga-bunga mekar. Daun pintu, patung kerub dan ukiran pohon-pohon palem, semuanya dilapisi dengan emas. 33Pada pintu masuk ke dalam ruangan muka, yaitu ruang besar, dipasang bingkai pintu dari kayu zaitun, berbentuk empat persegi panjang. 34Juga dibuat dua daun pintu dari kayu cemara biasa, yang masing-masing dapat dilipat. 35Daun-daun pintu itu dihiasi dengan ukiran kerub, pohon palem dan bunga mekar. Semua ukiran itu berlapis emas. 36Di depan Rumah Tuhan itu dibuat pelataran dalam. Pelataran itu dikelilingi tembok yang berlapis-lapis: di atas setiap tiga lapis batu, ada selapis kayu cemara Libanon. 37Pondasi Rumah Tuhan itu dipasang pada bulan Ziw, yaitu bulan kedua, dalam tahun keempat pemerintahan Salomo. 38Dan pada bulan Bul, yaitu bulan kedelapan, dalam tahun kesebelas pemerintahannya, selesailah Rumah Tuhan itu dibangun oleh Salomo, tepat seperti yang sudah direncanakan. Pembangunan rumah itu makan waktu tujuh tahun. 1 Raja-Raja 7 Istana Salomo 1Salomo membangun juga istana untuk dirinya. Pembangunan istana itu makan waktu tiga belas tahun. 2-3Di istana itu Salomo membuat ruangan yang disebut “Balai Hutan Libanon”. Ukurannya: panjang 44 meter, lebar 22 meter, dan tinggi 13,5 meter. Balai itu mempunyai tiga jajar tiang dari kayu cemara Libanon; tiap jajar terdiri dari lima belas tiang dan di atasnya dipasang kasau-kasau dari kayu cemara Libanon. Langit-langitnya terbuat dari kayu yang sama dan menutupi kasau-kasau itu. 4-5Pada dinding kiri dan kanan balai itu terdapat jendela-jendela: tiga deretan pada dinding yang satu berhadapan dengan tiga deretan pada dinding yang lainnya. Bingkai pintu-pintu dan jendela-jendelanya berbentuk empat persegi panjang. 6Salomo juga membangun “Balai Pilar”. Panjang balai itu 22 meter dan lebarnya 13,5 meter. Di depan balai itu ada serambi yang berpilar dan bertangga. 7Balai yang lain ialah “Balai Tahta” yang disebut juga Balai Pengadilan. Balai ini dari lantai sampai ke kasau-kasaunya dilapisi dengan kayu cemara Libanon. Di balai inilah Salomo memutuskan perkara-perkara pengadilan. 8Tempat tinggal Salomo dibuat seperti gedung-gedung lainnya dan terdapat di pelataran lain di belakang Balai Pengadilan. Untuk istrinya, yaitu putri raja Mesir, Salomo membangun juga gedung yang serupa. 9Semua bangunan itu, termasuk pelataran besarnya, dari pondasinya sampai ke atapnya, dibuat dari batu yang bagus-bagus. Batu-batu itu disiapkan di tambang batu, dan dipotong menurut ukuran; bagian dalam dan bagian luarnya diratakan dengan gergaji. 10Pondasi gedung-gedung itu dibuat dari batu-batu besar yang berharga. Batu-batu itu ada yang 3,5 meter panjangnya, ada pula yang empat meter. 11Di atasnya dipasang batu-batu lain yang berharga dan dipotong menurut ukuran, lalu ditutup dengan kayu cemara Libanon. 12Tembok pelataran istana dan tembok pelataran dalam di Rumah Tuhan serta tembok balai di bagian depan Rumah Tuhan, masing-masing terdiri dari satu lapisan kayu cemara Libanon di atas tiap tiga lapisan batu. Tugas Huram untuk melengkapi Rumah Tuhan 13-14Di kota Tirus ada seorang laki-laki bernama Huram. Ia benar-benar ahli dan banyak berpengalaman dalam membuat segala macam barang perunggu. Almarhum ayahnya adalah orang Tirus dan juga ahli dalam barang-barang perunggu. Ibunya dari suku Naftali. Raja Salomo telah menyuruh orang pergi menjemput Huram untuk datang dan mengepalai seluruh pekerjaan pembuatan barang perunggu. Maka datanglah Huram dan mengerjakan apa yang diminta oleh Salomo. Dua tiang besar dari perunggu (2Taw. 3:15-17) 15Huram membuat dua tiang perunggu masing-masing tingginya 8 meter, lingkarnya 5,3 meter, dan tebal perunggunya 7,4 sentimeter. Tiang-tiang itu kosong di dalamnya. 16Untuk tiang-tiang itu ia membuat dua kepala tiang dari perunggu, masing-masing tingginya 2,2 meter 17-20berbentuk bunga bakung setinggi 1,8 meter. Setiap kepala tiang itu dihias dengan dua jajar buah delima dari perunggu. Semuanya ada dua ratus buah delima pada setiap kepala tiang. Lalu Huram membuat anyaman rantai dari perunggu dan menaruhnya di atas tiang-tiang itu. Ada tujuh anyaman rantai di atas setiap tiang, dan di atas anyaman rantai itu pula ada sebuah alas bundar. Di atas alas bundar inilah 21-22kepala-kepala tiang yang berbentuk bunga bakung itu dipasang pada tiang-tiang itu. Tiang-tiang itu ditempatkan di depan pintu masuk ke Rumah Tuhan -- satu di sebelah selatan, yang lainnya di sebelah utara. Yang di sebelah selatan dinamakan Yakhin, dan yang di sebelah utara dinamakan Boas. Demikianlah Huram menyelesaikan pembuatan tiang-tiang itu. Bejana perunggu (2Taw. 4:2-5) 23Kemudian Huram membuat sebuah bejana perunggu yang bundar, dengan ukuran sebagai berikut: dalamnya 2,2 meter, garis tengahnya 4,4 meter dan lingkarnya 13,2 meter. 24Sekeliling tepi luarnya dihias dengan dua jajar buah labu, yang dicor bersama-sama dengan bejana itu. 25Bejana itu ditempatkan di atas punggung dua belas sapi perunggu -- tiga menghadap ke utara, tiga ke selatan, tiga ke barat, dan tiga ke timur. 26Tebal bejana itu 75 milimeter. Tepinya serupa tepi cangkir yang melengkung keluar mirip bunga bakung yang mekar. Bejana itu dapat memuat kira-kira 40.000 liter. Kereta-kereta perunggu 27Huram juga membuat sepuluh kereta perunggu, masing-masing panjangnya 1,8 meter, lebarnya 1,8 meter, tingginya 1,3 meter. 28Kereta-kereta itu terdiri dari papan-papan persegi yang dipasang dalam bingkai. 29Papan-papan itu dihias dengan ukiran singa, sapi dan kerub. Pada bingkai-bingkainya -- di atas dan di bawah gambar-gambar singa dan sapi itu -- tergantung ukiran rangkaian bunga. 30Setiap kereta itu mempunyai empat roda perunggu dengan poros roda dari perunggu juga. Pada keempat sudut kereta itu ada tiang penahan baskom dari perunggu dengan hiasan rangkaian bunga di sebelah luarnya. 31Bagian atas keempat tiang penahan itu dihubungkan oleh sebuah bingkai bundar untuk penahan baskomnya. Tiang-tiang penahan itu menonjol setinggi 44 sentimeter di atas papan persegi itu, dan 22 sentimeter di bawahnya. Pada mulut bingkai itu ada ukiran. 32Tinggi roda-rodanya 66 sentimeter; letaknya di bawah papan-papan. Poros rodanya dengan keretanya merupakan satu bagian. 33Roda-rodanya itu serupa dengan roda kereta perang; lingkar roda, jari-jari, poros dan pusat jari-jari rodanya semuanya terbuat dari perunggu. 34Ada empat tiang penahan pada setiap sudut bagian bawah kereta itu. Tiang-tiang itu merupakan satu bagian dengan keretanya. 35Di sekeliling bagian atas kereta itu ada pinggiran selebar 22 sentimeter. Tiang penahannya dan papan-papannya semuanya merupakan satu bagian dengan keretanya. 36Tiang-tiang penahan dan papan-papan itu dihiasi dengan gambar kerub, singa, dan pohon palem di mana saja ada tempat yang kosong untuk itu, disertai rangkaian bunga sekelilingnya. 37Demikianlah caranya kereta-kereta itu dibuat. Semuanya serupa -- bentuk dan ukurannya. 38Huram membuat juga sepuluh baskom besar, satu untuk setiap kereta. Tiap baskom itu mempunyai garis tengah 1,8 meter dan dapat memuat 800 liter air. 39Huram menaruh lima kereta di sebelah selatan Rumah Tuhan, dan lima di sebelah utara. Bejana perunggu diletakkannya di sudut sebelah tenggara. Ringkasan daftar perlengkapan Rumah Tuhan (2Taw. 4:11—5:1) 40-45Huram membuat juga kuali-kuali, sekop-sekop dan mangkuk-mangkuk. Sesudah itu selesailah seluruh pekerjaannya bagi Raja Salomo untuk Rumah Tuhan. Inilah perlengkapan yang telah dibuatnya: Dua tiang besar Dua kepala tiang berbentuk mangkuk yang ditempatkan di atas kedua tiang itu Anyaman rantai pada setiap kepala tiang Empat ratus delima perunggu yang disusun dalam dua jajar sekeliling anyaman rantai pada setiap kepala tiang Sepuluh kereta Sepuluh baskom besar Bejana perunggu Dua belas sapi perunggu yang menopang bejana itu Kuali-kuali, sekop-sekop dan mangkuk-mangkuk. Semua perlengkapan untuk Rumah Tuhan itu, yang dibuat Huram untuk Raja Salomo, dibuat dari perunggu, dan digosok sampai berkilap. 46Raja menyuruh membuat barang-barang itu di pengecoran logam antara Sukot dan Sartan di Lembah Yordan. 47Salomo tidak menyuruh menimbang barang-barang perunggu itu, sebab jumlahnya terlalu banyak. Jadi, berat barang-barang itu tidak diketahui. 48-50Raja Salomo juga menyuruh membuat perlengkapan-perlengkapan lain dari emas untuk Rumah Tuhan. Inilah perlengkapan-perlengkapan yang dibuatnya itu: Mezbah Meja untuk roti yang dipersembahkan kepada Allah Sepuluh kaki pelita yang ditempatkan di depan Ruang Mahasuci, yaitu lima di sebelah selatan dan lima di sebelah utara Bunga-bunga Pelita-pelita Sepit-sepit Cangkir-cangkir Alat pemadam pelita Mangkuk-mangkuk Piring-piring untuk dupa Piring-piring untuk bara Engsel-engsel untuk pintu Ruang Mahasuci dan pintu-pintu luar Rumah Tuhan. 51Setelah Raja Salomo selesai membangun Rumah Tuhan, ia menyimpan di dalam gudang-gudang rumah itu semua perak, emas, dan barang-barang lain yang telah dipersembahkan oleh Daud ayahnya kepada Tuhan. 1 Raja-Raja 8 Peti Perjanjian Tuhan dibawa ke Rumah Tuhan (2Taw. 5:2—6:2) 1Setelah itu Raja Salomo menyuruh semua pemimpin suku dan kaum dari bangsa Israel datang kepadanya di Yerusalem untuk memindahkan Peti Perjanjian Tuhan dari Sion, Kota Daud, ke Rumah Tuhan. 2Maka datanglah mereka semua pada Hari Raya Pondok Daun dalam bulan Etanim. 3Setelah semua pemimpin itu berkumpul, para imam mengangkat Peti Perjanjian itu, 4dan membawanya ke Rumah Tuhan. Kemah Tuhan serta semua perlengkapannya dipindahkan juga ke Rumah Tuhan oleh para imam dan orang Lewi. 5Raja Salomo dan seluruh rakyat Israel berkumpul di depan Peti Perjanjian itu lalu mempersembahkan kepada Tuhan domba dan sapi yang tak terhitung banyaknya. 6Setelah itu para imam membawa Peti Perjanjian itu ke dalam Rumah Tuhan dan meletakkannya di bawah patung-patung kerub di dalam Ruang Mahasuci. 7Sayap patung-patung itu terbentang menutupi peti itu dan kayu-kayu pengusungnya. 8Kayu pengusung itu panjang sekali, sehingga ujung-ujungnya terlihat dari depan Ruang Mahasuci. (Sampai hari ini kayu-kayu itu masih di situ.) 9Di dalam Peti Perjanjian itu tidak ada sesuatu pun kecuali dua batu. Batu-batu itu telah dimasukkan ke situ oleh Musa di Gunung Sinai, ketika Tuhan membuat perjanjian dengan bangsa Israel pada waktu mereka dalam perjalanan dari Mesir ke negeri Kanaan. 10Pada saat para imam keluar dari Rumah Tuhan itu tiba-tiba rumah itu dipenuhi awan. 11Awan itu berkilauan oleh keagungan kehadiran Tuhan sehingga para imam itu tak dapat masuk kembali untuk melaksanakan tugas mereka. 12Maka berdoalah Salomo, katanya, “Engkaulah yang menempatkan surya di langit, ya Tuhan. Namun Engkau lebih suka tinggal dalam kegelapan awan. 13Kini kubangun untuk-Mu gedung yang megah, untuk tempat tinggal-Mu selama-lamanya.” Pidato Raja Salomo kepada rakyat (2Taw. 6:3-11) 14Setelah berdoa, Raja Salomo berpaling kepada seluruh rakyat yang sedang berdiri di situ, lalu memohonkan berkat Allah bagi mereka. 15-16Ia berkata, “Dahulu Tuhan telah berjanji kepada ayahku Daud begini, ‘Sejak Aku membawa umat-Ku keluar dari Mesir, di seluruh negeri Israel tidak ada satu kota pun yang Kupilih menjadi tempat di mana harus dibangun rumah untuk tempat ibadat kepada-Ku. Tetapi engkau, Daud, Kupilih untuk memerintah umat-Ku.’ Terpujilah Tuhan Allah Israel yang sudah menepati janji-Nya itu!” 17Selanjutnya Salomo berkata, “Ayahku Daud telah merencanakan untuk membangun rumah tempat ibadat kepada Tuhan Allah Israel. 18Tetapi Tuhan berkata kepadanya, ‘Maksudmu itu baik. 19Tetapi, bukan engkau, melainkan anakmulah yang akan membangun rumah-Ku itu.’ 20Sekarang Tuhan telah menepati janji-Nya. Aku telah menjadi raja Israel menggantikan ayahku, dan aku telah pula membangun rumah untuk tempat ibadat kepada Tuhan, Allah Israel. 21Di dalam Rumah Tuhan itu telah kusediakan tempat untuk Peti Perjanjian yang berisi batu perjanjian antara Tuhan dengan leluhur kita ketika Ia membawa mereka keluar dari Mesir.” Doa Salomo (2Taw. 6:12-42) 22Setelah itu, di hadapan rakyat yang hadir, Salomo berdiri menghadap mezbah lalu mengangkat kedua tangannya 23dan berdoa, “Tuhan, Allah Israel! Di langit atau pun di bumi tak ada yang seperti Engkau! Engkau menepati janji-Mu dan menunjukkan kasih-Mu kepada umat-Mu yang setia dan taat dengan sepenuh hati kepada-Mu. 24Engkau telah menepati janji-Mu kepada ayahku Daud. Apa yang Kaujanjikan itu sudah Kaulaksanakan hari ini. 25-26Engkau juga telah berjanji kepada ayahku bahwa kalau keturunannya sungguh-sungguh taat kepada-Mu seperti dia, maka selalu akan ada seorang dari keturunannya yang menjadi raja atas Israel. Sekarang, ya Tuhan Allah Israel, tepatilah juga semua yang telah Kaujanjikan kepada ayahku Daud, hamba-Mu itu. 27Tetapi, ya Allah, sungguhkah Engkau sudi tinggal di bumi ini? Langit seluruhnya pun tak cukup luas untuk-Mu, apalagi rumah ibadat yang kubangun ini! 28Ya Tuhan, Allahku, aku hamba-Mu! Namun dengarkanlah kiranya doaku, dan kabulkanlah permohonanku hari ini. 29-30Semoga siang malam Engkau melindungi rumah ini yang telah Kaupilih sebagai tempat ibadat kepada-Mu. Semoga dari tempat kediaman-Mu di surga Engkau mendengar dan mengampuni aku serta umat-Mu apabila kami menghadap ke rumah ini dan berdoa kepada-Mu. 31Apabila seseorang dituduh bersalah terhadap orang lain dan dibawa ke mezbah-Mu di dalam rumah ibadat ini untuk bersumpah bahwa ia tidak bersalah, 32ya Tuhan, hendaklah Engkau mendengarkan di surga dan memutuskan perkara hamba-hamba-Mu ini. Hukumlah yang bersalah setimpal perbuatannya dan bebaskanlah yang tidak bersalah. 33Apabila umat-Mu Israel dikalahkan oleh musuh-musuhnya karena mereka berdosa, lalu mereka kembali kepada-Mu dan menghormati Engkau sebagai Tuhan, kemudian datang ke rumah ibadat ini serta berdoa mohon ampun kepada-Mu, 34semoga Engkau mendengarkan mereka di surga. Semoga Engkau mengampuni dosa umat-Mu ini, dan membawa mereka kembali ke negeri yang telah Kauberikan kepada leluhur mereka. 35Apabila umat-Mu berdosa kepada-Mu dan Engkau menghukum mereka dengan tidak menurunkan hujan lalu mereka bertobat dari dosa mereka dan menghormati Engkau sebagai Tuhan, kemudian menghadap ke rumah ibadat ini serta berdoa kepada-Mu, 36kiranya dari surga Engkau mendengarkan mereka. Dan ampunilah dosa umat-Mu Israel dan raja mereka. Ajarlah mereka melakukan apa yang benar. Setelah itu, ya Tuhan, turunkanlah hujan ke negeri-Mu ini, negeri yang Kauberikan kepada umat-Mu untuk menjadi miliknya selama-lamanya. 37Apabila negeri ini dilanda kelaparan atau wabah, dan tanaman-tanaman dirusak oleh angin panas, hama atau serangan belalang, atau apabila umat-Mu diserang musuh, atau diserang penyakit, 38semoga Engkau mendengarkan doa mereka. Kalau dari antara umat-Mu Israel ada yang dengan bersedih hati berdoa kepada-Mu sambil menengadahkan tangannya ke arah rumah ibadat ini, 39kiranya Engkau di dalam kediaman-Mu di surga mendengar serta mengampuni dan menolong mereka. Hanya Engkaulah yang mengenal isi hati manusia. Sebab itu perlakukanlah setiap orang setimpal perbuatan-perbuatannya, 40supaya umat-Mu taat kepada-Mu selalu selama mereka tinggal di negeri yang Kauberikan kepada leluhur kami. 41-42Apabila seorang asing di negeri yang jauh mendengar tentang kebesaran-Mu dan tentang keajaiban-keajaiban yang telah Kaulakukan untuk umat-Mu, lalu ia datang di rumah ibadat ini untuk menghormati Engkau dan berdoa kepada-Mu, 43semoga dari kediaman-Mu di surga Engkau mendengarkan doanya dan mengabulkan permintaannya. Dengan demikian segala bangsa di seluruh dunia mengenal Engkau dan taat kepada-Mu seperti umat-Mu Israel. Mereka akan mengetahui bahwa rumah yang kubangun ini adalah tempat untuk beribadat kepada-Mu. 44Apabila Engkau memerintahkan umat-Mu untuk pergi berperang melawan musuh, lalu di mana pun mereka berada, mereka menghadap ke kota pilihan-Mu ini dan berdoa ke arah rumah ini yang telah kubangun untuk-Mu, 45semoga di surga Engkau mendengarkan doa mereka itu, dan memberikan kemenangan kepada mereka. 46Apabila umat-Mu berdosa kepada-Mu -- sesungguhnya tidak ada seorang pun yang tidak berdosa -- lalu karena kemarahan-Mu Kaubiarkan mereka dikalahkan oleh musuh, dan dibawa sebagai tawanan ke suatu negeri yang jauh atau dekat, 47semoga Engkau mendengarkan doa mereka. Jikalau di negeri itu mereka meninggalkan dosa-dosa mereka, dan berdoa kepada-Mu sambil mengakui bahwa mereka telah berdosa dan berbuat jahat, dengarkanlah doa mereka, ya Tuhan. 48Jikalau di negeri itu mereka dengan ikhlas dan sungguh-sungguh meninggalkan dosa-dosa mereka, dan berdoa kepada-Mu sambil menghadap ke negeri ini yang Kauberikan kepada leluhur kami, ke arah kota pilihan-Mu dan rumah ibadat yang telah kubangun untuk-Mu ini, 49maka dari kediaman-Mu di surga hendaklah Engkau mendengar doa mereka dan mengasihani mereka. 50Ampunilah semua dosa dan kedurhakaan mereka terhadap-Mu, dan buatlah musuh-musuh mereka memperlakukan mereka dengan baik. 51Mereka adalah umat-Mu sendiri yang telah Kaubawa keluar dari Mesir negeri di mana mereka disiksa. 52Semoga Engkau, ya Tuhan Allah, selalu memperhatikan umat-Mu Israel beserta rajanya. Dan sudilah Engkau mendengarkan doa mereka setiap kali mereka berseru minta tolong kepada-Mu. 53Engkau, ya Tuhan Allah, sudah memilih mereka dari antara segala bangsa untuk menjadi umat-Mu sendiri, seperti yang telah Kaukatakan kepada mereka melalui hamba-Mu Musa, ketika Engkau menuntun leluhur kami keluar dari Mesir.” Doa penutup 54Demikianlah Salomo berdoa sambil berlutut di depan mezbah dan dengan tangan ditengadahkan ke atas. Sesudah itu ia berdiri 55dan dengan suara keras memohonkan berkat Allah untuk semua orang yang berkumpul di situ, katanya, 56“Terpujilah Tuhan yang telah memberikan ketentraman kepada umat-Nya seperti yang dijanjikan-Nya melalui Musa hamba-Nya. Semua yang baik yang dijanjikan-Nya telah ditepati-Nya. 57Semoga Tuhan Allah kita menyertai kita sebagaimana Ia menyertai leluhur kita. Semoga Ia tidak meninggalkan kita. 58Semoga Ia menjadikan kita orang-orang yang setia kepada-Nya supaya kita selalu hidup menurut kehendak-Nya dan taat kepada semua hukum dan perintah yang telah diberikan-Nya kepada leluhur kita. 59Semoga Tuhan, Allah kita, selalu ingat akan doa dan permohonan yang telah kusampaikan ini kepada-Nya. Semoga Ia selalu menunjukkan kemurahan-Nya kepada umat Israel dan rajanya dengan memberikan kepada mereka apa yang mereka perlukan setiap hari. 60Dengan demikian segala bangsa di dunia akan tahu bahwa hanya Tuhan sendirilah Allah, tak ada yang lain. 61Hendaklah kalian, umat-Nya selalu setia kepada Tuhan, Allah kita dan taat kepada hukum-hukum dan perintah-perintah-Nya seperti yang kalian lakukan pada hari ini.” Peresmian Rumah Tuhan (2Taw. 7:4-10) 62Setelah itu Raja Salomo dan semua orang yang berkumpul di situ mempersembahkan kurban kepada Tuhan. 63Untuk kurban perdamaian Salomo mempersembahkan 22.000 sapi dan 120.000 domba. Demikianlah raja dan seluruh rakyat mengadakan upacara peresmian Rumah Tuhan. 64Hari itu juga Salomo meresmikan bagian tengah pelataran yang di depan Rumah Tuhan itu. Kemudian di pelataran itu ia mempersembahkan kurban bakaran, kurban gandum, dan lemak binatang untuk kurban perdamaian. Semua itu dipersembahkannya di situ karena mezbah perunggu terlalu kecil untuk semua persembahan itu. 65Di Rumah Tuhan itu Salomo dan seluruh umat Israel mengadakan perayaan Pondok Daun selama tujuh hari. Sangat besar jumlah orang yang berkumpul di situ. Mereka datang dari daerah sejauh Jalan Hamat di utara sampai ke perbatasan Mesir di selatan. 66Pada hari kedelapan Salomo menyuruh orang-orang itu pulang. Mereka semuanya memuji dia lalu kembali ke rumah mereka dengan hati yang gembira, karena semua berkat yang telah diberikan Tuhan kepada hamba-Nya Daud dan kepada bangsa Israel umat-Nya. Penjelasan:
Dalam 1 Raja-Raja pasal 6–8, diceritakan tentang pembangunan Bait Suci oleh Salomo di Yerusalem. Ini menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Israel, karena Bait Suci adalah lambang kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya. Pada pasal 6, Salomo membangun rumah Tuhan dengan penuh kesungguhan dan ketelitian. Bait Allah dibangun bukan secara sembarangan, tetapi dengan persiapan, pengorbanan, dan penghormatan kepada Tuhan. Hal ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang dipersembahkan bagi Tuhan harus dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh, bukan asal jadi. Tuhan juga memberi pesan penting kepada Salomo: “Jika engkau hidup menurut ketetapan-Ku... maka Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel.” (1 Raja-Raja 6:12-13) Artinya, Tuhan tidak hanya melihat bangunan fisik, tetapi terutama ketaatan dan kehidupan umat-Nya. Pada pasal 7, dijelaskan berbagai perlengkapan Bait Suci yang dibuat dengan indah dan penuh hikmat. Ini menunjukkan bahwa Tuhan layak menerima yang terbaik dari kemampuan manusia. Kemudian pada pasal 8, Tabut Perjanjian dipindahkan ke dalam Bait Suci, dan kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Salomo lalu menaikkan doa penyerahan yang sangat mendalam. Ia menyadari bahwa Tuhan tidak dapat dibatasi oleh bangunan apa pun, tetapi Tuhan hadir bagi umat yang mencari-Nya dengan sungguh hati. “Sesungguhnya, langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau.” (1 Raja-Raja 8:27) Bagian ini mengajarkan bahwa inti ibadah bukan hanya gedung atau ritual, melainkan hati yang taat, doa yang tulus, dan hidup yang berkenan kepada Tuhan. Pesan Rohani Tuhan layak menerima yang terbaik dalam hidup kita. Kehadiran Tuhan lebih penting daripada kemegahan lahiriah. Ketaatan lebih bernilai daripada sekadar simbol agama. Rumah Tuhan harus menjadi tempat doa, pertobatan, dan penyembahan. Kemuliaan Tuhan hadir di tengah umat yang sungguh mencari-Nya. Label: 1 Raja 6-8
| Bacaan Alkitab Setahun ProSesama: Kalender Liturgi Katolik Juni 2026 Bacaan Alkitab ProSesama: Juni NEXT: 27 MEI - 1 RAJA 9-11 - KETIKA HIKMAT TIDAK LAGI DISERTAI KETAATAN PREV: 25 MEI - KIDUNG AGUNG 6-8 - CINTA YANG DEWASA, SETIA, DAN TAK TERGOYAHKAN |
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA,
GMIM,
GPM,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Christian Song,
Lagu Rohani,
ORIENTAL WORSHIP,
Lagu Persekutuan,
NJNE,
Nyanyian Jemaat GPM,
Nyanyian Ibadah Gereja:
MAZMUR MP3 GKI Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, KPP, NNBT, KLIK, Dua Sahabat Lama, NR TORAJA, KJ TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Lagu Ungkup Gereja Dayak di Kalimantan, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, ADV (Himnario Adventista), ELI1 (ELI ABOLOJO (Christian Songs, Igala)), ELI2 (ELI KEKE (Short Songs, Igala)), English Hymns, PKS (Pwuhken Koul Sarawi), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi), CFC SONGS *, Tagalog Worship Song Kenya Worship Songs Ghana Worship Songs Urgandan Christian Song Russian Worship Songs Chinese Praise and Worship Song Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia Thai Christian Song Hebrew Christian Song Arab Christian Song Christian Songs In Dutch German Christian Songs Hindi Worship Song Japanese Christian Song Italian Christian Song Lagu Rohani Batak Lagu Rohani Ambon Greek Worship Songs French Worship Songs Spanish Worship Songs |
|
login | Lagu-Gereja |
|