| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Rabu, 24 Mei 2023 Renungan Gereja Toraja Rabu, 24 Mei 2023 - KEKUASAANNYA TAK TERBATAS (Tangmaangge tu Kuasan-Na) - Mazmur 99:1-5Mazmur 99:1-5 TUHAN, Raja yang kudus 99:1 TUHAN itu Raja, maka bangsa-bangsa gemetar. Ia duduk di atas kerub-kerub, maka bumi goyang. 99:2 TUHAN itu maha besar di Sion, dan Ia tinggi mengatasi segala bangsa. 99:3 Biarlah mereka menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat; Kuduslah Ia! 99:4 Raja yang kuat, yang mencintai hukum, Engkaulah yang menegakkan kebenaran; hukum dan keadilan di antara keturunan Yakub, Engkaulah yang melakukannya. 99:5 Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduslah Ia! Penjelasan: * Mzm 99:1-3 - Tuhan itu Raja Allah Kudus itu Berdaulat. Tuhan itu Raja. Allah digambarkan bertakhta di atas tutup pendamaian di antara dua kerub, yaitu tempat manifestasi-Nya di bumi ini di dalam Bait Suci. Dia juga digambarkan sebagai diam (bertakhta) di bumi, yaitu di atas Gunung Sion, sebuah konsep yang mengaitkan mazmur ini secara langsung dengan perayaan penobatan raja. Manifestasi dari Yang Kekal itu membuat manusia dan alam semesta bergetar, tetapi melahirkan pujian bagi nama-Nya. * Mzm 99:4-5 - Hukum ... kebenaran ... keadilan // Kuduslah Ia Allah Yang Kudus itu Adil. Hukum ... kebenaran ... keadilan. Allah bukan saja mempunyai kekuasaan tertinggi di dunia ini; Dia adil dalam menghakimi manusia. Dia tidak menggunakan kekuasaan-Nya secara semena-mena, tetapi berdasarkan keadilan-Nya dan kebenaran-Nya. Lagi-lagi, kebenaranNya diringkaskan melalui kata-kata yang diulang-ulang, Kuduslah Ia. * Kekuasaan Allah (99:1-5) Dasar agama Kristen seluruhnya terletak di dalam kebenaran ini, yaitu bahwa Tuhan itu Raja. Allah memerintah dunia dengan pemeliharaan-Nya, memerintah jemaat dengan anugerah-Nya, dan memerintah keduanya melalui Anak-Nya. Kita bukan saja harus percaya bahwa Tuhan itu hidup, tetapi juga bahwa Tuhan itu Raja. Inilah kemenangan jemaat Kristen, seperti halnya kemenangan jemaat Yahudi dalam mazmur ini, yaitu bahwa Yehovah adalah Raja mereka. Dan karena itulah selanjutnya dikatakan, Biarlah bangsa-bangsa gemetar, artinya, 1. Biarlah rakyat dalam kerajaan-Nya itu gemetar, sebab tatanan Perjanjian Lama mengandung banyak kegentaran di dalamnya. Di Gunung Sinai, bangsa Israel, dan bahkan Musa sendiri, sangat ketakutan dan sangat gemetar. Pada waktu itu Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya. Bahkan saat Dia tampil bagi kepentingan umat-Nya pun Dia melakukan banyak hal yang dahsyat. Akan tetapi, kita kini tidak lagi datang kepada gunung yang menyala-nyala (Ibr. 12:18). Karena kini TUHAN adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorak. Pada masa itu Dia memerintah terutama dengan kuasa kegentaran yang kudus, tetapi kini Ia memerintah dengan kuasa kasih-Nya yang kudus. 2. Lebih-lebih lagi, biarlah para musuh kerajaan-Nya gemetar, sebab entah Dia akan membawa mereka ke dalam ketaatan terhadap tongkat emas-Nya, atau justru menghancurkan mereka dengan cambuk besi-Nya. Tuhan itu Raja, meski bangsa-bangsa menjadi resahkarenanya. Sekalipun mereka mengertakkan gigi dengan sekuat tenaga, angkara murka mereka itu sia-sia belaka. Dia akan melantik Raja-Nya di Sion, gunung-Nya yang kudus, meskipun mereka menentang hal itu (2:1-6). Cepat ataupun lambat, Dia akan membuat mereka gemetar(Why. 6:15 dst.). TUHAN itu Raja, maka bumi goyang. Orang-orang yang berserah kepada-Nya akan ditegakkan dan tidak goyang( 96:10), tetapi orang-orang yang menentang-Nya akan goyah. Langit dan bumi akan bergoncang, begitu pula seluruh bangsa-bangsa, tetapi kerajaan Kristus tidak dapat tergoyahkan. Apa yang tidak tergoncangkan tinggal tetap (Ibr. 12:27) sejak dahulu kala(Yes. 64:5). Di sini, kerajaan Allah yang didirikan di Israel dijadikan pokok puji-pujian sang pemazmur. I. Ada dua hal yang diteguhkan oleh sang pemazmur: 1. Allah mengepalai urusan keagamaan: Ia duduk di atas kerub-kerub (ay. 1), sebagaimana Ia duduk di atas takhta-Nya sendiri, untuk memberikan hukum-Nya melalui titah-titah-Nya yang disampaikan dari tempat itu, sebagaimana Ia duduk di atas tutup pendamaian untuk menerima permohonan-permohonan. Inilah kehormatan Israel, yaitu bahwa mereka memiliki Shekinah di antara mereka, atau hadirat Allah yang istimewa, dikelilingi oleh malaikat-malaikat kudus. Bait Allah merupakan istana Raja, dan ruang mahakudus merupakan tempat-Nya bersemayam. TUHAN itu mahabesar di Sion(ay. 2). Di sanalah Ia dikenal dan dipuji (76:1-2). Di sanalah Ia dilayani sebagai Yang Agung, lebih daripada di tempat-tempat lainnya. Di sanalah Ia tinggi mengatasi segala bangsa. Sebagaimana yang ada di tempat tinggi dapat melihat ke bawah dan disanjung tinggi, begitu pula di Sion kesempurnaan sifat ilahi tampak lebih menonjol dan gemilang daripada di tempat lainnya. Oleh karena itu, biarlah mereka yang tinggal di Sion dan menyembah di sana, menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat dan memberikan kemuliaan yang layak dilayangkan bagi nama-Mu itu, sebab Kuduslah Engkau. Kekudusan nama Allah membuat nama-Nya itu benar-benar besar bagi para sahabat-Nya dan dahsyat bagi para musuh-Nya (ay. 3). Inilah yang dikagumi oleh makhluk-makhluk sorgawi itu: Kudus, kudus, kudus. 2. Dia merupakan segalanya dalam pemerintahan bangsa mereka sehari-hari (ay. 4). Sebagaimana di Yerusalem terdapat kesaksian bagi bangsa Israel, di mana suku-suku berziarah ke sana, begitu pulalah di sana ditaruh kursi-kursi pengadilan (122:4-5). Pemerintahan mereka dijalankan atas nama Allah. Allah menegakkan Daud untuk memerintah atas mereka (dan beberapa orang memang berpikir bahwa mazmur ini dituliskan pada saat pentahbisan yang khidmat dan sejahtera itu) dan dia adalah raja yang kuat, yang mencintai hukum. Daud kuat, semua kekuatan yang ia miliki berasal dari Allah, dan kekuatannyaitu tidak disalahgunakan untuk menyokong perbuatan jahat, seperti yang sering kali terjadi dengan kekuasaan para pemimpin besar. Sebaliknya, kekuatannya itu dipakai untuk mencintai hukum. Dia menjalankan keadilan dengan kuasanya dan bergirang karenanya. Di sinilah ia merupakan pelambang Kristus, yang kepada-Nya Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya , untuk melakukan keadilan dan kebenaran. Dia memiliki kuasa untuk meremukkan, tetapi dia mencintai hukum. Dia tidak memerintah dengan tangan besi, tetapi dengan penuh tenggang rasa, dengan hikmat, dengan kelemahlembutan. Umat Israel memiliki seorang raja yang baik, tetapi di sini mereka diajarkan untuk memandang Allah sebagai Dia yang memberikan kuasa kepada raja mereka untuk memerintah: Engkaulah yang menegakkan kebenaran (artinya, Allah mengaruniakan kepada mereka hukum-hukum yang baik yang melaluinya mereka diperintah), dan hukum dan keadilan di antara keturunan Yakub, Engkaulah yang melakukannya. Dia tidak saja sering kali melaksanakan dan menegakkan hukum-hukum-Nya sendiri melalui pemeliharaan-Nya secara langsung, tetapi juga mengawasi pelaksanaan keadilan di antara mereka melalui hakim-hakim, yang berkuasa mewakili-Nya dan melaksanakan keadilan bagi-Nya. Para hakim umat Israel memutuskan hukum bagi Allah, dan penghakiman mereka adalah penghakiman-Nya (2 Taw. 19:6). II. Dengan menggabungkan kedua hal tadi, kita dapat melihat apa yang menjadi kebahagiaan Israel saat itu lebih daripada bangsa-bangsa lainnya, sebagaimana yang telah digambarkan Musa (Ul. 4:7-8), yaitu bahwa mereka mempunyai Allah yang demikian dekat kepada mereka, duduk di atas kerub-kerub, dan bahwa mereka memiliki ketetapan dan peraturan demikian adil, yang menjadi dasar ditegakkannya kebenaran, dan Allah sendirilah yang memerintah di antara keturunan Yakub. Berdasarkan semuanya inilah sang pemazmur menyimpulkan perintah ini bagi umat yang berbahagia itu (ay. 5): “Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Berikan kemuliaan kepada-Nya oleh karena pemerintahan yang adil dan baik yang membawahimu, seperti pemerintahan yang kini sedang ditegakkan baik di dalam jemaat maupun negara.” Perhatikanlah: 1. Semakin besar belas kasihan yang kita terima sebagai suatu bangsa, semakin wajib kita untuk mengambil bagian dalam melaksanakan penghormatan terhadap Allah sebagai bangsa: Pendirian kerajaan Kristus di antara kita terutama harus menjadi pokok puji-pujian kita. 2. Ketika kita mendekati Allah untuk menyembah-Nya, hati kita haruslah dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang luhur mengenai Dia, dan Dia haruslah dimuliakan di dalam jiwa kita. 3. Semakin kita merendahkan diri dan bersujud di hadapan Allah, maka itu berarti kita semakin meninggikan Dia. Kita harus menyembah kepada tumpuan kaki-Nya di tabut-Nya, yang berfungsi bagaikan tumpuan kaki dari tutup pendamaian di antara kerub-kerub itu. Atau juga, kita harus merebahkan diri di pelataran-Nya. Alasan kuat mengapa kita harus menghormati-Nya sedemikian adalah sebab kuduslah Ia. Kekudusan-Nya itu layak membuat kita terpukau, sebagaimana para malaikat terpana dibuatnya (Yes. 6:2-3).
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Kamis, 25 Mei 2023 - TETAPLAH SETIA (Tontongko makaritutu) - Mazmur 99:6-9 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Selasa, 23 Mei 2023 - MENCONTOH SANG GURU - (Umpatuladanni Guru) - 2 Raja-Raja 2:13-18 All Renungan Gereja Toraja 2023: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |