| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Kamis, 11 Mei 2023 Renungan Gereja Toraja Kamis,11 Mei 2023 - BERANI KARENA BENAR (Barani belanna katonganan) - Kisah Para Rasul 7:9-22Kisah Para Rasul 7:9-22 7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, 7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya. 7:11 Maka datanglah bahaya kelaparan menimpa seluruh tanah Mesir dan tanah Kanaan serta penderitaan yang besar, sehingga nenek moyang kita tidak mendapat makanan. 7:12 Tetapi ketika Yakub mendengar, bahwa di tanah Mesir ada gandum, ia menyuruh nenek moyang kita ke sana. Itulah kunjungan mereka yang pertama; 7:13 pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, lalu ketahuanlah asal-usul Yusuf kepada Firaun. 7:14 Kemudian Yusuf menyuruh menjemput Yakub, ayahnya, dan semua sanak saudaranya, tujuh puluh lima jiwa banyaknya. 7:15 Lalu pergilah Yakub ke tanah Mesir. Di situ ia meninggal, ia dan nenek moyang kita; 7:16 mayat mereka dipindahkan ke Sikhem dan diletakkan di dalam kuburan yang telah dibeli Abraham dengan sejumlah uang perak dari anak-anak Hemor di Sikhem. 7:17 Tetapi makin dekat genapnya janji yang diberikan Allah kepada Abraham, makin bertambah banyaklah bangsa itu di Mesir, 7:18 sampai bangkit seorang raja lain memerintah tanah Mesir, seorang yang tidak mengenal Yusuf. 7:19 Raja itu mempergunakan tipu daya terhadap bangsa kita dan menganiaya nenek moyang kita serta menyuruh membuang bayi mereka, supaya bangsa kita itu jangan berkembang. 7:20 Pada waktu itulah Musa lahir dan ia elok di mata Allah. Tiga bulan lamanya ia diasuh di rumah ayahnya. 7:21 Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti anaknya sendiri. 7:22 Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. Penjelasan: * Pengembangan keluarga Abraham dengan warisan anugerah ilahi di atasnya serta pengaturan pemeliharaan ilahi mengenai hal itu, yang kisahnya memenuhi bagian Kitab Kejadian selebihnya. Pertama, Allah mengikat diri menjadi Allah bagi Abraham dan keturunannya. Untuk menandai hal ini, Ia menetapkan agar Abraham dan keturunannya yang laki-laki harus disunat (Kej. 17:9-10). Lalu Allah memberikan kepadanya perjanjian sunat. Artinya, sunat dijadikan sebagai tanda dari perjanjian itu. Itulah sebabnya ketika Abraham memiliki seorang anak laki-laki yang baru dilahirkan, ia lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan (ay. Kis 7:8), sebagai kewajiban yang harus ia tunaikan menurut hukum ilahi dan kepentingannya dalam perjanjian ilahi itu. Sebab penyunatan mengacu kepada keduanya, sebagai tanda perjanjian dari pihak Allah "Aku akan menjadi bagimu Allah yang Maha-kuasa untuk mencukupi, dan di pihak manusia" hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Dan kemudian, setelah ada jaminan bahwa keturunan Abraham akan menjadi keturunan yang beribadah kepada Tuhan, jumlah mereka mulai bertambah banyak. Lalu Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas bapa leluhur itu, atau cikal bakal masing-masing suku. Kedua, Yusuf yang menjadi kesayangan dan berkat di rumah bapanya, diperlakukan dengan kejam oleh saudara-saudaranya. Mereka merasa iri hati karena mimpi-mimpinya dan kemudian menjualnya ke tanah Mesir. Dengan demikian dari sejak awal anak-anak Israel sudah mulai dihinggapi rasa cemburu terhadap orang-orang di antara mereka yang lebih mulia dan lebih baik daripada yang lain. Dalam hal ini kebencian mereka terhadap Kristus, yang seperti Yusuf, adalah seorang Nazir di antara saudara-saudaranya, merupakan contoh yang sangat luar biasa. Ketiga, Allah mengakui Yusuf dalam semua kesusahannya dan menyertai (Kej. 39:2, 21) dengan Roh-Nya di dalam hatinya. Roh itu memberi penghiburan kepadanya. Roh itu juga bekerja di dalam hati orang-orang yang berhubungan dengannya, sehingga mereka menyayanginya. Dengan demikian Allah melepaskannya dari segala penindasan, dan Firaun mengangkatnya menjadi orang kedua di dalam kerajaannya (Mzm. 105:20-22). Dengan demikian ia tidak saja menjadi kesukaan besar di antara orang-orang Mesir, tetapi juga menjadi gembala dan bukit batu bagi Israel (Kej. 49:24). Keempat, Yakub dipaksa pergi ke negeri Mesir oleh bencana kelaparan yang memaksanya keluar dari tanah Kanaan. Sebuah kelangkaan pangan (yang merupakan penderitaan yang sangat besar), membuat nenek moyang kita tidak mendapat makanan (ay. Kis 7:11). Tetapi ketika Yakub mendengar bahwa di tanah Mesir ada gandum (yang ditimbun secara besar-besaran karena kebijaksanaan anaknya sendiri), ia menyuruh nenek moyang kita pergi ke sana untuk pertama kalinya guna membeli gandum (ay. Kis 7:12). Pada kunjungan mereka yang kedua, Yusuf yang tadinya menjadi orang asing bagi mereka, sekarang memperkenalkan diri kepada mereka. Diberitahukan kepada Firaun bahwa mereka adalah sanak saudara Yusuf yang mempunyai ketergantungan dengannya (ay. Kis 7:13). Kemudian, dengan izin Firaun Yusuf menyuruh menjemput Yakub, ayahnya ke Mesir bersama semua sanak saudaranya sampai tujuh puluh lima jiwa banyaknya untuk tinggal dan mencari nafkah di sana (ay. Kis 7:14). Dalam Kitab Kejadian dikatakan bahwa jumlah mereka adalah tujuh puluh jiwa (Kej. 46:27). Sedangkan terjemahan Septuaginta yang dikutip oleh Stefanus atau Lukas mencatat jumlah tujuh puluh lima jiwa, seperti yang dicatat dalam Lukas 3:36. Di dalam Septuaginta disisipkan nama Kenan, nama yang tidak terdapat dalam terjemahan bahasa Ibrani. Beberapa orang menafsirkan bahwa dengan mengurangkan Yusuf dan anak-anaknya yang telah berada di Mesir sebelumnya (jumlah itu berkurang menjadi enam puluh empat jiwa), dan kemudian dengan menambahkan anak-anak dari kesebelas bapa leluhur, jumlah itu menjadi tujuh puluh lima jiwa. Kelima, Yakub dan anak-anaknya meninggal di tanah Mesir (ay. Kis 7:15), namun kemudian mayat mereka dipindahkan ke Sikhem (ay. Kis 7:16). Suatu kesulitan besar terjadi di sini. Dikatakan bahwa mayat mereka dipindahkan ke Sikhem, padahal Yakub tidak dikuburkan di Sikhem, tetapi di dekat Hebron, di dalam gua Makhpela, tempat Abraham dan Ishak dikuburkan (Kej. 50:13). Tulang-tulang Yusuf memang dikuburkan di Sikhem (Yos. 24:32). Dengan pernyataan ini (walaupun tidak disebutkan dalam kisah itu) tampaknya tulang-tulang bapa leluhur lainnya juga dibawa bersama dengan tulang-tulang Yusuf. Masing-masing memberikan perintah yang sama berkenaan dengan diri mereka seperti yang telah dilakukan Yusuf. Tentang mereka ini juga perlu dipahami sepenuhnya, bukan saja tentang diri Yakub sendiri. Kemudian dikatakan bahwa tanah pekuburan di Sikhem dibeli oleh Yakub (Kej. 33:19), dan hal ini digambarkan lebih lanjut dalam Yosua 24:32. Jadi bagaimana bisa dikatakan di sini bahwa tanah itu dibeli oleh Abraham? Penjelasan Dr. Whitby (theolog Inggris abad ketujuh belas atau kedelapan belas -” pen.) mengenai hal ini boleh dikatakan cukup memadai. Ia memberikan penjelasan sebagai berikut: Yakub pergi ke Mesir dan meninggal di sana, ia dan nenek moyang kita. Kemudian tulang-tulang (nenek moyang kita) di bawa ke Sikhem dan ia (maksudnya Yakub) dimakamkan di tanah pekuburan yang telah dibeli oleh Abraham dengan sejumlah uang (Kej. 23:16). (Atau, dengan perkataan lain, mereka dimakamkan di sana, yaitu Abraham, Ishak, dan Yakub). Dan mereka, yakni bapa leluhur lainnya, dimakamkan di tanah pekuburan yang dibeli dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem. * BERANI KARENA BENAR Kita sering mendengar ungkapan: “Berani karena benar dan takut karena salah”. Pernyataan ini mengajak kita untuk mengambil sebuah keputusan dalam hati bahwa, jika kita benar maka tak ada alasan untuk takut melakukan pembelaan, namun jika kita salah akan membuat kita ragu mempertahankan pembelaan. Perikop ini memperlihatkan sebuah keteguhan hati Stefanus saat menghadapi pergumulan dalam kehidupannya. Ia diperhadapkan pada tuduhan-tuduhan yang tidak benar oleh orang-orang Libertini, orang-orang Yahudi dari Kilikia dan Asia, karena mereka kalah dalam berdebat dengan Stefanus. Akibatnya, Stefanus diperhadapkan di sidang Mahkamah Agama, karena dia dituduh menghujat Musa dan Allah (bdk.Kis.6:8-15). Walaupun demikian Stefanus mempertahankan pembelaannya untuk menanggapi tuduhan kosong dari orang-orang yang membencinya. Stefanus tidak gentar menghadapi segala tuduhan, pergumulan yang dialaminya tidak membuat imannya . Sama seperti Yusuf yang ia sebut dalam narasi pembelaannya, Stefanus yakin benar bahwa Allah pun pasti menyertai dan memberi kekuatan serta hikmat dalam menghadapi pergumulan tersebut. Kisah Stefanus menjadi teladan bagi kita bahwa saat kita menghadapi tantangan dan tuduhan yang tidak benar, tetaplah mendekat pada Allah. Kuasa Allah akan meneguhkan kita untuk tetap memegang teguh kebenaran-Nya. Ingat bahwa kita sebagai pengikut Kristus akan selalu dibenci oleh dunia yakni orang-orang yang tidak mengakui Yesus, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."(Mrk.13:13). Yakinlah bahwa “Tanganmu akan diangkat melawan para lawanmu, dan semua musuhmu akan dilenyapkan! (Mika 5:8). Tuhanlah Jaminan kita. Amin.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Jumat, 12 Mei 2023 - KEPUTUSAN ATAS DASAR HIKMAT (Unnala karatasan lan kakinaan) - Amsal 3:1-8 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Rabu,10 Mei 2023 - TETAP BERHARAP PADA TUHAN (Tontong batta Urrannuan Puang) - Mazmur 102:1-12 All Renungan Gereja Toraja 2023: Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |