lagu-gereja.com/toraja

View : 485 kali
Wahyu 11:15-19
Sangkakala yang ketujuh Nyanyian puji-pujian para tua-tua
11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." 11:16 Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah, 11:17 sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja 11:18 dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi." 11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

Penjelasan:
* Sangkakala Ketujuh dan Pemandangan di Surga (11:15-18).

Seperti dengan pembukaan meterai, pada saat malaikat meniup sangkakala yang ketujuh, tidak ada peristiwa tertentu yang langsung terjadi sesudahnya dan tidak diumumkan adanya penghukuman tertentu. Dengan ditiupnya sangkakala ini kita menyaksikan sebuah pemandangan di surga dan Salah satu pernyataan yang paling megah tentang Kristus di dalam Alkitab, "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya" (ay. 15). Perhatikan bahwa di sini disebutkan pemerintahan (bentuk tunggal) sehingga dunia berada di bawah satu pemerintahan yang kuat.

Pengumuman ini diikuti dengan sebuah nyanyian pujian yang dinyanyikan oleh kedua puluh empat tua-tua yang dilukiskan tersungkur di hadapan Allah. Dengan pengumuman bahwa pemerintahan Allah melalui Kristus sudah dekat, kepada kita disajikan sebuah rangkuman yang jelas (ay. 18) mengenai rangkaian peristiwa yang akan terjadi: (1) bangsa-bangsa akan murka; maksudnya: akan terdapat sebuah usaha untuk menyerang Kristus dan umat-Nya; (2) murka Allah akan dicurahkan sesaat lagi: (3) orang-orang mati akan dihakimi; (4) orang-orang percaya yang di sini dibagi menjadi tiga kelompok - para nabi, orang-orang kudus dan orang-orang yang takut akan nama-Nya, akan memperoleh pahala; (5) para perusak kini akan dihancurkan. Dari semua ini orang dapat menyimpulkan dengan pasti bahwa pada saat Kristus akan mengambil alih kepemimpinan di bumi selaku Raja, kebencian bangsa-bangsa di dunia terhadap umat Allah akan meningkat dan perlawanan terhadap Injil juga demikian.

* Why 11:19 - tabut perjanjian - // Bait Suci
Sebagian besar penafsir akan setuju bahwa 11:19 sebaiknya dianggap sebagai pendahuluan dari apa yang akan disingkapkan pada pasal 12. Kembali di sini, seperti pada permulaan nas tentang tujuh meterai (4:5) dan tujuh sangkakala (8:5), terdapat kilat, suara, guntur dan gempa bumi. Apa yang sekarang dilihat oleh Yohanes di surga - sebuah Bait Suci Allah dan sebuah tabut perjanjian - menimbulkan masalah penafsiran. Yang dimaksudkan tidak mungkin tabut sesungguhnya yang dibawa Israel ketika mengembara di padang gurun (sebagaimana ditandaskan beberapa penafsir): sebab tabut tersebut sudah tidak ada bahkan pada zaman Kristus sekalipun. Kata yang diterjemahkan dengan Bait Suci di sini ialah naos, yang artinya "ruang maha kudus," bagian yang paling dalam dari Bait Suci. Ketika Kota Kudus turun dari surga, dikatakan bahwa tidak akan ada Bait Suci di sana (21:22).


Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Rabu, 29 Maret 2023 - Beritahukanlah Aku Jalan (Patiroanna` Tu Lalan) - Mazmur 143:1-8


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja 27 Maret 2023 - Manis dan Pahit - Wahyu 10:1-11


All Renungan Gereja Toraja 2023:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login