lagu-gereja.com/toraja

View : 635 kali
Kejadian 29:1-14
Yakub di rumah Laban
29:1 Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur. 29:2 Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar; 29:3 dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu. 29:4 Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran." 29:5 Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal." 29:6 Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya." 29:7 Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi." 29:8 Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami." 29:9 Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. 29:10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. 29:11 Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras. 29:12 Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya. 29:13 Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. 29:14 Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya.

Penjelasan:
* Kedatangan Yakub di Padan Aram (Kejadian 29:1-8)

    Semua tahap yang dilalui Israel ketika maju ke tanah Kanaan diperhatikan secara khusus, tetapi tidak ada catatan khusus mengenai perjalanan Yakub ke tempat-tempat yang lebih jauh dari Betel. Bahkan, ia tidak lagi mengalami malam-malam yang membahagiakan seperti yang dialaminya di Betel, tidak ada lagi penglihatan-penglihatan dari Yang Mahakuasa. Penglihatan itu dimaksudkan sebagai pesta. Ia tidak boleh mengharapkannya sebagai makanannya sehari-hari. Tetapi,
        1. Di sini kita diberi tahu betapa dengan gembira ia meneruskan perjalanannya setelah persekutuan manis yang dialaminya dengan Allah di Betel: Lalu Yakub mengangkat kakinya. Begitulah yang bisa dibaca (ay. 1). Lalu ia terus berjalan dengan gembira dan serta-merta, tanpa terbebani oleh kekhawatiran-kekhawatirannya, atau tercekam oleh ketakutan-ketakutannya, karena yakin akan hadirat Allah yang penuh rahmat bersama dia. Perhatikanlah, setelah kita mendapat penglihatan-penglihatan akan Allah, dan bernazar kepada Dia untuk melakukan upacara-upacara ibadah, kita harus menjalankan perintah-perintah-Nya dengan hati yang lega (Ibr. 12:1).
        2. Betapa dengan bahagianya ia sampai pada akhir perjalanannya. Allah Sang Pemelihara membawanya tepat ke padang di mana kawanan domba pamannya hendak diberi minum, dan di sana ia berjumpa dengan Rahel, yang akan menjadi istrinya. Cermatilah,
            (1) Pemeliharaan ilahi harus diakui dalam semua peristiwa kecil yang turut bekerja dalam membuat suatu perjalanan atau pekerjaan lain dipenuhi penghiburan dan keberhasilan. Jika, waktu kita tersesat, kita berjumpa pada waktu yang tepat dengan orang-orang yang bisa membimbing kita, dan jika kita menemui malapetaka, dan ada orang-orang di dekat kita yang mau menolong kita, maka janganlah kita berkata bahwa itu kebetulan saja, atau bahwa keberuntungan sedang berpihak pada kita. Sebaliknya, kita harus mengakui bahwa itu terjadi berkat pemeliharaan ilahi, dan bahwa Allah sedang berpihak pada kita. Jalan kita adalah jalan kesenangan, apabila kita senantiasa mengakui Allah di dalamnya.
            (2) Orang-orang yang mempunyai kawanan domba harus menjagai mereka baik-baik, dan rajin mencari tahu keadaan mereka (Ams. 27:23). Apa yang dikatakan di sini tentang kepedulian yang senantiasa diberikan para gembala kepada kambing domba mereka (ay. 2-3, 7-8) bisa dipakai untuk menggambarkan perhatian lembut yang diberikan Tuhan Yesus kita, Sang Gembala agung, kepada domba-domba-Nya, kepada kawanan domba-Nya, yaitu jemaat. Sebab Dia adalah Gembala yang baik, yang mengenal domba-domba-Nya, dan dikenal oleh mereka (Yoh. 10:14). Batu yang terletak di mulut sumur, yang begitu sering disebutkan di sini, berfungsi untuk menjaga milik para gembala di dalamnya (karena di sana air jarang, maka air tidak usus communis aquarum -” untuk digunakan oleh semua orang), atau untuk melindungi sumur itu dari kerusakan akibat panas matahari, atau akibat tangan yang jahat, atau untuk mencegah supaya domba-domba dari kawanan itu tidak tercebur ke dalamnya.
            (3) Kepentingan masing-masing janganlah menjauhkan kita dari sikap saling menolong satu sama lain. Ketika semua gembala datang bersama-sama dengan kawanan domba mereka, pada saat itulah, seperti tetangga-tetangga yang baik, sewaktu mengambil air, mereka memberi minum kawanan domba mereka bersama-sama.
            (4) Sudah sepatutnya kita berbicara dengan sopan dan hormat kepada orang asing. Walaupun Yakub bukan seorang pegawai istana, melainkan orang biasa, yang suka tinggal di kemah, dan tidak biasa mendapat pujian, namun ia berlaku amat santun terhadap orang-orang yang dijumpainya, dan menyebut mereka saudara-saudaranya (ay. 4). Pengajaran lemah lembut yang ada di lidah benar-benar mempunyai kuasa (Ams. 31:26). Sebagian orang berpendapat bahwa ia menyebut mereka sebagai saudara-saudara karena mereka mempunyai pekerjaan yang sama, gembala-gembala seperti dia. Sekalipun sekarang kedudukannya tengah meningkat, ia tidak malu akan pekerjaannya.
            (5) Orang-orang yang memberikan penghormatan biasanya akan diberi penghormatan. Karena Yakub berlaku sopan terhadap orang-orang asing ini, maka ia mendapati mereka berlaku sopan terhadapnya. Ketika ia ingin mengajar mereka bagaimana menangani pekerjaan mereka (ay. 7), mereka tidak menyuruhnya untuk mengurus urusannya sendiri dan membiarkan mereka sendiri. Sebaliknya, meskipun ia seorang asing, mereka memberinya alasan mengapa mereka menunda pekerjaan mereka (ay. 8). Orang-orang yang ramah terhadap tetangga dan teman akan mendapatkan perlakuan yang ramah juga dari tetangga dan teman.

* Kerendahan Hati dan Ketekunan Rahel (Kejadian 29:9-14)

    Di sini kita melihat,
        1. Kerendahan hati dan ketekunan Rahel: Dia menggembalakan kambing domba ayahnya (ay. 9), yakni, ia menjagai kambing domba itu, walaupun ia mempunyai hamba-hamba di bawahnya yang dipekerjakan untuk menjagai kambing domba itu. Nama Rahel berarti domba. Perhatikanlah, pekerjaan yang jujur dan bermanfaat tidak perlu membuat malu siapa pun, dan juga tidak boleh menjadi penghalang bagi kemajuan kita.
        2. Kelembutan dan kasih sayang Yakub. Ketika ia menyadari bahwa perempuan ini adalah kerabatnya (mungkin ia sudah mendengar namanya sebelumnya), karena sudah tahu untuk keperluan apa ia datang ke negeri itu, kita dapat menduga bahwa langsung tebersit dalam pikirannya bahwa orang ini harus menjadi istrinya. Karena sudah terpesona oleh wajahnya yang alami dan elok (meskipun mungkin pada waktu itu terbakar matahari, dan ia sedang mengenakan pakaian sederhana seperti seorang gembala), Yakub secara menakjubkan mengulurkan tangannya tanpa diminta, dan segera sibuk melayaninya (ay. 10), dan menemuinya dengan air mata sukacita dan ciuman-ciuman kasih (ay. 11). Rahel bergegas lari untuk memberi tahu ayahnya. Sebab ia tidak akan pernah menyambut sapaan kerabatnya tanpa sepengetahuan dan restu ayahnya (ay. 12). Sikap saling menghormati ini, pada saat mereka pertama kali berbincang-bincang, merupakan pertanda baik bahwa mereka akan menjadi pasangan yang berbahagia.
        3. Allah Sang Pemelihara membuat apa yang tampaknya tidak terduga dan kebetulan menjadi sesuatu yang cepat memberikan kepuasan kepada hati Yakub, segera setelah ia tiba di tempat tujuannya. Hamba Abraham, ketika datang untuk keperluan serupa, mendapat dorongan yang serupa pula. Demikianlah Allah membimbing umat-Nya dengan mata-Nya (Mzm. 32:8). Karena kecongkakan yang tak berdasarlah sebagian penulis Yahudi berpendapat bahwa Yakub, ketika mencium Rahel, menangis sebab ia disuruh pergi oleh Elifas, anak tertua dari Esau, atas perintah ayahnya, dan kemudian seluruh uang dan perhiasan yang diberikan ibunya kepada dia ketika melepasnya pergi dirampok habis. Sudah jelas bahwa perasaan sayangnya kepada Rahellah, dan rasa terkejut akibat pertemuan yang membahagiakan ini yang membuat air matanya berlinang.
        4. Laban, meskipun bukan termasuk seorang yang periang, menyambutnya, puas dengan kesaksian yang diberikan Yakub tentang dirinya, dan tentang alasan kedatangannya dalam keadaan yang malang seperti itu. Pada satu sisi, kita harus menghindari sikap yang terlalu mudah percaya begitu saja, tetapi di lain pihak, kita juga harus berjaga-jaga untuk tidak jatuh ke dalam sikap yang langsung cemburu dan curiga tanpa belas kasihan. Laban mengakuinya sebagai saudaranya: Engkau sedarah sedaging dengan aku (ay. 14). Perhatikanlah, sungguh keras hati orang-orang yang tidak bersikap baik terhadap saudara-saudara mereka, dan yang menyembunyikan diri terhadap saudara mereka sendiri (Yes. 58:7).


Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Sabtu, 18 Maret 2023 - Seperti Mayat Berjalan - Wahyu 3:1-6


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Kamis, 16 Maret 2023 - Jika Engkau Mau Mendengarkan Aku - Mazmur 81:9-17


All Renungan Gereja Toraja 2023:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login