| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Kamis, 16 Maret 2023 Renungan Gereja Toraja Kamis, 16 Maret 2023 - Jika Engkau Mau Mendengarkan Aku - Mazmur 81:9-17Mazmur 81:9-17 (#81-#9) Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku! 81:9 (#81-#10) Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing. 81:10 (#81-#11) Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh. 81:11 (#81-#12) Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku. 81:12 (#81-#13) Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri! 81:13 (#81-#14) Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! 81:14 (#81-#15) Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku. 81:15 (#81-#16) Orang-orang yang membenci TUHAN akan tunduk menjilat kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya. 81:16 (#81-#17) Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya." Penjelasan: * Peringatan kepada Israel (9-17) I. Allah menyuruh mereka menyimak dengan cermat apa yang hendak dikatakan-Nya (ay. 9): “Dengarlah hai umat-Ku! Siapa lagi yang akan mendengarkan Aku apabila umat-Ku tidak mau mendengarkan? Aku telah mendengar dan menjawab seruanmu. Sekarang, maukah engkau mendengarkan Aku? Dengarlah apa yang dikatakan ini dengan segala kesungguhan dan kepastian yang tidak perlu diragukan lagi, sebab Aku hendak memberi peringatan kepadamu. Jangan hanya mendengarkan Aku sepintas lalu saja, tetapi dengarkan Aku. Artinya, bersedialah dinasihati dan diatur oleh-Ku.” Tidak ada yang lebih masuk akal atau yang lebih pantas diharapkan daripada hal ini. Tetapi meskipun demikian, Allah menambahkan kata jika: “Jika engkau mau mendengarkan Aku. Sudah menjadi kepentinganmu untuk melakukan hal itu, tetapi masih menjadi pertanyaan apakah engkau mau melakukannya atau tidak, sebab tengkukmu tegar bagaikan otot besi.” II. Ia mengingatkan mereka akan kewajiban mereka terhadap diri-Nya sebagai Tuhan, Allah dan Penebus mereka (ay. 11): Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir. Ini merupakan kata-kata pendahuluan bagi kesepuluh perintah itu, dan alasan yang kuat untuk memelihara perintah-perintah itu. Kata-kata pendahuluan ini menunjukkan bahwa kita terikat kepadanya dalam kewajiban, kepentingan, serta rasa syukur, dan semua ikatan ini akan putus apabila kita tidak taat. III. Sang pemazmur memberi mereka ringkasan tentang aturan-aturan maupun janji-janji yang telah diberikan Allah kepada mereka, sebagai Tuhan dan Allah mereka, ketika mereka dibawa keluar dari Mesir. 1. Perintah yang utama mengatakan bahwa mereka tidak boleh menyembah allah lain selain Dia (ay. 10): Janganlah ada di antaramu allah lain, selain Allahmu sendiri. Allah-allah lain bisa disebut allah-allah asing atau janggal, karena sangatlah janggal apabila ada umat yang memiliki Allah yang hidup dan benar sebagai Allah mereka menginginkan allah lain. Allah cemburu dalam hal ini, sebab Ia tidak mau membiarkan kemuliaan-Nya diberikan kepada allah lain. Oleh sebab itu, mereka harus sangat berhati-hati dalam hal ini (Kel. 23:13). 2. Janji terbesar adalah bahwa Allah sendiri sebagai Allah yang mampu mencukupi segala sesuatu akan dekat dengan mereka dalam segala sesuatu yang mereka minta dari-Nya (Ul. 4:7). Jika mereka mau bertaut kepada Dia sebagai pelindung dan pemimpin mereka yang penuh kuasa, mereka akan selalu mendapati-Nya sebagai dermawan bagi mereka: “Bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh, seperti burung rajawali muda yang membuka paruh lebar-lebar untuk diisi makanan oleh induknya.” IV. Ia mendakwa mereka bahwa mereka telah memandang rendah wibawa-Nya sebagai pemberi hukum, dan menghina Dia sebagai dermawan bagi mereka yang telah memberi kasih karunia serta anugerah-Nya (ay. 12) kepada mereka. Ia telah berbuat banyak bagi mereka dan berencana untuk berbuat lebih banyak lagi, tetapi semua ini percuma saja: “Umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, melainkan menutup telinga terhadap segala sesuatu yang Kukatakan.” Ada dua hal yang dikeluhkan oleh-Nya: 1. Ketidaktaatan mereka terhadap perintah-perintah-Nya. Mereka memang mendengar suara-Nya, yang tidak pernah dilakukan bangsa lain mana pun, tetapi mereka tidak mau menaatinya dan tidak mau diatur olehnya, baik oleh hukum maupun alasan mengapa hukum itu diberikan. 2. Ketidaksukaan mereka terhadap relasi-kovenan antara mereka dan Allah: Mereka tidak suka kepada-Ku. Mereka tidak setuju dengan perkataan-Ku (menurut bahasa Aram). Allah bersedia menjadi Allah bagi mereka, tetapi mereka tidak bersedia menjadi umat bagi Dia. Mereka tidak menyukai persyaratan-persyaratan yang diajukan-Nya. “Aku hendak mengumpulkan mereka, tetapi mereka tidak mau.” Orang Israel tidak suka kepada-Nya. Mengapa? Bukan karena mereka tidak boleh berelasi dengan Allah, justru mereka telah diajak mengikat kovenan dengan Allah. Bukan juga karena mereka tidak dapat berelasi dengan-Nya, justru perkataan-Nya dekat dengan mereka, bahkan di dalam mulut dan hati mereka. Hal ini semata-mata karena mereka memang tidak mau. Allah menyebut mereka umat-Nya, sebab mereka telah ditebus oleh-Nya, terikat erat dengan-Nya, namun meskipun demikian, mereka tidak mau mendengarkan dan menaati Dia. “Israel, keturunan Yakub sahabat-Ku, menyia-nyiakan Aku, dan tidak suka kepada-Ku.” Perhatikanlah, seluruh kejahatan dunia yang jahat ini disebabkan oleh kedegilan keinginan jahat. Alasan mengapa orang tidak hidup saleh adalah karena mereka memang tidak menghendakinya. V. Ia memberikan alasan mengapa Ia benar dalam menjatuhkan hukuman rohani ke atas mereka (ay. 13): Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya. Kedegilan hati adalah musuh yang lebih berbahaya dan penindas yang lebih jahat daripada bangsa-bangsa tetangga. Allah menarik Roh-Nya dari mereka, melepas kekang anugerah yang bisa menahan hati mereka, dan membiarkan mereka sendiri, yang memang sudah sepatutnya. Mereka akan berbuat sesuka hati, dan oleh sebab itu Ia membiarkan mereka mengikuti keinginan sendiri. Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biarkanlah dia! Merupakan hal yang benar apabila Allah menyerahkan orang-orang kepada hawa nafsu yang mereka turutkan dan membiarkan mereka dituntun olehnya. Sebab untuk apa Roh-Nya harus senantiasa berusaha keras menarik mereka? Anugerah-Nya adalah kepunyaan-Nya sendiri, dan Ia tidak berutang kepada siapa pun. Namun, karena Ia tidak pernah memberikan anugerah-Nya kepada siapa pun yang mengatakan bahwa mereka layak menerimanya, demikian pula Ia juga tidak pernah mengambil anugerah-Nya dari siapa pun selain bila orang itu yang pertama menyangkali anugerah itu sendiri: Mereka tidak suka kepada-Ku. Sebab itu Aku membiarkan mereka, biarlah mereka mengikuti jalan mereka sendiri. Lihatlah apa yang kemudian terjadi: Mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri, sesuai dengan keinginan hati dan mata mereka, baik dalam penyembahan maupun dalam perilaku mereka. “Aku membiarkan mereka berbuat sesuka hati, dan mereka berbuat segala sesuatu yang jahat.” Mereka berjalan mengikuti rencana sendiri dan bukan menurut rencana serta petunjuk Allah. Oleh karena itu Allah bukanlah perancang dosa mereka. Ia membiarkan mereka mengikuti hawa nafsu hati mereka dan rencana pikiran mereka sendiri. Jika mereka tidak berbuat baik, kesalahan itu harus ditimpakan pada hati mereka dan darah ditanggungkan ke atas kepala mereka sendiri. VI. Ia menyatakan kehendak baik-Nya bagi mereka dan berharap mereka melakukan yang baik bagi diri mereka sendiri. Ia melihat betapa parahnya masalah mereka, dan betapa pastinya kehancuran mereka ketika mereka diserahkan kepada hawa nafsu mereka sendiri. Ini lebih buruk daripada diserahkan kepada Iblis, suatu hal yang mungkin diperlukan demi terjadinya pembaruan (1Tim. 1:20) dan keselamatan (1 Kor. 5:5). Namun, diserahkan kepada hawa nafsu hati mereka sama saja dengan dimeteraikan di bawah penghukuman. Barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar. Alangkah curamnya tebing yang sedang dituju oleh orang seperti ini! Sekarang, di sini Allah memandang mereka dengan iba. Ia menunjukkan bahwa dengan rasa engganlah Ia telah menyerahkan mereka kepada kebodohan dan nasib seperti itu. Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim? (Hos. 11:8-9). Begitu pula di sini, O, sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! (Yes. 48:18). Begitu jugalah Kristus meratapi kedegilan Yerusalem. Betapa baiknya jika engkau mengerti (Luk. 19:42). Ungkapan isi hati yang dinyatakan di sini sangatlah menyentuh (ay. 14-17) dan dirancang untuk menunjukkan betapa Allah tidak menghendaki ada seorang pun yang binasa dan betapa inginnya Dia agar semua orang datang dan bertobat (Ia tidak menyukai kebinasaan orang-orang atau bangsa-bangsa yang hidup dalam dosa). Selain itu, juga untuk menunjukkan betapa orang berdosa telah menjadi musuh bagi dirinya sendiri, dan betapa menyakitkannya penderitaan yang bakal mereka alami karena tidak mau menjalani persyaratan yang ringan seperti itu dengan senang hati. Amatilah di sini: 1. Rahmat besar yang disediakan Allah bagi umat-Nya yang pasti akan dikerjakan-Nya bagi mereka seandainya saja mereka taat. 2. Kewajiban yang dituntut Allah dari mereka sebagai persyaratan untuk menerima semua rahmat ini. Yang diharapkan-Nya dari mereka tidak lebih daripada mendengarkan suara-Nya, seperti murid yang mendengarkan perkataan gurunya untuk menerima pengajarannya. Atau, seperti seorang pelayan mendengarkan majikannya untuk menerima perintah-perintahnya. Juga supaya mereka hidup menurut jalan yangIa tunjukkan, jalan-jalan Tuhan yang benar dan menyenangkan. Lagi, supaya mereka memperhatikan dengan sungguh peraturan-peraturan yang telah ditetapkan-Nya dan mencermati isyarat tidak langsung dari tindakan pemeliharaan-Nya. Tidak ada yang tidak masuk akal dalam hal ini. 3. Amatilah bagaimana alasannya Ia menahan rahmat-Nya ini, yaitu karena kelalaian mereka dalam menjalankan kewajiban: “Seandainya saja mereka telah mendengarkan Aku, seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan.” Dosa atau ketidaktaatan bangsa merupakan satu-satunya hal besar yang menghambat dan merintangi pembebasan bangsa itu. “Apabila Aku menyembuhkan Israel, dan memulihkan segala sesuatu di antara mereka, maka tersingkaplah kesalahan Efraim, sehingga terhentilah penyembuhan itu” (Hos. 7:1). Kita cenderung berkata, “Jika cara seperti itu telah dilaksanakan, dan sarana seperti itu digunakan, seketika itu juga kita akan bisa menundukkan musuh-musuh kita.” Tetapi ini keliru. Jika kita mendengarkan Allah dan tetap melaksanakan kewajiban kita, hal itu akan terlaksana. Tetapi dosalah yang membuat masalah kita berkepanjangan dan keselamatan datang berlambat-lambat. Inilah yang dikeluhkan oleh Allah sendiri, dan Ia rindu agar hal sebaliknyalah yang terjadi. Perhatikanlah, sebab itu Allah menghendaki kita melaksanakan kewajiban kita terhadap-Nya, supaya kita memenuhi syarat untuk menerima anugerah-Nya. Ia senang apabila kita melayani Dia, bukan demi kebaikan-Nya, melainkan demi kebaikan kita.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Jumat, 17 Maret 2023 - Allah Yang Mememlihara - Kejadian 29:1-14 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Rabu, 15 Maret 2023 - Pembaharuan Perjanjian (Untundan Basse) - Mazmur 81:1-8 All Renungan Gereja Toraja 2023: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |