lagu-gereja.com/toraja

View : 619 kali
HIDUP KUDUS DILINGKUNGAN BERDOSA. Kita bisa melawan arus kejahatan dunia jika kita hidup dalam hadirat-Nya.

2 Raja-raja 18:1-12
Bahasa Toraja:
Diona Hizkia, datu Yehuda
1Iatonna taun ma'pentallun kadatuanna Hosea, anakna Ela, datu to Israel, dadimi datu tu Hizkia, anakna Ahas, umparenta to Yehuda.
2Duangpulomo llima taunna, tonna dadi datu, anna ma'parenta duangpulo ngkasera taunna dio Yerusalem. Iatu indo'na disanga' Abi, anakna Zakharia.
3Napogau'mi tu apa malolo dio pentiroNa PUANG, susitu mintu' napogau' Daud, nene' to dolona.
4Naratoimi tu mintu' inan madao dinii memala', sia natesse-tesse tu batu dipodeata sia nalelleng tu lentong kayu dipodeata, sia nanisak-nisak duka tu ula' tambaga tu nagaragai Musa, belanna sae lako allo iato nanii to Israel memala'. Nasangaimi tau Nehustan.
5Sande'mi tu datu lako PUANG, Kapenombanna to Israel; naurunganni undinna tae' tu sangtende'na dio lu mintu' datu to Yehuda, moi dolona anna ia tae' duka.
6Sia la'ka' tu datu lako PUANG, tae' naboko'i sia nakaritutui tu mintu' pepasan, tu mangka Napepasanan PUANG lako Musa.
7Iamoto Narondongi PUANG; umba-umba tu nanii male, inde to nanii maupa'. Nabalimo tu datu Asyur sia tae'mo napengkaolai.
8Natalomi tu to Filistin sae lako Gaza sia (Nasanggang) tu mintu' lili'na, randuk dio mai manara pa'kampan sae lako kota ditambakuku.
9Iatonna taun ma'penna'pa'na kadatuanna Hizkia, iamotu taun ma'pempitu kadatuanna Hosea, anakna Ela, datu Israel, ke'de'mi tu Salmaneser, datu Asyur, ullaoi Samaria sia umpatama limbui.
10Natalomi tau iato mai tonna upu'mo tallung taun; iatonna taun ma'pennannan kadatuanna Hizkia, iamotu taun ma'pengkasera kadatuanna Hosea, datu Israel, ditalomi tu Samaria.
11Napali'mi datu Asyur tu to Israel lako Asyur sia nabaa lako Halah, sia lako biring salu Habor, iamotu salu dio Gozan, sia lako tu mai kota to Madai.
12Belanna tae' naperangii tau iato mai tu PUANG, Kapenombanna, sangadinna natengkai tu basseNa; iamotu mintu' apa Napepasanan lako Musa, taunNa PUANG; tae' naperangii sia tae' napogau'i.

Bahasa Indonesia:
Hizkia, raja Yehuda
18:1 Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. 18:2 Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia. 18:3 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. 18:4 Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan. 18:5 Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia. 18:6 Ia berpaut kepada TUHAN, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang pada perintah-perintah TUHAN yang telah diperintahkan-Nya kepada Musa. 18:7 Maka TUHAN menyertai dia; ke manapun juga ia pergi berperang, ia beruntung. Ia memberontak kepada raja Asyur dan tidak lagi takluk kepadanya. 18:8 Dialah yang mengalahkan orang Filistin sampai ke Gaza dan memusnahkan daerahnya, baik menara-menara penjagaan maupun kota-kota yang berkubu. 18:9 Dalam tahun keempat zaman raja Hizkia -- itulah tahun ketujuh zaman Hosea bin Ela, raja Israel -- majulah Salmaneser, raja Asyur, menyerang Samaria dan mengepungnya. 18:10 Direbutlah itu sesudah lewat tiga tahun; dalam tahun keenam zaman Hizkia -- itulah tahun kesembilan zaman Hosea, raja Israel -- direbutlah Samaria. 18:11 Raja Asyur mengangkut orang Israel ke dalam pembuangan ke Asyur dan menempatkan mereka di Halah, pada sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai, 18:12 oleh karena mereka tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan melanggar perjanjian-Nya, yakni segala yang diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN; mereka tidak mau mendengarkannya dan tidak mau melakukannya.


Penjelasan:
* HIDUP KUDUS DILINGKUNGAN BERDOSA

Betapa sulit menjaga hidup kudus di lingkungan yang tidak mengenal Tuhan. Apalagi bila keluarga juga tidak seiman. Namun, itulah risiko hidup di dunia modern.

Ternyata keadaan tersebut bukan hanya terjadi di dunia modern. Sejak zaman dulu anak-anak Tuhan sudah mengalami hal yang sama, yaitu tantangan dan godaan untuk kom-promi dengan dosa. Hizkia menjadi raja di tengah-tengah lingkungan yang jahat baik lingkungan di negaranya sendiri maupun di kerajaan Israel. Ahas, ayah Hizkia adalah raja yang tidak takut akan Tuhan. Pada masa pemerintahannya, Yehuda menyembah berhala. Sedangkan di bagian utara, kerajaan Israel dipimpin oleh Raja Hosea yang berlaku jahat sebagai penguasa terakhir. Tentu Hizkia menyaksikan kejatuhan Israel di tangan Asyur. Pada saat itu, ia belajar bahwa dosa harus dihukum. Israel berdosa besar terhadap Allah maka mereka harus menerima hukuman-Nya yang dahsyat.

Hizkia menyadari dosa tersebut maka ia tidak mau mengulang dosa yang dilakukan ayahnya dan bangsanya. Hizkia memutuskan untuk hidup kudus dan setia beribadah kepada Allah Israel (ayat 3-6). Penulis 2Raja memberikan komentar yang sangat positif terhadap Hizkia, "di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia" (ayat 5). Kesetiaannya dihargai oleh Allah dengan memberikan kepadanya kemenangan terhadap para musuh Yehuda. Pada masanya tidak ada musuh yang bertahan melawannya.

Sikap yang benar di tengah-tengah kedurjanaan adalah tetap percaya kepada Yesus, satu-satunya Allah yang layak disembah, dan setia mempertahankan hidup kudus. Biarpun orang lain menjalani hidup yang najis dan mengolok-olok cara hidup kudus kita sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak boleh menyerah apalagi kompromi. Tuhan akan menyertai kita seperti Ia menyertai Hizkia.

* 2Raj 18:1 - Dalam tahun ketiga zaman Hosea // Ia menjadi raja ... dua puluh sembilan tahun lamanya
Dalam tahun ketiga zaman Hosea. Pasangan terakhir dari masa pemerintahan bersama Raja Israel dan Raja Yehuda. Data sejarah lainnya harus dipakai untuk mengetahui urutan kronologi yang tepat sesudah ini. 2. Ia menjadi raja ... dua puluh sembilan tahun lamanya. Hizkia memerintah sepanjang dua puluh sembilan tahun. Dia juga memerintah bersama dengan Ahaz yang dapat diketahui melalui pertimbangan berikut. Nebukadnezar II menghancurkan Yerusalem pada tanggal 9 Juli 586 sM (BASOR, 143, hlm. 46, 47). Masa pemerintahan Manasye (55 tahun), Amon (2 tahun), Yosia (31 tahun), Yoas (3 bulan), Yoyakim (11 tahun), Yoyakhin (3 bulan) dan Zedekia (11 tahun) sehingga jumlah masa pemerintahan mereka berjumlah 110 tahun. Menambahkan jumlah 110 pada tahun 586 sM menghasilkan tahun 696 sM sebagai saat Manasye naik takhta. Tetapi, kenyataan ini tidak memungkinkan penambahan dengan 15 tahun masa pemerintahan Hizkia sesudah 701 sM (lihat tafsiran pasal 20). Perbedaan lima tahun (antara 701 sM - 696 SM) yang diambil dari lima belas tahun tersebut masih menyisakan sepuluh tahun yang tanpa penjelasan. Pastilah kurun waktu ini merupakan masa pemerintahan Hizkia bersama dengan Manasye (lihat di bawah pembahasan mengenai raja-raja yang disebutkan). Sekalipun demikian, Hizkia disebutkan naik takhta pada tahun 715 sM. Namun dikatakan bahwa dia memerintah pada tahun keempat dan keenam dari pemerintahan Hosea sehingga menunjukkan bahwa dia memerintah bersama Ahaz sepanjang paling sedikit dua belas tahun (lih. taf. ay. 13). Ahaz disebutkan berusia dua puluh tahun ketika naik takhta (16:2) dan memerintah sepanjang lima belas tahun. Jadi, dia berusia tiga puluh enam pada tahun 715 SM. Pada tahun ketiga dari pemerintahan Hosea, Hizkia naik takhta (lih. taf. 18:1), yang tentu adalah tahun 729/728 sM (termasuk perhitungan). Jadi, Ahaz ketika itu berusia dua puluh tiga tahun dan Hizkia dua belas tahun sehingga Ahaz berusia sebelas tahun ketika Hizkia dilahirkan, dan usia itu terlalu muda untuk menjadi raja. Jelas sekarang bahwa usia dua puluh tahun ketika mana Ahaz dikatakan naik takhta merupakan usia Ahaz ketika mengawali pemerintahan bersama dengan Yotam. Pernyataan bahwa dia memerintah sepanjang enam belas tahun pastilah mengacu kepada saat ketika dia memerintah sendirian (lih. Thiele, op. cit., hlm. 133). Menurut perhitungan ini dia meninggal ketika berusia empat puluh tahun. Dan dia pasti baru berusia lima belas tahun ketika putranya Hizkia lahir. Menjadi ayah pada usia demikian muda bukan merupakan hal yang jarang terjadi di wilayah Timur Tengah.


* 2Raj 18:3 - Ia melakukan apa yang benar

Ia melakukan apa yang benar. Hidup Hizkia ditinjau dari sisi hubungannya dengan perjanjian dengan Yehova; dia memenuhi perjanjian tersebut.

* 2Raj 18:4 - Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan // Yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa

Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan. Lihat kisah yang lengkap di II Tawarikh 29-31. Di 18:22 yang dimaksudkan dengan bukit-bukit pengorbanan adalah tempat-tempat penyembahan - penyembahan yang menyimpang dari penyembahan Yehova (lih. taf. 12:3). Hizkia dan Yosia dikatakan "seperti Daud" karena mereka tidak melakukan penyembahan yang menyimpang. Yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa. Benda yang demikian bersejarah itu telah menjadi benda yang disembah sehingga harus dimusnahkan oleh Hizkia.

* 2Raj 18:5 - Yang sesudah dia maupun yang sebelumnya tidak ada lagi yang sama seperti dia, // ia ... tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia

Yang sesudah dia maupun yang sebelumnya tidak ada lagi yang sama seperti dia, di dalam mengandalkan dan menaati Yehova sebab (ay. 6) ia ... tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia. 7. Tuhan menyertai dia menunjukkan kemurahan Allah kepada orang-orang yang menaati Dia. Ia memberontak kepada Raja Asyur. Hizkia membalik strategi merendah dari Ahaz terhadap Asyur.

* 2Raj 18:8 - Dialah yang mengalahkan orang Filistin

Dialah yang mengalahkan orang Filistin. Bukti bahwa Allah beserta dengan dia.

* 2Raj 18:9-12

Ayat-ayat ini mengemukakan sebuah ulasan mengenai kejatuhan Israel, dicantumkan di dalam catatan-catatan kerajaan Yehuda sesuai dengan pola sinkronistik dari penulis. Sekalipun kisah yang dikemukakan ini terjadi sebelum serangan Sanherib yang pertama, hal itu disebutkan di sini untuk mengingatkan bangsa itu akan kesulitan yang timbul jika memberontak terhadap Tuhan.

Camkan: Kita bisa melawan arus kejahatan dunia jika kita hidup dalam hadirat-Nya.


Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Selasa, 14 Februari 2023 - Cerminan Hidup - Keluaran 20:1-17


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Minggu, 12 Februari 2023 - Perwujudan Kasih - 1 Yohanes 2:7-17


All Renungan Gereja Toraja 2023:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login