| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Senin, 16 Januari 2023 Renungan Gereja Toraja Senin, 16 Januari 2023 - KANANDAI TU PANGADARAN MEPAPUSA (Hati-hati dengan ajaran palsu) - Galatia 1:6-10Senin, 16 Januari 2023 KANANDAI TU PANGADARAN MEPAPUSA (Hati-hati dengan ajaran palsu) Galatia 1:6-10 Galatia 1:6-10 Bahasa Toraja: Napobannangna rasulu' umpakatu sura'na 6Mangngana', tu madomi' bangkomi memboko' dio mai tu to untambaikomi torro lan pa'kamaseanNa Kristus, ammi lu lako kareba-kaparannuan senga', 7anna iatu senga'na tangia Kareba-kaparannuan; apa den tu tau pira umpapusakomi sia la morai umbulang leko' Kareba-kaparannuanNa Kristus. 8Apa iake kami te ba'tu moi misa' malaeka' dao mai suruga la umpa'peissananni lako kalemi tu Kareba-kaparannuan sisengaran tu mangkanna kipa'peissanan lako kalemi, nake naruai tampak ropu. 9Tumba tu mangkanna kipokada pirambongi', totemo ia duka kupokada pole', kumua iake denni misa' tau umpa'peissanan Kareba-kaparannuan lako kalemi sisengaran tu mangkanna mitarima, nake naruai tampak ropu. 10Na totemo ussedera'ka tolino, ba'tu Puang Matua? Ba'tu undaka'ra'ka lalan kumua anna poraina' tolino? Iake mukkunna' undaka' lalan kumua anna poraina' tolino, manassa tangiana' taunNa Kristus. Bahasa Indonesia: Hanya satu Injil 1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. 1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Penjelasan: * Prihatin dengan Murtadnya Jemaat (1:6-9) Dalam perikop ini Rasul Paulus sampai pada isi pokok surat ini. Dan ia memulainya dengan teguran yang lebih umum kepada jemaat-jemaat di Galatia atas kegoyahan iman mereka. Setelah itu, dalam beberapa bagian berikutnya, ia membicarakan hal ini secara lebih panjang lebar. Di sini kita dapat mengamati, I. Betapa ia prihatin dengan kemurtadan mereka: Aku heran, dst. Hatinya amat terkejut sekaligus sedih karenanya. Yang menjadi dosa dan kebodohan mereka adalah bahwa mereka tidak memegang teguh ajaran Kekristenan sebagaimana yang sudah diberitakan kepada mereka, tetapi malah membiarkan diri dipalingkan dari kemurnian dan kesederhanaannya. Ada beberapa hal yang memperburuk kemurtadan mereka. Seperti, 1. Bahwa mereka berbalik dari pada Dia yang telah memanggil mereka. Bukan saja dari Rasul Paulus, yang sudah menjadi alat untuk memanggil mereka ke dalam persekutuan Injil, melainkan juga dari Allah sendiri, yang oleh perintah dan petunjuk-Nya Injil diberitakan kepada mereka, dan mereka diundang untuk ambil bagian dalam hak-hak istimewanya. Sehingga dalam hal ini mereka sungguh bersalah telah menyalahgunakan kebaikan dan rahmat yang sudah diberikan kepada mereka. 2. Bahwa mereka telah dipanggil ke dalam kasih karunia Kristus. Karena Injil yang sudah diberitakan kepada mereka adalah penyingkapan yang paling mulia akan anugerah dan rahmat ilahi di dalam Kristus Yesus, maka melalui Injil itu mereka dipanggil untuk ambil bagian dalam berkat-berkat dan keuntungan-keuntungannya yang terbesar, seperti pembenaran, pendamaian dengan Allah di dunia sini, dan kehidupan serta kebahagiaan kekal di akhirat nanti. Ini sudah ditebus Tuhan Yesus untuk kita dengan darah-Nya yang berharga sebagai bayarannya, dan dengan cuma-cuma Ia memberikannya kepada semua orang yang tulus menerima Dia. Oleh karena itu, sepadan dengan besarnya hak istimewa yang mereka nikmati, demikianlah besarnya dosa dan kebodohan mereka dalam meninggalkannya dan membiarkan diri dijauhkan dari cara yang sudah ditetapkan untuk memperoleh berkat-berkat ini. 3. Bahwa mereka begitu lekas berbalik. Dalam sekejap saja mereka sudah kehilangan selera dan penghargaan terhadap anugerah Kristus yang tampaknya telah mereka miliki, dan begitu mudahnya mereka termakan oleh orang-orang yang mengajarkan pembenaran dengan menjalankan hukum-hukum Taurat. Banyak dari antara mereka sudah termakan oleh ajaran ini. Para pengajar itu besar dan dididik dalam ajaran-ajaran kaum Farisi, yang mereka campuradukkan dengan ajaran Kristus, dan dengan demikian merusakkannya. Dan sama seperti ini merupakan tanda kelemahan dari jemaat-jemaat di Galatia, demikian pula itu semakin memperbesar kesalahan mereka. 4. Bahwa mereka berbalik mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Demikianlah Rasul Paulus menggambarkan ajaran dari para pengajar yang masih berpegang pada agama Yahudi ini. Ia menyebutnya Injil lain, karena ajaran itu membuka jalan pembenaran dan keselamatan yang berbeda dari apa yang sudah diwahyukan di dalam Injil, yaitu oleh perbuatan, dan bukan oleh iman di dalam Kristus. Dan ia menambahkan, “Yang sebenarnya bukan Injil, kamu akan mendapatinya sebagai sesuatu yang bukan Injil sama sekali, yakni yang sungguh bukan Injil lain, tetapi yang memutarbalikkan Injil Kristus, dan menjungkirbalikkan fondasi-fondasinya.” Dengan ini ia menyiratkan bahwa orang-orang yang berusaha menetapkan jalan lain untuk masuk sorga selain dari apa yang sudah diwahyukan oleh Injil Kristus bersalah atas penyimpangan yang luar biasa besar, dan pada akhirnya akan mendapati diri mereka keliru secara menyedihkan. Demikianlah, Rasul Paulus berusaha menanamkan perasaan bersalah yang memang sudah semestinya begitu pada diri orang-orang Galatia ini karena mereka sudah meninggalkan jalan pembenaran menurut Injil. Namun, pada saat yang sama, ia memperhalus tegurannya dengan bersikap lemah lembut terhadap mereka, dan berkata bahwa mereka sebenarnya lebih tertarik pada ajaran itu karena kelicikan dan kegigihan beberapa orang yang mengacaukan mereka, dan bukan karena mereka mendekatinya atas kemauan mereka sendiri. Ini memang tidak bisa mereka jadikan alasan, namun bisa meringankan kesalahan mereka. Dan melalui hal ini ia mengajar kita bahwa dalam menegur orang lain, sebagaimana kita tidak boleh lalai memberikan teguran, demikian pula kita harus menegur dengan lembut, dan berusaha memimpin orang itu dalam roh lemah lembut (6:1). II. Betapa ia yakin bahwa Injil yang sudah diberitakannya kepada mereka adalah satu-satunya Injil yang benar. Ia sepenuhnya yakin akan hal ini sehingga ia mengutuk orang yang berkhayal memberitakan suatu Injil lain (ay. 8). Dan supaya mereka tahu bahwa ini dilakukannya bukan karena ia gegabah atau tidak bisa menahan diri, ia mengulanginya sekali lagi (ay. 9). Ini tidak membenarkan kita untuk mengucapkan kutuk-kutuk yang menggelegar terhadap mereka yang berbeda pendapat dengan kita dalam hal-hal kecil. Paulus mencela hal ini hanya untuk melawan orang-orang yang membuat suatu Injil baru, yang menjungkirbalikkan fondasi kovenan anugerah, dengan mendirikan pelaksanaan hukum Taurat sebagai ganti kebenaran Kristus, dan merusakkan Kekristenan dengan agama Yahudi. Paulus menempatkan duduk perkaranya: “Misalkan kami memberitakan suatu Injil lain. Bahkan, misalkan ada malaikat dari sorga yang memberitakannya.” Bukan berarti bahwa merupakan sesuatu yang mungkin bagi malaikat dari sorga untuk membawa pesan dusta. Tetapi ini diungkapkan demikian untuk lebih menguatkan apa yang hendak dikatakannya. “Kalaupun ada suatu Injil lain yang diberitakan kepada kamu oleh siapa saja, atas nama kami, atau dengan mengaku-ngaku bahwa Injil itu dari malaikat sendiri, kamu harus sadar bahwa kamu sedang diperdaya. Dan siapa saja yang memberitakan Injil lain menimpakan kutuk pada dirinya sendiri, dan sedang menimpakannya juga kepada kamu.” * Paulus Ingin Menyukakan Allah, Bukan Manusia (ay 10) Ayat 10. Paulus sedang diserang oleh lawan-lawan Yudaismenya dari berbagai sudut. Ia bertanya, Adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Guru-guru Yudaisme itu menuduh Paulus menyesuaikan injil untuk menyenangkan para pendengarnya dengan mengabaikan syarat-syarat penting dari hukum Taurat "terutama yang akan membuat orang-orang bukan Yahudi merasa jijik. Guru-guru Yudaisme itu menganggap syarat-syarat ini sebagai penting bagi orang untuk diterima ke dalam persekutuan dengan mereka "para jagoan iman kuno Israel. Jika orang mau memahami pola pikir guru-guru Yudaisme, ia harus ingat bahwa Israel telah dipilih dari antara semua bangsa untuk menjadi umat perjanjian Allah yang eksklusif (Kel. 19:5, 6). Penerimaan orang-orang bukan Yahudi, dimulai dengan pertobatan seisi rumah tangga Kornelius, mengejutkan gereja di Yerusalem (Kisah 11:1-3). Terlepas dari fenomena supernatural yang terkait dengan peristiwa ini, Petrus sendiri tampaknya berjuang untuk membela diri: "Siapakah aku sehingga Aku dapat menghalang-halangi jalan Allah?" (Kisah 11:17; NASB). Juga, penerimaan gereja atas kesaksian Petrus dan kepentingannya yang jelas tampaknya dilakukan dengan enggan; karena "ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang [hJsuca÷zw, h ”suchazō16], lalu memuliakan Allah, katanya: 'Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup'" (Kisah 11:18). Meski gereja itu pada prinsipnya telah menerima evangelisasi orang-orang bukan Yahudi, namun mereka tidak membayangkan betapa suksesnya misi itu nanti jadinya. Selanjutnya, beberapa orang Kristen Yahudi tetap terus menolak kesetaraan di dalam gereja selama orang-orang percaya bukan Yahudi itu tidak mematuhi syarat-syarat hukum Taurat. Hal ini terjadi di banyak jemaat yang dengannya Paulus berhubungan di seluruh Kekaisaran Romawi (2:11-14; 5:1-6; Rom. 2:25-29; 3:19-31; Flp. 3:1-3; Kol. 2:8-17). Bahkan di Yerusalem, dari mana keputusan sidang rasul dan para penatua akhirnya menyebar (Kisah 15: 22-29), orang-orang Kristen Yahudi tetap setia kepada hukum Taurat dan terus menolak bersekutu dengan orang-orang bukan Yahudi selama tahun-tahun yang akan datang (Kisah 21:20-26). Paulus sedang dituduh mencoba untuk memperoleh dukungan di antara orang-orang bukan Yahudi dengan menghindari apa yang bagi mereka merupakan topik sunat yang menjijikkan.17Pada kenyataannya, yang mencoba untuk memperoleh dukungan dari orang-orang Yahudi non-Kristen untuk menghindari penganiayaan adalah lawan-lawannya yang adalah orang-orang Yahudi Kristen. Ini terbukti dari 6:12, yang berkata, "Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus." (Lihat komentar tentang 6:12, 13.) Sunat itu sendiri, bagi pikiran orang Yahudi, adalah penting sebagai "tanda perjanjian" "pertama dengan Abraham, kemudian juga dengan umat Israel (Kej. 17:10, 11; Ima. 12:1-3; Kisah 7:8). Sunat itu lebih daripada sekedar operasi ritualisme, bedah, sunat menandakan hubungan yang penting dengan hukum Musa. Oleh karena itu, banyak orang Kristen Yahudi memandangnya sebagai persyaratan bagi keselamatan (Kisah 15:1, 5). Belakangan dalam surat Galatia, Paulus menolak sudut pandang ini (5:1-4). Rasul Paulus menjawab pertanyaannya sendiri dengan mengatakan, Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Di sepanjang pelayanannya, tujuan Paulus untuk melayani Allah menimbulkan banyak konflik dengan orang-orang yang memusuhi Kristus dan gereja. Sebenarnya ia dapat menghindari banyak penganiayaan dan kesulitan (lihat 2 Kor. 11:23-28) seandainya ia tidak menjadi "hamba Kristus" (lihat Rom. 1:1; Flp. 1:1). Kata Yunani untuk "hamba" adalah douvloß (doulos), yang secara harfiah berarti "budak." Istilah ini menggarisbawahi kesetiaan teguh Paulus kepada Kristus. Kata "masih" (e¡ti, eti) dalam jawaban Paulus menyiratkan bahwa, sebelum pertobatannya, ia telah mencoba untuk menyukakan manusia "tapi ia tidak lagi melakukan hal itu.18Bagaimanakah pokok pikiran ini berhubungan dengan ayat-ayat lain mengenai Paulus sebelum ia menjadi orang Kristen? Pada lebih dari satu kesempatan, rasul Paulus menyatakan bahwa ia memiliki hati nurani yang baik terhadap Allah, bahkan ketika ia sedang menganiaya orang Kristen (Kisah 23:1; 26:9). Namun begitu, orang bertanya-tanya, apakah hati nuraninya pada waktu itu mulai resah terhadap perasaan was-was tertentu tentang kegiatan ini. Pertanyaan seperti itu melibatkan temperamen alami Paulus. Meski orang tidak dapat secara memadai mempertanyakan keyakinan Paulus yang kuat dan semangatnya yang berdedikasi, namun orang itu juga tidak dapat gagal untuk merasakan adanya kapasitas Paulus yang besar bagi kelembutan dan kasih sayang dalam tulisan-tulisannya (4:19, 20; 1 Tes. 2:7, 8). Mungkin, selama waktu ini, hati nurani Paulus mulai menderita saat ia menyaksikan penderitaan orang lain" terutama mereka yang mempertahankan iman yang teguh ketika ia sendiri menyakiti dan melakukan penyiksaan terhadap mereka. Ini mungkin secara khusus benar dalam kasus perajaman Stefanus (Kisah 6:8-8:1), yang argumentasinya kemungkinan besar melekat terus di dalam pikiran Paulus. Mungkin konflik batin ini berfungsi sebagai latar belakang bagi kata-kata yang Yesus ucapkan kepada Paulus (juga dikenal sebagai Saul) di jalan Damsyik: "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang" (Kisah 26:14). Meski Paulus pastinya mengira ia sedang melayani Allah, namun sebagian mungkin ia dimotivasi oleh kekaguman terhadap orang-orang sezamannya. Keinginan untuk menonjol cocok dengan gambaran Perjanjian Baru tentang Paulus sebagai seorang pemuda. Ia adalah seorang warga negara Romawi yang merdeka dari keluarga yang baik serta seorang murid yang cemerlang dari seorang rabi yang terkenal (Gamaliel), yang mengungguli banyak murid lainnya dalam kelompok usianya (1:14; Kisah 22:3, 27, 28). Atas inisiatifnya sendiri ia memperoleh surat kuasa dari imam besar untuk mencari orang-orang Kristen dan menganiaya mereka (Kisah 9:1, 2). Mungkin ia ingin dikenal dalam agama Yahudi sebagai pembela hebat iman itu.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Selasa, 17 Januari 2023 - PERBUATAN ALLAH YANG AJAIB (Penggauran Kalle-Kalleanna Puang Matua) - Mazmur 40:1-6 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Minggu, 15 Januari 2023 - YESUS PENGGENAPAN JANJI (Puang Yesu Kagannaranna Pangallu`) - Matius 1:6-10 All Renungan Gereja Toraja 2023: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |