| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2022 Minggu, 21 Agustus 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 21 Agustus 2022 - DITETAPKAN UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN (Diangka’ la umbangun katuoan) - Yeremia 1:4-10Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 21 Agustus 2022 DITETAPKAN UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN Diangka’ la umbangun katuoan Bacaan Mazmur : Mazmur 71:1-6 Bacaan 1 : Yeremia 1:4-10 (Bacaan Utama) Bacaan 2 : Ibrani 12:18-29 Bacaan 3 : Lukas 13:10-17 Nas Persembahan : Mazmur 22:26-27 Petunjuk Hidup Baru : Yeremia 1:10 Tujuan: Jemaat memahami dirinya sebagai orang yang ditetapkan Allah membangun kehidupan yang benar Jemaat melakukan tugasnya untuk membangun dan menanamkan nilai hidup yang benar Pemahaman Teks Mazmur 71:1-6 menyaksikan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan. Tuhanlah yang dapat menyelamatkan dari cengkeraman orang lalim. Perlindungan Tuhan itu berlaku sepanjang usia, mulai dari kandungan, masa muda hingga masa tua. Yeremia 1:4-10 menggambarkan pengakuan Yeremia bahwa sejak dari kandungan dirinya sudah ditetapkan oleh Tuhan untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Karena itu tidak ada alasan bagi Yeremia untuk menolak. Umur yang masih muda tidak boleh menjadi alasan. Apapun yang menjadi perintah Tuhan, harus dikerjakan. Sebagai tanda bagi Yeremia, Tuhan menjamah lidah Yeremia lalu menaruh perkataan-Nya ke dalam mulutnya. Walaupun tugas Yeremia sangat berat, serta mengandung resiko besar untuk mencabut dan merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan, namun di balik semua itu ada jaminan penyertaan dari Tuhan. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, harus dikerjakan! Ibrani 12:18-29 juga menyampaikan tentang tanggung jawab berat yang harus dikerjakan. Walaupun tanggung jawab itu tidak lagi seperti yang dialami Musa untuk datang ke tempat yang menakutkan seperti gunung yang tidak dapat disentuh, api yang menyala-nyala, kekelaman, kegelapan, angin badai, bunyi sangkakala, bunyi yang tak tertahankan, tetapi tanggung jawab yang sekarang adalah datang kepada: Bukit Sion, Yerusalem sorgawi, beribu-ribu malaikat, kepada Allah yang menghakimi semua orang, kepada roh-roh orang benar yang telah menjadi sempurna, kepada Yesus Pengantara perjanjian baru, kepada darah pemercikan. Tanggung jawab yang baru ini sepertinya tidak lagi mengandung unsur menakutkan karena jiwanya justru mengandung suasana kemuliaan yang bersahabat, santai dan meriah. Lukas 13:10-17 mengisahkan tentang Tuhan Yesus menjalankan tanggung jawab-Nya dengan penuh kesetiaan. Dia datang beribadah pada hari Sabat dan menyampaikan pengajaran bahkan menyembuhkan seorang ibu yang sudah 18 tahun mengalami penyakit yang mengerikan, yaitu dirasuk roh sehingga sakit, sampai punggungnya bungkuk dan tidak dapat berdiri dengan tegak lagi. Tentu Tuhan Yesus tahu persis bahwa menyembuhkan di hari Sabat itu melanggar peraturan Sabat. Namun bagi Tuhan Yesus, keselamatan jiwa seorang manusia lebih penting ketimbang sekedar sebuah aturan. Tuhan Yesus mendapat sindiran dari kepala rumah ibadat. Tetapi memang Tuhan Yesus sanggup mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan-Nya bahwa peraturan janganlah menjadi hambatan untuk sebuah tindakan penyelamatan kemanusiaan. Korelasi bacaan: sejak dari kandungan Allah sudah mengenal, menentukan dan menetapkan Yeremia untuk tanggung jawab tertentu untuk menjalankan tanggungjawab yang amat berat yaitu untuk membangun dan merobohkan (Yer). Demikianpun pemazmur yang juga menyadari bahwa dalam menjalani tanggungjawab kehidupannya sejak dari kandungan, masa muda sampai masa tua dia selalu memohon perlindungan dari Tuhan (Maz). Demikianpun kepada orang-orang Ibrani juga tetap diingatkan bahwa tanggung jawab mereka adalah hidup sesuai yang telah diteladankan Tuhan Yesus (Ibr). Bahkan sekalipun mendapat pertentangan dari orang-orang munafik, Yesus tetap merasa bertanggungjawab untuk menyembuhkan dan menyelamatkan jiwa seseorang sekalipun pada hari sabat. Pokok-pokok pengembangan khotbah Ditetapkan untuk Membangun Kehidupan” adalah salah satu tema yang dapat menekankan tiga hal pokok yaitu; ditetapkan, membangun dan kehidupan. Ditetapkan: merupakan sebuah keadaan yang mengikat untuk menjadikan dan memilih setiap orang untuk melakukan satu tugas. PGT BAB VI poin 1 “Allah telah memanggil dan memilih satu umat dan mendirikan gereja-Nya sebagai persekutuan orang percaya, milik kepunyaan Allah untuk menjadi berkat bagi semua bangsa, Tuhan menetapkan kita berdasarkan kasih setia-Nya dalam perwujudan penyelamatan Allah di dalam Yesus Kristus” (bnd. 1 Pet.2:9-10). Hal ini terjadi pada Yeremia yang ditetapkan dan dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi nabi sejak dari dalam kandungan. Kata “mengenal” pada ayat 5 mengandung makna memilih dan mengasihi Yeremia sejak dari dalam kandungan sedangkan “menguduskan” berarti pemilihan Yeremia terjadi karena inisiatif rencana Allah. Yeremia dapat berarti “Tuhan adalah Tinggi Luhur”. Pelayanan Yeremia pada masa itu berada dalam suasana ketika Yahuda berada dalam situasi krisis moral karena pemimpin mengabaikan hak orang miskin dan para janda serta mengabaikan yatim piatu. Belum lagi kondisi bangsa yang sedang mendapat ancaman dari bangsa Asyur, Mesir dan Babel. Dalam kondisi seperti itulah Yeremia diberi tugas oleh Tuhan untuk mencabut, merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan. Maksud dari keempat kata kerja ini menunjukan kepada hukuman yang akan dijatuhkan Tuhan atas bangsa-bangsa yang tidak taat. Jadi semua tatanan yang tidak memberi kehidupan yang benar hendaknya diruntuhkan, sambil terus membangun serta menanam kebenaran sebagai tanda perwujudan tanggungjawab dari Tuhan. Dalam Lukas 13:10-17 Yesus merombak aturan demi melepaskan, menyembuhkan perempuan yang sudah 18 tahun dirasuki roh jahat. Semua itu dilakukan oleh Yesus sebagai bentuk tanggung jawabnya yang sudah ditetapkan Bapa menjadi Jalan Kebenaran dan Hidup (bnd.Yoh.14:6). Membangun: adalah suatu upaya merekonstruksi keadaan. Membangun dalam konteks bacaan lebih mengarah kepada bagaimana membangun seperti semula berdasarkan apa yang diharapkan oleh Allah. Hal ini tidak lagi kita lihat dalam perspektif fisik tapi lebih pada bagaimana membangun rasa tanggung jawab dan rasa syukur dalam pelayanan, karena kita sedang berada dalam Kota Allah Yerusalem Sorgawi (bnd.Ibr.12:22) untuk membangun kehidupan kita di hadapan Allah. Kehidupan: merupakan konsep keberadaan, ikatan sosial, kesadaran dan kebahagiaan manusia secara sosial maupun spiritual. Bagian ini lebih mengarahkan kehidupan untuk lebih mendengar suara Tuhan, percaya suara Tuhan dan bertindak berdasarkan suara Tuhan. Ditetapkan untuk membangun kehidupan, merupakan refleksi terhadap rancangan Tuhan yang sangat mulia kepada Yeremia sambil kita membangun kesadaran tentang siapakah kita di hadapan Tuhan yang memiliki hidup untuk menghidupkan, memiliki berkat yang memberkati, serta memanusiakan manusia menjadi utuh. Jika bercermin dari proses Yeremia yang ditetapkan dan dipanggil Tuhan sejak dari dalam kandungan untuk sebuah tugas yang besar dan mulia itu, maka kitapun dapat memahami bahwa tidak ada orang yang dilahirkan secara kebetulan atau tanpa tujuan. Sebaliknya Tuhan memiliki rancangan besar dalam kehidupan kita untuk membangun kehidupan kita dan orang lain. Jika Yeremia ditetapkan Tuhan menjadi solusi bagi Israel yang berontak sehingga harus diperbaiki maka kitapun hendaknya yakin bahwa pada diri kita ada penugasan Tuhan yang dapat digunakan dan dipertanggungjawabkan untuk membangun kehidupan bersama. Kita dapat mempersembahkan diri kita sebagai alat untuk membangun kehidupan orang lain agar orang lain dapat menemukan kehidupan yang layak dan benar dihadapan Tuhan. Itulah yang dilakukan oleh Yesus pada seorang ibu yang sudah puluhan tahun hidup dalam kehidupan yang terpuruk karena penyakit. Yesus menyembuhkannya, sehingga ibu tersebut sembuh dan merasakan kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, tindakan Yesus dapat memperlihatkan apa yang menjadi kehendak Allah, yakni memulihkan kehidupan manusia. Dalam kaitannya dengan membangun kehidupan berbangsa, Yeremia 1:10 menegaskan tentang sikap “membangun dan menanam”. Hal ini merupakan sebuah penghayatan terhadap aspek bernegara tentang bagaimana merawat kehidupan berbangsa dengan cara merawat kekeluargaan sambil “menanamkan” Iman, kasih dan pengharapan yang benar berdasarkan kehendak Allah.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan khotbah hari Minggu, 28 Agustus 2022 - JAGALAH KEMULIAANMU (Kanandai tu kadipakala’biranmu) - Yeremia 2:1-13 Sebelum: Bahan Khotbah HUT RI Tanggal 17 Agustus 2022 LUPUTKANLAH DAN LEPASKANLAH (Rampananni sia lendokanni) - Mazmur 82:1-8 All Renungan Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |