lagu-gereja.com/toraja

View : 784 kali
Bahan khotbah hari Minggu     Tanggal 14 Agustus 2022

FIRMAN-KU SEPERTI API DAN PALU
 Iatu Kadang-Ku susi api sola pepa’tong

Bacaan Mazmur        : Mazmur 82:1-8
Bacaan 1        : Yeremia 23:21-29 (Bahan Utama)
Bacaan 2        : Ibrani 11:29-40
Bacaan 3        : Lukas 12:49-53
Nas Persembahan    : Amsal 11:24-25
Petunjuk Hidup Baru    : Yeremia 23:29-30

Tujuan:
Jemaat memahami bahwa firman Tuhan berperan membentuk kehidupan umat
Jemaat menjalani kehidupannya dalam ketaatan kepada firman Tuhan meskipun situasinya berat

Pemahaman Teks
Mazmur 82:1-8 menggambarkan tentang para hakim yang lupa daratan sehingga tidak menghakimi dengan adil karena dalam kenyataannya ada hakim yang memutarbalikkan kebenaran dan berpihak pada kejahatan (ay.2). Sehingga tidak ada kesempatan untuk membela kaum yang tertindas dan lemah  karena hidup mereka tidak takut kepada Allah (ay.3-5). Karena itulah Allah berdiri di hadapan para "allah" untuk menghakimi kecongkakan mereka (ay. 7). Pemazmur memohon agar Allah menghajar para pemimpin yang bertindak sewenang-wenang (ay.8). Sebab pemazmur yakin bahwa Allah tidak menutup mata terhadap segala kejahatan.
Yeremia 23:21-29 berisi nubuatan kepada orang Yehuda selama kurang lebih 40 tahun dan meliputi 5 masa pemerintahan raja di Yehuda, yakni: raja Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia. Tugas utama nabi Yeremia ialah menegur raja secara khusus, dan umat secara umum perihal segala kejahatan mereka. Karena kejahatan tersebut, nabi menyampaikan nubuatan penghukuman dari Tuhan. Tuhan akan memakai sebuah kekuatan dari tanah utara untuk mendatangkan hukuman bagi umat-Nya. Kekuatan yang dimaksud ialah kerajaan Babilonia.
Nubuatan yang disampaikan nabi Yeremia mendapat perlawanan dari nabi-nabi palsu. Jikalau Yeremia menyampaikan nubuatan bahwa penghukuman Tuhan pasti terjadi, maka nabi palsu melawan nubuatan itu dengan menyampaikan bahwa sesungguhnya penghukuman tidak ada. Karena itu Yeremia tegas menyatakan bahwa nabi palsu tidak diutus oleh Tuhan. Mereka bernubuat bukan berdasarkan keputusan Tuhan (ay 21-22). Cara yang ditempuh para nabi palsu tersebut merupakan pengingkaran kepada kemahakuasaan Tuhan. Mereka menyangka apa yang mereka lakukan luput dari pengetahuan Tuhan. Padahal Tuhan dapat menjangkau yang tidak kelihatan (ay 23-24). Pengajaran mereka yang penuh rekayasa pribadi, mimpi yang dibuat-buat, telah berdampak kepada kehidupan umat. Umat melupakan nama Tuhan dan berpaling kepada ajaran palsu (ay 25-27)

Tuhan menegaskan bahwa pekerjaan para nabi palsu itu akan sia-sia. Mereka bisa saja tetap menyampaikan nubuatan palsu, tetapi firman Tuhan juga harus tetap disampaikan. Nubuatan penghukuman tetap disampaikan, sebab firman Tuhan itu seperti api dan palu (ay 28-29) yang dimaksudkan untuk menyucikan atau menguduskan umat. Segala kejahatan dan kenajisan, akan dihancurkan untuk membawa umat kembali kepada bentuk semula, yaitu sebagai umat yang kudus bagi Tuhan. Itu sebabnya firman Tuhan yang disampaikan Yeremia sangat berbeda dengan nubuatan yang disampaikan para nabi palsu. Para nabi palsu menyampaikan harapan palsu bagi umat untuk kesenangan sementara. Sedang firman Tuhan, walaupun kedengarannya menyakitkan, tetapi berfungsi memulihkan kehidupan.
Ibrani 11:29-40 berbicara tentang saksi-saksi iman, yakni mereka yang telah melakukan berbagai tindakan sebagai wujud iman. Musa memimpin bangsa Israel menyeberangi Laut Merah (ay.29) dan meruntuhkan tembok Yerikho setelah dikelilingi tujuh hari (ay.30), serta Rahab yang tidak ikut binasa bersama penduduk kota Yerikho karena menyambut para pengintai dari bangsa Israel (ay.31). Selain itu, masih banyak lagi yang telah memperlihatkan pola hidup yang penuh ketaatan kepada firman Tuhan. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa saking banyaknya saksi iman tersebut, tidak akan cukup waktu untuk menceritakan keteladanan iman mereka satu persatu (ay.32). Walaupun begitu, beberapa di antara nama mereka disebutkan (ay.33). Intinya, walau harus melalui tantangan yang berat, harus mengalami banyak penderitaan dan siksaan, namun mereka taat. Mereka berhasil hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan (ay.34-40). Ketaatan yang menjadikan mereka teladan iman sepanjang masa.
Lukas 12:49-53 memuat perkataan Tuhan Yesus yang termasuk sulit dipahami dan bisa saja salah dimengerti. Kalimat “Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.” (ay.51), tentu tidak hendak mengatakan bahwa Tuhan Yesus menghendaki pertentangan. Sebaliknya kalimat ini terkait dengan komitmen dan ketaatan untuk berpegang kepada firman Tuhan. Komitmen dan ketaatan seseorang kepada firman Tuhan, maka ia dapat mengalami pertentangan dalam hidupnya. Orang-orang terdekatnya sekalipun, seperti keluarganya sendiri dapat menentangnya (ay.52-53). Karena itu, kalimat ini menggambarkan bahwa hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan itu tidaklah mudah.
Korelasi, keempat bacaan merupakan ajakan untuk taat dan setia pada Firman Tuhan. Kehidupan di luar Allah hanya akan berujung pada kebinasaan dan penghukuman, seperti yang terungkap dalam kitab Mazmur dan Yeremia. Karena itu umat hendaknya berbalik pada Tuhan. Memang ada banyak tantang yang dialami, seeprti yang telah diajarkan dan dialami, baik oleh Yesus, maupun oleh Yeremia. Namun demikian, umat Tuhan hendaknya setia sama seperti para saksi iman yang mampu bertahan dalam iman walaupun mengalami situasi sulit (Ibrani 11:29-40). Firman Tuhan yang dihidupi akan membawa pada pemulihan kehidupan.


Pokok-pokok pengembangan khotbah
Tidak disuruh namun tetap giat. Itulah yang dilakukan oleh para nabi palsu. Dengan segala upaya, mereka melawan nubuatan penghukuman dari Tuhan. Dengan demikian, mereka mencoba menina-bobokkan umat untuk terus berkubang dalam dosa yang amat dibenci Tuhan. Sebenarnya ini adalah gambaran dari kecenderungan perilaku yang lebih menyukai berada di jalan menyimpang menuju kebinasaan, ketimbang memilih berjalan di jalur benar yang menuju kehidupan.
Ada kecenderungan untuk lebih gampang menemukan perilaku yang hampir mirip dengan perilaku para nabi palsu tersebut. Rasanya cenderung sulit untuk menyuruh orang berada dalam sikap hidup yang taat kepada kebenaran. Sebaliknya lebih gampang menemukan orang yang giat dalam perilaku-perilaku menyimpang. Contoh sederhana, meski sudah tahu bahwa mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm itu melanggar aturan dan berbahaya bagi keselamatan pengendara sepeda motor, tetapi toh ada saja yang memilih tidak menggunakannya, terutama jikalau tidak ada pemeriksaan polisi. Tentu memprihatinkan melihat orang memilih untuk giat pada perilaku yang tidak diperkenankan.
Allah takkan membiarkan kepalsuan berkuasa. Ketika para nabi palsu tetap giat menyampaikan pengajaran palsu, bukan berarti firman Tuhan dikalahkan. Sehebat apapun dan sebanyak apapun pengajaran kepalsuan disampaikan, takkan mampu membatalkan nubuatan Tuhan melalui firman-Nya. Tuhan pasti menyatakan otoritas kuasa-Nya, karena satu kali Tuhan merancangkan sesuatu, maka itu pasti terlaksana. Bagaikan api dan palu, firman Tuhan akan dinyatakan tepat waktu, untuk menyucikan dan membawa kehidupan umat kepada bentuk semula. Bentuk kehidupan yang bernaung kepada kedaulatan kuasa Tuhan.
Seringkali dari bibir orang percaya keluar perkataan yang nyaris bernada putus asa. Mempertanyakan: mengapa kejahatan dalam berbagai bentuk, seakan-akan lebih berkuasa dari pada kebenaran? Kejahatan sepertinya berkembang leluasa tanpa ada kekuatan yang sanggup meredamnya. Namun, jika bercermin kepada firman Tuhan, maka kita dengan yakin berkesimpulan bahwa kuasa Tuhan tidak pernah terkalahkan. Tuhan bekerja sesuai dengan rancangan-Nya sendiri. Pada saat yang sudah ditentukan-Nya, otoritas kuasa -”Nya akan dinyatakan. Kehendak-Nyalah yang berlaku. Segala kepalsuan akan dikalahkan. Itulah yang kita imani. Karena itu kita terus berharap kepada-Nya. Walaupun situasinya sulit, tetapi kita tetap berjuang untuk bertahan dalam iman kepada Tuhan.












Selanjutnya:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 15-20 Agustus 2022 - FIRMAN-KU SEPERTI API DAN PALU (Iatu Kadang-Ku susi api sola pepa’tong) - Lukas 12:49-53


Sebelum:
Bahan Penelaahan Alkitab Tanggal 8-13 Agustus 2022 - PINGGANG YANG TETAP BERIKAT (Tontong ma’tambeke’) - Kejadian 15:1-21


All Renungan Gereja Toraja 2022:
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2022..

Register   Login