| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Minggu, 17 Juli 2022 Khotbah Minggu Gereja Toraja Minggu, 17 Juli 2022 - DENGARLAH PERINGATAN TUHAN (Tananni Talinga tu Peada`na Puang) - Amos 8: 1-14Bahan khotbah hari Minggu Minggu, 17 Juli 2022 DENGARLAH PERINGATAN TUHAN Tananni Talinga tu Peada’na Puang Bacaan Mazmur : Mazmur 52:1-11 Bacaan 1 : Amos 8: 1-14 (Bahan Utama) Bacaan 2 : Kolose 1:15-29 Bacaan 3 : Lukas 10:38-42 Nas Persembahan : Mazmur 52:11 Petunjuk Hidup Baru : Kolose 1:23 Tujuan: - Jemaat memahami bahwa wujud ketaatan pada perintah Tuhan adalah mendengar peringatanNya - Jemaat menjadi orang yang setia dan taat mendengar peringatan Tuhan Pemahaman Teks Mazmur 52:1-11 memperlihatkan bagaimana Daud berfokus pada kebaikan Tuhan dan bukan pada keburukan manusia. Kendatipun hidupnya dalam keadaan genting karena tindakan Doeg yang berpotensi menghancurkan masa depan kehidupannya (bnd. 1 Sam.22:9-10). Itu sebabnya dia mengatakan: Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkanNya di depan orang-orang yang Kaukasihi! (ay.11) Amos 8:1-14 memuat penglihatan keempat: Bakul berisi buah-buahan musim kemarau. Penglihatan ini mau menunjukkan bahwa penghukuman akan segera dialami oleh umat Israel dalam berbgai aspek kehidupan. Dan pada gilirannya Israel tidak akan menglami kesukaan melainkan perkabungan. Ayat 4-6, berisi kelakuan orang-orang yang senang mengisap sesamanya dengan berbuat curang dengan neraca palsu/menjual terigu rongsokan. Ayat 7-8 berisi penegasan bahwa Tuhan akan menghukum semua itu dengan perkabungan (kematian anak tunggal), kelaparan-kelaparan akan Firman Tuhan. Kolose 1:15-29 berisi penegasan Paulus tentang siapa Yesus. Ia tidak dapat dibandingkan dengan siapapun dan apapun di dunia. Paulus meyakinkan jemaat karena ada yang ingin menggeser dan membelokkan keyakinan dan pengharapan jemaat. Lukas 10:38-42 menampilkan dua bersaudara (Marta dan Maria) yang menampilkan perbedaan sikap ketika berjumpa dengan Yesus. Marta sibuk sekali melayani, sedangkan Maria duduk mendengar perkataan-Nya. Melayani Tuhan dan sesama memang penting, tetapi jauh lebih penting mendengar apa yang dikatakan Tuhan. Korelasi bacaan ialah hukuman bagi yang berkanjang dalam dosa akan segera terjadi. Karena itu manusia semestinya mengarahkan hati pada kebaikan Tuhan. Yesus tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Makanya Maria lebih memilih mendengarkan perkataan-Nya. Panggilan Tuhan kepada para nabi datang dalam berbagai cara. Amos melihat benda-benda yang sering ditemukan di sekitarnya yang dinyatakan lewat inspirasi Allah yang sangat mendadak dan punya makna yang sangat dalam. Sebuah bakul berisi dengan buah-buahan musim panas. Penglihatan tentang (qayis/bhs Ibrani) memakai bentuk noun, common, singular, maskuline yang artinya buah buahan musim panas (Amos 8:2). Hal ini meyakinkan Amos bahwa (bhs.Ibrani:qes) (akhir) zaman sudah datang. Dampak panggilan ini merupakan suatu pengalaman yang sangat pribadi yang terkait dengan berbagai keadaan sekitar nabi sendiri dan keadan umat Israel. Tuhan mengutus Nabi amos untuk menyerukan berita penghukuman kepada umat Israel yang memutar balikkan keadilan dan kebenaran dalam berbagai bidang kehidupan. Adapun bidang kehidupan yang dimaksud adalah sebagai berikut. 1. Situasi Politik. Masa pemerintahan Raja Yerobeam II merupakan masa kemakmuran bagi Israel, demikian pula dengan apa yang dialami Yehuda pada masa pemerintahan Raja Uzia. Israel dan Yehuda dapat menaklukkan negara-negara tetangga dan memperluas daerah perbatasan mereka melampaui batas yang ada pada zaman Salomo (bnd. 2 Raja 14:25; 2Taw.26:6-8). Kekuasaan besar Mesir dan Asyur pada saat itu lebih tertarik dengan permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar mereka, sehingga daerah Palestina bebas dari dominasi luar. Dengan kondisi teritorial yang semakin luas serta kebebasan dari dominasi asing membuat Israel dan Yehuda hanyut dalam perdagangan internasional serta pajak-pajak yang dihasilkan dari perdagangan tersebut. Bukti-bukti arkeologi menunjukkan kemakmuran Samaria pada periode tersebut. Dengan kata lain, pada masa itu Israel dan Yehuda berada pada puncak kemakmuran secara politik dan ekonomi. Iklim semacam itu mendorong kemunculan optimisme publik yang berlebihan tentang prospek bangsa itu pada masa mendatang. Mereka meyakini bahwa bangsa Israel masih akan terus berkembang dalam segala aspek. Tidak heran ketika Amos dan Hosea memberikan evaluasi yang berbeda dengan optimisme tersebut, mereka langsung menolak berita tersebut. Karena ternyata mereka fokus pada potensi dirinya dan melupakan Tuhan sebagai penguasa dan pemilik semua yang telah dicapainya itu. 2. Situasi Sosial dan Ekonomi. Kesuksesan militer dan politik pada gilirannya melahirkan orang-orang yang kuat secara ekonomi dan sosial. Perdagangan meningkat tajam (8:5a), bahkan berskala internasional (3:9). Pembangunan gedung-gedung makin berkembang (3:15). Jumlah rumah semakin banyak (3:15b; 5:11; 6:8) dan perabotan pun semakin bervariasi (3:10, 12b,15b;6:4a). Pengembangbiakan pohon anggur dan ternak meningkat untuk mencukupi permintaan pelanggan (5:11b; 6:4b) karena kehausan pelampiasan akan pesta-pesta (4:1;6:4,6). Mereka menyalahgunakan kekuasaan dan kekayaan mereka untuk menindas mereka yang miskin dan lemah. Ketidakadilan dapat ditemui di mana-mana dengan mudah (5:7, 15, 24; 6:12). Praktek penipuan dalam berbisnis semakin menguntungkan (8:5b). Perbudakan karena utang yang belum terbayar semakin beragam bentuknya (2:6;8:6). Orang-orang yang kurang mampu secara sosial dieksploitasi (2:7a; 4:1;8:4) Hak-hak mereka ditindas melalui intimidasi para saksi dan hakim (2:7a;5:10,12). Situasi seperti inilah yang menjadi fokus pemberitaan Amos.Karena itu sorotan utama nabi Amos dalam konteks ini adalah Tindakan ketidakadilan yang dilakukan oleh para penguasa dan perampasan hak-hak orang miskin. 3. Situasi Keagamaan. Masalah utama pada zaman Amos adalah penyembahan berhala (2:8; 5:5, 26; 7:9-13; 8:14). Walaupun mereka tetap menjalankan ibadah kepada TUHAN (4:4-5; 5:21-26), maupun memelihara Sabat (8:5), tetapi hidup mereka secara keseluruhan bertentangan dengan keagamaan mereka. Mereka tidak memperhatikan keadilan (2:7-8). Kemabukan menjadi sesuatu yang umum, bahkan di kalangan para wanita (4:1; bnd.2:8). Semua ini membuat TUHAN muak dengan semua ibadah mereka (5:23-25). Dalam konteks politik, ekonomi dan sosial serta keagamaan yang tidak berjalan sesuai dengan firman Tuhan, Nabi Amos mendapat penglihatan yang keempat sebagaimana yang tercatat dalam teks bacaan di atas. Dalam penglihtan ini Amos diamanatkan untuk mengingatkan umat Israel supaya mereka bertobat, bila tidak ingin ada ratapan penderitaan dan akhirnya TUHAN seakan-akan berdiam diri dan tidak memperdulikan mereka sama sekali. Melalui perikop ini ada 3 peringatan penting yang diamanatkan kepada Amos untuk disampaikan kepada umat Israel dan kita sebagai umat Tuhan yang harus ditobati agar tidak tidak terjadi penghukuman, yakni: Seruan Tuhan untuk menghargai hak-hak orang miskin dan mereka yang tak berdaya, (ayat 4-6). Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini (ay.4) merupakan penekanan terhadap apa yang Nabi Amos serukan di Amos 5:11 (Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya). Sebagaimana kita ketahui, hukum Israel yang diberikan TUHAN menghendaki umat Israel untuk membuka tangan lebar-lebar bagi kaum miskin di Ul.15-7-11 - bandingkan Maz.72:12-13. Satu hal yang menarik direnungkan dalam seruan ini, bahwa sengaja Tuhan mengadirkan orang miskin di antara orang kaya dan orang sukses untuk menguji kualitas iman seseorang sejauh mana ia biasa hadir menjadi sesama bagi mereka yang menderita. Bukan justru memperalat orang miskin untuk mencapai kejayaan hidupnya. Di sinilah kesegambaran kita dengan Allah sebagai manusia diuji sesuai dengan Pengakuan Gereja Toraja Bab III. Setiap manusia itu sama mulianya di mata Tuhan, karena itu sangat penting untuk menghargai dan mempedulikan sesama kita manusia di dunia ini. Seruan untuk berlaku adil dan jujur sebagai wujud ibadah ritual yang sesungguhnya. (ayat 5) Dalam ayat 5 di tekankan bahwa “dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu. Efa adalah ukuran takaran/isi barang bukan cair, sebesar kurang lebih 36 liter. Untuk barang cair digunakan bat yang besarnya sama dengan efa. Syikal adalah ukuran timbangan sebesar 11,4 gram. Biasanya dipakai untuk ukuran jumlah uang. Itu berarti bahwa mengecilkan efa, membesarkan syikal dan neraca palsu adalah bentuk lain dari mencuri, yang berarti menyengsarakan orang lain, merampas hak orang lain dan menyusahkan ciptaan TUHAN. Yesus menekankan hal ini sebagai bagian praktek hidup yang menentang ajaran untuk mengasihi sesama (Mat.18:18-19; bandingkan Rom.13:9). Kemunafikan seperti pada masa Nabi Amos merasuk sampai ke dalam ibadah mereka, yang dilaksanakan hanya sebagai rutinitas dan ingin segera dilewati untuk kembali lagi melakukan hal mencuri di atas. Kita bisa belajar bahwa ibadah sejati tidak dapat dibatasi pada aktivitas keagamaan di gereja atau ibadah rutin lain saja. Ibadah sejati mencakup keseluruhan hidup umat Allah (bandingkan Rom 12:1). Ibadah sejati memperhatikan orang lemah dan yang membutuhkan (bnd. Yak. 1:27). Ibadah dalam arti yang komprehensif seperti inilah yang lebih dicari TUHAN. Tanpa semuanya ini, ibadah kita justru akan menjadi beban bagi TUHAN (Amos 5:21-23) dan kita sendiri akan berada dalam hukuman ilahi (bnd. 1 Kor. 11:22,30). Sikap Martha dan Maria dalam perjumpaan mereka dengan Yesus (Luk.10:38-40) meanarik jadi perbandingan. Marta sibuk dengan soal jamuan makan, tetapi ia tidak mengalami perjumpaan dengan Yesus. Bagi Yesus semua yang dilakukan dihadapannya adalah wujud tanggung jawab iman. Karena itu ibadah sejati adalah berlaku adil dan mengasihi sesama manusia. Realitas membuktikan bahwa sebagian umat Tuhan melakukan ibadah ritual dengan sangat khusyuk dan taat dengan sejumlah rentetan ritual ibadah, namun tidak berlaku adil. Mereka menari-nari di atas penderitaan sesamanya. Karena itu perlu diwaspadai sebagai umat Tuhan, jangan sampai kita sibuk secara rohani namun sesungguhnya kerohanian kita sedang dalam keadaan sakit kronis. Ibadah ritual tanpa perluan kasih tidak ada artinya di hadapan Tuhan. Seruan tindakan keadilan Tuhan lewat penghukuman bagi umat-Nya yang melawan hukum-hukum-Nya (ayat 8-14). Keadilan TUHAN adalah mutlak. Ia berdaulat dan menguasai kehidupan kita semua, sebagaimana Israel dan suku bangsa lain. Atas keadilan dan kemurahan hati-Nya, bukan saja berkat yang senantiasa Ia berikan, namun hukuman-Nya juga bisa menimpa kita, sebagai pribadi dan bahkan bangsa bila kita melanggar perintah-Nya. Waspadailah itu! Bercermin kepada keadaan Israel di masa Nabi Amos, dan memposisikan situasi dan kondisi kita di Indonesia sekarang ini, seruan Nabi Amos seakan-akan ditujukan kepada kita. Mengapa? Mari buka mata dan lihat di sekeliling kita, dan niscaya kita akan terkejut merasakan bahwa di mana-mana tempat begitu banyak kecurangan dan ketidak-pedulian terhadap orang yang miskin. Munculnya berbagai kasus korupsi di berbagai instansi pemerintahan, melonjaknya harga-harga dengan tidak lagi mengingat kesusahan yang ditimbulkan oleh rakyat, keadilan yang begitu sulit diperoleh dan kemunafikan oleh pejabat di berbagai bidang usaha maupun pemerintah begitu mencolok - bahkan menggejala pula pemakaian ibadah-ibadah oleh orang percaya untuk memperoleh keuntungan pribadi! Semua hal-hal di atas merupakan suatu duplikasi atas apa yang ditegur oleh Nabi Amos. Karena itu selagi masih ada ruang dan waktu untuk mendengar suara Tuhan, dengarlah! Bukan hanya dengan menggunakan telinga, melainkan dengan hati. Pada gilirannya suara kenabian dari kita umat Tuhan akan menggema di mana-mana, lewat tindakan dan tutur kata kita. Amin.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan khotbah hari Minggu, 21 Agustus 2022 - DITETAPKAN UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN Diangka’ la umbangun katuoan - Yeremia 1:4-10 Sebelum: Khotbah Minggu Gereja Toraja Minggu, 10 Juli 2022 - MENJALANI HIDUP SEBAGAIMANA MESTINYA (Ullingkai Katuoan Susi tu Sipato`nasiamo) - Amos 7:7-17 All Garis Besar: Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 84 Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 84 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 84 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |