lagu-gereja.com/toraja

View : 734 kali
Bahan khotbah hari Minggu                Tanggal 12 Juni   2022
Minggu Pertama Setelah Pentakosta

MENGHIDUPI KEBENARAN ALLAH
Umpana’ta’ katuoan situru’  Katonganan-Na Puang Matua

Bacaan Mazmur     : Mazmur 8:2-10
Bacaan 1    : Amsal 8:1-36
Bacaan 2    : Roma 5:1-11 (Bahan Utama)
Bacaan 3    : Yohanes 16:4b-15
Nas Persembahan    : Roma 12:1
Petunjuk Hidup Baru    : Roma 5:1-2

Tujuan:
Jemaat memahami bahwa dirinya telah dibenarkan Allah di dalam Yesus Kristus.
Jemaat memiliki komitmen menjalani kehidupannya sebagai orang yang telah dibenarkan Allah.

Pemahaman Teks
Mazmur 8:2-10 adalah kidung pujian kepada Allah karena telah memberikan martabat dan kehormatan kepada manusia. Manusia ditempatkan Allah pada kedudukan yang sangat istimewa. Ia diciptakan menurut gambar (Ibr. Tselem) dan rupa (Ibr. Demut) si Pencipta (Kej 1:26). Tselem adalah ukiran atau patung yang diukir menurut gambar sang Pencipta, sedangkan Demut adalah keserupaan. Maksud Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupanya adalah: mendudukkan dan memberi mandat kepada manusia sebagai wakil-Nya di dunia ini untuk menguasai/ memerintah seluruh alam semesta dalam tanggungjawab Allah sendiri sebagai pemberi mandat (bnd.ay.7-9). Mandat untuk memerintah bukanlah untuk merusak tapi untuk mengelola secara bertanggungjawab demi kesejahteraan manusia itu sendiri.
Namun demikian, tetap juga ada batasan yang sangat jelas antara manusia sebagai ciptaan dengan Allah sebagai pencipta. Sebagai makhluk yang paling mulia, manusia seharusnya juga mampu menampakkan sifat-sifat yang mulia sebagaimana yag dimiliki oleh Penciptanya dengan cara hidup dalam kebenaran.
Amsal 8:1-36 mempersonifikasi hikmat sebagai pribadi yang terus menerus berseru  dengan suara nyaring di tempat tinggi, di tepi jalan, di persimpangan jalan, dan di samping pintu gerbang di depan kota (ay.1-4). Hikmat itu berasal dari (diciptakan) Allah sebelum segala sesuatu diciptakan. Ia sudah ada sebelum dunia diciptakan (ay.23), dan sebelum ada lautan (ay.24). Hikmat dimaksudkan sebagai pemandu jalan hidup manusia. Panggilan hikmat adalah panggilan untuk menerima tuntunan agar manusia hidup dalam kebenaran (ay.7) dan jauh dari kejahatan (ay.13). Kepada mereka yang mau mendengar, hikmat berjanji akan menyingkapkan kebenaran dan keadilan (ay.7-8). Orang yang beroleh hikmat akan memperoleh sesuatu yang benar. Beroleh hikmat berarti beroleh sesuatu


yang jauh lebih berharga daripada hal-hal yang dipandang berharga oleh dunia ini (ay.11,19). Orang yang bersedia dipimpin oleh hikmat akan berhasil (ay.14-21).
Roma 5:1-11 adalah salah satu pernyataan penting dari Paulus tentang buah (hasil) pembenaran dalam Yesus Kristus. Oleh karena kita sudah dibenarkan karena iman, maka kita memiliki damai sejahtera Allah melalui Tuhan Yesus Kristus. Dengan sebuah pernyataan yang singkat, Paulus meringkaskan apa yang sudah dibuktikan dan dijelaskan dalam Roma 1:18-4:25. Juga, dia mulai menjelaskan akibat atau hasil dari pembenaran. Allah, selalu memberikan damai kepada orang yang Dia benarkan. Dengan kata lain, hubungan damai dengan Allah selalu menyertai pembenaran dari Allah. Pembenaran dan pendamaian tidak dapat dipisahkan dalam pengalaman hidup. Dalam ayat 3-5 Paulus membuat sebuah rantai pendewasaan yang terdiri dari "kesengsaraan," "ketekunan," "tahan uji," dan "pengharapan."  
Yohanes 16:4b-15 merupakan peneguhan sekaligus sebagai jaminan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke surga. Para murid merasa berduka karena akan ditinggalkan Yesus (ay.6). Oleh karena itu Yesus meneguhkan dan menjamin bahwa ketika Ia pergi, maka akan datang “Penghibur” (Roh Kudus).  Roh Kudus ini akan menginsafkan manusia akan dosa, meyakinkan orang tentang kebenaran dan penghakiman  untuk menyatakan mana  yang benar dan mana yang salah (ay.8-11). Pada ayat 13 Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Roh kebenaran, karena Dialah yang akan memimpin murid-murid ke dalam seluruh kebenaran Allah.
Korelasi dari segenap bacaan, ialah terkait dengan keberadaan manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia dibanding dengan seluruh ciptaan lainnya. Namun demikian, dosa telah membuat manusia kehilangan kemuliaannya. Oleh sebab itu, di dalam dan melalui Yesus Kristus, manusia kemudian dibenarkan dan diperdamaikan dengan Allah. Karena itu orang percaya harus menjalani kehidupannya dalam kebenaran Allah. Melalui hikmat dari Tuhan dan dalam tuntunan Roh Kudus, setiap orang percaya dimampukan untuk menghidupi kebenaran Allah.

Pokok-pokok pengembangan khotbah
Ada seorang pemimpin kaum revolusioner bernama Shamila yang berusaha menggulingkan Kaisar Rusia yang diktator. Suatu malam pengawal Shamila melaporkan bahwa ada yang mencuri makanan. Shamila marah karena persediaan makanan mereka sangat terbatas. Maka ia mengeluarkan pengumuman bahwa barangsiapa yang tertangkap basah mencuri makanan akan dicambuk 50 kali di muka umum. Tidak lama setelah itu, pengawalnya melaporkan bahwa pencuri telah tertangkap. Tetapi yang membuat Shamila kaget karena pencuri itu adalah ibunya. Shamila ingin membebaskan ibunya tetapi hukum harus ditegakkan. Ia ingin menghukum ibunya tetapi ia sangat mengasihi ibunya. Akhirnya Shamila sendiri yang menggantikan ibunya dicambuk


karena perbuatan ibunya. Ia mengampuni ibunya yang bersalah karena kasihnya. Demikian juga Allah sendiri yang menanggung hukuman karena dosa kita demi memulihkan kita supaya kita hidup dalam kebenaran.

Ciptaan Mulia yang Dirusak oleh Dosa
Pemazmur menggambarkan bagaimana Allah menciptakan manusia dengan sangat istimewa. Manusia diberikan kemuliaan dan hormat sehingga hampir sama dengan Allah. Dicipta menurut gambar dan rupa Allah. Tetapi manusia merusak hubungan yang erat dengan Allah sehingga putuslah hubungan yang benar dengan Allah (PGT Bab III butir 6). Manusia hidup dalam kungkungan dosa dan tidak lagi hidup dalam kebenaran dan kesucian dihadapan Tuhan (PGT Bab III butir 7). Dosa membuat manusia tidak dapat membenarkan dan menyelamatkan dirinya sendiri. Rusaknya relasi dengan sang pencipta adalah karena kesalahan dan ketidaktaatan manusia. Ada dua hal penting yang perlu kita ingat sebagai manusia. Pertama, bahwa kita ini diciptakan seturut gambar dan rupa Allah sehingga diberikan kemuliaan dan hormat dari Allah, sehingga patutlah hidup kita menggambarkan sifat dan kasih Allah. Kedua, bahwa semua manusia berdosa. Hal tersebut mengakibatkan relasi yang akrab dengan Allah menjadi rusak. Dibutuhkan pihak yang dapat memperbaiki relasi itu.

Pembenaran di Dalam Kristus
Hubungan yang rusak itu tidak dapat dibenarkan dan diperbaiki dari pihak manusia. Hanya dari pihak Allah sajalah pembenaran itu datang. Sehingga dengan kasih-Nya, melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus maka dosa manusia ditebus dan manusia dibenarkan di hadapan Tuhan. Hubungan itu akhirnya dipulihkan oleh Allah. Hanya melalui iman kepada Kristus maka manusia dibenarkan (Rm.5:1). Melalui pembenaran itu, manusia memiliki jalan masuk kepada kasih karunia Allah. Pembenaran yang membuat manusia memiliki pengharapan di dalam Kristus, sekalipun mereka harus melalui kesengsaraan.
Selayaknya kita semua bersyukur kepada Tuhan yang telah membenarkan kita yang bersalah dan berdosa ini. Sebab kita tidak bisa membenarkan dan menyelamatkan diri sendiri, hanya Allah saja yang dapat memberikan-Nya. Karena kasih karunia-Nya kita beroleh keselamatan dan pembenaran. Sehingga kita memiliki pengharapan dalam menjalani kehidupan dalam kasih-Nya.

Hidup Dalam Kebenaran
Rasul Paulus kemudian menegaskan bahwa hasil dari pembenaran dari Allah ialah manusia memperoleh jalan keselamatan dan telah diperdamaikan dengan Allah. Manusia yang tadinya kotor dan penuh dengan noda dosa, kini telah dibersihkan dengan darah Tuhan Yesus. Karena itu sepatutnya manusia yang telah dibersihkan itu hidup


benar di hadapan Tuhan. Kesengsaraan sekalipun harus dilewati, sebab kesengsaraan itu akan menimbulkan ketekunan, dan ketekunan akan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Seperti yang digambarkan dalam Amsal 8, hendaklah dalam menjalani kehidupannya, manusia hidup jujur, adil dan benar di hadapan Tuhan. Dengan hikmat dari Allah maka manusia dimampukan untuk hidup dalam kebenaran. Hal ini juga sejalan dengan Tuhan Yesus kepada muri-murid bahwa mereka harus hidup benar dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan mereka. Sekalipun banyak tantangan dan rintangan, mereka harus tetap setia hidup dalam kebenaran. Karena itu Tuhan Yesus menjanjikan Roh Kudus atau Roh Penghibur atau Roh Kebenaran untuk menguatkan mereka dan menuntun mereka hidup dalam kebenaran.
Kita semua pun demikian. Sebagai orang yang telah dibenarkan dan dipulihkan kembali oleh Allah, maka kita harus hidup benar di hadapan Tuhan. Mungkin kita merasa tidak mampu dengan berbagai alasan, tetapi Roh Kuduslah yang akan menuntun kita, sehingga kita bisa terus memancarkan sikap hidup yang benar dan memperlihatkan, bahwa kita adalah gambar dan rupa Allah yang memancarkan kemuliaan-NYA.












Selanjutnya:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 13-18 Juni 2022 - MENGHIDUPI KEBENARAN ALLAH / Umpana`ta` katuoan situru` Katonganan-Na` Puang Matua - Mazmur 8:2-10


Sebelum:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 6-11 Juni 2022 - KUASA ROH KUDUS Kuasanna Penaa Masallo` - Roma 8:12-17


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login