| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 30 Januari 2022Minggu, 30 Januari 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 30 Januari 2022 - SAMPAIKAN KEHENDAK-NYA / Pokadai tu pa`poraian-Na - Lukas 4:21-30SAMPAIKAN KEHENDAK-NYA Pokadai tu pa’poraian-Na Bacaan Mazmur : Mazmur 71:1-6 Bacaan 1 : Yeremia 1:4-10 Bacaan 2 : 1 Korintus 13:1-13 Bacaan 3 : Lukas 4:21-30 (Bahan Utama) Nas Persembahan : Amsal 3:9-10 Petunjuk Hidup Baru : Yeremia 1:7 Tujuan: Jemaat Memahami bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Jemaat memahami bahwa kebenaran tentang injil harus disampaikan dalam situasi apapun. Pemahaman Teks Mazmur 71:1-6 ini merupakan doa Daud. Menurut Matthew Hendri, dua hal yang secara umum Daud doakan di sini “agar dia tidak dipermalukan, tetapi musuh serta penganiayanya yang dikutuk.” Ciri pokok dari bagian ini adalah penyerahan hidup secara total kepada Allah. Penyerahan diri kepada Tuhan ini terjadi dalam situasi sulit. Ini terlihat dari ungkapan pemazmur yang seperti orang dikejar oleh musuhnya sehingga dia membutuhkan perlindungan. Pemazmur tidak mencari perlindungan kepada orang yang kuat, tetapi kepada Allah. Kita bisa melihat, bagaimana pemazmur memakai pengandaian tentang Tuhan sebagai gunung batu, kubu pertahanan, bukit batu dan pertahananku. Semua pengandaian tersebut menunjukkan bahwa pemazmur menjadikan Tuhan satu-satunya tempat untuk berlindung dari musuh-musuhnya. Yeremia 1:4-10 merupakan panggilan Yeremia untuk menjadi seorang nabi. Panggilan ini datang langsung dari Allah. “Dua pemikiran yang menguasai bagian ini. Pertama tekanan yang kuat tentang unsur dasariah takdir (predestinasi) dalam pengangkatan nabi. Kedua, kecukupan firman ilahi memperlengkapinya untuk segala kemungkinan” (lih. tafsiran alkitab masa kini jilid 2). Yeremia dalam pengutusannya, nampak menyadari siapa dirinya. Dia menyadari kekurangannya, "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Yeremia punya alasan yang cukup mendasar, tidak pandai bicara dan masih muda. Allah kemudian menjawab perkataan Yeremia dengan sebuah kepastian, jangan katakan bahwa engkau masih muda, tetapi kepada siapa Aku mengutusmu engkau harus pergi dan perintahku harus disampaikan. Tuhan bahkan menaruh perkataan dalam mulut Yeremia untuk menyampaikan akan sabda kebenaran. Bahwa Yeremia mesti menyampaikan apa kehendak Allah, seperti yang telah disampaikan kepadanya. 1 Korintus 13:1-13 “nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.” Demikian kata Paulus kepada Jemaat Korintus. Jika semuanya akan lenyap maka yang tersisa hanyalah, “iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” Manusia bisa memiliki semuanya, bahkan kata Paulus, sekalipun manusia mempunyai iman yang sempurna untuk memindakan gunung, tetapi jika tidak ada kasih, maka semua menjadi sia-sia. Paulus menyampaikan inti dari seluruh ajaran kristianitas kepada jemaat, bahwa sekalipun kita memiliki semuanya, tetapi tanpa kasih, maka semua menjadi tidak bermakna. Kasih yang dimaksudkan Paulus adalah kasih yang didalamnya ada keterikatan kepada Kristus. Itu sebabnya Paulus menyebut dalam ayat 3, “dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku”. Tetapi bukankah membagikan sesuatu kepada orang lain, itu adalah tindakan kasih, mengorbankan diri untuk orang lain pun adalah tindakan kasih? Lalu mengapa Paulus seolah menganggap hal ini bukan sebagai tindakan kasih? Karena kasih yang tidak didasarkan kepada kebenaran Kristus, semuanya menjadi tidak berguna. Lukas 4:21-30: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Apa yang dimaksud Yesus dengan kata genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya? Nas yang dibaca Yesus sebelumnya adalah nas dari Kitab Nabi Yesaya (Yesaya 61). Jika Yesus menyebut genaplah nas itu sewaktu kamu mendengarnya, maka Yesus sedang menunjuk kesempurnaan pada dirinya. B.J Boland menyebutnya, “tetapi sekarang melalui kedatangan Yesus Kristus dan pekerjaan-Nya, nas itu sudah ‘digenapi’. Artinya maksud dan tujuannya pada asasnya sudah dilaksanakan dan diwujudkan.” Ini berarti Yesus sesungguhya sedang menunjuk dirinya sebagai wujud penggenapan nas tersebut. Dengan kata lain Yesus sedang menunjuk dirinya sebagai Mesias. Yesus saat itu sedang menyampaikan dan memproklamasikan dirinya sebagai Mesias, tetapi nampaknya kaum Yahudi tidak memahami perkataan Yesus. Karena itu mereka mempertanyakan identitas Yesus, bukankah Ia ini anak Yusuf? Pokok-pokok pengembangan khotbah Identitas Yesus sebagai Mesias Pertanyaan yang penting adalah, apa kehendak Yesus? Jika membaca Lukas 4:21-30, maka Yesus sedang menunjukkan identitasnya sebagai Mesias, tetapi orang Yahudi nampaknya tidak mengerti. Justru orang Yahudi mempertanyakan identitas Yesus sebagai anak Yusuf seorang tukang kayu. Identitas Yesus sebagai anak tukang kayu nampaknya telah menutupi identitas Yesus sendiri sebagai Mesias yang dijanjikan. Orang banyak nampaknya hanya melihat kebenaran ucapan dari identitas seseorang. Identitas tentang siapa yang bicara, nampaknya sangat mempengaruhi apa yang merupakan isi berita yang disampaikan. Inilah yang dialami Yesus. Orang kagum terhadap apa yang disampaikan, tetapi identitas Yesus sebagai anak tukang kayu, membuat kebenaran yang disampaikan Yesus menjadi kabur bagi mereka. Sampaikan kebenaran apa adanya Hal lain yang Yesus tunjukkan adalah, Dia berani membicarakan hal yang sensitif d ihadapan orang Yahudi. Yesus tahu apa yang dipikirkan oleh orang Yahudi, yakni mereka meminta tanda. Tetapi Yesus justru memberi jawaban yang mengejutkan. Dia tidak memperlihatkan tanda-tanda mujizat seperti yang diperlihatkan di Kapernaum. Tetapi justru memberikan sindiran kepada mereka dengan menceriterakan kembali kisah Nabi Elia yang menolong seorang janda di Sarfat dan Elisa yang menolong Naaman seorang Siria. Baik janda di Sarfat pun Naaman, keduanya bukan orang Yahudi, tetapi Allah justru memberi pertolongan kepada mereka. Yesus tahu konsekuensi dari cerita itu akan membuat orang Yahudi marah sebagai bangsa pilihan. Tetapi Yesus tidak takut sedikitpun, meskipun hari itu Dia hampir dibunuh. Menyampaikan kebenaran berarti kita siap untuk dibenci oleh mereka yang terganggu kepentingannya. Dalam panggilan Yeremia, justru penolakan Yeremia terjadi karena ketakutan kepada dirinya sendiri. Apa yang dialami Yeremia sering kita alami, ada ketakutan pada diri sendiri, sehingga membuat kita tidak percaya diri untuk menyampaikan kebenaran. Musuh utama Yeremia adalah dirinya sendiri. Ketakutannya adalah karena dia bukan seorang orator yang pandai berbicara. Dia bahkan menganggap dirinya masih muda untuk tanggung jawab yang akan diberikan. Dalam situasi seperti ini, Allah menguatkan Yeremia dan memberi kepastian kepada Yeremia, bahwa Allah yang akan berperkara dalam hidupnya. Karena itu kepada siapapun Tuhan mengutus Yeremia, maka dia harus pergi. Kebenaran Injil Harus Disampaikan Kepada Semua Dalam kasus ini, Yesus nampak memberi pelajaran kepada orang Yahudi, bahwa keselamatan juga diberikan kepada orang non Yahudi. Itu terlihat dari bagaimana Elia dan Elisa justru datang kepada mereka yang dianggap oleh orang Yahudi sebagai orang-orang kafir yang tidak dipilih oleh Allah. Bisa dimaklumi, jika Yesus pada akhirnya hampir dibunuh oleh orang Yahudi setelah mengingatkan kembali akan kisah Elia dan Elisa yang justru datang kepada orang-orang non Yahudi. Bagi Yudaisme, tidak ada keselamatan di luar bangsa pilihan. Sehingga sangat wajar jika mereka marah ketika Yesus menyampaikan bagaimana Allah berkarya diluar dari bangsa pilihan. Jika Yesus memastikan ada keselamatan di luar Yahudi, maka rasul Paulus mengingatkan kita tiga hal penting yang harus kita punyai, yakni: iman, kebenaran dan kasih. Sebagai orang yang percaya akan keselamatan di dalam Yesus Kristus, maka kita harus meyakini tiga hal penting tersebut. Tidak ada keselamatan bagi kita, tanpa iman, kebenaran dan kasih. Tetapi ketiga hal ini mengikat satu sama lain, bukan sesuatu yang terpisah-pisah. Nubuat bisa berhenti, bahasa roh bisa tiada, pengetahuan bisa lenyap, tetapi iman kebenaran dan kasih adalah hal yang tidak akan berhenti. Dalam keyakinan kita kepada Yesus, maka kita mempunyai kepastian bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Dalam mazmur, kita bisa melihat bagaimana Allah diandaikan sebagai gunung batu, kubu pertahanan dan sebagainya. Semua ini bukan sekadar analogi, tetapi ingin memperjelas, bahwa Allah hadir ketika kita mau datang kepadanya dalam situasi apapun. Daud ingin menyampaikan hal penting bahwa ketika kita bergumul, maka sungguh-sungguh Allah memperhatikan kita dan bergumul dengan kita. Ketika kita terjepit, maka Allah menjadi pelindung bagi kita.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: DPA Minggu Gereja Toraja - Minggu, 6 Februari 2022 - KERJAKANLAH KEHENDAKNYA (Pana`ta`i tu pa`poraian-Na) - Yesaya 6:1-8 Sebelum: Bahan khotbah hari Minggu, 23 Januari 2022 - MENGHARGAI DAN BERSUKACITA ATAS TAURAT TUHAN All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |