lagu-gereja.com/toraja

View : 676 kali
Bahan khotbah Tahun Baru                                              Tanggal 01 Januari  2022
    
TEGUHLAH DALAM PERJALANANMU
Batta’ko lan Kalingkammu

Bacaan Mazmur     : Mazmur 8:1-10
Bacaan 1    : Pengkhotbah 3:1-15 (Bahan Utama)
Bacaan 2    : Wahyu 21:1-8
Bacaan 3    : Matius 25:31- 46
Nas Persembahan    : Mazmur 116:12-13
Petunjuk Hidup Baru    : Wahyu 21:7

Tujuan:
Jemaat Memahami bagaimana hidup teguh dalam Tuhan
Jemaat meyakini bahwa hidup dalam Kristus ada keteguhan dalam menjalani kehidupan

Pemahaman Teks
    Mazmur 8:1-10 berisi pengakuan pada keagungan Tuhan yang berkuasa dan berdaulat atas seluruh ciptaan. Seluruh ciptaan adalah gambaran kemuliaan Allah yang tidak terselami. Manusia sebagai makhluk yang lemah digambarkan sebagai “Bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu”, namun dalam kelemahannya Tuhan memberinya kekuatan untuk menghadapi musuh-musuhnya.
Pengkhotbah 3:1-15 menyaksikan keagungan Allah melalui pekerjaan-Nya yang tidak dapat diselami manusia. Allah mengendalikan hidup dan mengatur segala sesuatu dengan seimbang. Kita merasa berduka jika ada kematian, tetapi akan bersukacita ketika ada kelahiran. Kita akan merasa lelah jika kita sedang membajak, tetapi akan bersukacita Ketika musim tuaian tiba. Kita akan merasa lelah ketika kita sedang dalam perjalanan, tetapi kita akan merasa lega dan bersukacita ketika kita tiba di tempat tujuan. Menurut pengkhotbah, kehidupan manusia yang rawan dan diliputi berbagai kelemahan akan terus mengalami perputaran alamiah yang akan terus-menerus terjadi dan berulang, dan akan membuat manusia tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengubah atau mengubah kedudukannya di dalam alam. Irama perputaran itu tidak dapat dikuasai. Hal itu telah berlangsung lama dan sedang berlangsung dan tidak akan terpengaruh oleh manusia yang umurnya terbatas. Memang manusia selalu berusaha untuk mempelajari berbagai sifat alam, bahkan menciptakan berbagai alat sebagai sarana untuk menelusuri berbagai kenyataan sejarah, namun pengkhotbah sampai kepada kesimpulannya bahwa semua yang dilakukan manusia adalah usaha yang kosong dan sia-sia.
Segala sesuatu ada waktunya! Dengan demikian perputaran waktu, serta pergantian musim dan masa yang akan terus berjalan tanpa bisa dihalangi, membuat kita tidak bebas menentukan kehendak kita sebagai pilihan yang mutlak. Musim kemarau ke musim hujan, musim menanam ke musim menuai, masa kanak-kanak ke masa muda selanjutnya ke masa tua, akan terus berjalan. Semuanya itu akan terus berlangsung dan menjadi kisah hidup yang akan dialami oleh setiap orang.
Wahyu 21:1-8. Sejarah manusia dimulai dengan sebuah taman (Kej.2:8-17) dan berakhir dengan sebuah kota yg disebut kota sorgawi. Pengharapan dan iman Kristen memberi perhatian bukan hanya pada masa depan pribadi, tetapi juga menyangkut masa depan alam semesta (pembaruan semesta alam). Kadang kita hanya terbatas berbicara pada soal pengharapan masa depan orang percaya (terbatas pada manusia), sementara Alkitab secara luas sesungguhnya berbicara bukan hanya terbatas pada soal penyelamatan manusia, tetapi juga tentang langit baru dan bumi baru. Alkitab dimulai dengan kejadian alam semesta dan diakhiri dengan alam semesta yang baru. Dalam Yesaya 65:17, dikatakan ”Sebab sesungguhnya Aku akan menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru”. Kemudian Yesus sendiri berbicara tentang penciptaan kembali yang berarti kelahiran yang baru (Mat.19:28). Rasul Paulus dalam Roma 8:18-25 juga bersaksi tentang seluruh makhluk yang akan dimerdekakan, seperti halnya penyampaian Rasul Petrus dalam 2 Pet. 3:7-13 bahwa langit dan  bumi yang sekarang akan digantikan oleh langit dan bumi yang baru, yang akan menjadi rumah kebenaran dan damai. Rasul Yohanes sendiri menulis, bahwa ia melihat pengganti yang sama yang bersama-sama dengan Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah (Why.21-1-2). Menuju kota sorgawi adalah tujuan akhir perjalanan orang percaya. Banyak tantangan akan dihadapi, tetapi barang siapa bertahan akan memperoleh mahkota sorgawi.
Matius 25:31-46 menjelaskan, bahwa kedatangan Yesus kembali akan ditandai dengan adanya pemisahan antara orang bijaksana dan orang bodoh, sama seperti memisahkan domba dari kambing. Domba akan ditempatkan di sebelah kanan sang Raja Agung dan kepada mereka sang Raja meneguhkan janji yang telah disampaikan sejak semula “mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (ay.34b).
Korelasi yang terlihat dari seluruh bacaan, ialah bahwa keagungan Allah dapat disaksikan melalui seluruh ciptaan-Nya. Manusia menjalani kehidupannya bersama dengan seluruh ciptaan itu. Perjalanan manusia akan melalui berbagai peristiwa. Di sinilah dibutuhkan kesetiaan dalam menjalani hidup untuk dapat sampai pada garis akhir dan menerima mahkota sorgawi.

Pokok-pokok pengembangan khotbah
Hari ini kita bersyukur atas anugerah Tuhan yang telah mengantar kita menjalani tahun 2021 dengan berbagai dinamika kehidupan, khususnya dalam menjalani masa pandemi covid 19 yang sangat berdampak terhadap berbagai sendi kehidupan, belum lagi dengan pergumulan  lain akibat bencana yang terjadi di beberapa tempat, gejolak sosial dan lain-lain. Namun demikian atas doa dan harapan kita, Tuhan berkenan menghantar kita tiba di awal tahun 2022 hari ini. Menarik memperhatikan syair lagu Nanian Kombongan 30 (KJ 30 Angin Ribut Menyerang), ”Ma’pamumbukmo bara’ umpaselang penaangku, bombang melapa-lapa. O Pela’bak toemo’, lalananmi lopingku, angku tu’tun marampa’ sambali’ karampoan”. Nyanyian ini menggambarkan bahwa perjalanan hidup di dunia ini bagaikan mengarungi samudera. Badai dan gelombang kadang-kadang sangat kuat menghantam dan membuat kita panik diliputi kekuatiran. Menghadapi  keadaan demikian kita diingatkan dengan teguran Yesus,”Mengapa kamu takut, kamu  yang kurang percaya? (Mat.8:26). Masalah pasti ada, tetapi kuasa Yesus akan mengatasinya.
Kesadaran akan keterbatasan sebagai manusia sangat penting. Itu akan membawa kita kepada kesadaran bahwa kita tidak dapat menentukan arah dan tujuan kita menurut kemauan sendiri. Kesadaran tentang segala sesuatu ada waktunya, menjadi pengingatan bagi kita bahwa perputaran waktu, pergantian masa dan segala dinamika kehidupan yang dialami adalah kenyataan yang tak mungkin kita ubah atau hentikan. Waktu sepenuhnya ada dalam kendali Tuhan, karena itu pegangan kita dalam menjalani waktu kehidupan ini, hanyalah Tuhan saja. Dialah yang mengatur segala masa! Sebuah lagu yang cukup populer ketika peristiwa Meko (dapat dinyanyikan) ”Allah kuasa melakukan segala perkara, Allahku maha kuasa, Dia ciptakan seisi dunia, atur ’sgala masa, Allahku maha Kuasa”. Bahwa Allah sebagai pencipta seisi dunia, berkuasa atas segala masa, dan dapat melakukan segala perkara.
Hidup ini adalah perjalanan yang membutuhkan perjuangan. Sebagai orang percaya, arah perjalanan kita menuju ke Yerusalem baru. Setiap waktu adalah kesempatan, namun bukan tidak mungkin kita bisa salah arah bahkan kehilangan arah ketika kita tidak setia mengikuti arah yang telah ditunjukkan. Banyak hal yang dapat membuat kita salah arah dan kehilangan arah. Dunia akan selalu menawarkan berbagai pilihan arah yang diikuti dengan janji-janji kenikmatan, termasuk yang dibungkus dengan berbagai alasan-alasan bernuansa keagamaan. Untuk itu sangat penting memahami dengan benar ajaran iman yang sesungguhnya.
Teguhlah dalam perjalananmu. Semakin jauh kita berjalan, semakin banyak tantangan dan tentu kita akan mengalami kelelahan. Dalam perjalanan akan dijumpai banyak persimpangan, dan mungkin di persimpangan itu kita akan melihat petunjuk arah tetapi mungkin juga akan dijumpai persimpangan yang tanpa petunjuk arah. Ingat bahwa entah ada petunjuk atau tidak, kita sudah memiliki petunjuk. Firman Tuhan sudah menjelaskan ke mana arah kita melangkah. Jika kita salah arah, maka kita akan tersesat. Karena itu jika seandainya kita sudah salah arah, segeralah kembali ke arah yang benar karena semakin jauh kita berjalan ke arah yang salah, maka akan makin sulit untuk menemukan kembali arah yang benar. Teruslah berjalan karena perjalananmu makin jauh, dan mungkin engkau sudah lelah tapi jangan berputus harap. Yes.57:10 mengatakan ”Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: "Tidak ada harapan!" Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah”.
















Selanjutnya:
Bahan khotbah hari Minggu, 02 Januari 2022 - KASIHNYA TIDAK TERBATAS Tangma`angge tu Pa`kaboro`-Na - Yeremia 31:7-14


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login