| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 2 Oktober 2022Minggu, 2 Oktober 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 2 Oktober 2022 Hari Perjamuan Kudus sedunia dan hari PI Indonesia - KEBENARAN DAN KEFASIKAN / Kamalamburan na Katang Mekaalukan - Habakuk 1:1-4; 2:2-5Hari Perjamuan Kudus sedunia dan hari PI Indonesia KEBENARAN DAN KEFASIKAN Kamalamburan na Katang Mekaalukan Bacaan Mazmur : Mazmur 37:1-11 Bacaan 1 : Habakuk 1:1-4; 2:2-5 (Bahan Utama) Bacaan 2 : 2 Timotius 1:1-14 Bacaan 3 : Lukas 17:1-6 Nas Persembahan : Mazmur 138:1-2 Petunjuk Hidup Baru : Habakuk 2:4 Tujuan: Jemaat memahami sikap yang benar terhadap yang fasik Jemaat hidup dalam kebenaran dan menjauhi perilaku kefasikan Pemahaman Teks Mazmur 37:1-11 merupakan ucapan hikmat rohani tentang serangkaian petunjuk sikap terhadap orang fasik yang berhasil dan kesukaran orang benar (bnd.Mz.49 dan 73). Mazmur 37 mengajarkan bahwa orang fasik pada akhirnya akan dijatuhkan dan kehilangan segala sesuatu yang telah diperoleh, sedangkan orang benar yang tetap setia kepada Allah akan mendapatkan pertolongan dan bimbingan Allah serta keselamatan. Habakuk 1:1-4 berisi keluhan Habakuk kepada Allah dalam kebingungannya tentang cara dan jawaban Allah kepadanya. Ia telah melihat banyak kejahatan di Yehuda, tapi Allah seolah berdiam diri membiarkan kekerasan, ketidakadilan dan penghancuran terus terjadi. Bagaimana mungkin Allah dapat membiarkan umatNya yang pemberontak berbuat begitu banyak kejahatan tanpa hukuman? Allah menjawab keluhan Habakuk, bahwa orang benarlah yang akan muncul sebagai pemenang (2:4); sebaliknya orang fasik akan binasa (2:5). 2 Timotius 1:1-14 berisi nasihat untuk memelihara harta indah yang dipercayakan oleh Roh kudus yaitu injil Kristus. Tidak malu bersaksi tentang Tuhan, memegang teguh kebenaran dengan memelihara ajaran sehat dalam iman dan kasih kepada Kristus; meskipun menderita karena injil Kristus. Lukas 17:1-6 merupakan penegasan Yesus kepada murid-murid-Nya bahwa “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan’’, tetapi penyesat akan mendapatkan hukuman. Para murid dinasihatkan agar tetap menjaga diri, menegur yang berdosa dan mengampuninya. Jika murid memiliki iman maka dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan. Korelasi keempat bacaan, yaitu: Lukas 17:1-6 menegaskan bahwa penyesatan sebagai salah satu bentuk kefasikan akan selalu ada; Habakuk 1:1-4 menguraikan beberapa perilaku fasik dan keluhan nabi atasnya dan pasal 2:1-5 menyatakan jawaban Allah bagi orang benar dan orang fasik; Mazmur 37:1-9 memberi petunjuk bagaimana menyikapi orang fasik dan 2 Tim.1:1-14 menasihatkan untuk memelihara harta yang indah yaitu injil. Kefasikan dan penyesatan akan terus ada. Hidup di tengah kefasikan dan penyesatan bukanlah hal yang mudah, sehingga dibutuhkan sikap yang tepat dalam menghadapinya. Tidak cepat marah melainkan tetap berpegang teguh pada ajaran yang sehat dalam kesetiaan, iman dan kasih kepada Kristus. Kadang orang yang merasa diri benar cemburu terhadap orang fasik. Bingung tentang keyakinan sendiri. Pokok-pokok pengembangan khotbah Kebenaran dalam pandangan Allah. Sejak pemanggilan umat Israel keluar dari tanah Mesir sebagai tempat perbudakan menuju tanah perjanjian, Tuhan Allah telah memberikan hukum dan aturan-aturan yang menjadi peringatan supaya mereka hidup menurut kehendak Allah. Allah mau supaya umat hidup dalam aturan Tuhan dan itu adalah kebenaran dalam pandangan Allah. Tuhan Allah mau umatNya hidup kudus sebab Ia kudus. Pertanyaannya adalah apakah umat taat dan setia mengikuti perintah itu atau tidak. Pada kenyataannya adalah bahwa umat lebih suka hidup menurut aturan-aturan dunia, mengikuti aturan-aturan pribadi ketimbang peka terhadap suara Allah khususnya Firman/Alkitab yang telah memuat semua kebenaran-kebenaran Allah sebagai penuntun hidup. “Pemutusan hubungan yg benar dengan Allah mengakibatkan umat manusia tidak lagi sanggup hidup dalam kebenaran dan kesucian serta ketaatan terhadap hukum Allah, dalam hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta, sehingga manusia berada dibawah hukum murka Allah” (PGT bab III poin 7). Tuhan menginginkan kebenaran-Nya mewarnai kehidupan umat-Nya supaya dunia tahu kebenaran yang sesungguhnya adalah Yesus Kristus sendiri (Yoh.14:6). Yesus Kristus sudah mempertontonkan hidupnya sebagai teladan dalam ketaatan-Nya kepada perintah Bapa-Nya. Itulah yang harus diteladani oleh setiap umat-Nya dari waktu ke waktu. Mengasihi dalam kata dan perbuatan itulah yang dikehendaki oleh Allah. Kefasikan dalam pandangan Allah.Tuhan Allah mengkritisi kehidupan umat yang sudah mengenal aturan Tuhan melalui Kitab Suci namun tetap melakukan pelanggaran-pelanggaran. Alkitab dengan tegas memerintahkan untuk mengasihi sesama, memberikan hak-haknya kepada orang-orang miskin, kepada janda-janda dan yatim piatu. Tetapi justru hak-hak mereka itu dirampas oleh orang yang mengenal hukum, penguasa dan orang-orang kaya. Itulah yang dipandang oleh Allah sebagai kefasikan dan kekejian. Allah menghendaki supaya umat-Nya menghindari perilaku seperti itu, bahkan menjadi pelopor menghindari kefasikan itu. Menegakkan kebenaran dan keadilan Tuhan. Memberi hak kepada semua orang yang berhak menerima apa yang memang menjadi haknya. Penindasan terhadap orang-orang lemah dan miskin adalah kefasikan di mata Tuhan. Kehadiran orang-orang Kristen yang dipanggil dan diutus oleh Allah untuk menghindari kefasikan-kefasikan seperti yang dilakukan oleh orang yang tidak mengenal Allah. Dalam menghayati hari perjamuan kudus sedunia hendaknya kita mengacu pada pesan Yesus dalam Lukas 17:1-6 bahwa kasih dan pengorbanan Yesus Kristus adalah kasih dan pengorbanan tanpa batas. Kebesaran kasih setia-Nya telah memberi teladan bahwa pengampunan selayaknya juga dinyatakan tanpa batas oleh setiap orang percaya. Sekalipun perintah ini merupakan tugas yang sangat berat, tetapi inilah yang diminta Tuhan untuk dijalankan. Salah satu bukti bahwa kita telah beriman kepada Kristus adalah menyatakan pengampunan kita dengan tulus untuk mengampuni orang yang telah bersalah terhadap diri kita, sekaligus pula kita harus berani menegur dan menyatakan kesalahan orang lain.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaan Alkitab Tanggal 3-8 Oktober 2022 - KEBENARAN DAN KEFASIKAN / Kamalamburan na Katangmekaalukan - 2 Timotius 1:1-14 Sebelum: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 26 September - 1 Oktober 2022 MANUSIA ALLAH / Taun-Na Puang Matua - Lukas 16:19-31 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |