lagu-gereja.com/toraja

View : 708 kali
Bahan Penelaahan Alkitab                                        Tanggal 21-26 November 2022

IA YANG LEBIH UTAMA
Iamo ma'iringann
Yeremia 23:1-6
Tujuan:
Jemaat memahami bahwa ada Tuhan yang berkuasa atas segala perkara kehidupan
Jemaat tidak takut pada kuasa apapun di dunia ini selain kuasa  Yesus Kristus
Pembimbing Teks
Yeremia melaksanakan tugasnya di Kerajaan Israel Selatan (Yehuda) dari masa Raja Yosia sampai masa akhir kehancuran Yerusalem dan juga Bait Suci (626-586 SM). Sering dikatakan bahwa Yeremia adalah nabi peratap karena perjuangannya “berbicara kepada orang yang tuli”. Nubuatan yang disampaikannya mendapatkan penolakan dan kebencian dari para imam, raja dan sebagian besar orang Yehuda. Dalam nas ini dijelaskan bagaimana nubuat Yeremia tentang murka Tuhan kepada para pemimpin sebagai gembala di Israel, yakni yang tidak lagi menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya sebagai gembala yang baik, tetapi justru sebaliknya menyesatkan orang Israel.
Namun dalam kemarahan Tuhan atas sikap pemimpin Israel tersebut, juga ada nubuat tentang kedatangan Raja Kebenaran dan Keadilan yang disebut sebagai “Tuhan keadilan kita”. Dia yang akan menjadi Gembala dan mengumpulkan kawanan domba yang tercerai berai. Domba-domba tersebut akan berkembang biak, dan tidak lagi ketakutan. Tuhan keadilan Kita mengungkapkan betapa keadilan yang dimaksud bukanlah berdasarkan keadilan dunia atau manusia, namun berdasarkan keadilan Tuhan. Itulah keadilan yang dinyatakan oleh Allah dalam dunia ini.
Tanda nyata keadilan Tuhan yang dijanjikan itu adalah melalui Yesus Kristus. Dalam kematian dan kebangkitanNya telah nyata keadilan Tuhan di antara manusia dalam dunia, bahwa Dialah Gembala yang baik. Tuhan Yesus mengatakan: “Akulah gembala yang baik, Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombaNya” (Yoh.10:11). Sekarang kita dapat mengetahui bahwa ada satu Gembala yang baik dalam hidup kita sampai saat ini yaitu Yesus Kristus. Gembala itulah yang menyatakan keadilan dan kebenaran dalam kehidupan kita. Keadilan dan kebenaranNya bukanlah seperti pemimpin Yehuda yang membawa kepada kehancuran. Tetapi keadilan Tuhan adalah kasihNya yang besar supaya kita tidak jatuh ke dalam kehancuran, tetapi menuju keselamatan. Tuhan akan mengumpulkan orang-orang yang mau diselamatkan di bawah perlindungan kebenaran dan keadilanNya.
Dalam pelayanan Yeremia kita melihat situasi yang terjadi di Yehuda yakni terjadinya kemerosotan rohani, peribadahan yang hanya formalitas belaka tanpa adanya pembaharuan sikap, hanya ingin mengejar kenikmatan duniawi. Segala usaha dilakukan untuk mencapai keinginan duniawi, sehingga umat Israel semakin lama semakin jatuh ke dosa. Dapat dikatakan bahwa sikap seperti ini sudah masuk ke semua lini kehidupan rakyat, kerajaan dan juga para imam. Sehingga melihat kondisi seperti ini, Tuhan murka kepada pemimpin Israel yang tidak lagi mampu memimpin umat untuk hidup dalam kebenaran Tuhan, justru semua lapisan masyarakat berlomba-lomba menuju kepada kehancuran.
Dalam kehidupan kini, kita sering diperhadapkan dalam pengambilan keputusan, mulai dari konteks kehidupan yang sederhana sampai yang terasa memberatkan. Dalam kehidupan kita, ada kebenaran dan keadilan yang dirancang oleh dunia yang tercemar oleh kuasa dosa, dan ada kebenaran dan keadilan yang berasal dari Tuhan. Namun dalam hal pengambilan keputusan dan dalam melakukan suatu tindakan,  terkadang kita melakukannya berdasarkan pikiran dan perasaan kita saja tanpa memikirkan apakah hal itu berkenan kepada Tuhan atau tidak. Sesungguhnya hanya ada satu kebenaran dan keadilan yang sejati yakni Yesus Kristus. Dialah yang lebih utama dari segala sesuatu.  

Pertanyaan diskusi
Siapa yang dimaksudkan dengan gembala yang membiarkan kambing domba  hilang dan terserak ?  (ay.1)
Mindara tu disanga to mangkambi’ tu ussanggang sia umpasisarak-sarak domba?
Hanya satu kebenaran dan keadilan sejati yaitu Yesus Kristus. Apa yang sering mempengaruhi kita sehingga kita sering mengambil keputusan diluar kebenaran dan keadilan Kristus?
Misa’ri tu katonganan sia kamaloloan tongan, iamo tu Yesus Kristus. Apa tu nenne’ untumangki’ sae lako ia tu kara’tasanta diala tangsituru’ katonganan sia kamaloloan-Na Kristus?











Sebelum:
Bahan khotbah hari Minggu - Minggu, 20 November 2022 Akhir Tahun Gerejawi - Minggu Kristus Raja


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login