lagu-gereja.com/toraja

View : 775 kali
Bahan khotbah hari Minggu                         Tanggal 20 November 2022
Akhir Tahun Gerejawi - Minggu Kristus Raja

IA YANG LEBIH UTAMA
Iamo ma'iringanna

Bacaan Mazmur     : Mazmur 46:1-12
Bacaan 1    : Yeremia 23:1-6
Bacaan 2    : Kolose 1:15-23 (Bahan Utama)
Bacaan 3    : Lukas 23:33-43
Nas Persembahan    : Mazmur 46:2
Petunjuk Hidup Baru    : Kolose 1:17

Tujuan:
Jemaat memahami bahwa ada Tuhan yang berkuasa atas segala perkara kehidupan kita
Jemaat tidak takut pada kuasa apapun di dunia ini yang terpenting adalah mengutamakan  Yesus Kristus.

Pemahaman Teks
Mazmur 46:1-12 berisi penjelasan tentang Allah sebagai kota benteng. Umat Israel mengalami kesukaran, namun Tuhan sanggup melepaskan mereka dari kesesakan.  Mazmur ini menjunjung tinggi keperkasaan Allah serta mengajak umat Israel mengandalkan-Nya di tengah ketidakstabilan dan ketidakpastian. Ayat 2-8 memberi kesaksian tentang keandalan Allah, dan ayat 9-11 mengajak umat untuk merenungkan kesaksian itu bahwa Allah adalah tempat perlindungan dan sumber penyegaran di tengah kesesakan.  Allah itu tempat perlindungan dan kota benteng (ay.10)
Yeremia 23: 1-6 (1-8) berisi janji Tuhan tentang  tunas Daud  yang adil. Yeremia melaksanakan tugasnya di Kerajaan Israel Selatan (Yehuda) dari masa Raja Yosia sampai masa akhir kehancuran Yerusalem dan juga Bait Suci (626-586 SM). Tuhan Allah menyatakan bahwa Ia akan memulihkan keadaan dengan mengangkat gembala-gembala baru yang jauh lebih baik dalam menggembalakan, sehingga tidak seekor pun kambing domba akan mengalami rasa takut dan hilang (ay.4). Padahal konteks Yeremia 21-23 sebenarnya sangat lekat dengan kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap raja serta institusi kerajaan. Maka muncullah ketegangan antara menolak kerajaan dan mencerai-beraikan domba di satu sisi, dan menerima raja, serta mengumpulkan domba di sisi lain. Pada akhirnya Yehuda akan dibebaskan dan Israel akan hidup dengan tenteram (ay.6)  
Secara singkat isi dari kitab ini: 1. Tuhan Allah kecewa dan mengutuk raja yang turut andil dalam mencerai-beraikan domba-domba-Nya, walaupun Tuhan juga menghendaki kondisi tersebut. 2. Tuhan Allah mengumpulkan sendiri sisa-sisa domba-Nya tanpa bantuan manusia. 3. Tuhan Allah menjanjikan raja baru yang memimpin dan melindungi domba/umat-Nya.
Dalam Kolose 1:15-23 dikemukakan tentang keutamaan Kristus. Menurut Paulus ada 4 hal tentang keutamaan Kristus yaitu: Pertama: Dia
adalah gambar wujud Allah yang tidak kelihatan, yang sulung  lebih utama daripada yang telah diciptakan (ay.15). Kedua: Dia adalah “Pencipta” karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu (ay.16). Ketiga: Dia adalah jalan “Pendamaian” menuju Sorga. Oleh  Dialah Ia memperdamaikan  segala sesuatu dengan dirinya (ay.20). Keempat: Dia telah diperdamaikan tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya untuk menguduskan umat Tuhan (ay.21-22). Paulus menulis surat ini kepada jemaat Kolose, yang pada saat itu sedang dibuat bingung dengan ajaran berbahaya yang menggantikan keutamaan dan keunggulan Kristus. Ajaran ini menyatakan bahwa Kristus memang lebih tinggi dari manusia, namun Ia bukan Allah. Ia juga bukan manusia dengan darah daging seperti kita. Tubuh kristus adalah maya (semu) karena menurut mereka-dalam segala hal yang bersifat materi/jasmani adalah buruk/jahat. Ajaran palsu yang disebut ajaran Gnostik ini, juga menyatakan bahwa tidak mungkin Allah menciptakan langit dan bumi, karena langit dan bumi bersifat materi dan karena itu jahat.
Dalam Lukas 23:33-43 kisah penyaliban Yesus dituturkan dengan unik. Pada teks Matius dan Markus kita dapat membaca detail-detail kekerasan fisik yang dialami Yesus, sedangkan di dalam Lukas, kita menemukan gaya penceritaan yang cukup lembut. Kekerasan yang disorot tidak berfokus pada kekerasan fisik, melainkan pada kekerasan verbal, yakni Yesus diolok-olok. Sebuah ironi bahwa seorang Raja diolok-olok. Bukankah Raja seharusnya dihormati dan dipuji?
Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok/oknum yang mengolok-olok Yesus: (1) Pemimpin-pemimpin; (2) Para Prajurit; (3) Salah seorang penjahat yang disalib di samping Yesus. Menarik, bahwa olok-olokan ini ditujukan pada Yesus dengan maksud supaya Yesus dapat membuktikan diri-Nya bahwa Ia sungguh Raja? Namun Yesus ternyata tidak terpancing! Yesus hanya menjawab sebuah suara yang sangat berbeda: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Pada saat itu juga, menjelang kematian-Nya sendiri, Yesus masih tetap menjalankan pelayanan-Nya, menyelamatkan seorang penjahat dari keadaannya yang gelap menuju kerajaan-Nya.
Dari keseluruhan bacaan ini kita melihat suatu korelasi yang erat sekali bahwa Tuhan melepaskan umatNya dari kesesakan karena Ia adalah yang berkeadilan. Untuk itu kuasa Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan kuasa apapun. Umat Tuhan harusnya lebih mengutamakan Kristus daripada kuasa para pemimpin lainnya. Penyaliban dan penghinaan Kristus di salib tak menghilangkan kedaulatan Kristus sebagai Raja. Saat tersalib pun Yesus masih berkuasa menyelamatkan salah seorang penjahat yang berharap padaNya.

Pokok-pokok pengembangan khotbah
 Allah bekerja tidak hanya sampai pada proses penciptaan, tapi Allah juga turut hadir dalam penyertaan kepada umat-Nya. Kehadiran untuk mendamaikan segala sesuatu nyata dan jelas ketika ia berkarya di dalam
dunia sampai mengorbankan diri-Nya mati di kayu salib. Tapi ingat, bahwa hanya Kristuslah yang pertama bangkit dari antara orang mati. Kehadirannya sebagai Kepala Jemaat menandakan kedaulatan-Nya. Perhatikanlah, betapa Paulus juga memakai kalimat “yang sulung” untuk menandakan keutamaan Kristus. Dampak dari Yang Diutamakan itu menuntut umat untuk tekun dan bersedia berdamai dengan semua. Pengorbanan Kristus di kayu salib mendeklarasikan pendamaian bagi seluruh ciptaan-Nya.  Respon dari umat untuk tidak menyimpang dari pengajaran injil adalah harapan dari Paulus, terlebih Kristus. Konteks jemaat Kolose yang sudah mengenal Kristus diharapkan untuk tidak mudah diombang-ambingkan berbagai ajaran.
Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat di Kolose bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (ay.16). Ini adalah sebuah ajaran Kristologi yang tegas, sehingga jemaat di Kolose tidak jatuh pada ajaran sesat. Ajaran populer yang berkembang saat itu mengajarkan bahwa dunia/ materi adalah jahat sehingga Allah tidak mungkin menjadi manusia. Selain itu, ajaran tersebut mengatakan bahwa Allah tidak mengurusi perkara duniawi (sekuler), melainkan hanya hal-hal rohani.
Rasul Paulus menentang itu karena meyakini bahwa Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia. Ia adalah Allah yang menciptakan segala sesuatu dan segala sesuatu untuk Dia. Dengan demikian, tidak ada hal rohani atau sekuler, melainkan semua yang ada adalah ciptaan Allah. Di sini sangat ditegaskan bahwa tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus adalah memulihkan terputusnya hubungan antara Allah dan manusia akibat dosa. Dengan pengorbanan darah dan tubuh Kristus yang disalibkan, di satu sisi memberi kita rasa aman dan memastikan bahwa kita bukan lagi musuh Allah. Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib bukan saja ditawarkan kepada semua manusia, melainkan juga kepada seluruh ciptaan (ay.20). Tetapi di sisi lain memunculkan tantangan, bagaimana dengan jawaban kita? Paulus mengingatkan bahwa dunia tidak jahat. Dunia adalah milik Allah termasuk kita di dalamnya yang seharusnya ikut ambil bagian di dalam misi pendamaian seluruh alam semesta.
Rasul Paulus berbicara tentang Yesus Kristus melalui surat kirimannya kepada jemaat Kolose. Bagi kita jemaat Tuhan di sepanjang zaman, tentu juga diharapkan harus teguh dalam iman, tidak mudah terombang ambing oleh berbagai ajaran palsu yang menyesatkan. Jangan lepaskan iman percaya pada-Nya sumber segala kasih karunia dan kebenaran. Tidak ada nama lain yang begitu agung di bawah kolong langit yang oleh-Nya kita dapat diselamatkan. Oleh karena itu, setelah menerima kasih-Nya yang begitu besar dan pendamaian yang begitu agung dan indah, maka setiap orang percaya harus memperhatikan tanggung jawab dan kegiatannya dalam hidup ini supaya pada akhirnya mereka dapat berdiri di hadapan Kristus dengan hidup kudus, serta tak bercela dan tak bercacat. Orang Kristen  harus bertekun dalam iman yaitu memelihara iman dengan setia  pada Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Orang Kristen harus tetap berdiri teguh dan tidak bergoncang dalam setiap pengajaran yang sudah Yesus berikan. Orang Kristen seharusnya jangan mau digeser dari pengharapan Injil.  Kita tidak boleh kembali ke keadaan lama kita yang tanpa harapan dengan segala perbuatan jahatnya yang membinasakan kehidupan kita  (Kol. 3:5-11; Ibr.10:38).
Yesus telah mendamaikan kita dengan Tuhan dan melepaskan kita masing-masing. Itu haruslah menjadi modal utama untuk kita hidup dengan orang lain. Damai yang dianugerahkan itu harus “digandakan” dalam kehidupan ini (bnd. Mat. 18:21-35). Di mana saja, selama manusia itu hidup, pasti ada perbedaan. Tapi perbedaan itu janganlah menjadi kendala apalagi menjadi penghancur persekutuan. Sebaliknya, biarlah itu menjadi kekayaan besar untuk membangun persekutuan yang indah di dalam Tuhan.
Dalam injil Matius 5:9 dikatakan: berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.  Hal Inilah yang harus kita bawa dan nyatakan di mana pun kita berada. Sebab, dengan melakukan hal demikian kita akan tetap disebut sebagai anak-anak Allah. Jangan mau hak kita sebagai anak Allah terkoyak hanya karena emosi yang tinggi, amarah yang besar, atau dendam yang membara. Ingatlah Efesus 4:26-27, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa; janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. Dan janganlah beri kesempatan kepada iblis”. Camkanlah dan lakukanlah semua itu sebab itulah modal dan jaminan kita untuk disebut sebagai anak-anak Allah dan manusia baru. Amin













Selanjutnya:
Bahan Penelaahan Alkitab Tanggal 21-26 November 2022 - IA YANG LEBIH UTAMA Iamo ma'iringann - Yeremia 23:1-6


Sebelum:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 14-19 November 2022 - SURYA KEBENARAN AKAN TERBIT / La berre` tu mata allo kamaloloan - Lukas 21:5-19


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login