| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Minggu, 15 Mei 2022 Renungan GEREJA TORAJA Minggu, 15 Mei 2022 - Pengkatobaran dipa`kamasean lako mintu` tau (ANUGERAH PERTOBATAN BAGI SEMUA) - Kisah Para Rasul 11:1-18Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 15 Mei 2022 ANUGERAH PERTOBATAN BAGI SEMUA Pengkatobaran dipa’kamasean lako mintu’ tau Bacaan Mazmur : Mazmur 148:1-14 Bacaan 1 : Kisah Para Rasul 11:1-18 (Bahan Utama) Bacaan 2 : Wahyu 21:1-8 Bacaan 3 : Yohanes 13:31-35 Nas Persembahan : 1 Tawarikh 16:29 Petunjuk Hidup Baru : Wahyu 21:7-8 Tujuan: - Jemaat memahami bahwa pertobatan dianugerahkan bagi semua orang. - Jemaat Jemaat hidup mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan. Pemahaman Teks Mazmur 148:1-14 merupakan pujian yang menjelaskan kedaulatan Allah atas alam semesta beserta dengan segala isinya. Pujian yang dikumandangkan oleh mazmur ini bak simfoni yang lengkap dan harmonis. Lengkap karena dari berbagai perspektif malaikat makhluk surgawi, muncul pujian akan keagungan dan kebesaran Sang Raja yang bertakhta di surga. Dari segala ciptaan-Nya yang Dia letakkan di cakrawala dan langit untuk menerangi dunia ini, kemahakuasaan-Nya menjadi sasaran kekaguman. Itu berarti tidak ada satu makhluk pun atau benda yang dapat dijadikan allah kecuali Allah Israel. Kisah Para Rasul 11:1-18 mengisahkan penjelasan pertanggung-jawaban Petrus terkait dengan baptisan yang dia lakukan kepada diri Kornelius, sang perwira Italia (bnd. Kisah Para Rasul 10). Sama dengan yang juga disadari oleh Petrus, orang banyak yang mendengarnya pun bisa memahami betapa Allah juga mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup, bagi bangsa-bangsa lain. Allah tidak membeda-bedakan orang. Perhatian dan cinta kasih-Nya tidak bisa dibatasi, demikian rahmat dan anugerah-Nya tidak dicurahkan hanya kepada orang tertentu. Karya Allah tidak terbatas hanya di kalangan orang Yahudi. Sebab Dia berkenan kepada semua orang yang bertobat dan yang selalu mengamalkan kebenaran. Wahyu 21:1-8 mengisahkan penglihatan terkait dengan langit yang baru dan bumi yang baru. Kemenangan mutlak Kristus yang mengakhiri segala musuh Allah memuncak dalam langit dan bumi yang baru. Terjadi transformasi total! Bumi baru mengukuhkan bahwa kemanusiaan tak lagi dibelenggu dosa, penderitaan dan maut. Langit baru berarti tak ada lagi sekat terjalinnya komunikasi umat dan Allah. Di sana tak ada lagi maut dan ratap tangis, sebab umat Tuhan akan diberi minum dari mata air kehidupan. Namun demikian, orang-orang penakut, keji, pembunuh, sundal, tukang sihir, tak akan beroleh hidup di sana, melainkan berada di lautan yang menyala oleh api. Yohanes 13:31-35 menegaskan perintah baru oleh Yesus, yakni perintah saling mengasihi sebagai ciri dan identitas hidup murid-muridNya. Tujuannya, “agar dunia tahu bahwa kamu adalah murid-muridKu”. Dengan tujuan itu, perilaku mengasihi bukan lagi perintah yang bersifat fakultatif (pilihan/tidak wajib). Kasih menjadi kesaksian hubungan para murid dengan Yesus. Kasih yang menjadi daya bagi setiap orang percaya dalam menyaksikan anugerah pertobatan yang diberikan Allah untuk hidup baru di dalam Kristus. Korelasi segenap bacaan ialah kehidupan kekal yang dikaruniakan bagi semua bangsa. Itu sebabnya murid Tuhan yang sungguh menyambut anugerah ini tidaklah dilihat berdasarkan asal usul dan latar berlakang mereka, melainkan terlihat melalui hidup mereka setiap saat, yakni hidup yang saling mengasihi sebagai wujud dari pertobatan yang dianugerahkan Allah. Pokok-pokok pengembangan khotbah Kisah Para Rasul 11:1-18 ditempatkan sebagai bahan utama, sebab kesaksian Petrus tentang pembaptisan Kornelius membuat orang-orang Yahudi bersunat, siuman dan sadar akan kasih Allah yang bersifat universal. Untuk itu, khotbah minggu ini dapat dibagi dalam dua poin penting. Pertama, anugerah pertobatan untuk semua orang Kabar tentang pemberitaan Injil kepada bangsa non Yahudi oleh Petrus, terdengar oleh rasul-rasul lain dan orang-orang Kristen Yahudi di Yerusalem. Sebagai orang yang menganggap dirinya umat pilihan Allah, mereka tidak bisa mengerti bagaimana firman Allah juga sampai kepada bangsa lain. Mereka mempertanyakan bagaimana Petrus dapat masuk ke rumah mereka dan makan bersama kaum non Yahudi, sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan orang-orang Yahudi. Petrus menceritakan penglihatannya di Yope (Kis.10:10-20), yaitu penglihatan agar ia pergi ke tempat orang kafir untuk menyampaikan kabar keselamatan. Pengalaman itu ia jelaskan kepada orang-orang Kristen Yahudi bahwa Allah juga membuka pintu pemberitaan Injil kepada bangsa lain. Baru setelah mendengar penjelasan Petrus tersebut, orang Yahudi menjadi tenang dan memuliakan Allah. Petrus ingin mempertanggungjawabkan pelayanannya kepada kelompok Yahudi yang bersunat, bahwa pelayanan itu terjadi bukan karena keinginannya, melainkan oleh pekerjaan Roh Kudus (ay.5-7). Dalam konteks itu, Petrus menegaskan bagaimana peran Roh Kudus dalam mengubah pandangan yang sudah terkotak-kotak dan kaku (ay.8-10). Juga mengubah hati yang terbelenggu tradisi menjadi hati yang hangat dan penuh kasih melihat petobat-petobat baru, tak peduli apa latar belakang mereka (ay.18). Itulah sasaran dari anugerah pertobatan yang dinyatakan oleh Allah bagi umat manusia. Allah tidak membeda-bedakan orang. Perhatian dan cinta kasih-Nya tidak bisa dibatasi hanya di wilayah tertentu. Rahmat dan anugrah-Nya tidak dicurahkan hanya kepada tokoh tertentu, suku tertentu, gender tertentu, atau budaya tertentu saja. Oleh sebab itu Allah tidak boleh dibatasi karya-Nya di kawasan orang Yahudi. Dengan perkataan lain Allah tidak membangun tembok, tetapi Allah justru membangun jembatan. Itulah perintah baru yang dikatakan Yesus; “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh.13:34). Keyakinan ini jugalah yang disaksikan oleh Petrus di saat ia mengalami perjumpaan dengan Kornelius. Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ‘Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya’ (Kis. 10:34-35). Barangsiapa menang atau hidup dalam ketaatan, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku (Why. 21:7). Dalam dunia yang penuh dengan pertentangan dan krisis, dan bahkan ketika primordialisme (perasaan kesukuan yang berlebihan) tumbuh subur, kekristenan harus merangkul dan membangun jembatan-jembatan komunikasi. Injil Kerajaan Allah adalah kabar baik yang harus disampaikan dengan berpusat kepada Yesus. Oleh karena itu, sikap fanatisme atau ekslusivisme bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani. Memeluk Kristus erat-erat dan merasa diri selamat, sementara orang lain dilihat dengan penuh kecurigaan dan dibiarkan tidak bertobat, jelas sangat bertentangan dengan panggilan gereja untuk menuntun sesama menyadari keberdosaannya dan berbalik kepada kebenaran. Bukan saatnya menghindari orang lain, tetapi inilah saatnya merangkul orang lain dalam semangat persaudaraan dan semangat cinta kasih. Sebab Yesus bukan milik kita saja, tetapi Yesus bagi semuaumat manusia. Kita sungguh percaya bahwa Roh Kudus yang bekerja di dalam diri Kornelius dan yang meyakinkan dia untuk percaya. Ini berarti bahwa Roh Kuduslah yang berperan dalam segala sesuatu. Kita hanyalah alat yang dipakai Allah bagi kemuliaan-Nya. Mari memohon agar Roh Kudus senantiasa mendampingi dan memberi kemampuan kepada kita dalam tugas panggilan kita selaku anak-anak Allah. Kedua: anugerah yang mahal menjadikan hidup berarti bagi sesama Seorang teolog Lutheran Jerman, Dietrich Bonhoeffer (1906-1945) berucap; “Kita hidup dari anugerah yang mahal, bukan murahan”. Setiap orang yang telah mengecap dan mengalami anugerah Allah yang mahal, seharusnya mampu menunjukkan hidup yang benar-benar telah bertobat. Pertobatan yang sungguh pasti mendorong kita untuk juga memiliki daya dorong dan motivasi yang kuat untuk membagikan sesuatu kepada orang lain, yakni membagikan “Kristus”. Itulah hidup baru yang kita miliki di dalam Kristus. Bandingkan dengan PGT Bab V Butir 2, ‘Kehadiran Allah itu adalah kuasa yang merombak, membaharui dan menyucikan kita, sehingga kita meninggalkan kehidupan lama dan hidup dalam kehidupan baru’. Gaya hidup dalam kasih adalah bukti dari komitmen kita memaknai kehidupan baru yang telah dianugerahkan dan menyambut anugerah pengampunan dari Allah yang tidak membeda-bedakan. Karena itu, perumpamaan Yesus tentang seorang Samaria yang murah hati (Lukas 10:25-37), sebenarnya merupakan ajakan Yesus agar pengikutNya menjadi sesama bagi semua orang tanpa memandang latar belakang sosial, budaya, agama dan sebagainya. Hal ini juga ditekankan dalam PGT bab VI butir 6, ‘Umat Allah sebagai tubuh Kristus bukanlah suatu persekutuan yang statis dan hidup bagi dirinya sendiri, melainkan Jemaat adalah satu arak-arakan yang dinamis dan terbuka serta mengundang semua orang melalui kesaksian hidup, pelayanan dan pemberitaannya untuk ikut dalam arak-arakan itu menuju kepada kepenuhan hidup di dalam Kerajaan Allah’. Kasih yang menjadi daya bagi setiap orang percaya dalam menyaksikan anugerah pertobatan yang diberikan Allah untuk hidup baru di dalam Kristus. Aplikasi Kita hidup dari anugerah yang mahal, oleh darah Kristus yang tertumpah di atas kayu salib. Hidup kita tidak ditebus dengan barang fana, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus (1 Petrus 1:18-19). Maka sepatutnyalah kita menghargai anugerah yang mahal itu dengan hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh. Sebab hanya dengan pertobatan yang sungguh kita bisa hidup mengasihi dengan sempurna bagi sesama tanpa membeda-bedakan. SabdaNya; ‘kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan Cuma-Cuma’ (Matius 10:8b). Allah di dalam Kristus telah memberikan yang terbaik bagi kita dengan berkorban di atas kayu salib, mati untuk menebus dosa kita. Ia telah menganugerahkan pertobatan agar hubungan kita dengan Dia tetap terpelihara dalam kasih-Nya. Kuasa kasih itu jugalah yang kiranya mendorong kita semakin bersemangat pergi membagikan ‘Kristus’ dalam seantero hidup kita. Hidup saling mengasihi satu dengan yang lain. Sebab kasih itulah yang menjadi daya bagi setiap orang percaya dalam menyaksikan anugerah pertobatan yang diberikan Allah untuk hidup baru di dalam Kristus. Komitmen hidup dalam anugerah Tuhan yang mahal adalah lewat pertobatan dan lahir baru. Mewujudkannya dengan penerimaan ke dalam lingkup persaudaraan seiman di dalam gereja dengan tulus. Itulah tugas gereja dan tugas kita yakni menerima tanpa membeda-bedakan. Ingat kita pun diterima Tuhan apa adanya!
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Alkitab Gereja Toraja - Tanggal 16-21 Mei 2022 - Pengkatobaran dipa`kamasean lako mintu` tau (ANUGERAH PERTOBATAN BAGI SEMUA) - Yohanes 13:31-35 Sebelum: Renungan GEREJA TORAJA Tanggal 9-14 Mei 2022 - Katuoan marendeng lan Puang Yesu (Hidup Kekal di dalam Kristus) - Wahyu 7:9-17 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |