| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Minggu, 29 Mei 2022 Renungan Gereja Toraja Minggu, 29 Mei 2022 - Tontong sisola Puang (BERSAMA TUHAN SELAMANYA) - Wahyu 22:12-21Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 29 Mei 2022 Tontong sisola Puang (BERSAMA TUHAN SELAMANYA) Bacaan Mazmur : Mazmur 97:1-12 Bacaan 1 : Kisah Para Rasul 16:16-34 Bacaan 2 : Wahyu 22:12-21 (Bahan Utama) Bacaan 3 : Yohanes 17:20-26 Nas Persembahan : Mazmur 96:8 Petunjuk Hidup Baru : Wahyu 22:14 Tujuan: Jemaat meyakini Tuhanlah satu-satunya yang berdaulat atas sejarah kehidupan manusia. Jemaat hidup penuh pengharapan dalam semua situasi kehidupan. Pemahaman Teks Wahyu 22:12-21 merupakan bagian paling akhir kitab Wahyu yang mengisahkan penglihatan saat kedatangan Tuhan Yesus kembali. Satu hal yang penting, ialah saat Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Alfa dan Omega, gelar yang secara sengaja dikemukakan tiga kali dalam keseluruhan kitab Wahyu. Sebagai Alfa dan Omega, Tuhan akan hadir di akhir sejarah kehidupan manusia untuk memberikan hak atas pohon kehidupan, yakni bagi mereka yang telah ditebus dalam darah Anak Domba. Mazmur 97:1-12 merupakan pujian yang menyatakan betapa Tuhan adalah Raja atas seluruh bumi. Oleh karena itu, Tuhan sesungguhnya berkuasa di segenap tempat dan situasi. Segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Ia pun sangggup memelihara nyawa orang yang dikasihi-Nya dan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik. Kisah Para Rasul 16:16-34 mengisahkan perjalanan pemberitaan Injil oleh Rasul Paulus di Filipi, yang kemudian mengakibatkan dirinya dipenjara bersama dengan Silas. Namun demikian, kuasa Allah yang kemudian membebaskan mereka, justru bermuara pada kesediaan kepala penjara di Filipi untuk percaya kepada Tuhan Yesus, bahkan memberi dirinya dibaptis bersama dengan seisi rumahnya. Pemeliharaan dan kehadiran Tuhan ternyata tak berakhir saat mereka dibelenggu dalam penjara. Yohanes 17:20-26 merupakan bagian dari doa Tuhan Yesus yang dapat disebutkan sebagai penutup dari percakapan perpisahan Tuhan Yesus dengan murid-muridNya (Yohanes pasal 13-17). Itu sebabnya ini merupakan doa bagi murid-muridnya, bahkan bagi orang-orang di kemudian hari yang juga percaya pada Yesus Kristus. Khusus terkait bacaan (ay.20-26), pokok doa Tuhan Yesus ialah bagi gereja-Nya, yakni bagi orang-orang yang percaya pada pemberitaan para murid. Yang diminta, ialah agar mereka menjadi satu (ay.20-23) dan agar mereka selalu bersama dengan Tuhan dan melihat kemuliaan Tuhan (ay.24-26 ” Word Biblical Commentary: John, hlm. 302-304). Segenap bacaan memperlihatkan sebuah korelasi penting, yakni tentang kepastian kehidupan kekal bersama Yesus Kristus. Dalam setiap situasi dan kondisi yang menyedihkan sekalipun, Tuhan akan senantiasa hadir memelihara. Itulah yang yakini oleh pemazmur, serta dialami oleh Paulus dan Silas saat berada dalam penjara di Filipi. Hal ini pun sepenuhnya sejalan dengan apa yang didoakan oleh Tuhan Yesus dan juga terlihat dalam penglihatan di kitab Wahyu saat Tuhan Yesus datang kembali. Pokok-pokok pengembangan khotbah Satu hal yang menarik direnungkan, ialah bagaimana meyakini kebersamaan dengan Tuhan sebagai sebuah hal yang pasti terwujud, khususnya di tengah berbagai penderitaan dan pergumulan yang menghimpit? Bersama Tuhan selamanya, merupakan salah satu pokok doa Tuhan Yesus, “Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku…” (Yoh.17:24). Namun demikian, saat jemaat mengalami kehidupan seperti pada masa penulisan kitab Wahyu, kebersamaan dengan Tuhan tentu menjadi sebuah pertanyaan dan perenungan mendalam! Kepada ketujuh jemaat, Rasul Yohanes menyebut dirinya sebagai “saudara dan sekutumu dalam kesusahan” (Why.1:9). Tampak jelas gambaran keberadaan hidup jemaat saat itu. Penderitaan dan penganiayaan harus dialami sebagai akibat dari kesetiaan mereka pada Tuhan, sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah. Perintah untuk menyembah kaisar romawi sebagai Tuhan, tentu tidak jadi soal bagi warga yang hidup dalam politeisme. Namun bagi yang percaya bahwa Yesus Kristus itulah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, penyembahan pada kaisar sebagai Tuhan, jelas tidak bisa diterima: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah” (Why.14:9-10). Luar biasa jawaban Tuhan atas pergumulan jemaat ini. Melalui wahyu pada Rasul Yohanes, Tuhan mengatakan, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Why.22:13). Alfa dan Omega adalah abjad pertama dan terakhir dalam abjad Yunani. Hal ini menjelaskan tentang keberadaan Tuhan yang terus hadir dalam sepanjang perjalanan sejarah. Tuhan yang berbicara pada Rasul Yohanes dan jemaat, adalah Tuhan yang juga hadir dan menciptakan langit dan bumi di awal. Namun, Tuhan tidak hanya hadir ketika langit dan bumi beserta isinya diciptakan, tetapi juga di akhir sejarah, saat Kristus datang kembali. Seluruh perjalanan sejarah manusia dan alam semesta berada di bawah kedaulatan Tuhan, sang Alfa dan Omega. Dalam kitab Nabi Yesaya, karya sang Alfa dan Omega bahkan diuraikan lebih jelas. Tuhan yang memanggil bangkit keturunan-keturunan, adalah Tuhan yang terdahulu dan juga akan jadi yang terkemudian (Yes.41:4). Oleh sebab itu keadaan yang sangat mencemaskan sekalipun tidak harus membuat jemaat ragu dengan pemeliharaan Tuhan. Tuhan yang sudah memulai dan melakukan banyak hal dalam kehidupan umat-Nya, juga akan melanjutkan pemeliharaan-Nya dalam perjalanan sejarah ke masa depan. Perjalanan sejarah umat Tuhan selama ribuan tahun dapat menjadi sebuah wujud nyata kehadiran Tuhan. Banyak hal yang mengalami perubahan. Penganiayaan, wabah penyakit, kemiskinan, serta beragam bencana alam terjadi sepanjang sejarah. Teknologi pun berkembang sedemikian pesatnya, menembus batas ruang dan waktu. Namun satu hal yang luar biasa, gereja dan umat Tuhan juga terus hadir dan melayani hingga hari ini. Sungguh Tuhan selalu bersama umatNya. Dia hadir sepanjang sejarah perjalanan kehidupan umat manusia. Keberlanjutan kehadiran Tuhan di sepanjang sejarah umat manusia juga terlihat jelas dengan kehadiran pohon kehidupan. Pohon kehidupan yang sebelumnya disebutkan di awal kisah penciptaan manusia dan alam semesta, ternyata kemudian disebutkan pula di bagian akhir perjalanan umat Tuhan. Jika di awal kisah penciptaan, manusia yang berdosa dihalangi untuk mengambil buah dari pohon kehidupan, maka di bagian akhir ini, setiap manusia yang telah membasuh jubahnya dalam darah Anak Domba, diberikan hak atas pohon-pohon kehidupan. Jelas tampak keberlanjutan karya Allah dalam sejarah manusia. Bahkan lebih dari itu, juga meyakinkan tentang kepastian kemenangan bersama Kristus! Tuhan, sang Alfa dan Omega tidak hanya menyertai perjalanan kehidupan umatNya, tetapi juga memastikan kemenangan umat Tuhan atas pergumulan dan penganiayaan yang mereka alami. Penglihatan Yohanes ini juga meyakinkan segenap umat Tuhan, bahwa doa Tuhan Yesus sungguh tergenapi. Dalam penindasan dan penganiayaan sekalipun, mereka akan selalu bersama dengan Tuhan. Kisah Paulus dan Silas yang dipenjarakan di Filipi oleh karena kegiatan pelayanan yang mereka lakukan, ternyata juga terus mengalami kehidupan bersama Tuhan. Buktinya jelas! Tidak hanya diimani dan dihayati oleh mereka berdua saja, tetapi juga disaksikan oleh orang lain. Meskipun kaki mereka dibelenggu dengan pasungan yang kuat dan ditahan di dalam ruangan penjara paling tengah, namun di saat tengah malam mereka masih bisa menaikkan doa serta pujian bagi Tuhan, dan hal tersebut didengarkan oleh orang-orang lain. Bahkan terjadi gempa bumi yang membuka semua pintu penjara dan pasung yang membelenggu mereka (Kisah 16:25-26). Tuhan sungguh selalu bersama mereka. Dalam belenggu dan ruang penjara pun, Tuhan hadir dengan kuasa-Nya. Kepala penjara menyaksikan dengan jelas semua peristiwa tersebut. Ia bisa melihat bagaimana Tuhan yang dilayani dan disembah oleh Paulus dan Silas, sungguh adalah Tuhan yang Maha Hadir. Tuhan bersama umat-Nya dalam segala situasi, dan sanggup memberi pertolongan dalam setiap keadaan.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 30 Mei - 4 Juni 2022 - BERSAMA TUHAN SELAMANYA / Tontong sisola Puang - Yohanes 17:20-26 Sebelum: Renungan Gereja Toraja - Hari kenaikan Yesus ke Sorga - Kamis, 26 Mei 2022 - Makuasa tu Puang la dao Suruga la lan lino (TUHAN BERKUASA DI SORGA DAN DI BUMI) - Kisah Para Rasul 1:1-11 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |