lagu-gereja.com/toraja

View : 654 kali
Bahan khotbah hari Minggu         Tanggal  3 April 2022
Prapaskah V (Bulan Diakonia - Aksi Pangiu’)

KASIH YANG BENAR
(Pa'kaboro' Tongan)

Bacaan Mazmur     : Mazmur 126:1-6
Bacaan 1    : Yesaya 43:16-21
Bacaan 2    : Filipi 3:1-16  
Bacaan 3    : Yohanes 12:1-8 (Bahan Utama)
Nas Persembahan    : Mazmur 126:5-6
Petunjuk Hidup Baru    : 1 Yohanes 4:16

Tujuan:
Jemaat Memahami bahwa mengasihi Allah harus dinyatakan dengan pengorbanan yang besar
Jemaat dapat menghidupi kasih Allah dengan komitmen mengasihi Allah dan sesama

Pemahaman Teks
Mazmur 126:1-6 adalah nyanyian ziarah umat Israel yang mengungkapkan isi hati, perasaan dan pikiran umat yang terus mengenang dan mendambakan pemulihan dari penderitaan. Pemulihan yang dilakukan oleh Allah dan diakui sebagai sebuah perkara yang besar yang melahirkan sukacita besar, sebagaimana terungkap dalam tawa dan sorak-sorai serta membuat bangsa-bangsa mengakui kebesaran Tuhan (ay.2). Pemulihan itu dilakukan oleh Allah sendiri (ay.1) atas permintaan dalam doa oleh umat-Nya (ay.4). Bertahan dalam iman di tengah penderitaan karena situasi sulit, digambarkan seperti penabur yang bekerja dengan mencucurkan air mata, namun juga dengan pengharapan bahwa akan pulang membawa berkas-berkasnya (ay.6). Demikianlah besarnya harapan umat Allah akan terjadinya pemulihan di tengah situasi sulit yang dihadapi.
Yesaya 43:16-21 menekankan pengharapan pembebasan yang dijanjikan oleh Tuhan bagi umat yang sedang putus asa dalam pembuangan di Babel (ay.16-17), bahwa Tuhan  adalah Sang Pengharapan, Sang Pembebas, yang akan bertindak bagi umat yang sedang dalam penderitaan. Dalam konteks ini kita melihat betapa besar kasih Allah kepada umat-Nya yang sedang mengalami berbagai tekanan kehidupan.
Filipi 3:1b-16 dilatarbelakangi oleh Jemaat Filipi yang sedang mengalami gangguan karena maraknya pengajar palsu, perselisihan, dan pengaruh agama Yahudi serta orang-orang Kristen keturunan Yahudi yang merasa lebih baik dari orang Kristen keturunan lain.
Yohanes 12:1-8 menarasikan bagaimana  Maria (saudara Marta dan Lazarus di Betania) meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu yang mahal dan menyekanya dengan rambutnya. Bagi Yudas Iskariot, tindakan Maria kepada Yesus dipandang sebagai sebuah pemborosan yang sia-sia. Minyak narwastu yang murni memang mahal harganya. Narwastu adalah sejenis tanaman yang digunakan untuk membuat minyak wangi (Kid.1:12,4:13-14; Mrk.14:3). Pada zaman dahulu, minyak wangi disimpan dalam buli-buli yang tertutup yang dapat dibuka hanya dengan menghancurkan leher buli-buli. Minyak narwastu seharga 300 dinar, dimana satu dinar sama dengan upah kerja sehari seorang pekerja. Jadi harga minyak narwastu itu hampir sama dengan satu tahun upah pekerja.
Bagi Yudas apa yang dilakukan Maria adalah pemborosan tetapi Maria melakukannya dengan sepenuh hati dan penuh arti. Dalam konteks cerita ini, tindakan Maria dilpahami sebagai eksperasi sukacita atas kehadiran Yesus yang telah membangkitkan Lazarus saudaranya. Yesus sendiri meneguhkan tindakan Maria sebagai persiapan penguburan-Nya dalam rangka menebus dosa umat manusia. Apa yang dilakukan oleh Maria secara materi sangat  besar nilainya dan itu dilakukannya sebagai ungkapan kasihnya yang besar dan benar kepada Yesus yang telah mengasihi dia bersama keluarganya.
Korelasi bacaan: pengharapan akan  janji pembebasan bagi umat Yehuda di Babel merupakan bukti bahwa  Allah benar-benar mengasihi dan mengampuni umat-Nya. Karena itu seharusnya disambut dengan pertobatan yang nyata sebagai tanda kasih yang besar dan benar  kepada pengorbanan Allah yang menjadi sempurna di dalam Yesus Kristus.
 
Pokok-pokok pengembangan khotbah
Pernyataan kasih yang benar (ay.3)
Cinta yang sesungguhnya tidak pernah memperhitungkan harga. Cinta memberikan semua yang dimiliki. Itulah yang dilakukan Maria kepada Yesus. Maria memberikan apa yang ia miliki dan apa yang berharga baginya. Minyak narwastu yang mahal adalah simbol harta yang paling berharga yang di miliki oleh Maria dan Maria memberi yang terbaik kepada Tuhan. Dalam kisah ini, Maria bukan hanya sosok seorang perempuan yang selalu setia mendengarkan pengajaran Yesus, tetapi juga melakukan ajaran Yesus secara nyata. Maria menunjukkan kasih dan cinta yang besar dan benar  kepada Yesus di saat-saat terakhir itu.
Maria memuliakan Yesus melebihi kebiasaan waktu itu. Di Israel, jika ada tamu yang berkunjung maka tuan rumah menyambut tamunya dengan membasuh kaki dengan air dan menyekanya dengan kain. Maria menyambut Yesus bukan dengan air tetapi dengan minyak yang mahal. Ia juga tidak menyekanya dengan kain, tetapi dengan rambutnya (ay.3). Rambut adalah mahkota seorang perempuan. Tindakan Maria adalah suatu simbol penyerahan hidup sepenuhnya kepada Yesus. Kristus telah menyatakan kasih-Nya yang besar kepada kita, Ia telah mengorbankan nyawa-Nya sebagai bukti bahwa Ia mengasihi kita. Bagaimana kita menyatakan bahwa kitapun mengasihi Yesus dengan kasih yang benar? Kita tidak perlu menyatakan kasih kita kepada Yesus dengan minyak narwastu, tetapi nyatakanlah kasih kita kepada Kristus dengan memberikan apa yang berharga yang kita miliki. Berikanlah waktu untuk melayani Tuhan dengan setia melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Berikanlah pengetahuan dan pengalaman untuk memikirkan kemajuan-kemajuan pelayanan Tuhan, bukan sebaliknya saling menjatuhkan sehingga terjadi perpecahan (bnd.Flp 3:2). Jadikanlah kedudukan dan harta benda sebagai alat untuk melayani-Nya sebagai bukti bahwa kita mengasihi Dia dengan kasih yang benar.

Mengasihi Tuhan vs mengasihi diri sendiri (ay.4)
Melihat apa yang dilakukan oleh Maria, naluri “bisnis kotor” Yudas Iskariot segera tergelitik. Ia tampil seolah-olah sebagai pribadi yang peduli kepada pelayanan sosial khususnya orang-orang miskin. Pada hal sesungguhnya ia sedang memikirkan dirinya sendiri. Sebagai pemegang kas ternyata Yudas Iskariot seringkali mengambil kas yang dipegangnya untuk kepentingan diri sendiri (ay.6). Yudas tidak mengasihi orang miskin, ia juga tidak mengasihi Yesus, ia hanya mengasihi dan mencintai dirinya sendiri. Yudas adalah seorang koruptor yang menunjukkan kasih dan simpati yang palsu dan pura-pura untuk orang miskin. Ibarat membungkus barang busuk dalam kemasan yang baik. Yudas memberi  harga minyak narwastu sebesar 300 dinar, sedangkan Yesus yang adalah guru dan Tuhannya hanya ia hargai 30 keping perak, harga terendah untuk seorang budak. Adalah sebuah tragedi jika dalam pelayanan gereja saat ini, masih ada orang-orang yang memiliki tabiat dan karakter seperti Yudas Iskariot. Yang terus menerus menggerus makna dan nilai pelayanan dengan motivasi-motivasi yang salah. Mengatasnamakan pelayanan, bahkan yang paling parah jika mengatasnamakan Tuhan padahal ia sedang memuaskan nafsu cintanya kepada dirinya sendiri. Ia berlindung di balik pelayanan untuk memuaskan diri sendiri. Ia mengaku melayani Tuhan, padahal sedang menonjolkan dirinya. Ia mengaku mengasihi Kristus padahal ia mengasihi diri sendiri.

Mengasihi Kristus dengan kasih yang benar (ay.7)
Rupanya niat busuk Yudas Iskariot diketahui oleh Yesus, itulah sebabnya Yesus menegurnya dengan berkata: “biarkanlah dia melakukan hal ini, mengingat hari penguburanKu”. Bagi Yesus tindakan Maria adalah sebuah penghargaan yang tinggi sekali kepada Yesus dan itu sama sekali bukan pemborosan yang sia-sia. Apa yang dilakukan oleh Maria adalah pernyataan kasih yang benar kepada Kristus. Maria menyatakan  kasihnya kepada Yesus dengan memberikan apa yang paling berharga yang ia miliki. Cinta dan kasih yang besar tidak memperhitungkan harga, dan itulah yang telah dilakukan oleh Yesus kepada para sahabat-sahabat-Nya (Yoh.15:13). Melalui pengorbanan dan kematian-Nya Ia telah menanggung kutuk dan murkah Allah menggantikan kita dan dengan itu Ia menebus kita dari kuasa maut menjadi milik-Nya (bnd.PGT bab IV butir 5). Sikap Maria dan Yudas adalah pilihan bagi saya dan saudara. Manakah yang kita pilih: cinta Yesus atau cinta diri sendiri? Memuliakan Yesus atau mencari keuntungan bagi diri sendiri? Menyatakan kasih yang tulus atau simpati yang pura-pura? Tindakan Maria adalah teladan yang Allah kehendaki untuk kita lakukan di saat kita sedang merenungkan masa-masa penderitaan Kristus. Mengasihi Kristus dengan kasih yang benar haruslah dinyatakan dengan tindakan kasih yang nyata pula  kepada sesama manusia, terutama kepada mereka yang menderita dan miskin, sebab orang miskin akan selalu ada di antara kita (ay.8).















Selanjutnya:
Bahan Penelaan Alkitab - Tanggal 4-9 April 2022 - Prapaskah V - KASIH YANG BENAR / Pa`kaboro` Tongan - Filipi 3:1-16


Sebelum:
DPA KRT Gereja Toraja Rabu, 30 Maret 2022 - Setiap Orang Berharga di Mata Tuhan - Lukas 15:1-7


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login