lagu-gereja.com/toraja

View : 1372 kali
Bahan khotbah hari Minggu            Tanggal 17 April 2022
PASKAH (Bulan Diakonia - Aksi Pangiu’)

BERBAGI SUKACITA KARENA KEBANGKITAN-NYA
Untaa kaparannuan belanna kamalimbangunan-Na

Bacaan Mazmur     : Mazmur 118:1-12
Bacaan 1    : Yesaya 65:17-25
Bacaan 2    : Kisah Para Rasul 10:34-43
Bacaan 3    : Yohanes 20:11-18 (Bahan Utama)
Nas Persembahan    : Mazmur 118:1
Petunjuk Hidup Baru    : Kisah Para Rasul 10:42-43

Tujuan:
Jemaat memahami arti dan makna Paskah
Jemaat bersukacita karena kebangkitan Yesus dan mampu berbagi sukacita itu bagi orang lain

Pemahaman Teks
Mazmur 118:1-12 merupakan nyanyian puji-pujian yang isinya merupakan nyanyian syukur dan sukacita umat Tuhan atas kasih setia Tuhan yang abadi bagi umatNya. Umat melihat dan mengalami bahwa di dalam kesesakan dan penderitaan yang mereka alami, maka saat mereka berseru dengan segenap hati, Allah akan mendengar seruan mereka dan berpihak kepada mereka.
Yesaya 65:17-25 berisi tentang janji Allah mengenai langit yang baru dan bumi yang baru dimana pembaharuan yang sempurna dari Allah akan dinikmati sepenuhnya bagi umat yang menaruh harap pada Allah. Yesaya menubuatkan bahwa di langit dan bumi yang baru itu tidak ada dosa dan kematian lagi.
Kisah Para Rasul 10:34-43 berbicara tentang kesaksian Petrus bahwa Allah tidak membedakan orang. Petrus juga menyatakan sukacitanya dalam memberi kesaksian tentang Yesus yang telah bangkit itu sekalipun harus menghadapi banyak tantangan. Peristiwa kebangkitan Yesus telah mengubah pribadi Petrus menjadi lebih terbuka untuk menerima orang lain yang berbeda dengan dirinya.
Yohanes 20:11-18 menceritakan tentang Maria Magdalena yang menjadi saksi kebangkitan Yesus. Kitab Injil menceritakan bahwa sosok Maria Magdalena yang disebutkan di sini, adalah seorang perempuan yang pernah mengalami mukjizat penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus kepadaNya (Mrk.16:9 dan Luk.8:2). Sebagai orang yang pernah menerima mukjizat kesembuhan, maka kematian Yesus merupakan kehilangan yang luar biasa bagi Maria Magdalena. Belum sembuh luka batin karena kematian Yesus, sekarang Maria Magdalena menghadapi kedukaan yang semakin berat karena menjumpai kubur Yesus yang kosong. Yang bisa ia lakukan hanyalah menangis. Akan tetapi kesedihan dan kepedihan hati Maria Magdalena berganti menjadi sukacita yang besar Ketika ia berjumpa (atau lebih tepat dikatakan dijumpai) oleh Yesus yang telah bangkit mengalahkan kematian. Namun Tuhan Yesus tidak membiarkan Maria Magdalena menikmati sukacita kebangkitan itu seorang diri melainkan mengutus dengan memberi tugas untuk menceritakan dan membagikan sukacita kebangkitan Yesus itu kepada murid-murid yang lain.

Korelasi Bacaan
Allah selalu hadir di dalam berbagai situasi kehidupan umat-Nya, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun Allah selalu menyatakan keberpihakan kepada mereka yang lemah dan tak berdaya. Allah tidak sekedar menjanjkan akan melepaskan umatNya dari beban penderitaan tetapi juga bertindak untuk kebaikan umat-Nya.
Paskah adalah bukti bahwa Allah selalu berpihak kepada yang lemah dan tak berdaya. Paskah telah mengubah dukacita menjadi sukacita dan karena itu berita kebangkitan Yesus harus diberitakan kepada semua orang.   

Pokok-pokok pengembangan khotbah
Kebangkitan Yesus Mengubah Dukacita menjadi Sukacita
Dukacita adalah realita yang dialami Maria Magdalena saat menyaksikan kubur Yesus yang telah kosong (Yoh.20:11). Hati Maria yang penuh cinta kepada Yesus membuat dia menangis dan berontak karena tidak rela melihat kubur telah kosong. Kepedihan dan kepahitan hidup seolah-olah selalu melingkupi kehidupan Maria Magdalena. Sebelum berjumpa dengan Yesus, ia terikat oleh tujuh roh jahat (Mrk. 16:9 dan Lukas 8:2). Setelah mengikuti Yesus sekian lama sekarang ia kembali merasakan kepedihan dan kepahitan hidup karena sosok yang begitu mengasihinya itu telah mati. Tetapi semua dukacita, kepedihan dan kepahitan hidup  yang dialami oleh Maria Magdalena berubah menjadi sukacita yang besar saat ia dijumpai oleh Yesus yang telah bangkit dan menyebut namanya dengan penuh kasih (Yoh.20:16). Kebangkitan Yesus adalah bukti bahwa Ia tidak pernah meninggalkan orang yang terus-menerus mencariNya dengan penuh kasih. Perjumpaan dengan Yesus yang telah mengalahkan kematian telah mengubah dukacita Maria Magdalena menjadi sukacita yang besar.

Paskah : Tuhan tidak membeda-bedakan orang
Dalam struktur masyarakat Yahudi, kesaksian seorang perempuan sangat lemah bahkan tidak diterima dan diabaikan baik dalam peristiwa hukum atau peristiwa penting lainnya. Menarik bahwa saksi pertama kebangkitan Yesus justru seorang perempuan, yakni Maria Magdalena. Hal ini membuktikan kepada kita bahwa perempuan juga memiliki tugas panggilan yang sama dengan laki-laki dalam memberitakan Injil. Sekalipun memang ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki, tetapi janganlah perbedaan itu menjadi penghalang untuk melayani dan berkarya bersama demi hormat dan kemuliaan Tuhan. Kelak Petrus sebagai salah satu murid Yesus juga mengakui bahwa Allah tidak membedakan orang (Kis. 10:34). Dengan semangat dan sukacita Paskah, kita mau menerima semua orang sebagai kawan sekerja dalam semua bidang kehidupan.

Paskah : Pengutusan untuk berbagi sukacita dengan sesama
Sukacita atau kebahagiaan karena berjumpa dengan Yesus yang telah bangkit mengalahkan kematian bukan hanya milik Maria Magdalena seorang diri. Tuhan Yesus tidak ingin Maria Magdalena menikmati sukacita kebangkitan hanya untuk diri sendiri. Tuhan Yesus mengutus Maria Magdalena untuk menyampaikan sukacita kebangkitan-Nya kepada murid-murid yang lain (Yoh.20:17). Perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit mesti direspon dengan pergi berbagi sukacita dengan orang lain dengan berkata “aku telah melihat Tuhan”. Orang yang sudah mengalami perjumpaan dengan Yesus dan menerima kasih Yesus, tidak boleh hanya menyimpan dan menikmati seorang diri melainkan harus berbagi dengan orang lain.  Paskah juga berarti pengutusan bagi setiap orang percaya untuk tidak tinggal berdiam diri saja menikmati dan mengalami sukacita itu, tetapi terus bergerak menceritakan dan membagikannya kepada semua orang. 












Selanjutnya:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 18-23 April 2022 - BERBAGI SUKACITA KEBANGKITAN-NYA / Untaa kaparannuan kamalimbangunan-Na - Kisah Para Rasul 10:34-43


Sebelum:
Bahan khotbah Sabtu Sunyi - Sabtu, 16 April 2022 - INJIL DALAM KEMATIAN Kareba kaparannuan lan kamatean - 1 Petrus 4:1-6


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login