lagu-gereja.com/toraja

View : 938 kali
Bacaan 1  : Yesaya 55:1-9 (Khotbah)
Bacaan 2  : 1 Korintus 10:1-13
Bacaan 3  : Lukas 13:1-9

Yesaya 55:1-9
Diona kaditambaian lako kasalamaranNa PUANG

1E kamu mintu' to ma'rang, maikomi lako to' uai, sia e kamu to tae' doi'na, maikomi mangalli sia kumande; maikomi, allii tu uai anggoro' sia pangandu' tang naolai doi' sia tang dibaya'.

2Ma'apai ammi palaoi doi' tu tangia kande sia polean ra'ta'mi tu tang mepedia'ina? Perangii meloNa', ammi kandei tu apa maelo, sia anna pasende kalena tu deatammi situang kaseboan.

3Tananni talinga, maikomi perangii, anna tuo tu deatammi; la untananNa' basse matontongan lako kalemi; mintu' tanda pa'kamasean tang tilelukKu lako Daud.

4Kupatunannangmo la ma'katottongi lako mintu' bangsa sia la napodatu sia la napekapuangi mintu' bangsa.

5Misa' bangsa tang mutandai la mutambai sia iatu bangsa tang untandaiko la sae lako kalemu belanna pa'poraianNa PUANG, Kapenombammu, sia belanna pa'poraianNa To maserona to Israel, saba' Napakala'bi'ko.

6Daka'i tu PUANG, su'ding ma'din siaPi diappa'; massambayangkomi metamba lako, su'ding mandappi' siaPi.

7Melo ke untampei lalanna tu to tang mekaaluk sia untampe tangnga'na tu to kelok penaanna, anna mengkatoba' lako PUANG, Nakaturu-turui Puang, sia mengkatoba' lako Kapenombanta, belanna inang mamase liu ma'pagarri'.

8Belanna iatu tangnga'Ku tangia tangnga'mi, sia iatu lalanmi tangia lalanKu, kadanNa PUANG.

9Belanna susi sikalangka'na langi' anna lino, susi dukamoto tu sikalangka'na lalanKu anna lalanmi sia iatu tanga'Ku anna tanga'mi.

-----------------

Seruan untuk turut serta dalam keselamatan yang dari TUHAN
55:1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! 55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. 55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. 55:4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; 55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau. 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! 55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.


Bahan khotbah hari Minggu               Tanggal  20 Maret  2022
Prapaskah III dan Pembukaan Pekan PI

SENDENGKANLAH TELINGAMU
Pelempei tu suling pa'perangimmu

Bacaan Mazmur        : Mazmur 63:2-9
Bacaan  1                      : Yesaya 55:1-9 (Bahan Utama)
Bacaan 2                       : 1 Korintus 10:1-13
Bacaan 3                       : Lukas 13:1-9
Nas Persembahan           : Mazmur 33:1-2
Petunjuk Hidup Baru      : Yesaya 55:7

Tujuan:
Jemaat  memahami bahwa sekalipun kita berdosa Allah tetap mengasihi kita
Jemaat berupaya menjalani hidupnya untuk selalu mendengarkan Firman Tuhan

Pemahaman Teks
Mazmur 63:2-9 menguraikan tentang keberadaan pemazmur yang sedang berhadapan dengan para pendusta dan orang-orang yang ingin mencabut nyawanya (ay.10,12). Dalam menghadapi persoalan itu, ia sendiri hidup dalam persembunyiannya (ay.2). Walau demikian Ia datang kepada Allah mencurahkan pergumulannya (ay.2-3). Dalam keberserahannnya kepada Tuhan, pemazmur pun akhirnya merasakan  kekuatan menghadapi semua persoalan hidupnya. Karena itulah Ia bermegah dan memuliakan Tuhan (ay.4-8).
Yesaya 55:1-9 merupakan undangan kepada umat untuk datang kembali ke dalam keselamatan yang dari Tuhan. Sekalipun bangsa Israel telah meninggalkan Allah, namun kini diundang kembali oleh Allah untuk masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Umat dipanggil untuk menerima makanan keselamatan secara Cuma-cuma. Dalam keberdosaan umat-Nya, Allah menunjukkan betapa besar kemurahan dan rancangan Allah yang berkenan memanggil umat-Nya sekalipun umat-Nya telah jatuh dalam keberdosaan. Allah menegaskan bahwa: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (ay.8-9). Karena itu sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; Dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Oleh sebab itu, carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.
1 Korintus 10:1-13 berisi nasehat Paulus kepada jemaat Korintus agar tidak mengulangi sikap nenek moyang mereka yang tidak menghormati Tuhan dengan melakukan penyembahan berhala, percabulan, mencobai Tuhan dan melawan Tuhan dengan bersungut-sungut, sehingga membuat mereka tewas di padang gurun (ay.5-10). Jemaat Korintus diminta hendaknya tetap kuat menghadapi pencobaan agar tidak jatuh, sebab pencobaan yang akan dialami adalah pencobaan yang tidak melebihi kekuatan mereka (ay.12-13). Paulus berharap agar jemaat mendengarkan nasihat Paulus untuk tetap kuat berpegang pada kebenaran Allah.
Lukas 13:1-9 menceritakan tentang sikap Yesus yang tidak sekedar mendengar apa yang disampaikan oleh beberapa orang  tentang darah orang Galilea yang dicampurkan Pilatus untuk persembahan. Yesus menegaskan bahwa hal yang dialami oleh orang-orang Galilea bukanlah semata-mata sebagai hukuman atas dosa-dosa mereka, tetapi terutama sebagai peringatan kepada siapa saja bahwa hidup manusia itu tidak abadi. Karena itulah hidup ini harus dijalani sebaik-baiknya. Kita yang hidup ini sesungguhnya masih diberi kesempatan oleh Tuhan, walaupun hidup kita kadang ibarat pohon ara yang tidak menghasilkan apa-apa. Kesempatan untuk bertobat masih tetap diberikan. Bahkan ketika pohon ara yang tumbuh itu tidak menghasilkan apa-apa selama  tiga tahun (ay.6) dan membuat pemilik pohon ingin segera menebangnya, pengurus kebun pun ternyata masih memohon kepada tuannya untuk bersabar menantikan pohon tersebut menghasilkan buah setahun lagi.
Korelasi seluruh bacaan adalah terkait dengan pertobatan. Pertobatan merupakan satu-satunya jalan untuk bisa kembali kepada Tuhan karena kehidupan manusia sudah pebuh dengan dosa. Tuhan masih memberikan kesempatan untuk bertobat untuk menghasilkan buah (Luk.13). Tuhan telah merancangkan hal yang baik untuk kehidupan umat (Yes.55). Karena itu umat Tuhan hendaknya tidak mengulangi sikap hidup yang menimbulkan dosa (1.Kor). Sebaliknya, umat Tuhan hendaknya datang kepada Tuhan saat menghadapi berbagai cobaan hidup (Maz.63)
 
Pokok-pokok pengembangan khotbah
Di Minggu Prapaskah III ini kita diajak mendengar undangan Allah guna menghayati dan meninggalkan kecenderungan kehidupan kita yang sering dalam dosa. Karena itu melalui Yesaya 55:6 ditegaskan bahwa: “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!”. Di sini kita dapat menghayati undangan Allah bahwa: “Hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! (Yes. 55:1).
Menyendengkan telinga adalah salah satu sikap yang diharapkan oleh Tuhan. Tuhan ingin kita mendengar undangan Tuhan setiap saat, mendengar peringatan-peringatan-Nya seraya meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat membinasakan hidup kita. Firman Tuhan menegaskan kepada kita, bahwa “Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud (Yes.55:3)
Selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup seperti pohon ara yang seharusnya sudah harus ditebang tetapi masih diberi kesempatan oleh pemiliknya selama setahun untuk dikelola oleh pengurus kebun (Luk.13:8-9), kita hendaknya berjuang untuk menghasilkan buah-buah. Janganlah membiarkan diri kita selalu hidup dalam kebiasaan-kebiasaan yang tidak memberi buah, karena cara hidup seperti itu justru akan membawa kebinasaan dalam hidup kita.
Di minggu prapaskah III ini kita  mesti sadar bahwa panggilan Tuhan selalu tersedia untuk kita. Panggilan-Nya merupakan pengharapan sekaligus peringatan bagi kita untuk tetap bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Karena itulah Tuhan meminta umatNya untuk mendengarkan dan mencari Dia serta berseru kepada-Nya selagi masih ada waktu. Janganlah menyia-nyiakan waktu yang ada, sebab waktu yang kita hidupi sekarang ini adalah waktu yang memiliki batas tertentu.  Sikap seorang pemazmur (Maz.63) telah memberi gambaran kepada kita, bahwa dalam ketertekanan hidupnya ia justru datang berserah kepada Tuhan sehingga segala persoalannya terselesaikan dalam Tuhan.
Menyendengkan telinga kepada Tuhan berarti mengarahkan perhatian kita untuk selalu memperhatikan Firman Tuhan dengan cara  membaca dan  mendengar kebenaran Firman Tuhan setiap hari. Selain itu kita membutuhkan sikap hidup pertobatan dalam waktu yang Tuhan masih anugerahkan kepada kita dan menjadi pohon ara yang bisa menghasilkan buah-buah terbaik.
Dalam Lukas 13:1-9 kita dapat menghayati kemurahan Tuhan yang senantiasa memberikan kesempatan bagi kita untuk hidup dalam pertobatan.  Karena itu jangan hidup lagi dengan cara yang tidak berkenan kepada Tuhan. Sendengkanlah telinga kepada seruan Tuhan seperti undangan Yesaya dan janganlah mengikuti keinginan hati yang dapat mendatangkan kesia-siaan. Lebih dari itu, dengarkanlah nasihat Paulus seperti yang disampaikan kepada jemaat Tesalonika. Sendengkanlah telingamu pada Tuhan dan dengarkanlah nasihat-Nya.













Selanjutnya:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 21-26 Maret 2022 - Prapaskah III - SENDENGKANLAH TELINGAMU / Pelempei tu suling pa`perangimmu - Lukas 13:1-9


Sebelum:
DPA KRT Gereja Toraja Rabu, 16 Maret 2022 - Iman Membuatmu Berdaya - Lukas 9:37-43a


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login