|
|
Minggu, 11 Mei 2025 Khotbah GMIT Minggu, 11 Mei 2025 - Sentuhan Fisik yang Memulihkan - Yohanes 20:19-29#tag: Damai Sejahtera di Tengah Ketakutan, Tomas yang Meragukan dan Keinginan untuk Menyentuh , Sentuhan yang Memulihkan Minggu, 11 Mei 2025 Masa Raya : Minggu Ke IV Paskah Nas Bacaan 1. Mazmur : Mazmur 78:1-8 2. Khotbah : Yohanes 20:19-29 Stola : Putih (Bunga Lily) Sentuhan Fisik yang Memulihkan Bacaan: Yohanes 20:19-29 Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Yesus menampakkan diri kepada Tomas 20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Penjelasan: Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Kita hidup dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, namun semakin renggang dalam kehadiran nyata. Banyak orang bisa saling kirim pesan dalam hitungan detik, tetapi tidak pernah benar-benar hadir satu sama lain. Salah satu hal yang makin hilang adalah makna dari sentuhan fisik yang tulus dan memulihkan. Padahal dalam banyak budaya, termasuk budaya kita, sentuhan fisik memiliki makna yang dalam dan sakral. Misalnya, etnis Sabu di Indonesia Timur memiliki tradisi cium hidung sebagai bentuk penghormatan, sambutan, ucapan selamat, dan syukur. Tradisi ini menunjukkan betapa tindakan menyentuh bukan sekadar basa-basi, melainkan ungkapkan kasih, hormat, dan persekutuan. Demikian pula dalam budaya Timur Tengah kuno, tempat Yesus dan murid-murid-Nya hidup. Sentuhan fisik digunakan untuk berbagai hal:
Maka tidak heran, dalam Yohanes 20 ini, sentuhan fisik menjadi sarana pemulihan iman Tomas. Mari kita lihat lebih dalam bagaimana Tuhan Yesus memakai sentuhan untuk menyatakan kasih dan kebenaran-Nya. I. Damai Sejahtera di Tengah Ketakutan (ay. 19-21) Pada hari pertama kebangkitan-Nya, para murid berkumpul dengan pintu-pintu terkunci karena takut. Namun Yesus datang dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” (ay. 19). Ia menunjukkan tangan dan lambung-Nya sebagai bukti nyata bahwa Ia benar-benar telah bangkit. Apa yang Yesus lakukan? Ia hadir secara fisik. Ia menunjukkan luka-Nya. Itu bukan penampakan rohani belaka, tapi kehadiran nyata yang dapat dilihat dan disentuh. Sentuhan dan penglihatan ini mengusir ketakutan dan menghadirkan damai. Yesus lalu mengutus mereka dan menghembusi mereka dengan Roh Kudus (ay. 22). Ini adalah momen transformasi: dari ketakutan menjadi pengutusan, dari keraguan menjadi keberanian. II. Tomas yang Meragukan dan Keinginan untuk Menyentuh (ay. 24-25) Namun Tomas tidak hadir saat itu. Ketika murid lain berkata, “Kami telah melihat Tuhan,” Tomas menjawab dengan jujur: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan mencucukkan jariku ke dalamnya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (ay. 25) Apakah Tomas seorang yang bebal atau tidak percaya? Tidak. Tomas adalah cerminan dari manusia pada umumnya - ia butuh bukti nyata, butuh menyentuh. Dalam budaya tempat Tomas hidup, sentuhan adalah bagian dari memahami dan mengakui kebenaran. Itu bukan hal yang aneh atau dosa. Itu adalah bagian dari tradisi untuk mengalami sendiri sebelum mengimani. III. Sentuhan yang Memulihkan (ay. 26-29) Delapan hari kemudian, Yesus datang lagi. Kali ini Tomas hadir. Yesus tidak menegur keras, tetapi justru mengundang Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (ay. 27) Yesus tahu kebutuhan Tomas. Ia tidak mengutuk keraguan Tomas, tapi menjawab dengan kasih. Tomas pun menjawab, “Ya Tuhanku dan Allahku!” - sebuah pengakuan iman yang sangat kuat. Sentuhan itu memulihkan keraguannya menjadi keyakinan, dan menjadikannya saksi yang teguh. IV. Aplikasi: Memulihkan Makna Sentuhan di Masa Kini Saudara-saudara, Di zaman ini, sentuhan fisik makin langka dan sering kali kehilangan makna. Banyak interaksi hanya lewat emoticon: peluk virtual, jabat tangan virtual. Sementara dalam kehidupan nyata, sentuhan justru sering dipakai untuk menyakiti, melecehkan, atau merendahkan sesama. Padahal Tuhan mengajarkan bahwa sentuhan adalah sarana kasih dan pemulihan. Mari kita kembalikan makna sakral dari sentuhan fisik dalam kehidupan kita:
Jangan gunakan tangan untuk menyakiti atau mengontrol, tapi untuk mengasihi dan melayani. Yesus hadir secara nyata kepada Tomas. Ia tidak hanya berkata, tapi mengizinkan Tomas menyentuh bekas luka-Nya. Itu adalah bentuk kasih-Nya yang memulihkan iman dan membangun relasi. Penutup: Berbahagialah yang Tidak Melihat namun Percaya (ay. 29) Yesus berkata, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Kita adalah orang-orang yang tidak melihat langsung bekas luka Yesus, tetapi dipanggil untuk percaya melalui kesaksian para murid, seperti Tomas. Iman kita tidak bergantung pada pengalaman fisik, tetapi pada kasih dan kebenaran Kristus yang hidup. Namun mari kita juga jadi alat-Nya - menyentuh dunia ini bukan dengan kekerasan atau kepalsuan, tapi dengan sentuhan kasih yang memulihkan. Ajakan Mari kita bertanya: Apakah tangan kita menjadi saluran kasih dan pemulihan seperti tangan Yesus? Apakah pelukan kita membawa damai, atau sekadar formalitas? Mari kita doakan agar Roh Kudus menggerakkan kita menyentuh hidup orang lain - bukan hanya lewat tangan, tapi juga dengan kehadiran, kepedulian, dan kasih sejati. Amin.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
All Garis Besar: All Khotbah GMIT 2025: Khotbah GMIT Minggu, 11 Mei 2025 - Sentuhan Fisik yang Memulihkan - Yohanes 20:19-29 Khotbah GMIT Minggu, 18 Mei 2025 - Penampakan Kristus Memperteguh Iman Umat Berbudaya - Yohanis 21:1-14 Khotbah GMIT Minggu, 25 Mei 2025 - Kasih yang Memulihkan Relasi - Yohanis 21:15-19 Khotbah GMIT Kamis, 29 Mei 2025 - Kenaikan Yesus Mengatasi Batasan Budaya - Markus 16:14-20 Khotbah GMIT Minggu, 1 Juni 2025 - Hamba yang Menanti dengan Setia - 2 Raja-raja 2:1-18 Khotbah GMIT Minggu, 8 Juni 2025 - Tuntunan Roh Kudus Dalam Kehidupan Orang Percaya - Galatia 5:16-26 Khotbah GMIT Senin, 9 Juni 2025 - Allah Turut Bekerja Dalam segala Sesuatu - Roma 8:18-30 Khotbah GMIT Minggu, 15 Juni 2025 - Karya Allah Tritunggal Melalui Gereja - Yohanes 16:4b-15 Khotbah GMIT Minggu, 29 Juni 2025 - Kerendahan Hati Karena Dituntun Roh Kudus - Lukas 14:7-14 - Minggu Biasa II Khotbah GMIT Minggu, 22 Juni 2025 - Kuasa Allah Mengalahkan Roh Jahat - Lukas 8:26-39 Khotbah GMIT Minggu, 29 Juni 2025 - Kerendahan Hati Karena Dituntun Roh Kudus - Lukas 14:7-14 Alkitab Bahasa Rote Tii - Genesis(50) Alkitab Bahasa Rote Tii - Perjanjian Baru(96) Bacaan Alkitab GMIT 2017(12) Contoh Tata Ibadah GMIT(39) Khotbah GMIT 2017(3) Khotbah GMIT 2025(11) LAGU GEREJA ETNIK NTT(9) Lagu Rohani Timor(3) Pembacaan Alkitab GMIT(1) Renungan GMIT 2022(33) Renungan GMIT 2023(2) Tentang Gereja GMIT(1) Tentang GMIT(5) xxx(11) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |